Kesehatan

Terkait Corona, Ini Kabar Gembira Untuk Masyarakat Mimika

Jubir Reynold Ubra saat melakukan jumpa pers

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Tim Gugus Tugas terus melakukan sejumlah upaya agar membentengi Mimika dari penyebaran Covid-19 di Tanah Kamoro Bumi Amungsa.

Salah satu hal yang dilakukan dan menjadi kabar gembira bagi Mimika adalah, Tim Gugus Tugas Mimika akan memiliki alat Rapid Tes Antigen untuk melakukan tes Covid-19 secara mandiri.

“Ini kabar gembira bagi seluruh masyarakat Mimika. Besok (Selasa red) kami punya alat untuk tes mandiri covid-19 sudah ada. Kita pesan 500 dari Jakarta tapi 200 datangkan duluan. Sisahnya akan menyusul,” ungkap Juru Bicara Penanganan Virus Corona di Mimika, Reynold Ubra.

Di Posko Pusat pengendalian Covid-18 Kabupaten Mimika, Senin (23/3) malam, Jubir Reynold mengatakan dengan menggunakan Rapid Tes Anti Gen ini maka keberadaan Virus Corona di pasien langsung terdeteksi.

“Alat ini langsung mendeteksi virus. Jadi dalam beberapa jam kita langsung tahu hasilnya, penggunaanya juga akan langsung didampingi dokter spesialis patalogi klinik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemesanan alat ini merupakan upaya tanggap pemerintah dalam menangkal keberadaan Covid-19 di Mimika. Rapid tes Corona berbasis anti gen ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

Alat ini selain berfungsi untuk mendeteksi apakah pasien benar-benar terinfeksi Virus Corona, juga untuk mempercepat tindakan pengobatan dan pencegahan terutama kepada mereka yang selama ini melakukan kontak langsung dengan pasien.

“200 alat tes ini untuk sementara kita gunakan untuk menjawab kebutuhan saat ini. Tim nanti akan duduk bersama untuk menentukan akan ditempatkan di rumah sakit, puskesmas atau klinik mana. Kita akan tentukan kriterianya karena bisa saja disentralkan di RSUD,” ungkapnya. (Ronald

Mulai Hari Ini Pengunjung Dilarang Datangi Lapas Timika

Rapat pimpinan Lapas Timika mencegah Covid-19

MIMIKA, BM

Mulai Hari Ini, Senin (23/3) Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Timika meniadakan waktu kunjungan bagi keluarga yang ingin mengunjungi keluarganya di lapas.

Hal ini dilakukan mendasari instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo guna mencegah penyebaran Covid-19 dan berlaku hingga 5 Aprli nanti.

“Kita mulai berlakukan hari ini. Hari Minggu kemarin kami juga batasi kunjungan dari rombongan pendeta, hanya empat orang yang boleh masuk. Di ibadah juga kita mulai berlakukan larangan salaman tangan,” ungkapnya melalui sambungan telepon, pagi ini.

Ia mengatakan, sejak pengawasan ketat mulai diberlakukan di semua daerah, pada Rabu lalu pihaknya langsung melakukan koordinasi internal guna meningkatkan kewaspadaan penyebaran Virus Corona di Lapas.

“Kami sekarang lagi bangun dua tempat pencucian tangan di dalam dan luar lapas. Kita juga sudah sosialisasikan tentang keadaan ini kepada warga binaan agar lebih menjaga kebersihan diri dan kesehatan masing-masing,” ungkapnya.

Bahkan antara Selasa atau Rabu pekan ini, akan dilakukan penyemprotan desinfektan oleh Puskesmas SP V dan Malcon PTFI.

“Kami sudah koordinasi dengan dinas kesehatan dan besok atau lusa penyemprotan akan di lakukan di lapas,” ujarnya.

Marojahan mengatakan lapas Timika secara keseluruhan memiliki 266 kamar. Jumlah warga binaan saat ini ada 286 penghuni. Pada 2018-2019 lalu pihaknya juga telah melakukan penambahan 12 kamar sehingga kapasitas di lapas tidak terlalu berdesak-desakan.

“Kondisi saat ini aman dan bisa menampung semua. Artinya tidak berdesak-desakan, layak untuk kesehatan dan manusiawi,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, dalam situasional merebaknya Virus Corona, hanya satu tahanan baru yang menjadi penghuni lapas.

“Warga binaan yang masuk terakhir di lapas Kamis sore. Tahanan tipikor dari Jayapura, seorang perempuan. Hanya saja kita tidak bisa lakukan deteksi dini karena tidak memiliki alat namun sejauh ini semua baik-baik saja,” ungkapnya.

Perlu diketahui, pemberlakuan larangan bagi pengunjung juga sudah diterapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika sejak Rabu (18/3). Larangan jam besuk pasien ini diberlakukan juga untuk membatasi penyebaran Covid-19.

RSUD hanya menizinkan pengunjung dan pengantar pasien rawat jalan dan inap, maksimal 2 orang per pasien tiap hari. Pengunjung juga dilarang besuk jika dalam keadaan sakit demam, batuk atau flu dan akan mendapatkan kartu penunggu pasien dari RSUD.

“Dengan permberlakukan ini, petugas nanti akan memberikan pemahaman kepada keluarga pasien dan kami berharap semua menghormati kebijakan ini karena untuk kita semua. Ini akan berlaku hingga beberapa waktu ke depan,” ungkap Jubir Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra beberapa waktu lalu kepada BeritaMimika. (Ronald

34 Bangunan di Mimika Hari Ini Disemprot Desinfektan

Tim menyebarkan informasi ke warga dengan mobil penerangan

MIMIKA, BM

Memasuki hari ketiga, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Kabupaten Mimika telah melakukan penyemprotan desinfektan terhadap 34 bangunan.

Bangunan yang disemprot terdiri atas 18 gereja, 5 mesjid, 5 kantor, 2 layanan kesehatan, 1 asrama, 1 aula, 1 sekolah dan 1 pos penjagaan.

Adapun 19 gereja yang disemprot adalah Gereja Tiberias, Ebenhezer, Syalom Amungsa, GKP Samratulangi, Tikulembang, Via Dolorosa, GBI Yope dan Gereja Imanuel Irigasi.

Selain itu Gereja Torsina, Katolik Sempan, Katolik SP 1, Laharoi SP 1, El-Roi SP IV, Sola Gracia, Samaria, Provendensial, Sisilia SP II dan Gereja Diaspora.

Sementara 5 mesjid yang dimaksud adalah Mesjid Babusalam, Alfurqan, Ar-Rahman, Baiturahman dan Mesjid Mile 32.

Bangunan selain tempat ibadah yang disemprot adalah Kantor Cabang PLN Timika, PLN Timika Kota (Hasanuddin), Pustu Nawaripi, PKM Wania, Kantor Brimob, Asrama, Taman Kanak-kanak, Aula, Pos Jaga dan Kantor Koperasi di Mile 32 serta Kantor Brimob di Kwamki Narama.

Bukan hanya penyemprotan desinfektan, Tim Gugus Tugas juga melakukan pembagian dan penyebaran brosur tentang cara pembuatan desinfektan, brosur menjaga diri dan keluarga dari Covid-19 serta brosur tentang etika batuk.

Selain itu, tim ini juga melakukan kegiatan lainnya yakni pengawasan rutin pada penumpang di bandara, melakukan supervisi penemuan kasus di beberap puskesmas seputar kota dan pemeriksaan pasokan sembako guna menjamin keberadaan sembako di Mimika.

Tim Gugus Tugas juga melakukan sosial promosi COVID 19 melalui mobil penerangan dan malam ini dilakukan penertiban tempat-tempat hiburan malam yang masih beroperasi serta menertibkan kegiatan yang mengumpulkan masa dalam jumlah banyak

Sementara itu pada sore tadi, tim penanganan corona di Mimika juga melakukan pertemuan dengan para kepala distrik. Hasilnya, para kepala distrik akan melakukan upaya pencegahan melalui pembentukan Tim Gugus Tugas tingkat distrik.

Juru Bicara Reynold Ubra kepada BeritaMimika, Sabtu (21/3) malam mengatakan, Tim Gugus Tugas juga akan melakukan sosialisasi advokasi dengan pemerintah distrik mulai 25 Maret yang akan dimulai dari Distrik Mimika Barat Jauh.

“Hingga hari ini, Sabtu (21/3), sesuai hasil Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), belum ditemukan penduduk dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” ujarnya.

Terkait penyemprotan desinfektan, Reynold mengatakan Tim Gugus Tugas akan melanjutkan di seluruh tempat ibadah di Mimika secara kontinue.

“Kalau penyemprotan hari ini dibeberapa tempat ibadah kita sesuaikan dengan sebaran tenaga penyemprot yang berada di wilayah kerja puskesmas. Lainnya akan dilanjutkan secara rutin,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, hingga hari ini (Sabtu-red) sebanyak 17 orang telah menelpon layanan call centre. Hari ketiga jumlahnya meningkat hingga 9 penelpon, dibandingkan hari kedua 6 dan hari pertama hanya 2 penelpon.

“Dari 9 penelpon di hari ketiga, 2 orang menanyakan infomasi dasar tentang Covid-19 dan alur pemeriksaanya. Sementara 7 lainnya menanyakan tentang rumah sakit yang mempunyai fasilitas pemeriksaan Covid-19,” ungkapnya kepada BeritaMimika. (Ronald)

Top