Kesehatan

Jayapura Bantu Tim Gugus Tugas Alat Rapid Tes

Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Provinsi Papua memberikan bantuan alat reagen pendeteksi Virus Corona kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika untuk membantu Tim Gugus Tugas Pencegahanan Covid-19 dalam memerangi virus ini.

Juru Bicara Reynold Ubra kepada media, Rabu (1/3) mengatakan bantuan ini akan tiba Kamis (2/3) dari Jayapura.

“Kalau sudah dikirim rapid tes ini kita akan melakukan tes terhadap semua pasien PDP supaya bisa memastikan apakah PDP dengan kontak erat resiko tinggi yang tinggal serumah maupun tidak serumah, berapa banyak yang positif dan berapa yang tidak,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, mekanisme pemeriksaan melalui rapid tes ini akan dilakukan dua kali untuk waktu lima hari. Artinya setiap lima hari akan dilakukan tes.

Ia juga mengatakan, dari lima pasien yang dirawat di RSUD, baik tiga pasien positif corona maupun dua negatif, pengembangan ikhwal kasus mereka kini sedang ditelusuri.

Untuk memudahkan pemutusan mata rantai ini, Tim Gugus Tugas membaginya dalam empat kelompok. Kelompok pertama merupakan mereka yang berada di rumah (serumah dengan pasien).

Kelompok kedua adalah mereka yang memiliki kontak resiko tinggi dan memiliki hubungan erat dengan pasien 02 dan 03, kelompok berikutnya adalah pasien yang sudah terkontaminasi.

“Dan kelompok keempat ini adalah petugas di RS tempat yang kemarin melakukan pemulasatan jenazah. Karena ini beresiko tinggi. Nanti besok kami akan laporkan berapa jumlah tracing kontaknya, tapi lebih kurang satu kasus kita bisa tracing mencapai 30. Jadi misalnya dari 2 kasus kematian kemarin bisa mencapai 100 orang yang akan kami tracing. Dari jumlah ini kami akan lihat berapat banyak PDD, ODP dan OTG-nya,” terangnya. (Ronald

Dua Pasien Yang Dirawat Karena Korona Hasilnya Negatif

Reynold Ubra, Jubir Penanganan Covid-19 di Mimika

MIMIKA, BM

Dari lima pasien yang di rawat di RSUD karena kasus Covid-19, 3 telah dinyatakan postif sementara dua lainnya per hari ini dinyatakan negatif virus Corona. Keduanya kini telah dipindahkan dari ruang isolasi RSUD.

Hasil negatif didasari dari bukti laboratorim yang samplenya dikirim ke Jayapura. Hal ini disampaikan Juru Bicara Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra kepada wartawan di sekretariat tim, SP II, Rabu (1/4).

“Jadi secara kumulatif per hari ini (Rabu-red) kita temui ada 6 OPD baru di rumah sakit, puskesmas dan klinik. Jadi per hari ini OPD 11, tidak ada OTG dan PDP. Jumlahnya tetap 16 OPD dan 47 OTG,” ujarnya.

Menurut Reynold, 11 OPD ini selain memiliki riwayat klinis juga pernah melakukan perjalanan ke daerah yang terjangkit virus dan terjadi tansmisi lokal.

“Hari ini ini kami lakukan kontak tracing dari pasien 03. Info yang kami dapatkan, pasien 03 dan 02 positif memiliki hubungan erat dengan kegiatan di Lembang, Jawa Barat beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Bahkan menurutnya, satu kasus kematian kemarin malam juga memiliki hubungan dengan pasien 02 dan 03. Selain itu ada satu pasien PDP yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit swasta juga memiliki kontak erat dengan kedua pasien positif tersebut. Hanya saja untuk PDP ini laporannya akan disampaikan besok hari.

“Pernah kontak dengan salah satu peserta yang hadir di lembang. Kami sedang kembangkan investigasi tapi lebih kurang kita dapat kesimpulan bahwa kasus yang sampai hari ini di Mimika adalah kasus import dan pasti akan berkembang karena dari pasien 02 dan 03 kami mengembangkan menjadi empat kelompok besar,” jelasnya. (Ronald)

Tambah Satu, Mimika 3 Positif Corona

Jubir Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Setelah Minggu (29/3) dua warga Mimika ditemukan positif Corona Virus, pada hari ini Selasa (31/3) pukul 22.47 Wit, pasien positif Covid-19 di Mimika bertambah satu orang menjadi 3 pasien.

Walau demikian kondisi pasien positif corona baik 01 maupun 02 kini dalam keadaan sehat. Sementara pasien 03 masih dalam perawatan namun sudah menunjukan perbaikan.

Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Mimika, Reynold Ubra kepada media lewat pesan whatssap, malam ini, mengatakan sesuai hasil penelusuran, pasien 03 merupakan pasien import case artinya ia terinfeksi setelah melakukan perjalanan keluar daerah (Jayapura-red).

“Ada penambahan 1 pasien (54 tahun) dan saat ini sedang di rawat di RSUD. Sesuai penelusuran informasi, pasien 03 tiga merupakan pasien import case. Jadi Mimika kini tiga orang dari jumlah 5 PDP yang dirawat di RSUD,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien 03 sebelumnya melakukan pengobatan di dua klinik di seputaran kota Timika.

“Pasien 03 ini lakukan perjalan ke Jayapura pada tanggal 10 untuk ikuti sebuah acara. Ketika balik dia sempat periksa di dua klinik tapi tidak ada perubahan, maka dia ke RSUD dan dirawat sejak 28 Maret kemarin,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, hingga malam ini di Mimika ada 16 PDP dan OPD 11. Sementara Orang Tanpa Gejala namun memiliki hubungan erat dengan pasien Covid-19 secara keseluruhan berjumlah 47 orang.

“Hasil tracing contact hari ini terhadap pasien 03 di Timika kita dapati 2 orang memiliki kontak erat risiko tinggi dengan 2-3 gejala klinis (PDP). Selain itu 2 orang memiliki kontak erat risiko rendah dengan 1 gejala klinis sedangkan 15 orang kontak dengan pasien 03 tanpa gejala,” jelasnya.

Dari 16 orang PDP, 10 orang dirawat di Wisma Atlet (shelter) sementara 6 orang melakukan isolasi mandiri. 2 dari 6 orang yang melakukan isolasi mandiri maupun di shelter semuanya menunjukan perbaikan.

“Sampai malam ini ada 19 orang yang disolasi di shelter, terdiri dari 10 PDP, 4 OTG dan 2 ODP,” ujarnya.

Menurut Reynold Ubra, secara keseluruhan baik ODP, PDP dan OTG sejauh ini sangat koopertaif dan terbuka. Ia bahkan mengatakan beberapa ODP sedang dalam proses kesembuhan.

“Semua kami lakukan pemantau secara ketat termasuk yang isolasi mandiri. Kami juga terus melakukan follow up melalui call center maupun pematauan langsung di lapangan untuk memutuskan mata rantai ini,” jelasnya.

Reynold Ubra juga menjelaskan bahwa siang tadi ada 2 pasien dari Ilaga yang dirujuk ke Timika. Keduanya dalam pemantauan karena memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah.

“Rujukan tersebut dilakukan dengan alasan penanganan segera terlebih karena alasan keamanan. Sampai malam ini kondisi mereka dua dalam keadaan sehat dan dalam pemantauan kami,” ujarnya. (Ronald

Top