Kesehatan

Mimika Punya 167 Dokter dan 2000 Perawat Yang Siap Perangi Covid-19

Ketua IDI Kabupetan Mimika

MIMIKA, BM

Terhitung hingga Kamis (26/3) kemarin, pasien positif yang terjangkit Covid-19 di Indonesia mencapai 893 pasien. 78 diantaranya meninggal dunia dan 35 orang dinyatakan sembuh. Untuk Provinsi Papua jumlah pasien bertambah jadi 7 orang.

Untuk membentengi Covid-19 di Mimika, Bupati Omaleng telah mengeluarkan Instruksi Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Mimika tertanggal 25 Maret 2020.

Bupati Mimika pun menutup sementara dua pintu masuk melalui bandara Mozes Kilangin dan Pelabuhan Pomako terhitung 26 Maret hingga 9 April 2020.

Menyikapi masalah ini, BeritaMimika mencoba menelusuri berapa banyak penduduk di Mimika yang telah memasuki usia lanjut karena diketahui usia ini rentan terjangkit Covid-19, apalagi jika memiliki riwayat penyakit bawaan.

Berdasarkan data yang diperoleh BeritaMimika dari Kepala Kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Mimika, Trisno L Tamanampo menyebutkan bahwa data Mimika Dalam Angka (MDA) 2018 total penduduk di Mimika saat ini berjumlah 215.493 jiwa. Laki-laki sebanyak 120.103 dan perempuan 95.390 jiwa.

Dari total keseluruhan jumlah penduduk ini, terbagi dalam 14 tingkatan usia yang dimulai dari usia 0-4 tahun dan diakhiri dengan usia 65 ke atas.

Di Mimika usia 0-4 tahun berjumlah 25.315 jiwa. 5-9 tahun 19.510 jiwa. 10-14 tahun ada 15.871 jiwa dan usia 15-19 berjumlah 15.041.

Usia 20-24 tercatat sebanyak 22.133. Usia 25-29 ada 26.421 jiwa, 30-34 ada 23.122, kemudian 35-39 ada 20.177 jiwa.

Sementara usia 40-44 berjumlah 17.753. 45-49 berjumlah 11.743 jiwa. 50-54 ada 9.213. Usia 55-59 sebanyak 4.763. 60-64 ada 2.417 sedangkan usia 65 keatas berjumlah 2.014 jiwa.

Dari data tersebut diketahui bahwa jumlah penduduk lanjut usia (lansia) yang ada di Mimika berjumlah 2.014 jiwa yang terbagi atas laki-laki berjumlah 1.094 dan perempuan 920.

"Data untuk 2019 sementara sedang diolah, dan belum diseminarkan jadi harus dianalisis lagi untuk data Mimika Dalam Angka 2020," jelasnya.

Selain data penduduk, BeritaMimika juga melakukan penelusuran tentang berapa banyak jumlah dokter dan perawat di Mimika. Karena harus diakui, jika kebutuhan ini terbatas maka akan sangat sulit membentengi Mimika dari Covid-19.

Pada Rabu (25/3) di Mozza, BeritaMimika telah mewawancarai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Mimika dr. Leonard Pardede.

Ia mengatakan jumlah dokter di Mimika ada 167 orang. Selain itu Mimika sudah memiliki 100 Apat Pelindung Diri (APD). Jumlah ini menurutnya sangat siap untuk untuk memerangi Corona.

"RSUD menjadi sentral jika ada kasus Covid-19 karena disana perawatannya. Dengan jumlah 167 dokter ini, kami harus siap menangani virus ini. Kami juga perlu alat perang seperti Alat Pelindung Diri (APD) dan Rapid Test,” ujarnya.

“Semakin banyak yang kita periksa Rapid Test seandainya positif, kita konfirmasi ke Swab Test. Swab Test juga dibutuhkan jadi dengan alat ini ada harapan. Misalkan orang yang rapid test positif, kita observasi walaupun tanpa gejala kita isolasi orangnya," lanjutnya.

Sementara itu Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Mimika Samuel E. G. J Kermite melalui pesan Whatsapp memastikan bahwa hingga saat ini jumlah perawat untuk penanggulangan Covid-19 masih mencukupi.

Hal ini terlihat dari distribusi tenaga perawat yang di kelola oleh Dinas Kesehatan di Puskesmas (PKM) sebagai lini pertama pelayanan dan RSUD sebagai rumah sakit rujukan.

"Jumlah perawat yang terdaftar sebagai anggota PPNI ada 1200 perawat. Kalau yang belum terdaftar di perkirakan sekitar 800 orang. Untuk penanggulangan Covid-19 ini tenaga perawat yang di gunakan adalah perawat yang bertugas di dinas kesehatan dan puskesmas. Kalau kekurangan, jelas kita kekurangan APD karena inilah yang menjadi kebutuhan paling utama," tutupnya. (Elfrida)

Lawan Corona, Kampung Nawaripi Sediakan Tempat Cuci Tangan

Sosialisasi melalui brosur juga dilakukan kepada masyarakat

MIMIKA, BM

Kepala-kepala kampung di Mimika seharusnya mengikuti langka sederhana yang dilakuan oleh Norbertus Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi dalam mengingatkan warganya tentang bahaya Covid-19.

Di kampung ini telah dibuat dua fasilitas pencucian tangan untuk mengingatkan warga Nawaripi dan sekitarnya agar rutin dan tidak lupa mencuci tangan.

Dua fasilitas sederhana ini ditempatkan di tengah kampung, tepatnya di depan kediaman kepala kampung untuk memudahkan pengawasan terhadap kebutuhan air dan sabun pencuci tangan.

Bukan hanya itu, aparat kampung Nawaripi juga mengedarkan brosur peringatan kepada semua warga yang melalui jalur ini, baik yang berkendaraan maupun jalan kami.

“Ini tugas kami dan menjadi keputusan bersama. Alat yang kami gunakan juga sederhana namun steril. Kami pemerintah yang paling rendah, sudah menjadi tugas dan kewajiban kami untuk ingatkan warga tentang bahanya virus ini,” ujar Nor Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi.

Tempat pencucian tangan rencananya akan ditambahkan pembuatannya oleh aparat kampung Nawaripi di beberapa areal tertentu, terutama yang padat masyarakat.

“Kondisi saat ini paling utama adalah kebersihan dan kesehatan diri. Kalau kita bersih, kita bukan hanya mencegah tapi membantu orang disekitar kita juga untuk selalu sehat dan terhindar, mulai dengan selalu ingat mencuci tangan. Pemda Mimika tidak sendiri, kami juga ada. Yang bisa kami lakukan untuk bentengi masyarakat, akan kami lakukan. Kita juga sedang upayakan untuk lakukan penyemprotan disini dalam waktu dekat, kami sedang koordinasi,” jelasnya. (Ronald)

FKMN Lakukan Aksi Simpatik Cegah Corona

Brosur pencegahan Covid-19 yang akan diedarkan FKMN

MIMIKA, BM

Bukan hanya Pemerintah Daerah melalui Tim Gugus Tugas yang melakukan upaya pencegahan Covid-19 namun aksi ini juga mulai dilakukan oleh berbagai organisasi lainnya.

Setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan KNPI Mimika yang sudah melakukan aksi pembagian masker gratis, hal berbeda kini dilakukan Forum Komunikasi Masyarakat Ning Vatnim (FKMN) Kabupaten Mimika.

FKMN membuat tempat cuci tangan berupa tandom air dan wastafel portable di depan sekretariat mereka di Jalan Budi Utomo, Senin (23/3).

Tujuan pemasangan ini untuk mengingatkan masyarakat Mimika agar selalu menjaga kesehatan diri terutama mencuci tangan, mengingat kondisi saat ini.

“Untuk warga Mimika, mari kita jaga kebersihan bersama terutama peringatan untuk selalu mencuci tangan. Kami membuat ini agar siapa saja yang mungkin lupa atau tidak sempat bisa singgah di sini untuk mencuci tangan. Peringatan ini harus kita taati agar kita terbebas dari virus ini,” ujar Marvey Dangeubun kepada BeritaMimika.

Menurut Marvey, selain di depan sekretariat rencananya mereka juga akan membuat tempat pencucian tangan di depan Gereja Tiga Taja, Torsina dan Mesjid Babusalam.

“Kami sebentar akan rapat bersama untuk menentukan kapan mulai dilakukan. Kita juga akan lihat di tempat lain apakah bisa untuk ditempatkan juga,” ungkapnya.

Hari ini, pada sore nanti FKMN akan melakukan Aksi Simpatik berupa penyebaran brosur FKMN Peduli yang berisikan larangan dan cara mencegah Covid-19 kepada masyarakat Mimika.

“Kami akan bagi ratusan brosur hari ini di beberapa titik. Tujuannya sama yakni untuk membantu pemerintah daerah dalam mensosialisasikan pencegahan terhadap virus ini. Sebagai ormas, kami ingin nyatakan bahwa pemerintah tidak sendiri. Ini bukan hanya tugas mereka saja namun tugas dan tanggungjawab kita semua,” jelasnya. (Ronald) 

Top