Mulai Hari Ini Pengunjung Dilarang Datangi Lapas Timika

Rapat pimpinan Lapas Timika mencegah Covid-19

MIMIKA, BM

Mulai Hari Ini, Senin (23/3) Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Timika meniadakan waktu kunjungan bagi keluarga yang ingin mengunjungi keluarganya di lapas.

Hal ini dilakukan mendasari instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo guna mencegah penyebaran Covid-19 dan berlaku hingga 5 Aprli nanti.

“Kita mulai berlakukan hari ini. Hari Minggu kemarin kami juga batasi kunjungan dari rombongan pendeta, hanya empat orang yang boleh masuk. Di ibadah juga kita mulai berlakukan larangan salaman tangan,” ungkapnya melalui sambungan telepon, pagi ini.

Ia mengatakan, sejak pengawasan ketat mulai diberlakukan di semua daerah, pada Rabu lalu pihaknya langsung melakukan koordinasi internal guna meningkatkan kewaspadaan penyebaran Virus Corona di Lapas.

“Kami sekarang lagi bangun dua tempat pencucian tangan di dalam dan luar lapas. Kita juga sudah sosialisasikan tentang keadaan ini kepada warga binaan agar lebih menjaga kebersihan diri dan kesehatan masing-masing,” ungkapnya.

Bahkan antara Selasa atau Rabu pekan ini, akan dilakukan penyemprotan desinfektan oleh Puskesmas SP V dan Malcon PTFI.

“Kami sudah koordinasi dengan dinas kesehatan dan besok atau lusa penyemprotan akan di lakukan di lapas,” ujarnya.

Marojahan mengatakan lapas Timika secara keseluruhan memiliki 266 kamar. Jumlah warga binaan saat ini ada 286 penghuni. Pada 2018-2019 lalu pihaknya juga telah melakukan penambahan 12 kamar sehingga kapasitas di lapas tidak terlalu berdesak-desakan.

“Kondisi saat ini aman dan bisa menampung semua. Artinya tidak berdesak-desakan, layak untuk kesehatan dan manusiawi,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, dalam situasional merebaknya Virus Corona, hanya satu tahanan baru yang menjadi penghuni lapas.

“Warga binaan yang masuk terakhir di lapas Kamis sore. Tahanan tipikor dari Jayapura, seorang perempuan. Hanya saja kita tidak bisa lakukan deteksi dini karena tidak memiliki alat namun sejauh ini semua baik-baik saja,” ungkapnya.

Perlu diketahui, pemberlakuan larangan bagi pengunjung juga sudah diterapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika sejak Rabu (18/3). Larangan jam besuk pasien ini diberlakukan juga untuk membatasi penyebaran Covid-19.

RSUD hanya menizinkan pengunjung dan pengantar pasien rawat jalan dan inap, maksimal 2 orang per pasien tiap hari. Pengunjung juga dilarang besuk jika dalam keadaan sakit demam, batuk atau flu dan akan mendapatkan kartu penunggu pasien dari RSUD.

“Dengan permberlakukan ini, petugas nanti akan memberikan pemahaman kepada keluarga pasien dan kami berharap semua menghormati kebijakan ini karena untuk kita semua. Ini akan berlaku hingga beberapa waktu ke depan,” ungkap Jubir Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra beberapa waktu lalu kepada BeritaMimika. (Ronald

 

 

Top