Kesehatan

Urai Antrian Panjang di Loket Pendaftaran, RSUD Mimika Kembangkan dan Launching Aplikasi SIDORA

Launching dilakukan oleh Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte didampingi Direktur RSUD Mimika Antonius Pasulu, Kepala Bappeda dan Kepala BPJS Kesehatan

MIMIKA, BM

Guna menjawab persoalan antrian pasien yang sering jadi masalah di rumah sakit, maka Direktur RSUD Mimika, Dokter Antonius Pasulu membuat terobosan baru dengan melaunching aplikasi Sistem Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan (SIDORA).

Aplikasi ini secara resmi diresmikan oleh Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte didampingi Direktur RSUD Mimika Antonius Pasulu, Kepala Bappeda Yohana Paliling, Kepala BPJS Kesehatan Jayapura Djamal Ardiansyah di RSUD Mimika, Jumat (18/11/2022).

Direktur RSUD Mimika, dr Anton Pasullu mengatakan, aksi perubahan ini dilatar belakangi oleh kondisi saat ini dimana pada loket pendaftaran di RSUD selalu terjadi antrean panjang sehingga mengakibatkan waktu tunggu pasien juga bertambah panjang.

"Hal ini disebabkan karena hampir sebagian besar pasien datang di waktu yang bersamaan, seperti di pagi hari itu biasanya," kata dr Anton.

Ia mengatakan, aplikasi SIDORA saat ini bisa diakses melakui website https:s.id/SIDORA dan kedepan bisa dengan aplikasi yang bisa didapatkan melalui PlayStore.

"Kami dalam proses penyempurnaan. Jadi, sistem ini kedepan yang gunakan kertas-kertas itu sudah tidak akan ada lagi, nanti migrasi ke sistem," ujarnya.

Terobosan ini juga sesuai dengan visi bupati dan wakil bupati Mimika yaitu Mimika cerdas, aman, damai dan sejahtera dengan misi pertama yaitu membangun regulasi SDM yang cerdas dan memahami teknologi informasi yang kemudian di implementasikan sebagai Kabupaten Mimika smart city.

Selain itu hal ini juga sesuai dengan visi RSUD Mimika yaitu menjadi rumah sakit yang berkualitas, mandiri dan terkemuka di wilayah Papua.

Lebih lanjut dr Anton mengatakan, dalam penerapan sistem tersebut diharapkan tidak terjadi lagi penumpukan pasien dan dapat mempersingkat waktu tunggu pasien rawat jalan.

"Aplikasi ini dibuat oleh Yayasan Kanza bekerjasama dengan tim RSUD Mimika. Untuk tahap awal kami hanya menyediakan layanan pendaftaran online. Namun kedepannya akan dikembangkan dengan fitur-fitur informasi yang tersedia yakni ketersediaan tempat tidur, layanan dokter hingga tempat pengaduan," jelasnya.

Saat ini aplikasi SIDORA juga masih dalam tahap menunggu approve dari google karena masih tahap verifikasi.

"Untuk mendaftar pada aplikasi, pasien cukup memasukkan nomor registrasi dan selanjutnya bisa memilih jenis layanan yang akan didapatkan," ungkapnya.

Sementara, Pj Sekda Mimika Petrus Yumte dalam sambutannya mengatakan, di era saat ini hampir tidak pernah lagi ditemukan suatu pelayanan baik pada instansi pemerintah maupun swasta yang tidak menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Teknologi informasi dan komunikasi menjadi kebutuhan yang sangat penting guna menunjang jangkauan pelayanan pemerintah dan memudahkan masyarakat memperoleh layanan informasi yang terbaik.

"Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat mendorong pemerintah untuk memacu diri mengikuti kemajuan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tutur Petrus.

Dikatakan, undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit mengulas bahwa setiap rumah sakit wajib melakukan pencatatan dan pelaporan tentang semua kegiatan penyelenggaraan rumah sakit dalam bentuk sistem informasi managemen rumah sakit (SIMRS).

Ini juga didukung dengan Peraturan Pemerintah Nomor 95 tahun 2018 tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Berdasarkan ketentuan tersebut Pemerintah Kabupaten Mimika mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Direktur RSUD Mimika dalam rencana aksi perubahan dengan membuat suatu sistem pendaftaran online pasien rawat jalan (SIDORA) di RSUD Mimika.

"SIDORA ini diharapkan mempermudah akses masyarakat dalam berobat di RSUD Mimika dimana pendaftaran pasien rawat jalan dapat dilakukan dari rumah atau dari mana saja melalui handphone sebagai alternatif pendaftaran selain datang langsung ke loket pendaftaran. Dengan demikian masyarakat semakin terlayani dengan baik," tutupnya. (Shanty Sang)

Puskesmas Timika Paparkan Hasil Pelaksanaan Gebrak Malaria di Dingo Narama

Suasana pemaparan hasil pelaksanaan gebrak malaria di halaman Kelurahan Dingo Narama, Distrik Mimika Baru, Jumat (18/11/2022)

MIMIKA, BM

Puskesmas Timika memaparkan hasil kegiatan gebrak eliminasi malaria yang telah dilakukan selama 10 hari dari tanggal 1 sampai 10 November 2022 di Kelurahan Dingo Narama, Distrik Mimika Baru.

Pemaparan hasil dilaksanakan di pelataran Kantor Kelurahan Dingo Narama, Jalan Elang, Jumat (18/11/2022).

Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung saat diwawancarai seusai kegiatan menyampaikan, selama 10 hari kegiatan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan darah kepada 80 persen penduduk di wilayah Kelurahan Dingo Narama.

"Dari 4.979 orang yang kita periksa, ada 171 kasus malaria yang kami temukan. Malaria tropika 78, tersiana 63, dan malaria mix ada 30. Semua juga sudah kita kasih obat," ujarnya.

Dikatakan juga bahwa dari 171 orang yang terkena malaria itu, 39 orang diantaranya sudah pernah sakit malaria dalam tiga bulan terkahir. Sementara 65 persen mengaku tidak menghabiskan obat yang telah diberikan.

Secara keseluruhan, kata Mozes, persentase kasus malaria di wilayah Dingo Narama memang kecil, yaitu 3,4 persen.

"Akan tetapi, kalau kita bagi menurut RT-nya ada beberapa yang perlu menjadi fokus kita, yaitu RT 6, RT 11, RT 9, RT 10, RT 12, RT 2, dan RT 4. Itu karena angka persentasennya di atas 5 persen," tandasnya.

Selain pemeriksaan darah, pihak Puskesmas Timika juga memeriksa tempat-tempat yang terindikasi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk malaria.

"Jadi kami sudah petakan kejadian malarianya menurut RT termasuk juga tempat perkembangbiakan nyamuk malaria menurut RT. Nanti intervensi tindak lanjutnya akan lebih spesifik ke tingkat RT," jelasnya.

Selanjutnya, terang Mozes, akan dilakukan penyemprotan ke rumah-rumah penduduk dengan target minimal 80 persen rumah di wilayah kelurahan Dingo Narama.

"Ini kalau disemprot, efeknya itu bisa bertahan selama enam bulan, sehingga ini akan rutin kita laksanakan. Pemeriksaan darah masal juga kami rencanakan lagi di bulan Februari tahun depan untuk melihat apakah tindak lanjut dari kegiatan kami kali ini memiliki dampak penurunan," tuturnya.

Di samping itu, Mozes juga menyebutkan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari kasus malaria, yakni yang pertama, memberantas tempat perkembangbiakan nyamuk yang ada di sekitar rumah.

"Yang kedua, jangan sampai kita digigit nyamuk malaria, yaitu dengan pake anti nyamuk, kelambu, dan kalau kena malaria ya diusahakan minum obatnya sampai habis," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Dingo Narama, Oktovina Naa, S. IP, berharap dengan adanya program gebrak eliminasi malaria ini, angka kasus malaria di wilayahnya dapat berkurang.

Dia juga menghimbau kepada warganya agar senantiasa memperhatikan kebersihan lingkungan. Menurutnya, masyarakat dan pemerintah harus bersinergi agar hasilnya lebih maksimal.

"Masyarakat harus memperhatikan lingkungan. Karena kalau kita bicara hindari malaria tapi lingkungan tetap kotor, tidak diperhatikan, dan banyak genangan air ya sama saja. Rumput itu dibersihkan, got-got dibersihkan, rumah juga harus. Kalau kita bersih pasti nyamuk menghindar," ucapnya.

"Jadi saya mengharapkan warga saya melalui bapa ibu RT yang ada menghimbau kepada masyarakat itu agar tidak bosan-bosan untuk membersihkan lingkungannya, baik itu rumahnya maupun halamannya agar terhindar dari sarang nyamuk," pungkasnya. (Endy Langobelen

Dinas Kesehatan Mimika Mulai Melaksanakan 6 Transformasi Pembangunan Kesehatan Secara Nasional

Plt Bupati Mimika menandatangani prasasti papan nama Puskesmas Kwamki Narama, Senin (14/11/2022)

MIMIKA, BM

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Mimika meresmikan Puskesmas Kwamki Narama, Jalan Mambruk, Jalur 2, Kelurahan Harapan, Distrik Kwamki Narama, Timika, Papua Tengah, Senin (14/11/2022).

Fasilitas kesehatan ini diresmikan secara langsung oleh Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob dengan melakukan pengguntingan pitah serta penandatanganan prasasti papan nama sebagai tanda dibukanya pengoperasian layanan kesehatan di Puskesmas Kwamki Narama.

"Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika dan seluruh masyarakat Kwamki Narama, saya resmikan puskesmas Kwaaki Narama ini untuk dioperasikan, dipakai, dan untuk pelayanan kesehatan masyarakat Kwamki Narama dan sekitarnya," ujarnya.

John berharap, dengan diresmikannya fasilitas kesehatan ini, masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan. Dia juga meminta masyarakat agar senantiasa menjaga dan merawat seluruh sarana prasarana yang ada di Puskesmas Kwamki Narama.

"Mari kita jaga bersama, kita jaga gedung ini dengan baik karena ini milik kita semua. Tanamkan rasa memiliki terhadap gedung ini supaya kita tetap rawat dia, jaga dia, dan tetap kita buat ini dengan baik," pintanya.

Sementara itu, teruntuk Kepala Puskesmas beserta jajarannya, John berharap dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

"Apa bila ada kebutuhan kebutuhan yang belum, sampaikan biar kita penuhi. Tapi ingat, minta jangan lebih-lebih. Artinya mintalah yang benar-benar masyarakat butuhkan. Agar semua bisa kita bisa laksanakan," tuturnya.

"Mudah-mudahan apa yang sudah kita rencakan dengan baik, kita bisa pergunakan dengan baik. Jangan sampai besok kita datang, meja satu sudah tidak ada. Saya percaya kalian semua pasti akan bekerja dengan baik untuk melayani masyarakat ini," pungkasnya.

Di samping itu, Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, menyampaikan bahwa sebagai pelayanan publik, pemerintah kabupaten Mimika melalui dinas kesehatan mencoba melaksanakan enam transformasi pembangunan kesehatan secara nasional.

Pertama, transformasi terhadap pelayanan kesehatan primer yaitu bagaimana puskesmas dan jaringan sarana prasarana publik seperti Distrik Kwamki Narama itu memberikan gambaran bagaimana negara menghargai rakyatnya yang dilayani dan menghargai pegawainya yang bekerja.

Kedua, transformasi pelayanan kesehatan rujukan, baik di tingkat rumah rumah sakit, Pemerintah Kabupaten Mimika tentu saja merasakan bangga ada lima fasilitas layanan kesehatan rujukan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem ketahanan kesehatan di kabupaten Mimika

Ketiga, transformasi terhadap pembiayaan. Pembiayaan kesehatan terutama di era jaringan kesehatan Nasional, Dinas Kesehatan kabupaten Mimika telah menerjemahkan visi dan misi kepala daerah, bagaimana mencapai universal health coverage.

"Sampai 30 September jumlah peserta jaminan kesehatan Nasional di kabupaten Mimika telah mencapai lebih dari 98 persen. Dan di dalam target 2023 akan mencapai 100 persen. Artinya lebih cepat satu tahun dibandingkan target yang ditetapkan Pemerintah Pusat di tahun 2024," ungkapnya.

"Dan beberapa waktu lalu bapak Plt bupati Mimika dan didukung oleh komitmen para anggota dewan telah menyapa kami dan menuangkan program kerja universal health coverage atau capaian kesehatan semesta 100 persen di tahun 2023" imbuhnya.

Adapun transformasi terhadap sumber daya kesehatan. Dalam hal ini, Dinas Kesehatan mencoba untuk menghitung tidak hanya jumlah tetapi jenis persebaran tenaga kesehatan yang mana minimal 9 jenis tenaga kesehatan harus tersebar secara merata di kota, pegunungan, maupun pesisir pantai.

"Sampai 30 September jumlah tenaga kesehatan yang merupakan aparatur sipil negara berjumlah 864 orang. Hal ini berbanding hampir sama dengan seluruh profesi tenaga kesehatan yang merupakan tenaga honorer yang saat ini sedang bekerja di lingkup kabupaten Mimika," sebut Reynold.

Namun, lanjutnya, berdasarkan data sumber informasi, data sumber daya manusia kesehatan yang terdaftar di Kementerian Kesehatan seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di kabupaten Mimika berjumlah lebih dari 3000 orang.

"Kami juga perlu menyampaikan, dari transformasi pembiayaan kesehatan Oemerintah Kabupaten Mimika memberikan komitmen yang sangat baik. Kami yakin dan percaya bahwa komitmen pemangku kepentingan, peran kerja kita semua maka pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika akan tetap dipercepat untuk mencapai bagimana pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang maksimal," pungkasnya.

Selanjutnya, Kepala Distrik Kwamki Narama, Naftali Edwin Hanuebi saat diwawancarai seusai peresmian menyampaikan bahwa Puskesmas ini merupakan jawaban atas kepada masyarakat Kwamki Narama yang kerap mengeluhkan jarak fasilitas kesehatan yang berada jauh di kota.

"Dengan ada Puskesmas ini, masyarakat sudah tidak perlu lagi harus jauh-jauh ke kota untuk berobat. Semua layanan sudah disediakan di sini. Tentu ini sangat memudahkan masyarakat," ucapnya. (Endy Langobelen

Top