Kesehatan

Puskesmas Timika Sasar Empat Sekolah Lakukan Pemeriksaan Darah Malaria

Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika telah meluncurkan program El Matador atau eliminasi malaria tanpa kendor untuk menekan angka penyebaran penyakit malaria di Mimika.

Program tersebut nantinya akan mengatasi dua hal, yakni pencegahan penularan malaria dari ke manusia dan dari manusia ke nyamuk.

Menindaklanjuti program tersebut, Kepala Puskesmas Timika, Dokter Mozes Untung mengatakan, pada Kamis 27 Oktober 2022 (hari ini-red), Puskesmas Timika akan melaksanakan pemeriksaan darah para siswa apakah terinfeksi penyakit malaria atau tidak.

Adapun, 4 sekolah tersebut yakni SDN 4, SDI Kwamki, TK dan SD Tiga Raja dan TK, SD, SMP dan SMA Yapis.

Sementara, untuk pemeriksaan kepada masyarakat dijadwalkan mulai tanggal 31 Oktober 2022 hingga 10 hari.

"Pelaksanaan kegiatan ini kami bekerjasama dengan lintas sektor yakni Distrik Mimika Baru, Kelurahan Dingo Narama dan tingkat RT serta pihak sekolah," Kata Kepala Puskesmas Timika, Dokter Mozes Untug saat ditemui di Kantor Kelurahan Dingo Narama, Selasa (25/10/2022).

Dokter mozes mengatakan, sebelum turun ke sekolah dan masyarakat dilaksanakan pertemuan dengan ketua-ketua RT di wilayah Kelurahan Dingo Narama.

Pertemuan ini terkait promosi kesehatan yang disampaikan ke ketua-ketua RT yang kemudian disampaikan kepada warga dan juga himbauan untuk menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami targetnya minimal 80 persen dari total masyarakat yang ada. Jadi dari sekitar 9.400 berarti sekitar 8.000-an warga. Namun kami berharap bisa lebih atau 100 persen supaya kemudian kita mendapat data gambaran kejadian malaria di tingkat kelurahan bahkan di tingkat RT. Kalau misalnya saat pemeriksaan kita dapatkan malaria langsung kita berikan obat dan lakukan pengawasan kepada pasien," ungkapnya. (Shanty Sang)

Reynold Ubra : Mimika Masih Bebas Penyakit Gagal Ginjal Akut

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (21/10/2022)

MIMIKA, BM

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, kepada wartawan mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan kasus penyakit gagal ginjal akut di Mimika.

Hal itu ia sampaikan berdasarkan laporan yang diterima dari pihak RSUD Mimika dan Rumah Sakit Mitra Masyarakat dalam sebuah pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan Mimika, Jumat (21/10/2022).

Pada pertemuan itu juga, lanjut Reynold, dilakukan pembahasan mengenai penyusunan tata laksana dan persiapan sistem rujukan.

"Kami sudah siap, RSUD jadi sistem rujukannya. Kemudian untuk pemantauan penyakit dan tata laksana pasien, RSUD dan RSMM sudah melakukan itu dan saya pikir fasilitas kesehatan yang lain juga melakukan itu," jelasnya saat ditemui seusai pertemuan.

Selanjutnya, Reynold menyebutkan bahwa pihaknya pun akan melaksanakan sosialisasi terkait hal ini kepada seluruh kesehatan tingkat pertama.

"Kemarin yang kami lakukan adalah mendistribusikan surat pemberitahuan dari Kementerian Kesehatan. Nah nanti informasi lebih lanjut, yang berikut adalah mulai hari senin kami akan mendata semua kejadian, baik ada maupun tidak, tetap dilaporkan kepada Dinas Kesehatan. Supaya kami bisa memantau perkembangannya sepeti apa," ucapnya.

Di samping itu, Reynold juga mengimbau kepada para orang tua agar tidak perlu merasa panik dengan penyakit gagal ginjal akut yang sedang marak di Indonesia.

"Intinya hari ini adalah bagaimana bisa menjaga kesehatan anaknya supaya tidak sakit. Kami anjurkan untuk tidak memberikan obat sirup kalau anak sakit dan mau memberikan sirup mending konsultasi dengan dokter," kata Reynold mengingatkan.

Lebih lanjut, terkait dengan pelarangan distribusi obat sirup kepada masyarakat, Reynold menegaskan bahwa tidak ada yang namanya razia obat sirup.

"Gak ada razia obat sirup, surat ini kan kasih tahu kalau kita lihat ini kan dihold bukan ditarik. Jadi obatnya disimpan dulu sampai menunggu penelitian atau informasi berikutnya. Dalam surat edaran itu kan sudah jelas," jelasnya.

"Jadi nanti dari Dinkes pasti akan melakukan pengawasan, namun kita coba meminta kepada Ikatan Apoteker Indonesia dan juga Persatuan Ahli Farmasi Indonesia yang asisten apoteker, tenaga teknik kefarmasian itu mereka bisa membantu," imbuhnya.

Untuk ke depannya, Reynold mengatakan pihaknya kana melalukan pertemuan lagi secara virtual bersama pihak-pihak terkait untuk melanjutkan pembahasan perihal tata laksana dan pengelolaannya. (Endy Langobelen)

Dorong Sertifikasi Perawat, DPD PPNI Mimika Adakan Ukomnas Retaker Periode III


Potret bersama Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob beserta para peserta Ukomnas Retaker Periode III dan PPNI Mimika di SMP Negeri 2, Sabtu (22/10/2022)

MIMIKA, BM

Guna mendorong sertifikasi tenaga perawat di Kabupaten Mimika, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Mimika mengadakan ujian kompetensi nasional (Ukomnas) Retaker Periode III, Sabtu (22/10/2022).

Berlokasi di SMP Negeri 2 Mimika, Ukomnas ini dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob (JR). Melalui sambutannya, JR mengaku prihatin melihat status dari sejumlah perawat di Mimika yang hingga saat ini belum memiliki surat tanda registrasi (STR).

Menurut JR, hal itu tentunya sangat berdampak bagi para perawat yang tidak bisa memaksimalkan profesinya sebagai tenaga kesehatan.

"Saya cukup prihatin karena dilaporkan oleh PPNI bahwa ternyata banyak sekali tenaga kesehatan, baik diploma maupun S1 tetapi tidak pernah bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ujian kompetensi nasional," ujar JR.

"Bahkan saya dilaporkan pada waktu itu bahwa jangan sampai karena mereka sudah pernah mengikuti ujian berkali-kali namun tidak pernah lulus. Ini persoalan ini, dan saya bilang coba cari, apakah bisa kita buat untuk SK lokal saja," imbuhnya.

Dengan keprihatinan itu, JR mengaku sempat mendesak PPNI untuk terus berupaya agar seluruh perawat di Mimika dapat bersetifikasi.

"Akhirnya berdasarkan pertimbangan dan perjalanan, ternyata kemarin disampaikan bahwa bapa hari ini kami akan melaksanakan ujian kompetensi Nasional. Inilah yang telah diusahakan oleh organisasi profesi," ungkapnya.

JR berharap melalui kesempatan ini, para peserta bisa mengikuti Ukomnas dengan baik sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih maksimal.

"Kalian hari ini ada 20 peserta. Saya berharap nanti 20 peserta ini lulus semua. Dan saya juga sangat berharap mudah-mudahan PPNI boleh mencatat masih berapa banyak lagi perawat yang belum sertifikasi supaya kalau bisa kita anggarkan dari pemerintah daerah untuk dapat melaksanakan ujian ini," harapnya.

Di samping itu, Ketua DPD PPNI Kabupaten Mmika Samuel E. G. J. Kermite, menyampaikan bahwa Ukomnas kali ini diikuti oleh 20 peserta; 13 peserta orang asli Papua (OAP) dan 7 peserta non OAP.

"ASN 7 orang dan non ASN 13 orang yang saat ini mengikuti kegiatan dan esok hari. Dalam berbagai keterbatasan dan kekurangan kami selalu berupaya dengan kemampuan kami sendiri sehingga proses ini bisa sampai pada hari ini," tuturnya. (Endi Langobelen)

Top