Kesehatan

Reynold Ubra: Mimika Belum KLB Campak, Anak-Anak Yang Terkena Akibat Belum Imunisasi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, mengatakan bahwa Mimika belum dapat dikategorikan sebagai wilayah kejadian luar biasa (KLB) campak.

"Jadi, saat ini, kami belum menyatakan itu KLB. Ini peningkatan kasus. Tahun-tahun lalu juga ada kasus kok dalam setiap minggu," ujarnya saat ditemui di pelataran Kantor Bupati Mimika, Jalan Poros SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (30/1/2023).

Reynold mengungkapkan, dari bulan Juni hingga Desember 2022, akumulasi kasus campak di Mimika berjumlah 30-an kasus.

"Jumlah itu secara akumulatif. Ada beberapa variabel yang memang harus kami analisa lebih lanjut. Dan sebenarnya kalau dilihat dari jumlah 30-an kasus itu, campak terjadi 99 persen pada anak-anak yang belum pernah imunisasi. Jadi harusnya imunisasi itu menjadi penting," tandasnya.

Sementara penyebaran kasus campak, lanjut Reynold, lebih terpusat pada wilayah dalam kota Timika, terutama pada anak kelompok usia 15 tahun.

"Proporsu anak paling banyak itu pada usia 1 sampai 4 tahun," tuturnya.

Dia juga mengatakan bahwa berdasarkan curva epidemiologi, kasus campak di Kabupaten Mimika mulai menurun pada Januari 2023.

"Tetapi kami tetap mengikuti jangan sampai ada peningkatan lagi yang periode berikutnya," katanya.

Reynold menyebutkan, sebagai solusi pertama, langkah awal yang mulai dilakukan Dinas Kesehatan adalah membuka pos-pos pelayanan vaksinasi untuk campak.

"Cakupan imunisasi dasar lengkap tahun 2022 itu 72 persen. Dengan adanya covid kemarin memang menjadi tantangan kami selanjutnya. Bahkan ada juga orang tua yang masih menolak. Tapi itu tantangan buat kami untuk mengedukasi karena orang belum tahu," jelasnya.

"Jadi silakan orang tua yang anaknya belum mendapatkan imunisasi campak, bisa segera datangi pelayanan imunisasi yang ada di setiap puskesmas dalam kota," imbau Reynold menambahkan.

Dia juga meminta kepada para orang tua, bilamana anaknya mengalami gejala yang dicurigai sebagai campak, segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Adapun gejala-gejalanya yakni muncul bintik-bintik merah pada punggung, sering demam, dan batuk pilek.

"Orang tua hari ini kalau anak-anak nya ada yang mengalami masalah itu, segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Begitu juga kalau ada yang terkena sarampah," ujar Reynold. (Endy Langobelen)

18 Casis Tamtama Jalani Tes Kesehatan

Casis Tamtama saat mengikuti tes pemeriksaan kesehatan

MIMIKA, BM

Sebanyak 18 calon siswa (Casis) Tamtama PK TNI AU gelombang I tahun anggaran 2023 melaksanakan tes kesehatan I bertempat di Klinik Bhuwana Lanud Yohanis Kapiyau, Rabu (18/01/2023).

Pemeriksaan kesehatan bagi 18 Casis Tamtama PK TNI AU gelombang I ini tujuannya untuk mencari calon prajurit yang sehat dan berkualitas guna melaksanakan tugas negara TNI di masa yang akan datang.

Dalam rilis yang diberikan kepada media Berita Mimika Kamis (19/01/2023), pemeriksaan kesehatan bagi 18 casis ini dipimpin langsung oleh Kakes Lanud Yohanis Kapiyau Lettu Kes dr. Danar P.

Test kesehatan meliputi pemeriksaan telinga hidung dan tenggorokan (THT), mata, tensi darah, kesehatan fisik, pengukuran tinggi serta berat badan.

Seleksi dan pemeriksaan yang dilaksanakan dengan ketat, diharapkan agar panitia seleksi penerimaan Casis Semata PK dapat menjaring casis yang benar-benar sehat dan berkualitas untuk menjadi Prajurit TNI Angkatan Udara.

Sebelum mengikuti test kesehatan tahap I, para casis sebelumnya telah mengikuti seleksi administrasi. Bagi para casis yang berhasil lulus mengikuti serangkaian test pada seleksi tingkat daerah, selanjutnya akan dikirim ke Lanud Adi Soemarmo Solo untuk mengikuti seleksi tingkat pusat. (Ignasius Istanto)

Awali 2023, Keluarga Besar Dinas Kesehatan Mimika Gelar Syukuran 'Mulai Melayani Dengan Kasih'

Foto bersama dengan Plt. Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengawali tahun kerja di 2023 dengan melaukan syukuran dan doa bersama.

Hal ini dilakukan sebagai wujud kebersamaan untuk memohon pertolongan Tuhan Yang Masa Esa, agar selalu meberikan perlindungan kepada seluruh pegawai dan tenaga kesehatan terutama di Mimika baik yang bertugas d pinggiran, pesisir, pedalaman, pegunungan maupun di kota.

Ibadah syukuran ini mengusung Tema "Kasih Tuhanlah Yang Mempersatukan Kita" dimana doa bersama ini dipimpin langsung oleh Pendeta Silwanus Werimon.

Pendeta Silwanus Werimon dalam khotbahnya melalui bacaan Kolose 3:14 mengatakan, tema hari ini diangkat dari kebenaran Allah.

"Konsep ini untuk menyatukan kita semua. Kasih Tuhanlah yang bisa membuat kita terhubung satu dengan yang lain," ujarya.

Menurutnya, kasih Tuhan dapat menebus perbedaan, sempurna dan memberi tanpa syarat dan memberikan kehidupan yang kekal.

"Kita harus berkomitmen bahwa di tahun 2023 ini kita harus hidup dengan kasih Tuhan," ungkapnya.

Sementara, Plt Bupati Mimika Johanes Rettob dalam sambutannya mengatakan, tema yang diusung sangat luar biasa.

"Saya percaya kalau kalian kerja tanpa kasih mungkin orang mati banyak. Tugas kita bagaimana manusia bertahan hidup dengan usia yang panjang," ujarnya.

"Mari kita refleksikan diri kita di tahun yang baru, memperbaiki diri kita, berbuat lebih baik, melayani masyarakat lebih baik," Kata Plt Bupati John.

Ia mengatakan, kalau tidak melayani dengan kasih maka jangan menjadi tenaga kesehatan. Semua harus berikrar dengan hati agar pelayanan benar-benar baik.

"Kita tidak bisa bekerja parsial, tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Di kesehatan banyak tenaganya jadi kita harus kerja bersama-sama, harus komunikasi, koordinasi dan kolaborasi," ungkapnya.

Ia berharap, semua mulai star di tahun ini dengan lebih mengedepankan kasih dalam pelayanan. Tidak boleh lagi ada keluhan-keluhan yang hanya untuk kepentingan pribadi.

Plt John, menegaskan aga kesehatan di Mimika harus maju dan bisa menjadi contoh untuk kabupaten lain. Kesehatan harus mengikuti aturan baik nasional maupun internasional.

"Satu pesan saya, kita kerja setiap hari jadi kita harus dekat dengan Tuhan. Jangan bekerja karena kita merasa hebat dan super tapi kerja karena kasih Tuhan. Pekerjaan ini sangat berat, kita sudah bekerja baik juga tapi orang bisa datang marah kita," ungkapnya.

"Saya minta setiap hari berikan waktu 3 menit saja, 1 menit kita mengucap syukur atas apa yang kita dapat dari Tuhan, menit kedua kita mohon ampun dari Tuhan dan menit ketiga kita berdoa dan mohon berkat apa yang akan kita lakukan," terangnya.

Sementara itu Sekretaris kegiatan, Chornelis Hurulean mengatakan, sumber dana kegiatan ini bersumber dari sumbangan kasih baik dari bidang di Dinas Kesehatan maupun Puskesmas yang ada di kota dan pedalaman termasuk di pesisir.

"Dengan momen ini apa lagi dengan tema ini maka kasih itu bisa diterapkan dalam pelayanan kesehatan dimanapun kita berada," harapnya. (Shanty Sang)

Top