Hukum & Kriminal

Tersangka Yang Merekayasa Kejadian Segera Masuk Tahap Dua

Kasat Reskrim, Iptu Fajar Zadiq

MIMIKA, BM

Satreskrim Polres Mimika dalam waktu dekat akan menyerahkan tersangka (H) beserta barang bukti kasus pembunuhan terhadap almarhum Muhammad Idris (62) ke Kejaksaan Negeri Mimika.

Tersangka yang sempat merekayasa kejadian tersebut sebagai kasus pencurian disertai dengan kekerasan ini terjadi pada tanggal 18/11/2023 lalu di Jalan Hasanuddin.

"Untuk kasus ini kita sudah lakukan perpanjangan tahanan dan dalam waktu dekat sudah kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Mimika," kata Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq, Kamis (18/01/2024).

Kasat Reskrim mengatakan bahwa kasus ini bisa terungkap setelah tersangkanya sempat membuat rekayasa dalam memberikan keterangan.

"Jadi saat melakukan penyelidikan, penyidik menemukan ada kejanggalan sehingga penyidik kembali memeriksa saksi-saksi termasuk pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan disimpulkan bahwa salah satu saksi sebagai pelaku yakni H karena pelaku yang merupakan orang terakhir bersama korban," ujarnya. (Ignasius Istanto)

Lagi, KKB Bakar 4 Rumah Warga di Intan Jaya Papua Tengah

Tampak api sedang melahap bangunan rumah di Intan Jaya, Papua Tengah

MIMIKA, BM

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua wilayah Intan Jaya, Papua Tengah, kembali melakukan pembakaran terhadap sejumlah rumah, Senin (22/1/2024).

Hal itu disampaikan Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2024, AKBP Dr. Bayu Suseno, melalui siaran pers yang diterima Beritamimika.com pada Selasa (23/1/2023) malam.

Bayu mengatakan, KKB telah membakar sebanyak empat unit rumah yang merupakan milik warga. Rumah-rumah tersebut adalah rumah bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Intan Jaya.

"Total rumah warga yang dibakar oleh KKB pada 22 Januari adalah empat unit. Semuanya merupakan rumah bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Intan Jaya," ujarnya.

Bayu menjelaskan, peristiwa pembakaran ini terjadi sekitar pukul 15.40 WIT, di mana pada saat itu terlihat kepulan asap tebal dari perumahan warga. Rumah yang terbakar teridentifikasi milik Gat Sani dan Juni Sani.

Lanjutnya, aparat keamanan, dalam hal ini Satgas Damai Cartenz dan Polres Intan Jaya bersama TNI, telah meningkatkan patroli di wilayah Kabupaten Intan Jaya untuk memberikan jaminan keamanan kepada warga masyarakat.

“Kami juga mengimbau kepada warga masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan, yang mungkin datang dari sumber yang tidak jelas,” tutup Bayu.

Sebagai informasi, sebelumnya pada tanggal 20 Januari 2024, KKB juga dikabarkan telah membakar sebuah rumah dinas ASN Pemkab Intan Jaya.

Sementara di tanggal 19 Januari 2024, KKB melakukan penyerangan ke Pos Aparat di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, yang mengakibatkan Briptu Anumerta Alfando Steve Karamoy gugur. (Endy Langobelen)

Petunjuk Awal Ungkap Pelaku Jambret, Polisi Minta Keterangan Dari Pembeli HP Korban


Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq

MIMIKA, BM

Satuan Reserse dan Kriminali (Satreskrim) Polres Mimika terus berupaya mengungkap pelaku jambret yang beraksi pada Selasa (16/01/2024) di Jalan Cenderawasih sekitar pukul 06.20 WIT.


Dari hasil penyelidikan saat ini di lapangan, polisi mendapatkan petunjuk awal agar secepatnya bisa mengungkap pelakunya dengan berhasil mendapatkan Hp milik korban yang sudah dijual pelaku ke seorang pembeli.

"Tadi malam sekitar pukul 23.00 WIT di area SP3 kita berhasil amankan Hp korban serta orang yang membeli Hp korban.Kita sudah konfirmasi kepada korban dan betul itu HPnya," ungkap Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (18/01/2023).

Menurut Kasat Reskrim, saat ini pihaknya masih memintai keterangan lebih lanjut terhadap pembeli Hp milik korban.

"Kita masih lidik apakah yang kita amankan ini ada keterlibatan atau merupakan bagian dari kelompok tersebut atau dia hanya membeli Hp dari pelaku tanpa mengetahui bahwa itu adalah hasil kejahatan. Berdasarkan hasil keterangan awal dia beli dari 2 orang yang tidak dikenal dengan harga Rp 500 ribu," ungkap Fajar.

Diterangkan Kasat Reskrim, kronologis bermula sat korban bersama saksi yang dibonceng berjalan dari rumah menuju kota, setibanya di lokasi kejadian pelaku yang berjumlah dua orang menggunakan roda dua langsung menarik tas korban.

"Tas korban waktu itu ditaruh disamping, dan akibat dari itu korban terjatuh dan mengalami luka-luka serta kehilangan tas yang berisikan Hp, uang tunai senilai Rp2 juta dan kalung emas, "terang Fajar.

Menurutnya, dugaan awal itu korban sudah dibuntuti pelaku mengingat tas korban yang saat itu ditaruh disamping.

"Dengan kejadian ini kita himbau kepada masyarakat jika mengendarai sepeda motor jangan ditaruh disamping atau dislempang ditangan karena ini bisa menarik para pelaku kejahatan," ujar Fajar. (Ignasius Istanto)

Top