Hukum & Kriminal

Seorang Ibu Diduga ODGJ Pecahkan Kaca Mobil Fortuner, Pemiliknya Pasrah


Kondisi kaca belakang mobil Fortuner yang pecah saat diparkirkan dihalaman Kantor Polsek Mimika Baru

MIMIKA, BM

Seorang ibu yang diduga sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) memecahkan kaca mobil Fortuner berwarna hitam dengan nomor polisi PA 1319 MM di Jalan Yos Sudarso, tepatnya depan Gereja Marten Luter, Senin (12/9) siang.

Kaca mobil yang dipecahkan oleh ibu tersebut tepatnya di bagian belakang dan samping kiri-kanan dengan menggunakan batu.

Menurut keterangan pemilik mobil bernama Dino saat dimintai keterangan di Kantor Polsek Mimika Baru, saat itu dirinya baru habis makan dan rencana mau ke kantor. Saat mengendarai mobil tiba-tiba terdengar lemparan.

"Ibu itu dia keluar dari dalam gereja dan lempar. Saya langsung kaget dan berhenti, ternyata katanya ibu itu dia ada ganguan jiwa,"terangnya.

Walaupun dirinya tidak mempersoalkan kaca mobil yang sudah dirusak, namun untuk kerugian diperkirakan kurang lebih Rp9 juta.

Sementara Wakapolsek Mimika Baru, AKP Rannu saat ditemui membenarkan adanya pelemparan kaca mobil tersebut.

"Memang benar adanya pelemparan yang dilakukan oleh seorang ibu yang diduga alami ganguan jiwa, karena tadi juga sudah dimediasi tapi tidak nyambung. Pemiliknya juga tidak mempersoalkan ini karena melihat kondisi ibu tersebut," katanya.

Kata Wakapolsek atas kejadian ini pihaknya juga sudah mengambil langkah dengan menghubungi Dinas Sosial.

"Kita sudah hubungi pihak Dinas Sosial tapi belum hadir," kata Rannu. (Ignas)

Persempit Kaburnya Tersangka R, Polisi Lakukan Penyekatan

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra 

MIMIKA, BM

Pihak keamanan masih melakukan pengejaran terhadap salah satu tersangka yang kabur usai ikut terlibat dalam kasus mutilasi terhadap 4 warga Nduga pada tanggal 22 Agustus lalu.

Salah satu tersangka yang juga sudah ditetapkan sebagai DPO itu berinisial R. Oleh karena itu untuk mempersempit kaburnya R keluar dari Kabupaten Mimika, pihak keamanan sudah melakukan penyekatan baik lewat perairan maupun udara.

"Mudah-mudahan tim kami yang sampai sekarang masih bekerja dilapangan itu bisa cepat menangkapnya,"ungkap Kapolres Mimika,AKBP I Gede Putra saat ditemui di Rimba Papua Hotel (RPH), Senin (5/9).

Kata Kapolres, dari keterangan saksi-saksi ternyata pelaku R sangat aktif dalam kasus ini, sebab R diketahui ikut dalam perencanaan hingga mutilasi dan pembakaran.

"R ini juga yang menyiapkan bensin bahkan R ini juga sebagai penghubung dengan pihak korban,"kata Putra.

Disampaikan juga bahwa pada saat dilaksanakan rekontruksi, ditemukan ada beberapa fakta-fakta baru yang berkaitan dengan keterangan dari masing-masing tersangka.

"Jadi sebagai bentuk tindaklanjut atas penemuan fakta-fakta baru, penyidik sudah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan," ujarnya.

"Fakta-fakta baru itu seperti salah satu tersangka (J) yang awalnya dia tidak mengaku tidak ikut melakukan penganiayan di TKP di Budi Utomo, namun pada saat rekontrusksi ada beberapa saksi yang menyampaikan bahwa dua juga ikut melakukan penikaman,"ungkap Putra. (Ignas)

Pangdam Akan Perketat Pengawasan Keluar Masuk Muhandak

Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa saat melakukan konferensi pers di Rimba Papua Hotel, Senin (5/9/2022)

MIMIKA, BM

Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa baru saja dilantik sebagai Pangdam XVII Cenderwasih pada Sabtu (3/9/2022).

Saat berada di Mimika, Pangdam Mustafa mengatakan bahwa sesuai arahan Panglima TNI, ia akan memfokuskan pengawasan terhadap kasus jua beli amunisi dan senjata di Papua yang dilakukan oleh oknum TNI maupun Polri.

"Diduga ada keterlibatan TNi polri dalam jual beli amunisi, khususnya TNI sehingga ada beberapa orang yang sudah kita periksa," ujarnya di Rimba Papua Hotel, Senin (5/9/2022).

Sebagai Pangdam, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa mengatakan ia akan melakukan evaluasi secara menyeluruh sekaligus melakukan pengetatan terhadap keamanaan dari material muhandak (amunisi, bahan peledak).

"Ini akan saya tingkatan. Klasifikasi terkait keamanan ini (muhandak) akan saya evaluasi mulai dari gudang, sistem keluar masuk sampai pencatatanya akan kita perketat. Jika tidak sesuai maka sudah pasti ada yang sengaja bermain disitu," ungkapnya.

Bahkan ia juga akan secara langsung menentukan anggota TNI yang bertugas untuk menjaga keamanan di gudang peluru.

"Petugas gudang kita pilih nanti adalah yang benar-benar bertanggungjawab karena ini sumber masalah. Kita akan evaluasi semua karena masalah ini sangat membahayakan bagi kita semua, bukan hanya TNI dan Polri namun juga masyakarat," ungkapnya.

Selain pendekatan hukum, Pangdam Cenderwasih XVII Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa selama bertugas di Papua juga akan melakukan pendekatan budaya, adat dan istiadat terhadap masyarakat.

"Kami juga akan terlibat dalam melakukan pendekatan ekonomi termasuk membantu akses ekonomi kepada masyarakat. Selain itu juga olahraga dan seni," terangnya.

Sementara terkait kasus mutilasi yang melibatkan 6 oknum TNI termasuk 2 oknum TNI lainnya yang kini sedang diperiksa, Pangdam menegaskan bahwa ia akan mengawal kasus ini hingga penetapan hukum di pengadilan.

"Saya juga meminta kepada semua pihak untuk bergandengan tangan bersama kami TNI Polri dalam menjaga keamanan dan kebersamaan diantara kita. Sementara terkait kasus mutilasi, prosesnya sedang berjalan, mari kita sama-sama juga mengawal kasus ini hingga proses hukumnya selesai," harapnya. (Ronald Renwarin)

Top