Hukum & Kriminal

Datangi Timika, Ketua Harian Kompolnas Kunjungi TKP Transaksi Kasus Mutilasi

Ketua Harian Kompolnas dan rombongan saat meninjau TKP 2 di Jalan Budir Utomo Baru, samping perumahan BTN Bintang Timur, Jumat (2/9/2022)

MIMIKA, BM

Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto bersama tim mengunjungi Mimika pada Jumat (2/9/2022).

Kedatangan Kompolnas guna mengecek perkembangan kasus mutilasi terhadap 4 warga sipil yang dilakukan oleh 6 anggota TNI yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pantauan media BeritaMimika, sekitar pukul 10.38 Wit, Jumat (2/9/2022) Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto bersama tim telah berada di TKP.

Kedatangannya bersama tim ke TKP didampingi Dirreskrimum Polda Papua Kombes Pol Faisal Ramdhani, Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra, Kapolsek Mimika Baru AKP Oscar Fajar Rahadian dan sejumlah pimpinan Polres Mimika lainnya.

TKP yang dikunjungi adalah TKP 2 yang berada di Jalan Budi Utomo tepatnya di samping perumahan BTN Bintang Timur.

Usai mengunjungi TKP, Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto bersama rombongan selanjutnya bertolak ke Mako Polres Mile 32 Jalan Agimuga Nomor 3 untuk mendengarkan pemaparan tentang perkembangan kasus tersebut.

Berdasarkan informasi, tempat kejadian perkara terkait kasus mutulasi ini oleh pihak kepolisin telah dibagi dalam 6 TKP.

TKP pertama berada di salah satu gudang yang merupakan tempat dimana para pelaku mulai menyusun rencana.

TKP kedua berada di samping perumahan BTN Bintang Timur. Di tempat ini para pelaku dan korban awalnya bertemu untuk melakukan transaksi.

TKP ketiga berada di depan salah satu mushola yang berbekatan dengan perumahan BTN Bintang Timur.

Di tempat ini ditemukan proyektil dan selongsong sekaligus tempat diduga terjadinya penembakan yang sempat mengagetkan warga sekitar pada saat kejadian.

TKP empat berada di Jalan Pomako tepatnya sekitar 2 kilometer dari jembatan. TKP kelima merupakan tempat pembuangan jenazah di jembatan Pomako.

Sementara TKP keenam merupakan tempat pembakaran mobil di Jalan Trans Nabire dekat jembatan panjang.

Sementara itu, informasi yang diterima BM, rencananya pada Sabtu (3/9/2022) besok akan dilakukan rekonstruksi kasus. Terkait rencana ini, tim Inafis tengah melakukan pengecekan ulang di enam TKP. (Ronald Renwarin)

Polres Lakukan Pemeriksaan Tambahan Terhadap Dua Anggota TNI Terkait Kasus Mutilasi

Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra saat menyampaikan konfetensi pers di RSUD Mimika, Kamis (1/9/2022) malam

MIMIKA, BM

Polres Mimika hari ini, Jumat (2/9/2022) melakukan pemeriksaan terhadap dua orang oknum TNI yang diduga ada keterlibatan dalam kasus ini.

"Silahkan nanti teman-teman (pers) lakukan komunikasi dengan Subdenpom. Kapasitas kami memeriksa yang bersangkutan sebagai saksi terhadap empat warga masyarakat sipil yang kami tangani kasusnya," ungkap Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra.

Terkait dengan satu tersangka (R) yang hingga kini belum ditemukan, Polres Mimika dibackup Polda Papua masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Kami mohon doanya dan mohon informasinya kalau memang ada informasi yang berkaitan dengan pelaku disekitar tempat tinggal dari kita semua, mohon segera di informasikan ke kami," ungkapnya.

Terkait pelaku tersebut, menurut Kapolres Mimika pihaknya juga telah mendatangi rumah dan keluarga pelaku.

"Kita sudah lakukan pendekatan dengan istri dan keluarga agar pelaku segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian," ungkapnya.

Kapolres juga menjelaskan bahwa Polres Mimika hanya melakukan pemeriksaan terhadap 4 warga sipil yang terlibat. Sejauh ini belum ada dugaan pelaku lain (sipil) yang terlibat.

Kepada media, ia juga memyampaikan informasi yang didapatkan dari empat pelaku tersebut yang terlibat dalam kasus mutilasi yang terjadi pada 22 Agustus lalu.

"Informasi dari pelaku, jadi untuk organ-organ ini dibagi dalam enam karung. Badan satu karung, satu lainya berisi kepala kemudian satu karung lagi diisi potongan kaki. jadi Totalnya ada enam karung," ungkapnya.

"Kita baru ketemu empat karung berisi potongan badan. Dua karung yang belum ketemu adalah potongan kepala dengan kaki," ungkapnya.

Hingga saat ini proses pencarian masih dilakukan dengan melibatkan warga sekitar di sungai arwana untuk bersama membantu pencarian potongan-potongan tubuh korban yang belum ditemukan.

"Aktifitas kami termasuk dari Satpol Air termasuk Basarnas akan terus berupaya untuk bisa mendapatkan potongan potongan tubuh yang belum butuh buka sampai saat ini," ujarnya. (Ronald Renwarin)

Labfor Polda Papua Lakukan Pengambilan Sample DNA Korban Mutilasi : Estimasi Hasil Pemeriksaan Satu Minggu

Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra dan Dokter Forensik Polda Papua, dr. Jimmy Victor Jhon Sembay saat memberikan keterangan pers kepada media di RSUD Mimika, Kamis (1/9/2022)

MIMIKA, BM

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua pada Kamis (1/9/2022) melakukan pengambilan DNA guna mengidentifkasi jasad 4 korban yang merupakan korban mutilasi pada tanggal 22 Agustus di Timika.

Didampingi Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra,
Dokter Forensik Polda Papua, dr. Jimmy Victor Jhon Sembay Sp.F menjelaskan hasil pemeriksaan yang dilakukan kepada media di RSUD Mimika, Kamis (1/9/2022) malam.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat kantong jenazah dimana di dalamnya terdapat tiga bagian potongan tubuh dan satu body part yang terdiri dari sebagian tulang belakang dan dua paha korban.

"Pemeriksaan ini bertujuan untuk identifikasi korban selain dari Polres minta juga untuk kita lakukan otopsi karena akan dibuatkan visum et repertum," ujarnya.

Hanya saja menurut dr Jimmy Sembay, pada kasus ini identita keempat korban belumlah jelas sehingga perlu dilakukan identifikasi yang lebih dalam.

"Karena kondisi korban dimana kepala dan beberapa anggota tubuh gerak sudah tidak ditemukan lagi sehingga kami lakukan upaya lebih jauh untuk identifikasi dengan pemeriksaan sampel DNA," ujarnya.

"Dan itu sudah dilakukan tadi atas mayat korban maupun bagian tubuh yang ditemukan yang ada dalam empat kantong yang sudah diantar ke RSUD," jelasnya.

Ia mengatakan pemeriksaan ini ada pembandingnya yakni dari keluarga korban. Artinya bahwa keluarga korban juga akan diambil data antermortem termasuk data untuk sample DNA.

"Jadi mereka juga (keluarga korban-red) akan diambil sampel DNA untuk dicocokkan dengan sampel DNA korban. Proses ini membutuhkan waktu sehingga kita berharap keluarga juga bersama dengan kami untuk bersabar karena ada waktu yang dibutuhkan untuk proses atau pemeriksaan DNA," jelasnya.

Pengambilan sample DNA telah dilakukan dan menurutnya akan dikirim ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Kita harap keluarga korban dan kita semua bisa bersabar karena estimasi waktunya seminggu baru keluar hasilnya. Kita harapkan setelah hasil pemeriksaan keluar, proses identifikasi ini bisa tuntas dan langsung diketahui identitas masing-masing korban," ungkapnya. (Ronald Renwarin)

Top