Hukum & Kriminal

Polisi Terpaksa Bubarkan Sekelompok Orang Usai Prosesi Perdamaian

Situasi saat terjadinya kericuhan

MIMIKA, BM

Prosesi perdamaian di Kwamki Narama sudah berakhir dengan aman dan lancar namun sempat ada kericuhan oleh sekelompok orang sehingga pihak keamanan terpaksa membubarkan dengan tembakan peringatan.

Pantauan wartawan dilapangan, kericuhan bermula ketika puluhan orang yang dihadirkan dalam prosesi perdamaian itu akan dibawa kembali ke sel tahanan oleh pihak keamanan namun tidak diinginkan oleh sekelompok masyarakat.

Pihak pemerintahan maupun keamanan sudah berusaha memberi pemahaman, namun hal tersebut tidak digubris oleh sekelompok tersebut sehingga membuat situasi memanas, dimana terlihat batu berhamburan.

Beruntung aksi tersebut tidak mengenai pejabat maupun tamu undangan, hanya mengenai kaca rumah dan beberapa mobil yang terparkir.

Aksi tersebut membuat pihak keamanan terpaksa membubarkan dengan memberikan tembakan peringatan.

Selain itu juga pihak keamanan juga langsung mengamankan Bupati Mimika, Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, serta Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal.

Terlihat juga para tamu undangan maupun masyarakat disekitar lokasi yang sempat datang untuk menyaksikan proses perdamaian akhirnya memilih keluar dan pulang dari lokasi tersebut. (Ignasius Istanto)

Konflik Keluarga di Kwamki Berakhir, Dua Kubu Lakukan Prosesi Patah Panah dan Belah Kayu

Bupati Mimika dan Plt Sekda Puncak saat melakukan patah panah sebagai tanda tidak ada perang lagi.

MIMIKA, BM

Konflik keluarga antara dua kubu di Kwamki Narama yakni Newegalen dan kelompok Dang telah dinyatakan berakhir dengan proses perdamaian yang ditandai dengan patah panah dan belah kayu di Kawamki Narama pada Senin (12/01/2026).

Prosesi adat patah panah ini dilakukan langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal dan Plt Sekda, Nenu Tambuni dengan disaksikan oleh kedua kubu yang bertikai serta sejumlah pejabat baik dari Pemkab Mimika maupun Puncak dan masyarakat setempat.

Sebelum dilakukan prosesi tersebut, kedua belah pihak membuat sebuah gapura yang terbuat dari bambu, dan diikat dengan rotan, diikuti juga memanah babi, serta berjabat tangan.

Selain itu dilakukan penandatanganan kesepakatan damai yang sudah disusun di rumah jabatan Bupati Mimika.

Bupati Mimika, Johannes Rettob menyampaikan bahwa dengan prosesi adat patah panah ini merupakan bukti tidak ada lagi perang di Kabupaten Mimika dan juga diseluruh tanah Papua.

"Ini sebagai contoh bagi kita semua untuk kita selalu damai, hidup berkeluarga," ujar Bupati John.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati John juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam proses perdamaian ini .

"Saya juga ucapkan terimakasih banyak kepada semua yang sudah berdamai hari ini. Tidak ada lagi perang, mari kita selesaikan dengan damai dan dengan hati yang tulus," ucapnya.

Sementara itu Plt Sekda Puncak, Nenu Tambuni menegaskan bahwa dengan perdamaian yang dilakukan dengan adat patah panah dan belah kayu maka kedepannya tidak ada lagi perang. ini sudah damai dengan proses adat patah

"Kalau ada lagi maka akan berurusan dengan pihak keamanan, karena didalam pernyataan sudah jelas dan itu sudah sesuai dengan kesepakatan dan sudah ditandatangani bersama pada hari ini,"tegasnya.

Hal yang sama juga ditambahkan Kapolres Mimika dan Dandim 1710/Mimika agar tidak ada lagi perang dan semuanya hidup dalam damai.

Perlu diketahui dalam prosesi adat patah panah dan belah kayu ini mendapat pengawalan ketat dari pihak keamanan baik dari TNI - Polri. (Ignasius Istanto)

Polisi Berhasil Tangkap Tiga Terduga Pelaku Pembunuhan di Timika


Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman

MIMIKA, BM

Kepolisian Resor (Polres) Mimika berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Timika beberapa waktu lalu, yakni terjadi di SP 9 dan SP 2 atau kawasan Irigasi, dimana tiga terduga pelaku akhirnya ditangkap.

"Tiga terduga pelaku ini kita amankan di Timika di waktu dan tempat yang berbeda pada tiga hari yang lalu. Selain tiga terduga, ada tiga orang saksi yang kita amankan," ungkap Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman Jumat (09/01/2026).

Kata Kapolres , kasus pembunuhan yang terjadi di SP 9, dan di SP 2 merupakan satu rangkaian.

"Untuk saat ini kita masih mendalami motifnya, nanti perkembangannya itu akan kita sampaikan lagi," kata AKBP Billy.

Menurut Kapolres penangkapan tiga pelaku ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya paska kejadian.

"Ini sesuai dengan komitmen kami maksimal satu bulan kami ungkap kasus ini. Ada bukti barang sudah kami amankan juga, Itu barang bukti berupa baju dan lain-lain, termasuk hasil rekaman CCTV," ujar AKBP Billy. (Ignasius Istanto)

BERITA HUKUM & KRIMINAL

Top