Hukum & Kriminal

Pelaku Pencurian Kios di Jalan Maleo Dibekuk Polisi

Pelaku utama pencurian saat diamankan di Polsek Miru

MIMIKA, BM

Respon cepat tim Opsnal unit Reskrim Polsek Mimika Baru (Miru) kembali membuahkan hasil.

Hanya beberapa hari setelah laporan diterima, seorang pelaku pencurian kios di Jalan Maleo, Kelurahan Dingo Narama berhasil dibekuk aparat pada Minggu (5/4/2026) kemarin.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah korban pencurian melapor pada 30 Maret 2026 lalu.

Dalam pengungkapan tersebut tim Opsnal unit Reskrim Polsek Mimika Baru selain mengamankan pelaku, juga mengamankan barang bukti berupa 2 unit HP, 1 sweater hitam dan 1 celana pendek yang digunakan pelaku pada saat melakukan aksinya.

Keberhasilan dalam mengungkap pelaku utama ini juga tidak terlepas dari petunjuk atau keterangan rekan pelaku.

Kapolsek Mimika Baru AKP Mattinetta S.Sos, MM melalui Kanit Reskrim Ipda Teguh Krisandi Fardha S.Tr.K, MH saat dikonfirmasi membenarkan pengungkapan kasus tersebut.

‎"Benar, pelaku BM alias Frans dalam pengakuannya mengakui perbuatannya telah melakukan aksi pencurian di kios jalan Maleo," ujarnya.

Teguh mengatakan, bahwa pelaku menyatakan aksi yang dilakukan tersebut merupakan bentuk keterpaksaan karena ingin membeli minuman beralkohol untuk pesta bersama teman-temannya.

"Ada beberapa barang bukti lainnya yakni tas berisi uang dan rokok berbagai merk yang masih dalam tahap pencarian dan pengembangan lebih lanjut," kata Ipda Teguh.

Lanjutnya, untuk kasus pencurian ini masih dalam tahap penyidikan oleh tim penyidik dan pihaknya memastikan bahwasannya kasus ini akan diselesaikan secara hukum sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

‎"Kasus pencurian ini akan tetap kami lakukan proses hukum sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dan saat ini masih dalam tahap proses penyidikan,"sebutnya.

Dalam tindak pidana pencurian biasa ini pelaku BM alias Frans terancam dengan jeratan hukum sesuai pasal 476 KUHPidana Undang-Undang No 1 tahun 2023 dengan ancaman hukuman selama 5 tahun penjara. (Shanty Sang)

Kehabisan BBM di Perairan Pasir Hitam Timika, Ini Nama 28 Penumpang Yang Selamat

Tim SAR Timika segera melakukan pertolongan

MIMIKA, BM

Rombongan Speed Boat 40 PK dan Long boat berpenumpang 28 orang yang berangkat dari Asmat sekitar pukul 14.00 wit menuju Timika pada Sabtu (4/4/2026) malam sekitar pukul 20:50 wit.

Berdasarkan rilis Tim SAR, rombongan yang direncanakan akan tiba di Timika sekitar pukul 20.00 wit tersebut dilaporkan mengalami kehabisan BBM (bahan bakar minyak) di sekitar perairan Pasir Hitam antara Kampung Manasari dan Pulau Puriri.

Rombongan langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas jaga Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat untuk meminta bantuan pertolongan.

Menerima laporan tersebut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna, S.H.,M.M. melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery, S.E. langsung memberangkatkan tim SAR gabungan dari Timika bergerak menuju lokasi kejadian dengan menggunakan 1 unit RBB 600 PK Basarnas dan 1 unit Perahu karet Bermesin 25 PK guna melakukan pertolongan.

Rombongan tersebut diinformasikan pada Minggu (5/4/2026) pagi pukul 09:00 wit seluruhnya telah tiba di Pelabuhan Pomako dalam kondisi selamat.

Informasi itu diterima oleh tim SAR gabungan saat masih melakukan pencarian rombongan speed boat dan long boat di perairan Pasir Hitam.

Menurut informasi dari pelapor pak Yosep bahwa Speed Boat dan Long Boat tersebut berhasil tiba di Pelabuhan Pomako setelah mendapatkan bantuan BBM dari pihak keluarga korban yang ikut melakukan pencarian.

Speed boat berpenumpang 8 orang telah tiba terlebih dahulu sekitar pukul 24:00 wit tadi malam dan long boat berpenumpang 20 orang tiba pukul 09:00 wit Minggu pagi.

Dengan dipastikanya seluruh penumpang speed boat dan long boat tersebut tiba di Timika dengan selamat maka operasi SAR diusulkan tutup dan potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih.

Berikut identitas 28 penumpang tersebut (1) Yosep Witayau, (2) Hendrika, (3) Adrianus Witayau, (4) Kristina Meauta, (5) Lliana Kimirop, (6) Yakobus, (7) Reni Witayau, (8) Margareta Nar, (9) Terianus Wiapayu, (10) Pianos Waripi, (11) Eriko Wipayau, (12) Alex Wiyaou, (13) Bruno Wemiyaupia dan (14) Iraldo Wipayau.

Selain itu juga (15) Anton Kameripi, (16) Atonia Wipayau, (17) Agustina Ewaki, (18) Albertina Ewaki, (19) Aknes Itiyaya, (20) Paulina Sikokor, (21) Afransina Pakawa, (22) Deta Wipayau, (23) Sisilia, (24) Tenesina Tene, (25) Vero, (26) Verninqndus Siat, (27) Wiliem Tapo dan (28) Kristina Wemiyouoeya (Elfrida)

Irwasda Papua Tengah Tinjau Pos Pam dan Pos Yan di Mimika

Irwasda Papua Tengah dan Rombongan saat melakukan peninjauan di Pos Pam dan Pos Yan

MIMIKA, BM

Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan Perayaan Idul Fitri 1447 H/2026, Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Gatot Suprasetya, S.I.K., M.H beserta rombongan melakukan pengecekan dan kontrol di beberapa lokasi Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan Terpadu (Pos Yan) Operasi Ketupat 2026 di wilayah Mimika Senin (16/03/2026).

Dalam kegiatan peninjauan tersebut turut dihadiri, Karo Ops Polda Papua Tengah, Kombes Pol Adnan Ratmoro, S.I.K dan Direktur Lalu Lintas Polda Papua Tengah, Kombes Pol. S. Kunto Hartono, S.I.K., M.T dan didampingi oleh Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hilldiario Budiman, S.I.K., M.H dan para pejabat utama Polres Mimika.

Kegiatan ini dilakukan guna memonitoring dan mengevaluasi kesiapan personel yang terlibat jaga di Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Terpadu Operasi Ketupat.

"Kegiatan ini merupakan salah satu tugas untuk pengecekan selama operasi ketupat sudah sampai di mana pelayanan kita kepada masyarakat. Alhamdulillah pos-pos ini ditempatkan di titik sentral yang dekat dengan masyarakat, sehingga jika ada permasalahan di sekitar maka kita langsung backup,"kata Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Gatot Suprasetya, S.I.K., M.H seusai melaksanakan kegiatan.

Katanya, pengecekan terfokus pada Mimika dan Nabire, karena dua wilayah ini banyak kegiatan sholat taraweh dan sholat Idul Fitri.

"Kami sudah minta beberapa Kapolres untuk masing-masing mengamati masjid-masjid yang digunakan taraweh. Kemudian untuk sholat Idul Fitri itu kita minta untuk didatakan, nanti kita lakukan pengamanan,"ujarnya.

Ia mengimbau kepada para Kapolres agar bersinergi dengan masyarakat dan tokoh agama untuk melakukan pengamanan. Sehingga sinergisitas Polri dengan masyarakat dan tokoh agama itu berjalan baik. (Shanty Sang)

Top