Hukum & Kriminal

Situasi Jalan Ahmad Yani Memanas, Satu Anggota Brimob Terkena Panah Wayer

Situasi terkini di Jalan Ahmad Yani

MIMIKA, BM

Situasi di Jalan Ahmad Yani tempat kejadian kasus penikaman kini berubah memanas yang diduga berawal dari sekelompok orang yang tiba-tiba menyerang anggota yang sedang berjaga dengan panah wayer.

Akibat insiden tersebut, personel Polres Mimika dan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah terpaksa memberikan tembakan peringatan dan gas air mata.

Dari penyerangan tersebut, salah satu anggota Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah terkena panah wayer dibagian paha kiri, sedangkan satu anggota lainnya hanya terkena di kaki celana bagian kanan.

Anggota Brimob yang terluka langsung dievakuasi ke RSUD Mimika untuk mendapatkan penanganan medis.

Situasi akhirnya kembali tenang dan aman setelah pihak keamanan terus memukul mundur sekelompok masyarakat tersebut. Pihak keamanan kini masih standby guna melakukan pengamanan dilokasi.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi apa penyebab atau pemicu sampai terjadinya personel yang berjaga diserang. (Shanty Sang)

Warga Blokade Jalan Ahmad Yani, Dipicu Kasus Penikaman

Warga lakukan pemalangan sambil membakar ban bekas

MIMIKA, BM

Ratusan warga melakukan aksi blokade jalan dengan membakar ban bekas di Jalan Ahmad Yani Timika, tepatnya di depan SD Negeri III, Rabu (28/1/2026) dini hari.

Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas lumpuh dan kawasan sekitar dipenuhi kepulan asap hitam.

Bahkan aksi blokade jalan ini juga sempat dilakukan di Jalan Kihajar Dewantara, namun pihak kepolisian berhasil mengamankan sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Pantauan Beritamimika.com di tempat kejadian perkara (TKP), para keluarga korban karena emosi sehingga meluapkannya dengan memblokade jalan.

Menurut informasi yang diperoleh dilapangan, korban ini setelah ditikam, juga diseret ke arah tempat sampah oleh pelaku.

Pihak Kepolisian Mimika yang merespon ke lokasi pemalangan langsung melakukan pengamanan dan bernegosiasi dengan pihak keluarga agar kasus ini diserahkan dan ditangani pihak kepolisian agar pelaku ditangkap.

Hingga pukul 12.10 WIT, massa masih bertahan melakukan blokade jalan. Sementara itu, pihak keamanan dalam hal ini Polres Mimika dan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah masih melakukan standby dilokasi pemalangan.

Hingga berita ini diturunkan, motif penikaman masih dalam penyelidikan kepolisian. (Shanty Sang)

Bentrok di Kapiraya Kembali Terjadi, 4 Orang Dirawat di Puskesmas Wakia

 

Keadaan saat berlangsungnya bentrokan

MIMIKA, BM

Bentrok antar warga dari dua kampung di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah kembali terjadi pada Selasa (10/02/2026). 

Dari aksi bentrok ini dikabarkan 4 orang menjadi korban dan saat ini sedang dirawat di Puskesmas Wakia. 

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Iya betul, aparat keamanan gabungan TNI-Polri sudah di TKP, untuk situasi saat ini kondusif. Untuk korban ada 4 orang, dan saat ini dirawat di Puskesmas Wakia,"kata Kapolres  Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat dikonfirmasi Rabu (11/02/2026). 

Katanya, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi, pihaknya sudah melakukan penebalan dengan mengirimkan tambahan personel ke lokasi. 

"Sementara pasukan penebalan dipimpin Kabag Ops persiapan ke lokasi menggunakan speedboat,"ujarnya.

Perlu diketahui untuk saat ini situasi telah terkendali aman dan kondusif, dan pihak aparat gabungan Polres Mimika, Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah dan TNI yang melakukan pengamanan telah melakukan penyekatan agar konflik tidak kembali terjadi. Selain itu juga personel terus melakukan patroli dan memberikan himbauan kepada masyarakat. (Shanty Sang)

Top