Hukum & Kriminal

6 Tahun Buron Pelaku Penikaman Ditangkap Polisi

Tersangka AK saat diamankan oleh anggota Opsnal Polsek Mimika Baru

MIMIKA, BM

Seorang pria berinisial AK yang sempat buron selama 6 tahun dan telah ditetapkan sebagai DPO oleh Polsek Mimika Baru akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri Mimika setelah ditangkap pada tanggal 14 Juli, pekan lalu.

AK terlibat kasus penikaman terhadap korban berinisial MT pada tahun 2015 di Jalan Kartini, jalur empat. AK diketahui kabur ketika menjalani penangguhan penahanan.

"Jadi usai ditangkap, kita tidak lakukan pemeriksaan karena berkasnya sudah lengkap (P21) saat dia kabur. Sehingga langsung kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Mimika," ungkap Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan,SIK, Rabu (21/7).

Dion mengatakan korban yang dulu ditikamnya kondisinya kini baik-baik saja. Walau demikian kasus ini tetap akan dilanjutkan.

"Kita tegaskan bahwa selama kasus itu belum kadarluasa kita tetap lanjutkan, apalagi kasusnya itu sudah P21," tegas Dion. (Ignas)

Kadistrik Kuala Kencana Minta Orang Tua dan Pengelola Tingkatkan Pengawasan di Tempat Wisata

Kadistrik Kuala Kencana, Septinus Timang

MIMIKA, BM

Kepala Distrik Kuala Kencana Mimika, Septinus Timang meminta kepada orang tua dan pihak pengelola tempat wisata untuk meningkatkan pengawasan khusus kepada anak-anak saat berada dj tempat wisata.

Pasalnya ada seorang anak tenggelam di tempat wisata Kali Baliem Waga-Waga, Utikini Baru, Distrik Kuala Kencana yang baru diresmikan sekitar satu bulan lalu.

"Saya tidak tahu pasti posisi tenggelamnya dimana tapi kemarin masyarakat ada lapor bahwa anak kecil kelas 6 SD lagi piknik untuk mandi-mandi dan karena kurang pengawasan dari orang tua dan pihak pengelola, terjadi insiden itu," ungkapnya di Hotel Grand Mozza Timika, Rabu (21/7).

Septinus berharap, dengan adanya kejadian ini, pengelola lebih memperketat pengawasan kepada anak-anak.

"Pengawasan dari orang tua dan pihak pengelola harus lebih ketat. Paling tidak orang tua harus dampingi terus anak-anaknya mandi, jangan biarkan mereka mandi sendiri," ujarnya.

Ia juga meminta kalau bisa ada aturan yang menegaskan batasan usia bagi anak-anak yang ingin bermain di air.

"Bahkan harus tetapkan batas lokasi dangkal dan dalam agar jadi perhatian pengunjung sehingga jangan sampai kejadian seperti itu terulang lagi," ungkapnya. (Shanty)

Seorang Anak Ditemukan Meninggal Di Dasar Kali Waga-waga

Orangtua korban saat mencoba memberikan pertolongan pertama kepada anaknya

MIMIKA, BM

Seorang anak laki-laki diketahui bernama Deni Samudra, ditemukan meninggal ketika berenang ditempat pemandian kali Waga-waga pada Selasa (20/7) sekitar pukul 14.00 Wit.

Kapolsek Kuala Kencana, Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y. Sera Ayatanoi, membenarkan adanya kejadian tersebut setelah pihaknya mendapatkan laporan dari salah seorang warga.

Sera menuturkan, setelah mendapatkan laporan tersebut, Pawas Polsek Kuala Kencana, Aiptu Musliadi bersama KA SPK 1, Aipda Supriadi langsung ke TKP.

"Namun setibanya di TKP korban sudah diberi bantuan pernafasan oleh orang tuanya akan tetapi tidak ada respon dari korban, selanjutnya kita bawah ke RSMM Caritas dengan menggunakan mobil patroli Polsek Kuala Kencana," ungkapnya Rabu (21/7).

Setibanya di RSMM Caritas tim medis langsung memeriksa korban, akan tetapi korban tidak bisa terselamatkan dan dinyatakan telah meninggal dunia.

"Jenazah sudah dibawa ke rumah duka kemarin (Selasa-red) yang beralamat di Jalan Nuri dikawal patroli Polsek Kuala Kencana," ujarnya.

Mantan Kapolsek Kokonao ini mengatakan sesuai keterangan dari orangtua, korban meminta ijin untuk berenang bersama adiknya. Ia diijinkan berenang tapi orangtuanya mengingatkan agar jangan ke tempat yang dalam.

Tidak lama kemudian adik korban lari ke rumah dan memberitahukan kepada bapaknya bahwa korban sudah tidak kelihatan di air.

"Bapaknya mencari sepanjang kali dan bertanya kepada masyarakat lainnya namun tidak melihat korban. Akhirnya masyarakat yang sementara berenang membantu mencari dan menemukan korban di dasar kali, kemudian dibawa ke darat untuk pertolongan awal. Namun sudah tidak bergerak," ungkap Kapolsek. (Ignas)

Top