Hukum & Kriminal

Kasus Penganiyaan Terhadap Pelaku Pencurian Tas Milik Seorang Dancer Berakhir Damai

Kapolsek Mimika Baru AKP Dionisius Fox

MIMIKA, BM

Kasus penganiyaan terhadap pelaku pencurian tas milik seorang dancer disalah satu Tempat Hiburan Malam (THM) pada tanggal 7 Juli lalu berakhir damai.

Perdamaian ini didasari atas kesepakatan bersama antara 4 orang yang melakukan penganiayaan dengan pelaku (MJ) pencuriaan yang menjadi korban penganiayaan.

"Jadi ada kesepakatan diantara mereka untuk damai, sehingga kami dari kepolisian memfasilitasi proses perdamaian diantara mereka," ungkap Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan saat ditemui di Kantor Polsek Mimika Baru, Jumat (23/7).

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian ini bermula ketika AY seorang dancer sedang manggung dan meninggalkan tasnya di atas meja.

Setelah kembali dari panggung, AY mengetahui tasnya hilang dan segera melapor ke manajernya.

Kemudian dilakukan pmeriksaan melalui cctv dan akhirnya diketahui MJ lah yang mengambil tas tersebut. Setelah ketahuan, mereka langsung menuju kosnya MJ dan disanalah terjadi penganiayaan.

Akibat dari penganiayaan tersebut pelaku MJ terpaksa harus mendapatkan perawatan medis. Sementara 4 orang pelaku akhirnya mendekam di tahanan Polsek Mimika Baru. (Ignas)

Kebakaran Semalam, Berawal Dari Suara Ledakan

Terlihat petugas Damkar dibantu kepolisian memadamkan api

MIMIKA, BM

Satu unit rumah keluarga yang berlokasi di kompleks Kehutanan, Jalan Yos Sudarso Rabu (21/7) tadi malam ludes dilahap api.

Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.

"Keluarga korban sudah diarahkan membuat laporan polisi di Polres Mimika," ungkapnya.

Diterangkan Kapolsek, peristiwa kebakaran berawal dari suara ledakan yang diduga berasal dari kompor.

Saat kejadian, ibu rumah tangga berinisial WR tengah masak di dapur, namun ia kemudian pergi ke teras depan rumah bersama keluarganya.

"Setelah berada diteras rumah dengan waktu yang cukup lama, saksi tidak ingat kalau sedang memasak di dapur. Kemudian saksi bersama anak-anaknya mendengar suara ledakan sehingga api langsung membakar bagian dapur," terang Dion.

Lanjutnya, melihat api di bagian dapur semakin membesar, saksi bersama anak-anaknya langsung meminta pertolongan kepada tetangga sekitar.

"Setelah mendapat laporan, anggota piket jaga unit Reskrim dan anggota jaga regu III Polsek Mimika Baru langsung ke TKP untuk melakukan kegiatan pengamanan hingga selesai pemadaman," ungkap Kapolsek.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran semalam namun surat-surat berharga lainnya ikut terbakar. Jumlah kerugian ditaksir ratusan juta. (Ignas)

Mabuk, Cegat Kendaraan dan Pukul Orang yang Lewat, Dua Pemuda Nginap di Sel

Dua pemuda saat diamankan dalam sel tahanan

MIMIKA, BM

Dua pemuda yang masih dibawah umur terpaksa diamankan dalam sel tahanan Polsek Mimika Baru, Jumat (23/7).

Kedua pemuda ini, DE (15) dan ZW (16) bersama dua rekannya yang sudah dipengaruhi miras melakukan keonaran di Jalan Pompa dua, Kelurahan Harapan, Distrik Kwamki Narama.

"Mereka mencegat kendaraan yang lewat serta memukul orang yang lewat. Bahkan anggota Polsubsektor Kwamki Narama saat ke lokasi untuk menghimbau mereka untuk pulang istirahat, hampir dianiayadengan menggunakan rantai cain saw,"ungkap Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan, Jumat (23/7).

Kedua pemud ini kemudian diamankan atas bantuan Brimob BKO dan anggota Samapta Polres Mimika karena mereka dalam pengaruh alkohol.

"Jadi setelah anggota datang langsung melakukan penangkapan dan mengejar mereka ke kebun. Dari 4 orang itu, 2 berhasil diamankan sementara 2 lainnya kabur," kata Kapolsek.

Karena melakukan perlawanan terhadap anggota saat dilakukan penangkapan dan pengejaran, DE terkena rekoset peluru karet.

"Petugas lakukan tindakan terukur dan tegas. Dia terkena di tangan kiri dan lukanya ringan, untuk kondisinya kata dokter tidak mengalami gangguan apapun," kata Dion.

Kapolsek sangat menyayangkan aksi yang dilakukan 4 pemuda ini karena usia mereka masih dibawah umur.

"Karena masih dibawa umur, tentunya kita akan panggil orangtuanya untuk dilakukan pembinaan. Namun saat ini masih mabuk berat jadi kita tunggu mereka sadar baru panggil orangtua," ungkap Dion. (Ignas)

Top