Hukum & Kriminal

Kobarkan Semangat Kemerdekaan, Bundaran Kampung Mandiri Jaya Diwarnai Merah Putih

Foto bersama Dandim 1710 Mimika, kepala kampung dan kepala Distrik Wania

MIMIKA, BM

Sebagai warga negara yang cinta tanah air, sudah sepantasnya menghormati jasa para pejuang kemerdekaan diantaranya dengan melakukan hal-hal yang positif.

Apalagi saat ini kita berada di bulan kemerdekaan yang menyisahkan dua hari lagi negeri ini merayakan HUT ke-76.

Untuk wilayah Kota Timika dan seputarnya, sudah ramai terpasang bendera dan umbul-umbul merah putih serta berwarna.

Warga Mimika sudah mempersiapkan diri menyambut momentum hari kemerdekaan walau masih dalam situasi pandemi.

Tidak ketinggalan, suasana merah putih juga ditunjukan oleh masyarakat di Kampung Mandiri Jaya.

Bersama TNI-Polri, warga kampung ini telah memasang bendera merah putih dimulai dari bundaran masuk hingga ke dalam kampung. Bahkan bundaran kampung juga dicat warna merah putih.

"Kita lakukan ini dalam rangka menyambut HUT kemerdekaan ke-76. Sebelumnya warga sudah pasang dan kita juga dibantu TNI sedikit sehingga suasana sekarang lebih meriah untuk menyambut HUT nanti. Kami awalnya juga mau buat kegiatan tapi karena terkendala hadiahnya sehingga kami batalkan dulu," ungkap Kepala Kampung Mandiri Jaya, Elias Mirip.

Momen ini terlihat ketika BM menghadiri kegiatan penyerahan bantuan 350 paket sembako dari Kodim 1710/Mimika bersama Satgas Nemangkawi kepada warga Kampung Mandiri Jaya, Jumat (13/8).

Selain 350 paket sembako, Kodim 1710/Mimika bersama Satgas Nemangkawi juga memberikan dua ekor babi, peralatan tulis bagi anak-anak sekolah dan peralatan olahraga bagi kelompok pemuda.

Pemberian 350 paket sembako ini berlangsung di halaman Balai Kampung Mandiri Jaya disaksikan Kadistrik Wania, Richard Wakum, Wakapolsek Mimika Baru, Iptu Robert Tamaela dan warga kampung Mandiri Jaya.

Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya, mengatakan bahwa kegiatan yang dimaksud ini dalam rangka menyambut HUT RI ke-76 dan dilaksanakan di beberapa tempat.

"Kita berikan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan cinta kasih kepada masyarakat dengan harapan masyarakat memanfaatkan sebaik mungkin bantuan yang sudah diberikan," katanya.

Dirinya juga memberikan apresiasi terhadap Kampung Mandiri Jaya yang bebas miras yang sudah menjadi kesepakatan bersama antara semua warga dengan perangkat kampung.

"Saya harap kampung-kampung lainnya bisa ikut contoh. Kampung ini dijadikan sebagai kampung percontohan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengajak seluruh unsur masyarakat untuk mendukung dan mensukseskan PON XX.

"Mari kita jadikan Timika sebagai kota yang aman dan nyaman dalam kamtibmas, karena kota Timika juga sebagai penyelenggara PON dan nanti banyak kontingen yang akan datang kesini," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Distrik Wania, Richard Wakum dan Kepala Kampung Mandiri Jaya, Elias Mirip memberikan apresiasi kepada Kodim 1710/Mimika dan Satgas Nemangkawi atas bantuan bagi masyarakatnya. (Ignas)

Terbawa Arus Akibat Binen Terbalik, Seorang Pendulang Ditemukan Tidak Bernyawa di Mile 34

Korban saat dievakuasi ke rumah duka di Nawaripi Dalam

MIMIKA, BM

Seorang pria (24) yang berprofesi sebagai pendulang di are mile 37 ditemukan sudah tidak bernyawa di area mile 34 barat akibat terbawa arus pada Minggu (15/8) sekotar pukul 11.55 Wit.

Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Y. Sera Ayatanoi menerangkan bahwa kejadian itu bermula ketika korban bersama salah satu keluarganya sekitar pukul 07.00 Wit mau ke kota dengan menyeberangi kali kabur menggunakan binen sambil membawa gerobak dorong.

"Pada saat sudah menyeberang sekitar 5 meter, binen menabrak batu sehingga terbalik. Karena korban tidak bisa berenang dia terbawa arus sungai di kali kabur. Sedangkan salah satu keluarganya bernama Anus selamat karena bisa berenang, Anus selamat tapi dia alami luka lecet pada kaki dan luka di kepala akibat terbentur batu," terangnya.

Dikatakan, korban kemudian ditemukan di mile 34 barat, gerobak ditemukan di mile 36 sementara binen yang terbalik ditemukan di mile 35.

"Korban sudah dibawa ke rumah duka di Nawaripi Dalam menggunakan mobil ambulance milik Kerukunan Pemuda Kei (KPK). Rencananya akan dimakamkan besok (Senin)," ujarnya.

Disampaikan juga bahwa informasi kejadian ini pertama kali diperoleh dari security SRM PTFI.

"Setelah menerima informasi ini, KA SPK 3 Aipda Yosep bersama 3 personil piket jaga dan pihak SRM PTFI menuju TKP dengan menggunakan mobil Patroli SRM PTFI untuk mengevakuasi korban," ujarnya. (Ignas)

Gara-Gara Dana BLT, Sekelompok Pemuda Palang Jalan

Pemalangan sempat mengakibatkan kemacetan panjang di ruas jalan ini

MIMIKA, BM

Dipicu karena tidak mendapatkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), sekelompok pemuda melakukan pemalangan jalan di Kampung Kaugapu, RT 2, Kamis (12/8).

BLT yang merupakan dana yang bersumber dari Dana Desa (DD) ini diketahui sudah disalurkan sejak Rabu (11/8) kemarin.

Kepala Kampung Kaugapu saat dikonformasi BM melalui telepon membenarkan adnya pemalangan tersebut.

"Pemalangan ini terjadi karena kekeliruan, dimana ada warga yang dapat dan ada warga yang tidak dapat sehingga mereka meluapkan amarahnya," ungkapnya.

Menurutnya pembagian BLT ini sudah diterima oleh semua warganya, dimana untuk Kampung Kaugapu ada sekitar 167 KK yang menerima manfaat tersebut. Dan setiap KK berhak mendapat uang senilai Rp 600 untuk dua tahap.

"Anak-anak muda yang melakukan pemalangan ini maunya mereka juga harus dapat, padahal pembagian BLT ini berdasarkan jumlah KK dari Kemensos kepada warga yang berhak menerima,” ucapnya.

Akibat pemalangan jalan tersebut sempat membuat arus lalu lintas macet, namun berkat himbauan warga setempat akhirnya palang dibuka dan arus lalu lintas berjalan normal. (Ignas)

BERITA HUKUM & KRIMINAL

Top