Hukum & Kriminal

Berkah Kemerdekaan, Satu Napi Langsung Bebas

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob secara simbolis memberikan SK remisi ke warga binaan yang mendapatkan remisi bebas penuh

MIMIKA, BM

Sebanyak 164 warga binaan pemasyarakat (WBP) Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIB, Timika mendapatkan remisi atau pemotongan masa tahanan di hari Kemerdekaan RI ke-76. Mereka mendapat remisi antara satu hingga enam bulan.

Dari sekian banyak warga binaan yang mendapatkan remisi kemerdekaan, satu diantaranya langsung bebas.

Pemberian remisi kemerdekaan setiap tahun ini berdasarkan surat keputusan Menteri Hukum dan Ham RI, nomor : Pas-876/880.PK.01.05.06-Tahun 2021.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob menyampaikan bahwa remisi bukan serta merta bentuk kemudahan bagi warga binaan untuk bebas, tetapi merupakan instrumen dan wahana normatif untuk meningkatkan kapasitas pembinaan dan mendorong motifasi diri.

Dengaj demikian, warga binaan mendapatkan kesempatan, kesiapan budaya serta adaptasi tinggi dalam proses- proses reintegrasi sosial.

"Kita harapkan agar melakukan Internalisasi dan implementasi nilai-nilai pembinaan yang diperoleh sebagai modal untuk kembali ke lingkungan masyarakat secara tepat dan nyata," ungkapnya saat membacakan sambutan Menteri Hukum dan Ham RI, di Lapas Kelas IIB Timika, Selasa (17/8).

Wabup John juga memberikan pesan secara khusus untuk warga binaan Lapas Kelas IIB Timika agar menunjukkan sikap dan perilaku yang lebih baik dengan mengikuti seluruh tahapan prosesi kegiatan program pembinaan dimasa-masa yang akan datang.

"Pada kesempatan ini atas nama Pemda Mimika kami ucapkan selamat dan saya ingatkan agar terus tingkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadilah insan yang berguna kedepan bagi pembangunan bangsa, gunakan kesempatan ini dengan baik," harapnya.

"Dan bagi yang diberikan bebas penuh, kembalilah kepada masyarakat dan berbuat dengan baik serta dekat dengan Tuhan, karena kalau kita dekat dengan Tuhan pasti kita akan melakukan segala sesuatu yang terbaik dengan diri kita dan masyarakat," pesannya.

Tidak hanya kepada para tahanan, Wabup John juga meminta petugas Lapas untuk selalu melakukan interaksi dan komunikasi dengan baik kepada seluruh warga binaan.

Ia juga berharap bimbingan yang diberikan berpedoman pada Pancasila sebagai landasan mengedepankan semangat Bhineka Tunggal Ika serta menghindari ujaran kebencian.

"Jadikan momentum perayaan kemerdekaan ini untuk tingkatkan kinerja, mempercepat pelayanan dan mengubah pola kerja di masa pandemi ini. Serta memaksimalkan inovasi berbasis digital dalam memberi pelayanan dan menghindari perbuatan yang dapat merusak nama baik institusi pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan Ham," harap Wabup.

Pada kesempatan ini, disampaikan juga bahwa Pemda Mimika akan membantu Lapas Kelas IIB terkait dengan permintaan mobil ambulance dan pembangunan klinik.

"Kita akan usahakan dalam waktu dekat. Secara pribadi sesuai dengan apa yang diminta warga binaan kepada saya untuk bantu fasilitas gereja, saya akan bantu," tutur Jhon Rettob. (Ignas)

Polisi Ungkap Pembubaran Masa di Lima Titik Terkait Rencana Aksi di Gedung DPRD

Anggota TNI Polri saat berjaga-jaga di Gedung DPRD, Senin (16/8) pagi

MIMIKA, BM

Kepolisian Mimika berhasil membubarkan sekelompok massa di lima titik yang hendak menuju ke gedung DPRD Mimika pada Senin (16/8) pagi tadi.

Pembubaran sekelompok massa ini terkait dengan adanya selebaran yang berisikan seruan aksi turun jalan dan himbauan umum tentang lawan rasisme bebaskan Viktor Yeimo tanpa syarat.

Kepada BM, Kabag Ops Polres Mimika, AKP Roberth Hitipeuw mengatakan lima titik yang menjadi kumpulan massa.

"Informasi yang kami dapat dari beberapa titik yang massanya sudah dibubarkan itu di Gorong-gorong, Jalan Sosial, Jalan Kesehatan, bundaran SP2 dan Jayanti. Jadi rencananya mereka itu kumpul di masing-masing titik, kemudian bersama menuju Timika Indah dan selanjutnya rencananya ke DPRD," jelasnya.

Untuk melakukan pengamanan terkait adanya aksi tersebut, kata Roberth, jumlah anggota gabungan yang dikerahkan tadi sebanyak 160 orang yang terdiri dari Polres Mimika, Brimob dan TNI.

Maksud dari rencana aksi itu, menurut Roberth berujung protes dan meminta untuk pembebasan Viktor Yeimo tanpa syarat, yang mana saat ini Viktor dalam penahanan dan pemeriksaan di Jayapura.

"Tadi dibubarkan dengan cara persuasif dan memberikan pemahaman, sehingga beberapa titik termonitor langsung bubarkan diri dengan baik," ungkapnya.

Disampaikan juga bahwa dengan situasi yang masih pandemi covid sangat diharapkan tidak boleh melakukan pengumpulan massa.

"Himbauan kepada masyarakat mari berbuatlah sesuatu yang positif di masa pandemi covid, sehingga apa yang kita buat dengan hal positif itu membawa hasil yang baik pula. Tidak perlu kita lakukan aksi semata-mata untuk mementingkan diri sendiri maupun golongan,karena hal seperti ini aa menimbulkan permasalahan dan dampak yang tidak baik. Jadi mari kita sama jaga kota ini dengan baik, sehingga semua masyarakat yang tinggal dalam kota ini aman dan tentram," himbaunya. (Ignas)

Adanya Selebaran Aksi Turun Jalan, TNI-Polri Amankan Kantor DPRD Mimika

Anggota TNI Polri saat siaga di depan Gedung DPRD Mimika

MIMIKA, BM

Anggota gabungan TNI-Polri tengah berjaga untuk melakukan pengamanan di Kantor DPRD Mimika terkait dengan adanya informasi akan adanya aksi turun jalan yang dilakukan oleh KNPB wilayah Timika, Senin (16/8).

Pengamanan yang dilakukan oleh gabungan TNI-Polri ini berdasarkan informasi yang beredar melalui selebaran yang berisikan seruan aksi turun jalan dan himbauan umum tentang lawan rasisme bebaskan Viktor Yeimo tanpa syarat.

Berdasarkan pantauan wartawan BM, anggota gabungan TNI-Polri terlihat mulai berjaga untuk melakukan pengamanan baik di luar maupun dalam halaman kantor DPRD Mimika sejak pagi hari.

Selain berjaga di gedung DPRD Mimika terlihat juga sebagian anggota menggunakan mobil patroli untuk melakukan patroli keliling.

Dalam melakukan pengamanan, terlihat juga kendaraan water canon dan sebuah kendaraan Tambora milik Polres.

Walaupun aksi awal yang direncanakan dalam selebaran dilakukan pukul 09.00 Wit, namun hinggga pukul 11.00 Wit belum ada tanda-tanda pergerakan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi baik dari pihak kepolisan. (Ignas)

Top