Ekonomi dan Pembangunan

Purba : Kapasitas Terminal Bandara Mozes Kilangin 230 Seat

Kadis Perhubungan Mimika

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika telah menetapkan masa new normal sejak 2 Juli lalu, namun aktivitas penerbangan masih dibatasi seperti masa-masa pembatasan sebelumnya.

Pembatasan tersebut dilakukan untuk tetap menjaga penerapan protokol kesehatan Covid-19 di area Bandara Mozes Kilangin.

Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Yan Selamat Purba saat diwawancarai di Kantor DPRD Mimika, Senin (13/7) mengatakan, sebelumnya kapasitas ruangan terminal di Bandara Mozes Kilangin 500 seat, namun guna menerapkan physical distancing maka dikurangi 50 persen menjadi 230 seat.

"Kita tetap melihat dari kapasitas terminal, karena terminal ini ruangannya terbatas sementara pemberlakuan physical distancing harus tetap ada," tutur Purba.

Tidak hanya itu, petugas KKP di bandara juga terbatas sementara penerbangan masih tetap berjalan dengan jadwal yang sebelumnya yakni dua penerbangan untuk setiap rute walau saat ini sudah new normal.

Dijelaskan, yang sudah memanfaatkan rute 2 kali penerbangan adalah maskapai Garuda Indonesia melalui Makassar dan dan Bali. Yang ke Jayapura harus melewati Makassar.

"Kalau untuk Sriwijaya Air melalui rute Jakarta - Makasar - Timika, tidak ada rute lain. Kalau Batik Air dari Jakarta - Makasar - Timika dan mau kembangkan direct Jakarta - Timika lagi nantinya," ungkapnya. (Shanty)

Bawa Bantuan, Warga Kampung Iwaka Curhat Ke Wabup John


Wabup John didampingi Dandim Nainggolan saat mengunjui Kampung Iwaka

MIMIKA, BM

Sejak 2018 lalu, warga Kampung Iwaka Distrik Iwaka hidup dalam ketidaknyamanan dan rasa khawatir ketika hujan besar melanda.

Pasalnya, ketika masuk musim penghujan seperti saat ini, Kampung Iwaka selalu terendam banjir akibat luapan kali Iwaka.

Warga bahkan harus tidur di jalan dan jembatan karena posisinya lebih tinggi dari rumah-rumah mereka.

Tahun 2019 kemarin ketika curah hujan tinggi, kali Iwaka meluap mengakibatkan genangan air di dalam kampung setinggi 1,5 meter.

Hujan terus menerus selama empat hari lalu membuat genangan air kembali meluap hingga pemukiman warga setinggi 75 centimeter.

Akibatnya 107 unit rumah warga terendam banjir dan sebanyak 350 kepala keluarga mengalami dampak luapan air ini.

Warga melaporkan luapan air yang mengakibatkan banjir ini terjadi karena adanya galian c di wilayah ini.

Inilah curhatan yang disampaikan warga Kampung Iwaka saat Wakil Bupati Johannes Rettob membawakan bantuan bahan makanan Pemda Mimika, TNI dan Polri pada Jumat (10/7) kemarin.

"Mereka sampaikan banjir di sana mulai terjadi sejak 2018. Sebelumnya tidak ada seperti ini. Luapan air sungai yang membuat rumah-rumah warga terendam. Kalau tahun lalu air tergenang sampai 1,5 meter, tahun ini 70 centimeter. Rumah, gereja sampai sekolah semua terendam banjir," ungkap Wabup John kepada BeritaMimika, Sabtu (11/7).

Wabup mengatakan selain mengantarkan bantuan pemerintah daerah melalui dinas sosial bersama TNI-Polri, kedatangan mereka juga untuk mendengarkan apa yang dikeluhkan (aspirasi-red) warga Kampung Iwaka terkait masalah tahunan ini.

"Mereka mengajukan dua permintaan ke kami, pertama mereka minta normalisasi sungai dan minta dibuatkan rumah panggung namun saya menjawab bahwa itu bukan solusi dan tidak akan menjawab masalah saat ini," ujarnya.

"Kami harus evaluasi semua secara menyeluruh sehingga tahu secara detail persoalannya. Karena hal ini tidak pernah dilakukan. Kita normalisasi atau buat rumah panggung tapi kalau masih banjir tiap musim hujan maka sama saja sehingga kita harus melihat masalah ini secara menyeluruh," lanjutnya.

Wabup juga mengatakan saat ini di Kampung Iwaka terus dalam pantauan baik oleh pemerintah maupun TNI-Polri karena walaupun air mulai surut namun kondisi ini masih bisa saja terulang kembali.

Sekretaris Distrik Iwaka, Charisma Basham Simatupang, S. STP, MM kepada BeritaMimika malam ini mengatakan kondisi air sejak kemarin hingga hari ini mulai surut. Warga sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Air sudah mulai surut dari kemarin tetapi kita semua stanby jangan sampai hujan terus menerus kembali terjadi. Pak wakil bupati sudah datang lihat keadaan di sini dan bertemu dengan masyarakat. Pak Dandim juga sudah meminta anggota kodim untuk selalu stanby jika ada luapan lagi. Kondisi tahun ini memang agak sedikit baik dari 2019 dan 2018 karena saat itu rumah warga bisa terendam 3-4 hari. Tahun ini masih banjir tapi air lebih cepat surut," ungkapnya. (Ronald)

PLTMG Timika Mulai Beroperasi, Selamat Tinggal Pemadaman Bergilir

PLTMG Mimika di Poumako

MIMIKA, BM

Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Timika kapasitas 10 Megawatt (MW) yang berada di Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur, sejak 3 Juli lalu mulai dioperasikan.

Dengan beroperasinya PLTMG Timika maka peningkatan pasokan daya listrik di Mimika naik dari sebelumnya 24,5 MW menjadi 34,5 MW.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda melalui rilisnya yang diterima BeritaMimika, Kamis (9/7) menyebutkan selain untuk masyarakat dan mendorong tumbuhnya perekonomian, pembangkit ini awalnya dibangun untuk mendukung PON 2020.

"Walau PON diundur ke tahun 2021 akibat Covid-19 namun sesuai komitmen, kami tetap menyelesaikan pembangunan pembangkit ini tepat waktu,” ujarnya.

Syamsul mengatakan, Pengerjaan PLTMG ini memakan waktu sekitar 22 bulan, terhitung sejak bulan Juli 2018. PLTMG Timika juga berhasil meraih Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk mesin pembangkit pada 5 Mei 2020.

Secara keseluruhan, Syamul merincikan PLN telah menyiapkan 115 MW total pasokan listrik untuk Provinsi Papua.

PLTMG MPP Timika (10 MW), PLTMG Jayapura Peaker (40 MW), PLTMG Biak 1 (15 MW), PLTMG Biak 2 (10 MW), PLTMG Merauke 1 (20 MW) dan PLTMG MPP Merauke 2 (20 MW).

"Kami berharap dengan pendambahan daya ini akan membantu penyelenggaraan PON 2021 di Papua termasuk Mimika sebagai tuan rumah," harapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top