Ekonomi dan Pembangunan

Dinsos dan Kantor Pos Timika Salurkan BST Bagi 12 Distrik

Foto bersama usai penyerahan BST

MIMIKA, BM

Dinas Sosial (Dinsos) Kabuaten Mimika dan PT Pos Timika mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap pertama, kedua dan ketiga bagi 12 distrik di pegunungan dan pesisir.

Penyaluran BST bagi 12 distrik tersebut secara simbolis diserahkan oleh Asisten III Setda Mimika, Julianus Sasarari didampingi Kepala Dinas Sosial, Petrus Yumte, Kepala Kantor Pos Timika Ronald Luarmase serta pimpinan OPD di Kantor Pusat Pemerintahan, Selasa (4/8).

BST ini disalurkan ke 18 distrik di Mimika. 12 distrik yang sulit jangkauannya hari ini disalurkan sekaligus untuk 3 tahap. Sementara 6 distrik di seputaran kota penyalurannya dilakukan secara bertahap. 

12 distrik tersebut yakni, Distrik Mimika Barat, Mimika Barat Tengah, Mimika Barat Jauh, Mimika Tengah, Mimika Timur Jauh, Agimuga, Jita, Tembagapura, Amar, Jila, Hoeya dan Distrik Alama.

Kepala Dinas Sosial, Petrus Yumte mengatakan, BST merupakan bantuan dari Kementerian Sosial mendasari Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam.

Bantuan BST diberikan guna menjaga kestabilan ekonomi masyarakat dan juga keguncangan masyarakat dalam mempertahankan hidup.

Selain BST, bantuan lainnya yang juga diberikan oleh pemerintah pusat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yakni bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Kementerian Sosial dan Bantuan Langsung Tubai (BLT) yang disalurkan melalui Kementerian Desa.

"Semua ini dimaksudkan agar masyarakat tidak terganggu dengan kondisi covid saat ini. Bantuan ini sifatnya saling melengkapi antara BST, BLT, PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai," tuturnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Mimika mendapat kuota 8.549 untuk BST yang tersebar di 18 distrik, yang mana sejak bulan April telah di launching di Kantor Pos untuk 16 distrik tahap 1 dan 2.

"Persoalan kita hari ini adalah data kita yang tidak valid sehingga ada yang seharusnya dapat, tidak terdafar. Namun ada yang seharusnya tidak boleh, malah mereka dapat," ungkapnya.

Bahkan menurutnya ada warga yang double dalam menerima bantuan-bantuan ini. Misalnya sudah terdaftar dalam bantuan PKH namun juga terdaftar senagai menerima bantuan BST.

"Banyak data yang salah jadi kita akan perbaiki semuanya dan ini menjadi tugas bersama karena datanya dari bawah," ujarnya.

Sementara, Kepala Kantor Pos Timika Ronald Luarmase dalam sambutannya mengatakan, BST yang dicanangkan oleh Presiden RI melalui Kementerian Sosial dipercayakan penyalurannya melalui PT Pos.

Untuk bantuan BST tahun 2020, PT Pos Timika telah melakukan penyaluran sejak tanggal 27 Mei 2020 dan berakhir pada 28 Juli lalu. Terkait batas waktu penyaluran, diatur oleh Kementerian Sosial sesuai tahapan masing-masing

"BST yang kami salurkan di Mimika saat ini ada 3 tahap, tahap 1 dimulai secara regional bulan April. Karena data Mimika terlambat dari pusat maka baru kami salurkan di akhir bulan Mei 2020. Ada 18 distrik di Mimika dan 6 diantaranya yang bisa dijangkau dengan jalan darat dan itu sudah kami bayarkan di Kantor Pos,"kata Ronald.

Sedangkan, untuk 12 distrik yang diserahkan siang tadi pertimbangannya karena faktor keamanan, cuaca dan biaya sehingga diusulkan ke pusat bahwa agar diberikan kelonggaran sehingga penyalurannya langsung untuk 3 tahap.

Agar diketahui, realisasi BST tahun 2020 Mimika untuk tahap 1 bagi 6.766 KPM, jumlahnya Rp. 4.059.600.000. Sebanyak 6.739 KPM dengan besaran dana Rp4.043.400.000 telah dibayarkan sementara sisanya 27 KPM dengan jumlah Rp16.200.000.

Sementara tahap kedua alokasi untuk 6.766 KPM totalnya Rp4.059.600.000. Sebanyak 6.704 KPM telah disalurkan dengan jumlah Rp4.022.400. 000 sementara sisanya 62 KPM dengan jumlah Rp.37.200.000.

Tahap ketiga dengan alokasi 6.766 KPM totalnya Rp4.057.200.000. Dana ini sudah direalisasikan ke 6.633 KPM dengan besaran Rp3.979.800.000. Sisanya 129 KPM dengan jumlah Rp77.400.000.

"Yang sisa ini kemungkinan sudah pindah atau kita tidak tahu keberadaannya sehingga tidak bisa dicairkan,"ungkapnya.

Asisten III Julianus Sasarari dalam sambutannya mengatakan, dampak covid 19 secara nyata sangat mengganggu aktifitas ekonomi dan aktifitas usaha bagi perekonomian di Indonesia dan dunia.

Untuk melakukan penyelematan atas kondisi pertumbuhan ekonomi, pemerintah mengambil kebijakan jaringan sosial dengan memberikan beberapa bantuan sosial.

"BST bersumber dari Kementerian Sosial yang diberikan kepada masyarakat untuk membantu meringankan beban masyarakat dan menjaga daya hidup masyarakat," tuturnya.

Julianus mengatakan, keluarga yang menerima BST adalah keluarga yang selama ini tidak menerima bantuan sosial lainnya seperti PKH, BLT dan BNPT. Penerima bantuan-bantuan ini dikhususkan kepada keluarga yang dikategorikan kurang mampu.

"BST untuk Mimika sebanayak 8.459 penerima manfaat yang bersumber dari data terpadu kesejahteraan sosial pada Dinas Sosial sebanyak 3.159 orang dan usulan pemerintah 5.300 orang yang tersebar di 18 distrik di Mimika dengan nilai kontrak sebesar Rp600 ribu perbulan per kepala keluarga sehingga selama 3 bulan total bantuan yang diterima per keluarga Rp1.800.000," jelasnya. (Shanty)

Kota Timika Urutan Pertama Inflasi se-Indonesia

Statistik IHK Kota Timika

MIMIKA, BM

Badan Pusat Statistik (BPS) Mimika mencatat pada bulan Juli 2020, Kabupaten Mimika mengalami inflasi sebesar 1,45 persen atau terjadi penambahan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,42 pada Juni 2020 menjadi 106,95.

Hal tersebut berdasarkan hasil perhitungan yang didapatkan dari pemantauan dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar 2018=100 hasil SBH 2018.

Dari 90 kota IHK, 29 kota diantaranya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Timika dan inflasi terendah terjadi di Kota Pare-Pare yang mengalami inflasi hanya sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, ada 61 kota yang mengalami deflasi, dimana deflasi tertinggi terjadi pada Kota Manokwari sebesar -1,09 persen dan terendah adalah Kota Gunungsitoli sebesar -0,01 persen.

Kepada BeritaMimika di ruang kerjanya, Senin (3/7), Kepala BPS Mimika, Trisno L Tamanampo menjelaskan penyebab tingginya inflasi di Timika.

Ia mengatakan dari kelompok transportasi dimana IHKnya sebesar 108,40, tingkat inflasi 13,47 persen, tingkat inflasi tahun kalendernya sebesar -5,58 persen, tingkat inflasi dari tahun ke tahun sebesar -5,59 persen dan andil inflasinya sebesar 1,03 persen. Andil ini yang paling terbesar dari 11 kelomlok pengeluaran yang dinilai.

"Sedangkan untuk kelompok makanan, minuman dan tembakau ada pada posisi kedua dengan andil 0,44 persen dan tingkat inflasi 0,96 persen. Dan posisi ketiga yakni kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran yang memiliki andil 0,07 dan tingkat inflasi sebesar 2,29 persen. Yang kita lihat itu andilnya yah,"tutur Trisno.

Lanjut Trisno, dari empat sub kelompok transportasi sebagai kelompok penyebab tingginya inflasi, sub kelompok jasa angkutan penumpang yang memberi sumbangan inflasi tertinggi yakni 32,47 persen dengan andil 1,03 persen. Kemudian pengoperasian peralatan transportasi pribadi sebesar 0,20 persen dengan andil 0,01 persen.

"Kalau sub kelompok pembelian kendaraan dan jasa pengiriman barang masih belum. Tapi dari kelompok transportasi ini sub kelompok jasa angkutan penumpang yang paling tinggi. Dalam hal ini harga tiket pesawat,"ungkapnya. (Shanty)

Kampung Terkena Longsor di Distrik Tembagapura Terima Bantuan Sembako Dari Pemda dan DPRD


Bantuan disentralkan di Kampung Baluni

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyalurkan bantuan sembako ke kampung-kampung di Distrik Tembagapura yang mengalami musibah tanah longsor.

Bantuan sembako dan obat-obatan ini ditujukan kepada masyarakat Kampung Jagamin, Baluni, Ainggogin, Amponi dan Beane serta beberapa kampung lainnya yang diangkut dengan tiga helikopter, Minggu (2/8).

Ketua DPRD Mimika, Robby K Omaleng di Bandara Lanud mengatakan, kondisi alam dan cuaca telah memungkinkan sehingga bantuan bisa didistribusikan hari ini.

“Berapa hari ini cuaca tidak bersahabat. Hari ini cerah sehingga bantuan dari DPRD dan pemerintah daerah melalui BPBD sudah bisa terdistribusi dengan helikopter," ujarnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Mimika, Sem Naroba yang membawa bantuan tersebut mengatakan bantuan telah didistribusikan ke kampung-kampung yan terkena bencana alam. Ia juga mengatakan situasi di sana perlahan sudah kembali normal.

“Saya baru saja mengantar bantuan langsung ke Kampung Baluni bersama Kepala Distrik Tembagapura dan beberapa kepala kampung. Kondisi saat ini, masyarakat sudah kembali ke kampung karena waktu kejadian mereka mengungsi ke area ketinggian," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Jawame mengaku bantuan sudah diterima warga usai perayaan ibadah hari minggu dan disentralkan di Kampung Baluni. Selanjutnya akan didistribusikan ke kampung lainnya yang terkena longsor.

"Saya tadi bersama sekretaris BPBD dan beberapa kepala kampung tiba di Kampung Baluni dan menyerahkan secara langsung bantuan sembako. Warga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan DPRD yang telah memberikan bantuan sembako ke mereka,” ungkapnya.

Thobias Jayame mengakui, tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini namun sejumlah bangunan rumah dan jembatan gantung rusak. Warga yang beberapa hari ini berlindung ke dataran tinggi juga telah kembali ke kampung masing-masing.

“Ada 8 rumah dan 6 jembatan yang rusak serta satu sekolah miring karena bangunannya terkikis arus longsor. Saya sudah memastikan tidak ada korban jiwa. Volume hujan juga sudah turun sehingga kali atau sungai yang sebelumnya banjir kini mulai kering. Aliran air sungai juga sudah normal kembali. Kita berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini," ungkapnya. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top