Ekonomi dan Pembangunan

November, Kapal Pelni Tujuan Mimika Kembali Beroperasi

KM milik PT Pelni (Foto Google)

MIMIKA, BM

Selama pandemi Covid-19 atau telah 6 bulan kapal penumpang milik PT Pelni tidak beroperasi di Mimika.

Namun, diperkirakan kapal penumpang milik PT Pelni baru akan masuk ke Pelabuhan Pomako pada November mendatang.

"Prediksi kami itu November baru beroperasi karena masih ada pelabuhan di kota lain yang masih tutup," tutur Kepala Pelni Cabang Timika, Dadang Rukmana saat diwawancara di Kantor Pelni, Selasa (25/8).

Dadang mengatakan, selama ini kapal-kapal yang beroperasi hanyalah kapal yang mengangkut barang-barang logistik.

Walau kapal logistik beroperasi namun penerapan protokol kesehatan menjadi hal utama, diantaranya wajib dilakukan penyemprotan desinfektan secara rutin terhadap barang-barang bawaa yang masuk ke Mimika.

Jika telah kembali beroperasi, pihaknya akan memperhatikan penerapan protokol kesehatan seperti memeriksa suhu tubuh, penumpang yang hendak berangkat wajib rapid tes dan kapasitas penumpang juga tidak boleh mencapai 100 persen.

"Tidak beroperasinya kapal penumpang saat ini masih ada pelabuhan di wilayah Papua yang belum dibuka seperti Merauke. Sementara untuk kota tujuan lainnya yang biasa menjadi rute dari Timika seperti Tual, Dobo dan Kaimana sudah buka. Jadi, tinggal tunggu Merauke buka saja baru kapal penumpang beroperasi," kata Dadang.

Selain itu masih ada pelabuhan yang belum dibuka karena masih menunggu adanya ijin dari Pelni pusat untuk kembali beroperasi.

"Tapi sekarang sudah ada ijinnya karena kepal Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika sudah menyurat ke direktur Pelni untuk ijin layar. Jadi kita tinggal tunggu saja yang dari Merauke ini buka baru kita beroperasi,"ungkapnya.

Sementara itu, terkait KM Sabuk Nusantara yang masuk ke Pomako beberapa waktu lalu, menurutnya kapal ini bukanlah kapal penumpang yang selama ini melayani rute pelayaran ke Mimika. (Shanty)

Presiden Jokowi Luncurlan Banpres, 439 UKM di Mimika Terima Manfaatnya

Peluncuran secara  virtual di Rumah Kreatif Bank BRI Timika

MIMIKA, BM

Presiden Joko Widodo secara resmi meluncurkan program Banpres produktif secara virtual yang berlangsung di Istana Negara yang dihibahkan kepada 12 juta pelaku usaha yang diberikan secara bertahap.

Hal tersebut dilakukan mengingat pandemi Covid-19 ini pelaku Usaha Mikro Kecil (UKM) sangat merasakan dampaknya yang mana omzet dan laba mereka mengalami penurunan yang drastis.

Untuk tahap pertama ini ada 1 juta pelaku usaha yang sudah mendapatkannya senilai Rp2,4 juta per pelaku usaha yang disalurkan melalui dua bank Himbara yakni BRI dan BNI di seluruh Indonesia.

Khusus untuk peluncuran yang diikuti oleh Bank BRI Kantor Cabang Timika, di hadiri oleh beberapa perwakilan pelaku UKM dari 439 yang sudah terdaftar untuk tahap pertama serta dihadiri juga Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Ida Wahyuni dan Kepala Dinas Sosial, Petrus Yumte.

Pelaku usaha, Kadiskop dan UKM, Kadinsos menyaksikan peluncuran secara virtual di Rumah Kreatif BRI, Senin (24/8).

Dalam peluncuran secara virtual tersebut, Presiden Jokowi mengatakan sangat paham dengan kondisi seluruh pelaku usaha mikro kecil saat ini.

Namun hal ini tidak hanya dialami oleh pelaku UKM saja tetapi hampir semua pelaku usaha termasuk pengusaha di Indonesia dan juga semua negara lainnya.

“Kita patut bersyukur karena fakta lapangannya kita masih bisa berjualan meskipun turun,” kata Jokowi.

Dikatakan, saat ini pemerintah sedang berusaha mengendalikan Covid-19 dan terus mengusahakan membuat vaksinnya. Kalau vaksinasi sudah dilakukan, diharapkan semua kembali normal sehingga omzet pun dapat kembali normal.

Jokowi menjelaskan, program baru ini merupakan bantuan tambahan modal yang dihibahkan, bukan pinjaman sehingga sangat diharapkan bantuan ini benar-benar digunakan untuk menambah barang-barang dagangan, bukan untuk hal lain.

“Saya harap Banpres ini betul-betul digunakan untuk kebutuhan usahanya, dalam melakukan usaha juga mohon terus melakukan protokol kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan BRI Cabang Timika, Sukarno mengatakan peran BRI dalam peluncuran Banpres Produktif UKM hanya sebagai penyalur dimana dana tersebut sudah masuk ke rekening nasabah UKM yang terdaftar.

Lanjutnya, mekanisme pencairannya yakni nasabah bisa langsung datang ke kantor BRI setelah sudah menandatangi surat pernyataan agar bank bisa membuka rekening blokir yang sudah terisi saldo Rp2,4 juta, dana ini hanya diberikan satu kali saja.

“Jadi data yang kami gunakan ini adalah data yang diusulkan dari Dinas Koperasi dan UKM sebagai instansi yang berhak. 439 nasabah UKM ini masih bisa bertambah seperti yang dijelaskn Pak Presiden tadi bahwa masih ada kesempatan karena yang akan dijangkau yakni 12 juta pelaku usaha,” jelasnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Ida Wahyuni mengatakan program ini sangat membantu pelaku usaha mikro yang ada di Kabupaten Mimika.

Ida mengatakan, masih membuka peluang bagi pelaku usaha mikro lainnya untuk terdaftar.

"Untuk mekanismenya adalah pelaku usaha yang memang benar-benar terdampak Covid-19 yang dilihat dari jumlah omzet dan labanya,"ungkapnya. (Shanty)

Disperindag Kembalikan Pedagang Ikan ke Pasar Sentral

Kadisperindag Michael Gomar saat menata para pedagang di Pasar Sentral

MIMIKA, BM

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, sejak dipimpin Michael R Gomar, terus melakukan sejumlah terobosan dan inovasi dalam menata kembali keberadaan dan kegunaan Pasar Sentral.

Para pedagang ikan yang selama ini berjualan di luar seperti di Pasar Gorong-gorong dan ex Pasar Swadaya, telah dikembalikan ke Pasar Sentral. Mereka telah ditata dan diminta mengisi lapak-lapak yang telah disediakan di Pasar Sentral.

Pemindahan kembali pedagang ikan, Kamis (20/8) berjalan dengan baik. 16 pedagang ikan kembali mengisi lapak yang telah lama ditinggalkan dengan mengisi 3 blok yakni Blok A, B dan C.

Pemindahan para pedagang ke lapak ini dipimpin langsung Kepala Disperindag, Michael R Gomar didampingi tim terpadu dari pihak kemanan yakni kepolisian, Satpol PP dan kemanan pasar.

Masing-masing lapak diberi nomor dengan nama pedagang yang disertai dengan Nomor Induk KTP (NIK).

Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya sewa-menyewa dan jual beli lapak serta menghindari pedagang yang memiliki lebih dari satu lapak.

Pasalnya, berdasarkan pendataan yang dilakukan disperindag beberapa waktu lalu, ditemukan banyak pedagang yang menyewakan dan menjual lapaknya. Bahkan ada yang memiliki lebih dari 1 lapak.

Dengan adanya temuan ini maka disperindag akan memberi sanksi tegas kepada pedagang yang ketahuan melakukan hal ini dengan mengambil kembali lapak mereka dan memberikannya kepada pedagang yang memiliki keinginan dan tujuan serius untuk berjualan.

Kata Gomar, pemerintah memiliki hak untuk mengambil kembali lapak yang sebelumnya hanya dipinjam pakai kepada pedagang. Semua sarana dan prasarana yang ada di Pasar Sentral adalah milik pemerintah.

"Saya berharap setelah ini tidak ada lagi pedagang yang melanggar. Penataan pasar ini dilakukan untuk kebaikan karena pedagang, pembeli dan pemerintah harus sama-sama mendapatkan kenyamanan. Dan untuk fasilitas yang kurang termasuk lampu, ke depan akan kita benahi sehingga pembeli bisa nyaman saat berbelanja," kata Gomar.

Diakuinya, masih ada sebagian pedagang yang hingga kini masih berjualan di Pasar Gorong-Gorong dan Pasar Lama, padahal mereka pun telah memiliki lapak di Pasar Sentral, namun satu dan lain hal, mereka tidak menempatinya.

Oleh sebab itu, pihaknya tengah berusaha melakukan pendataan kembali para pedagang yang mempunyai lapak maupun yang belum di Pasar Sentral.

Bagi pedagang yang terdata namun belum memiliki lapak di Pasar Sentral akan disiapkan oleh dsperindag karena jumlah lapak dan meja Pasar Sentral masih banyak kosong.

Dalam waktu dekat semua pedagang di Pasar Gorong-Gorong dan Pasar Lama baik pedagang ikan, bumbu dapur, daging dan semuanya akan direlokasi ke Pasar Sentral.

Namun sebelumnya, tim terpadu terlebih dahulu akan melakukan rapat internal untuk mempersiapkan langkah-langkah penataan pasar.

"Jumlah semua pedagang yang telah kami data yakni sekitar 2.000-an pedagang yang sudah menetap di Pasar Sentral. Jumlah ini belum termasuk pedagang yang ada di Pasar Gorong-Gorong dan Pasar Lama, namun perlahan mereka yang ada di sana akan berkumpul di pasar sentral,"tegasnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top