Ekonomi dan Pembangunan

Uang Baru Pecahan Rp 75 Ribu Mulai Diedarkan, Di Timika Belum Ada Stoknya

Karyadwina Ukar, Kepala Cabang Bank Mandiri Timika

MIMIKA, BM

Uang baru pecahan Rp75 ribu telah resmi diluncurkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur BI Perry Waijo secara virtual, Senin (17/8), sebagai hadiah di perayaan HUT RI  ke-75 tahun dan telah diedarkan di beberapa kabupaten dan kota.

Namun kepada BeritaMimika, Bank Mandiri Cabang Timika belum memiliki stok uang pecahan baru tersebut.

"Kami sudah menanyakan ketersediaan uang baru tersebut ke BI Jayapura, namun belum ada info apakah nanti Timika akan dapat atau tidak. Apa lagi sekarang ini sudah banyak masyarakat yang mulai menanyakannya," tutur Kepala Cabang Bank Mandiri Timika, Karyadwina Ukar saat dihubungi, Selasa (18/8).

Ukar mengatakan, selain Bank Mandiri, uang pecahan Rp 75 ribu juga nantinya akan tersedia juga di 2 Bank BUMN lainnya seperti BRI, BNI, dan dua bank swasta yakni BCA dan CIMB Niaga.

Bank ini dipilih karena memiliki jaringan kantor cabang di seluruh Indonesia sehingga diharapkan penukaran dapat lebih luas dan merata.

“Semoga secepatnya ada tanggapan dari sana (BI Jayapura-red) sehingga kita juga di Timika bisa menggunakannya karena kelima bank ini semuanya ada di Timika juga jadi bagus dan juga kita bisa edarkan ke masyarakat. Sejak diluncurlan, masyarakat (nasabah) selalu bertanya sudah ada atau belum karena mereka juga penasaran," ungkapnya. (Shanty)

50-an UMKM Meriahkan Bazar Drive Thru Kuliner Nusantara

 Suasana bazar di Dinas Koperasi dan UKM Mimika

MIMIKA, BM

Sebanyak 50-an usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Mimika memeriahkan bazar Drive Thru Kuliner Nusantara yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM.

Kegiatan oleh Dinas Koperasi dan UKM ini dilaksanakan selama tiga hari sejak Senin (17/8) hingga Rabu (19/8) nanti.

Kegiatan ini dilangsungkan agar pelaku usaha juga dapat memperkenalkan prodaknya kepada masyarakat.

"Pelaku UMKM yang ikut 50 lebih, satu tenda ada 2 sampai 3 pedagang. Jadi sampel prodaknya sudah ada di situ, stoknya juga mereka siapkan di tempat terpisah," tutur Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Ida Wahyuni saat diwawancarai, Senin (17/8).

Ida mengatakan, hal mendasar yang membuat instansinya berinisiatif melaksanakan kegiatan ini karena momentun 17 Agustus dan juga karena kondisi pandemi covid-19.

Di tengah badai covid ini, daya beli masyarakat rendah sehingga tingkat penjualan pun menurun drastis.

"Harapan kami melalui kegiatan bazar ini, kami dinas dapat membantu mempromosikan prodak pelaku UKM dan wirausaha pemula. Jika ada ketertarikan biasanya akan berlanjut dengan komunikasi,” jelasnya.

Di bazar ini harga barang yang dijual beragam dan terjangkau mulai dari Rp15 ribu. Harga yang ditawarkan relatif dan mudah dijangkau masyarakat.

Beberapa jenis makanan yang dijual di bazar ini mulai dari makanan khas Papua seperti ulat sagu dan cake sagu. Selain itu ada camilan aneka ras, makanan khas Gorontalo dan Banyumas serta anek makanan halal lainnya.

“Semua jenis barang yang dijual terutama makanan sudah dalam bentuk kemasan jadi masyarakat beli bisa langsung balik. Harga-harga juga sudah ditulis,” ungkapnya.

“Harapan kami para pelaku UMKM dan wirausaha dapat bertahan, mengambil peluang dari kesempatan ini,” lanjutnya. (Shanty)

Rumah Bernyanyi Kemungkinan Dibuka Usai New Normal Jilid III

Kadis Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Selama dua minggu ini, Kelompok Kerja (Pokja) yang dibentuk untuk membantu Tim Gugus Tugas Covid-19 akan melakukan pengawasan protokol kesehatan dan lawatan ke sejumlah tempat usaha seperti Rumah Bernyanyi dan Tempat Hiburan Malam.

Mereka akan melihat kesiapan sektor ekonomi-melakukan protokol kesehatan. Hasil kunjungan selama dua minggu ini  akan dilaporkan kepada Tim Gugus Tugas terutama bupati dan wakil bupati.

Jika penerapan protokol kesehatan sesuai dengan SOP maka tempat-tempat usaha ini akan kembali dibuka.

Kepada BeritaMimika, Reynold Ubra mengatakan salah satu tempat usaha yang kemungkinan dibuka usai New Normal Jilid III setelah 16 Agustus nanti adalah Rumah Bernyanyi.

"Kemungkinan besar akan dibuka dan saya pikir layak tapi tetap lagi tergantung keputusan bupati. Penerapan protoko kesehatan di rumah bernyanyi dari masuk sampai ke room sudah dilakukan. Ada juga tempat cuci tangan, jaga jarak dalam room hingga cover mike juga sudah mereka siapkan," ungkapnya.

Hanya saja yang harus diperhatikan secara ketat oleh pemilik rumah bernyanyi adalah pengunjung hingga petugasnya wajib gunakan masker, kecuali saat pengunjung bernyanyi.

"Kami sudah ingatkan hal ini kepada pemilik maupun karyawan. Yang terpenting juga masalah sirkulasi udara dan ventilasinya karena dalam satu ruangan tidak boleh lebih dari 30 menit. Selain itu mungkin waktunya tidak boleh lebih dari satu jam. Masalah sirkulasi udara juga jadi kendala untuk tempat hiburan malam. Semua keadaan ini akan kita laporkan dan akan diputuskan oleh bupati sebagai ketua tim gugus," jelasnya. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top