Ekonomi dan Pembangunan

Polres Mimika Beri Bantuan Bama Dan Vitamin untuk Warga Kampung Iwaka

Ketua Bhayangkari Ny Metta Era Adhinata memberikan bantuan secara simbolis ke warga Iwaka


MIMIKA, BM

Kepolisian Resort (Polres) Mimika bersama Pengurus Cabang Bhayangkari Mimika menyalurkan bantuan bahan makanan (bama) dan vitamin kepada masyarakat yang terkena dampak banjir di Kampung Iwaka, Kamis (30/7).

Sebelum ke Iwaka, Kapolres Mimika AKBP I.G.G Era Adhinata didampingi Ketua Bhayangkari Ny. Metta Era Adhinata dan Kabag Ops AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan terlebih dahulu mengunjungi Jalan Trans Nabire.

Di Jalan Trans Nabire tepatnya di kali pindah-pindah Kapolres Era melihat kondisi jalan yang terputus akibat banjir beberapa hari lalu. Kondisi jalan terputus 150 meter sehingga menyebabkan akses ke areal PT Pal terputus.

Selain terputus, beberapa ruas jalan di sekitarnya juga dalam kondisi rusak dan memprihatinkan. Diperkirakan jika banjir kembali terjadi maka sebagian jalan akan kembali terputus.

Kepada media, Kapolres Era mengatakan ia datang untuk melihat langsung kondisi tersebut. Akan ada upaya Polres Mimika untuk menyikapi persoalan ini secara teknis.

"Jalan terputus ini buat masyarakat beberapa kampung di sana sangat membutuhkan bantuan bahan makanan. Saya sudah lihat dan tahu apa kendalanya. Kami akan berdiskusi tentang keadaan ini sehingga segera dicarikan jalan keluarnya karena jangan sampai warga kita di sana kelaparan dan kesehatan mereka terganggu makanya di sini harus segera dibuatkan jalan darurat," jelasnya.

Setelah sempat berdiskusi dengan warga sekitar di lokasi ini, Kapolres Era dan rombongan kemudian meninggalkan Jalan Trans Nabire menuju Kampung Iwaka.

Di Balai Kampung Iwaka, kapolres, ketua bhayangkari dan kabag ops bertemu warga dan menyerahkan sejumlah bahan makanan dan vitamin kepada warga.

Kapolres Era saat melihat lokasi jalan yang terputus

Kepada warga Iwaka Kapolres Era menyampaikan turut prihatin atas bencana alam yang menimpa kampung ini. Ia meminta maaf baru sempat datang karena ada kunjungan pimpinan dan kedukaan yang dialami Polres Mimika.

"Ini musibah alam, kita berdoa agar cepat selesai. Kita harus selalu bersyukur karena masih banyak yang lebih parah dari kita di tempat dan daerah lain. Ini merupakan cobaan. Saya bersama Ibu-ibu Bhayangkari dan polwan datang mau lihat kondisi di sini," ujarnya.

"Saya secara pribadi cukup prihatin. Sebagai kapolres, saya berharap situasi tetap aman dan yang terkena musibah selalu terpenuhi kebutuhannya karena keamanan tidak hanya tentang masalah kriminalitas," jelasnya.

Ia berharap kejadian tahunan yang menimpa warga Kampung Iwaka ini segera mendapatkan respon dari pemerintah daerah sehingga tahun depan tidak terulang lagi kejadian serupa.

"Kita datang sekaligus membawa dokter sambil melihat apa yang perlu kami bantu secepatnya. Jangan sampai tahun berikutnya ada kejadian serupa lagi. Keadaan ini harus segera dicari jalan keluarnya. Sebagai forkompinfa kami akan sampaikan ke pemda semoga bisa terpenuhi sehingga masyarakat di sini hidup dengan nyaman," ujarnya.

Kepala Kampung Iwaka, Elesius Awiyuta sangat berterimakasih atas kunjungan kasih yang dilakukan kapolres Mimika bersama rombongan.

"Kedatangan kapolres dan rombongan sangat berarti bagi kami. Kami berharap apa yang kapolres lihat di sini, bisa diteruskan ke pemerintah daerah. Warga di sini butuh rumah gantung karena beberapa tahun ini kami selalu mengalami musibah yang sama. Kami sangat berterimakasih atas bantuan dan kepedulian yang ditunjukan Polres Mimika untuk masyarakat Iwaka," ungkapnya. (Ronald)

Petani Keluhkan Banyak Tanaman Rusak dan Mati

Sugi menunjukan kondisi tanaman cabenya

MIMIKA, BM

Salah satu kelompok masyarakat yang paling merasakan dampak dari tingginya curah hujan yang akhir-akhir ini terus melanda Mimika adalah para petani.

Bagimana tidak, banyak petani di Mimika mengalami gagal panen akibat tanaman mereka rusak dan mati karena tersapu genangan air.

Keadaan ini diakui mereka sangat berdampak pada penjualan dan pemasukan. Apalagi curah hujan tahun ini berlangsung cukup lama dan baru diperkirakan berakhir pada pertengahan hingga akhir Agustus nanti.

“Tanaman saya banyak yang rusak. Baik tomat, cabai, bawang hingga melon karena terbawa dan tergenang air," ujar Sugi, salah satu petani sayur-mayur di Hasanuddin, Selasa (28/7) kemarin.

Kepada BeritaMimika, Sugi menuturkan walau keadaan masih berlangsung seperti ini namun ia tetap bersyukur bahwa ada yang masih bisa di bawa ke pasar.

"Kita tidak bisa hindari ini karena keadaan alam. Walau hasilnya tidak memuaskan namun setidaknya ada sedikit yang bisa di jual ke pasar. Misalnya cabe, panen pertama kemarin 100 persen tapi panen kedua hanya bisa dapat 30 kilo saja karena sebagian rusak dan mati," ungkapnya.

Menurutnya, jika situasi ini berlangsung lama maka juga berdampak pada naiknya harga barang di pasar. Jika stok lokal di pasar berkurang maka rata-rata akan didatangkan dari luar daerah.

"Kami berharap ada perhatian dari dinas pertanian untuk kami, minimal ada solusi bagaimana untuk membantu kami melewati masa-masa ini. Terus terang semua petani sangat merasakan dampak ini. Ada petani yang masih bisa sedikit ambil hasil tapi ada yang tidak sama sekali," jelasnya. (Ronald)

Wow, Sarang Semut Buatan Mama-mama Ini Tembus Negara Perancis

Uwais, minuman sarang semut kreasi Mama-mama Papua

MIMIKA, BM

Cuaca dingin di Mimika seperti saat ini enaknya ditemani minuman yang hangat baik teh ataupun kopi.

Namun ada satu alternatif lain yang bisa menjadi pilihan masyarakat yakni minuman sarang semut. Minuman ini selain memberikan kehangatan juga mengobati penyakit.

Sarang semut kebanyakan di Mimika dapat kita jumpai di pasar Sentral hanya saja masih dalam bentuk parasit yang tertempel di pohon.

Adalah Mama Agustina Kamaroko atau sapaan akrabnya Mama Roki beserta tiga rekannya dari UKM Sarang Semut yang dibina Dinas Koperasi dan UKM Mimika mengolahnya menjadi minuman sarang semut dan diberi nama “UWAIS”. UKM ini sudah ada sejak 2001.

BeritaMimika berkesempatan berbincang-bincang dengan Mama Roki yang tengah menghidangkan minuman tersebut pada giat peresmian Gedung Baru Kantor Dinas Koperasi dan UKM di SP3 Jumat (24/7).

Mama Roki menjelaskan bahwa minuman ini memiliki manfaat dapat mengatasi berbagai penyakit seperti asam urat, rematik, darah tinggi, memulihkan stamina karena kecapaian, bahkan diakuinya dapat mengatasi tumor.

“Prosesnya sederhana, mama-mama petik parasit sarang semut dari pohon, lalu dikuliti dan dijemur sampai kering. Setelah itu diberi kemasan dan dipajang untuk dijual," ujarnya.

Anggota DPRD Tanzil Azharie saat menikmati Uwais

Mama Roki juga memberitahukan bagimana cara membuatnya. Sangat mudah, ambil empat atau lima keping kemudian dicuci, dimasukan dalam wajan kemudian direbus dengan empat air gelas hingga menyisahkan satu atau dua air gelas kemudian saring lalu diminum.

"Bisa dicampur telur ataupun kunyit. Tapi kalau yang ini sudah jadi,” jelasnya.

Ia menuturkan minuman sarang semut ini dijual dengan harga Rp20ribu hingga Rp100ribu.

“Mama sudah keliling Indonesia. Setiap kali pameran kami juara satu, dari Kabupaten Mimika. Minuman ini sudah dikirim keluar negeri seperti Perancis dan beberapa negara lain,” akunya.

Ia berharap ke depan Dinas Koperasi dan UKM Mimika dapat terus memberikan pembinaan agar mama-mama Papua dapat bersaing dengan daerah lainnya.

Dalam momen persemian gedung baru Dinas Koperasi dan UKM, BeritaMimika melihat mereka banyak didatangi warga yang hadir, satunya Anggota Komisi B DPRD Mimika Tanzil Azharie.

Kepada BeritaMimika Ia memberikan apresiasi kepada mama-mama dan Dinas Koperasi dan UKM Mimika karena menurutnya ini merupakan ide yang sangat cemerlang atau briliant.

“Setelah saya minum, sarang semut ini hangat. Diminum kedua kalinya cukup hangat dan diteguk ketiga kalinya makin hangat. Luar biasa Dinas koperasi memberdayakan UKM ini sangat brilian. Sebuah gagasan yang baik dan kami apresiasi dari komisi B. Tetap berkarya mama-mama memajukan potensi yang ada dari Kabupaten Mimika. Salut,” ujarnya. (Elfrida)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top