Oktober 2022 Inflasi Kota Timika 0,73 Persen, Ini Lima Komoditas Pendorong Tertinggi


Ilustrasi inflasi (Foto Google)

MIMIKA, BM

Badan Pusat Statistik Kabupaten Mimika mencatat bahwa inflasi di Kota Timika pada bulan Oktober 2022 sebesar 0,73 persen. Sementara inflasi tahun kalender sebesar 4,84 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 6,2 persen.

Hal itu disampaikan oleh Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Mimika, Barbara C. Barends melalui rilis berita resmi statistik yang diunggah pada kanal YouTube BPS Mimika (Official), Rabu (2/11/2022).

"Jika dilihat dari perbandingan tiga tahun terakhir untuk bulan Oktober, tahun 2020 terjadi inflasi sebesar 0,24 persen, tahun 2021 terjadi deflasi sebesar 0,13 persen, dan tahun 2022 terjadi inflasi sebesar 0,73 persen," ujar Barbara.

Lebih lanjut disebutkan bahwa ada lima komoditas pendukung yang memberikan sumbangan tertinggi terjadinya inflasi di Kota Timika, yakni bensin sebesar 0,5148 persen, beras sebesar 0,2375 persen, angkutan udara sebesar 0,1372 persen, pasir sebesar 0,0901 persen, dan rokok filter sebesar 0,048 persen.

"Sedangkan komoditas penyumbang tertinggi deflasi untuk bulan Oktober 2022, diantaranya minyak goreng sebesar -0,1775 persen, bawang merah sebesar -0,1489 persen, kangkung sebesar -0,1029 persen, air kemasan sebesar -0,0938 persen, dan ikan mumar sebesar -0,0701 persen," paparnya.

Adapun beberapa sumbangan kelompok pengeluaran terhadap inflasi, dimulai dari yang tertinggi yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,398 persen, kelompok transportasi sebesar 0,1852 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,1043 persen.

"Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran juga memberikan andil inflasi sebesar 0,0336 persen, kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga memberikan sebesar 0,0139 persen, dan kelompok rekreasi olahraga dan budaya sebesar 0,01 persen," terangnya.

Kemudian terdapat dua sumbangan kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi, yakni kelompok kesehatan sebesar -0,0125 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,0091 persen.

"Sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, dan kelompok pendidikan tidak memberikan andil terhadap inflasi maupun deflasi," pungkasnya. (Endy Langobelen)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top