Ekonomi dan Pembangunan

Dua UMKM Ini Akui Festival Pasar Imlek Gokil dan Dapat Acungan Jempol

Pemilik cafe 8:30 Coffee Desi Susanto bersama suami di stan miliknya

MIMIKA, BM

Desi Susanto Pemilik 8:30 Coffee menilai Festival Pasar Imlek dengan satu kata yakni Gokil!

Selama dua hari mengikuti even ini, Desi mengaku telah melampaui target penjualan bahkan dua kali lipat dari biasanya.

Hal ini diungkapkannya kepada BeritaMimika di sela-sela kegiatan pada Senin (16/2/2026).

“Acaranya seru. Ini pertama kali dan kebetulan ini even pertama cafe kami juga. Dari kemarin penjualan oke, orangnya ramai dan acaranya seru, untuk menarik orang datang kesini bagus,” katanya.

Ia berharap agar di Timika akan ada lebih banyak even seperti Festival Pasar Imlek karena selain acara yang dinilai bagus, peminat dan UMKM-nya juga bagus.

“Dari kemarin orangnya banyak yang datang jadi seru. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Mimika mereka keren. Kerja kerasnya ok mulai dari Technical Meeting dan responsif,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pak Armin dari UMKM Dapur Ayong.

“Iya, banyak pengunjung. Alhamdulilah. Dulu saya biasa di pasar kuliner sekarang buka online. Kalau hari Minggu buka di bandara,” katanya.

Dalam festival ini, pak Armin menyajikan kebab, sosis, bakso, kue dan minuman dingin.

“Yang banyak diminati itu sosis dan bakso. Festival ini sangat menunjang sekali dan membantu ekonomi. Harapannya kalau bisa tahun depan bisa seperti ini,” harapnya.

Pak Armin memberikan jempol atas terselenggaranya Festival Pasar Imlek

Dalam dua hari mengikuti even ini, pada hari pertama ia berhasil menjual 12 pak sosis dan bakso 9 kg. Sementara pada hari kedua berhasil menjual sosis sebanyak 7 pak dan bakso 6 kg.

“Saya ucapkan terimakasih banyak terutama istri saya karena memang turunan Tionghoa. Luar biasa kegiatan ini saya angkat jempol,” tandasnya.

Festival Pasar Imlek dilaksanakan selama tiga hari. Bupati Mimika Johannes Rettob membuka even ini pada Minggu (15/2/2026).

Pada hari kedua pelaksanaan hari ini nampak masyarakat banyak berdatangan untuk mengikuti even ini. Puluhan hadiah yang dibagikan juga membuat banyak warga ketiban hadiah Imlek.

Festival Pasar Imlek akan ditutup pada Selasa (17/2/2026) besok, tepat di Hari Raya Perayaan Imlek 2557 Kongzili.

Sementara itu, melihat tingginya animo masyarakat dan meningkatnya penerimaan UMKM, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Samuel Yogi juga mengharapkan hal yang sama seperti yang diharapkan para pelaku usaha.

Melalui sambungan telepon malam ini, Samuel Yogi berterimakasih atas terselenggaranya Festival Pasar Imlek 2026 oleh PSMTI.

Ia mengatakan tidak hanya pemerintah namun paguyuban juga berperan penting dalam membangun ekonomi masyarakat terutama para pelaku UMKM. Paguyuban adalah mitra pemerintah daerah dalam membangun negeri.

“Ini sangat positif, apalagi pak bupati sudah kasih atensi tentang ini. Terus terang kami sebagai OPD rumpun ekonomi sangat berterimakasih dan sama seperti harapan para pelaku usaha UMKM, tahun depan harus diadakan lagi namun di tempat lebih terbuka untuk bangkitkan UMKM di Mimika,” ungkapnya. (Elfrida Sijabat)

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Petugas Disnakeswan saat memeriksa keamanan pangan di pasar sentral

MIMIKA, BM

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika rutin melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pedagang daging ayam dan sapi, termasuk di Pasar Sentral Timika dan pedagang di Jalan Hasanudin, untuk memastikan produk yang dijual layak konsumsi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Jumat (19/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan menjamin kualitas dan keamanan pangan asal hewan bagi masyarakat. 

Kepala Disnakkeswan, dr. Sabelina Fitriani mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memastikan apakah daging sapi dan daging ayam yang dijual layak untuk dikonsumsi masyarakat.

“Kita harap menjelang Nataru, bahan-bahan dari produk peternakan ini bisa cukup,” kata Sabelina.

Selain mengecek keamanan pangan, pihaknya juga ingin memastikan stok yang dijual oleh para pedagang bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Karena kalau untuk ayam, dia tidak berlebih karena dari luar Mimika itu memang stoknya agak terbatas,” katanya.

Sabelina menjelaskan, untuk stok daging ayam saat ini sebanyak 270 ton, daging sapi kurang lebih sekitar 50 ton dan telur 15 ton per hari.

“Kami harap stok itu cukup. Walau memang ada kenaikan harga pada daging ayam, yang tadinya itu Rp40 per kilo sekarang itu sudah Rp45 ribu,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Foto Istimewa Nampak Kapolres Mimika saat ikut dalam panen raya jagung.

MIMIKA, BM

Polres Mimika melaksanakan panen raya jagung dilahan pertanian seluas 1 hektare yang berlokasi di Jalan Poros Lockpong, Kampung Naena Muktipura SP6, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Kamis (18/12/2025) lalu.

Dari luas lahan tersebut diperoleh hasil panen sebanyak kurang lebih 2 ton jagung. Kegiatan ini sebagai wujud mendukung program Swasembada Pangan serta guna mewujudkan visi bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas.

Kegiatan panen raya jagung ini dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, S.I.K, M.H, juga di hadiri oleh ketua Bhayangkari Cabang Mimika Ny. Almira Billy serta 50 orang tamu undangan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, instansi pemerintah daerah, serta perwakilan masyarakat tani.

Dalam sambutannya, Kapolres Mimika menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Kuala Kencana atas upaya maksimal dalam mengelola lahan pertanian jagung seluas 1 hektare.

Kapolres juga menekankan bahwa meskipun luas lahan terbatas, hasil panen tersebut merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Mimika.

Selain itu, Kapolres Mimika menegaskan pentingnya penyesuaian harga dan subsidi jagung di wilayah luar Pulau Jawa, mengingat tingginya biaya transportasi dan distribusi.

“Panen raya jagung ini dilaksanakan di lahan seluas 1 hektare. Dari lahan tersebut berhasil dipanen jagung dengan hasil kurang lebih sekitar 2 ton. Ini merupakan upaya maksimal yang telah dilakukan jajaran Polres Mimika bersama masyarakat tani di tengah tantangan kondisi cuaca di Timika,” ujar Kapolres.

Dengan melalui kegiatan ini, Polres Mimika menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan dan swasembada pangan, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. (Ignasius Istanto)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top