Ekonomi dan Pembangunan

Toko Tani Mama-Mama Papua Yang Dibangun Dengan Dana Otsus Dalam Dalam Waktu Dekat Dioperasikan

Toko Tani Mama-mama Papua yang telah rampung dibangun di samping Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Jalan Poros SP2-SP5, Timika

MIMIKA, BM

Pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan telah membangun gedung baru yang disebut Toko Tani untuk menampung penjulan dan pembelian hasil kebun mama-mama Papua.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika, Yulius Koga mengatakan bangunan seluas 7x10 meter ini telah rampubg dan dalam waktu dekat akan dioperasikan.

"Saat ini kami masih sosialisasi untuk kasih pemahaman dulu kepada Mama-mama agar nantinya dapat beroperasi dengan baik. Jadi nanti kami akan beli mereka punya hasil kebun dan dalam waktu dekat kita sudah buka," ujarnya saat ditemui Jumat (5/8/2022).

Yulius mengatakan, Toko Tani ini diharapkan juga untuk menjadi penyeimbang harga pasar karena harga yang ditawarkan tidak akan mahal.

"Harga akan lebih murah dari harga pasar karena dalam setahun kita sediakan uang sebesar Rp 500 juta untuk mensubsidi komoditas yang dibeli dari mama-mama Papua," jelas Yulius.

"Kalau uang itu sudah habis sebelum satu tahun, maka harga jual komoditasnya akan kita normalkan kembali sesuai dengan harga umum," imbuhnya.

Yulius menyebutkan, komoditas yang nantinya akan dibeli dari hasil kebun nama-mama Papua yakni sayur-sayuran, singkong, betatas, telur, daging, dan sebagainya.

Untuk diketahui, Toko Tani ini dibangun dengan menggunakan dana Otonomi khusus sebesar Rp 700-an juta.

"Program ini ke depan akan terus kita kembangkan agar Mama-mama Papua lebih merasakan lagi manfaatnya," pungkasnya. (Ade)

Wabub John Launching Papuan Bright Program, Dari 600 Orang Hanya 14 Yang Terpilih

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob saat memasangkan helm kepada salah satu peserta

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob secara resmi telah melaunching Batch Pertama Papuan Bright Program.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Yonif 754 Timika, Jumat (05/08/2022). Turut hadir dalam kegiatan ini, Danyon 754, Letkol Inf. Sriyono, Direktur Beauty School, Hamdan Aziz, dan Site Manager, Tito Hayyu.

"Atas nama Pemerintah Daerah kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Beauty School. Pemerintah berikan apresiasi luar biasa karena telah memilih Timika menjadi salah satu titik dari 20 titik yang ada di Indonesia," ujar Wabup John Rettob dengan bangga di awal sambutannya.

Menurutnya, kehadiran Beauty School bukan hanya sekedar menjual peralatan ataupun melaksanakan bisnis, namun juga berpartisipasi meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Mimika.

"Mereka mau membantu pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia. Terima kasih saya ucapkan juga kepada komandan 754 yang memberikan tempat dan juga membina dan mendidik anak-anak kita," Ujarnya.

Wabup berharap para peserta terpilih dapat menggunakan kesempatan ini dengan baik, yaitu dengan belajar menyerap ilmu sebaik mungkin sehingga dapat berguna bagi masa depan mereka.

"Untuk anak-anakku, kalian harus bersyukur karena dari 600 orang, kalian 14 orang yang terpilih. Ini sangat luar biasa, tidak semua orang dapat kesempatan ini. Bapak harap ikuti semua pendidikan dengan baik, mulai dari awal, mulai masuk sampai selesai," ujarnya berpesan.

Wabup John juga berpesan agar selama mengikuti pendidikan anak-anak juga diberikan penguatan tentang ketahanan mental, etika dan disiplin karena hal ini akan menjadi tuntutan dalam dunia kerja.

"Kepada United Tractor, Beauty School sekali lagi, kami titip anak-anak kami. Ke depan pendidikan ini akan terus maju, terus jalan dan ini merupakan yang pertama. Ke depan ada lagi yang kedua, ketiga dan seterusnya," ungkapnya.

Ia berharap program peningkatan skil kecakapan hidup itu juga dapat bersinergi dengan program pemerintah sehingga hasilnya lebih maksimal.

"Saya berharap juga untuk pendidikan-pendidikan seperti ini, secara khusus Beauty School, agar ke depan lebih berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja, agar semua proses dapat berjalan dengan baik," harapnya.

Site Manager, Tito Hayyu, mengatakan United Tractors sebagai salah satu anak perusahaan dari Astra, memiliki cita-cita bermanfaat bagi bangsa dan negara termasuk di Kabupaten Mimika.

Menurutnya, kehadiran Beauty School guna menjawab tantangan di dunia kerja, dimana pihaknya berupaya untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkompeten dan memperbaiki kompetensi, khususnya di alat berat.

"Saya sangat bangga terhadap adik-adik 14 orang yang lolos karena yang mendaftar sebanyak 600 dan yang lolos seleksi 14 yang saat ini ada bersama kita," ucapnya.

Sementara itu Direktur Beauty School, Hamdan Aziz, pada tamu undangan mengungkapkan ia merasa senang dan bahagia bisa menjadi bagian dalam membantu mengarahkan masa depan generasi Mimika.

"Konsentrasi kami saat ini di pelatihan alat berat. Alhamdulillah, kita sampai saat ini sudah hampir meluluskan kurang lebih 27 ribu siswa. Saya sangat bersyukur sekali, ini adalah penambahan titik yang ke-20 setelah kami beroperasi di 19 titik," jelasnya.

Ke depan, tambah Hamdan anak-anak ini dapat berkompetisi di bidang alat berat sehingga bisa berkarya di tanah kelahiran Papua untuk membangun dan mengembangkan daerah mereka.

"Masuk di sini semuanya kami tanggung, jadi jangan khawatir. Mulai dari masuk sampai nanti bekerja, fasilitas yang kami sediakan mulai dari baju sekolahnya, perlengkapan sepatunya, semuanya kami yang tanggung," Kata Hamdan.

Danyon 754 Letkol Inf. Sriyono, juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada satuannya untuk mengikuti pelatihan selama 10 hari.

"Selama mereka di sini kita akan didik mental, fisik dan kedisiplinan. Mulai dari mengatur waktu dan tanggung jawab pribadi sehingga ketika masuk dalam dunia kerja mereka sudah siap dan disiplin," ungkapnya. (Shanty)

Kepala BPS Ungkap Penyebab Mengapa Data Instansinya dan Pemerintah Daerah Selalu Berbeda

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Mimika, Ouceu Satyadipura

MIMIKA, BM

Sudah bukan hal baru jika publik mengetahui bahwa selalu ada perbedaan data yang disajikan oleh Badan Pusat Statistik dan Pemda Mimika dalam penyajian data yang mereka rilis.

Perbedaan tersebut jelas sangat berpengaruh terhdap penilaian indeks kemajuan daerah secara keseluruhan. Tidak heran jika rilis yang dikeluarkan BPS selalu mendapat sorotan oleh Pemda Mimika selama beberapa tahun terakhir.

Pasalnya, Jika ada perbedaan data apalagi terjadi secara signifikan maka akan sangat berdampak pada penyelengaraan program pemerintah, termasuk berpengaruh terhadap kebijakan pusat ke daerah.

Terkait hal ini, agar tidak terjadi salah persepsi dalam opini publik, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Mimika, Ouceu Satyadipura memberikan penjelasan.

Ia mengungkapkan penyebab terjadinya perbedaan antara data yang ada di BPS dengan data yang ada di pemerintah.

Ouceu menyampaikan perbedaan data itu kerap kali terjadi karena konsep dan metodologi yang dipakai oleh BPS berbeda dengan Pemerintah.

"BPS selalu memakai konsep dan metodologi yang bisa dibandingkan secara Internasional sehingga bisa apple to apple bila dibandingkan antara Indonesia dengan negara lainnya. Jadi, kita memakai standarnya PBB," ujar Ouceu di Hotel Grand Tembaga, Selasa (2/8/2022).

Ouceu memberikan contoh seperti data penduduk, BPS menggunakan de jure de facto yakni secara hukum penduduk itu ada dimana, secara fakta ada dimana, itulah yang dihitung sebagai jumlah penduduk.

"Tetapi di Dukcapil mengikuti angka registrasi, angka yang terdaftar di KK dan KTP. Makanya pasti ada perbedaan," jelasnya.

Kendati demikian, Ouceu mengatakan bahwa saat ini pihaknya dengan pemerintah sedang berupaya untuk menyamakan persepsi melalui satu data Indonesia.

"Contohnya, penduduk itu setelah sensus penduduk 2020, BPS tidak lagi mengeluarkan angka baru, tetapi memperkuat angka registrasi itu. Jadi kita ambil dulu angka registrasi dari Dirjen Dukcapil. Kita verifikasi ke lapangan. Setelah itu kita masukan ulang lagi ke Dukcapil wilayah masing-masing. Nah itu dipastikan datanya hampir tidak ada perbedaan," kata Ouceu.

Kalau pun ada perbedaan sedikit, lanjut Ouceu, menurutnya itu hal yang wajar karena petugas BPS hanya mendata sampai dengan akhir bulan Juni.

"Setelah petugas kembali, tentunya ada yang lahir, ada yang meninggal sehingga pasti ada perbedaan. Sementara Dukcapil, dari data dasar itu dia akan terus update setiap bulan. Tetapi intinya perbedaan itu sudah menipis dan masih masuk akal," terangnya.

Selain data penduduk, Ouceu menyampaikam bahwa Satu Data Indonesia pun akan mencakup seluruh data.

"Tetapi tentunya itu semua tidak semudah membalikkan telapak tangan. Artinya kita akan berusaha melalui Perda yang akan kita keluarkan yaitu Perda tentang Satu Data Indonesia di Kabupaten Mimika," katanya.

"Kemudian kita melakukan aksi nyatanya, seperti yang pertama pembentukan forum data. Kemudian pelaksanaan dari Perda itu sendiri tentang wali data. Nanti ke depan mudah-mudahan tidak ada lagi dualisme atau tigalisme data, tapi semua akan berpadu menjadi satu data, satu data Mimika," pungkasnya. (Ade)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top