Ekonomi dan Pembangunan

PELNI Mimika Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen untuk Lebaran 2026

Kepala Cabang Pelni Timika, Sigit Sujatmoko

MIMIKA, BM

PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero mengadakan program stimulus ekonomi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Dalam program ini, PELNI memberikan diskon tiket kapal laut sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi.

Saat ini diskon tersebut sudah mulai berlaku untuk pembelian tiket dan diperuntukkan bagi keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026.

"Program stimulus 30 persen itu dari harga pokoknya tiket atau di luar pass penumpang sama asuransi," kata Kepala Cabang Pelni Timika, Sigit Sujatmoko, SE saat ditemui, Jumat (13/2/2026) kemarin.

Sigit mengatakan, program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan tiket dengan harga lebih terjangkau sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah.

"Misalkan sebelum tanggal 5 April itu habis tiketnya atau progam stimulus maka harga tiket akan kembali normal. Tiket ini sudah bisa dipesan dari sekarang," tutur Sigit.

Oleh sebab itu, dihimbau kepada masyarakat yang ingin menikmati stimulus ini maka buru-buru dipesan agar dapat kebagian promo harga tiket 30 persen tersebut.

Untuk diketahui, Pelni Timika memiliki 3 jenis kapal yakni Kapal Leuser, Sirimau dan Kapal Tatamailau.

"Untuk kapal Leuser itu terakhir tanggal 24 Februari. Tapi jangan khawatir kita ada kapal Sirimau dan Tatamailau juga yang bisa melayani mudik," ujarnya.

Namun, kata Sigit, saat ini kapal Tatamailau sedang melaksanakan docking rutin tahunan untuk prima layanan kepada masyarakat. Nanti untuk jadwal terbaru akan segera diinfokan setelah jadwal dari Kantor Pusat keluar.

Sementara estimasi kapal Tatamailau akan hadir di tanggal 6 Maret dan 11 Maret dan Kapal Sirimau tanggal 19 Maret.

"Jadi, untuk masyarakat yang akan menggunakan jasa transportasi laut untuk pulang mudik lebaran bersama keluarga di kampung halaman dapat memilih dua alternatif itu, sehingga tidak perlu lagi berdesak-desakkan atau memilih satu kapal," ungkapnya. (Shanty Sang)

Wabup Kemong : Gerakan Pangan Murah Merupakan Langkah Strategis Pemda Kendalikan Inflasi


Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong saat meninjau langsung pasar murah

MIMIKA, BM

Dalam rangka melakukan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjelang Ramadan, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM)

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Graha Eme Neme Yauware, Jumat (13/2/2026), dibuka oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong.

Wakil Bupati dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Badan Pangan Nasional dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

Hal ini dilakukan karena biasanya terjadi peningkatan permintaan bahan pokok yang berdampak pada kenaikan harga di pasaran.

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan tetap terjaga.

"Pangan merupakan kebutuhan dasar dan hak setiap warga negara. Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga keterjangkauan, distribusi yang merata, serta stabilitas harga," kata Wabup Kemong.

Oleh karena itu, kata Wabup gerakan pangan murah ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah serta meringankan beban masyarakat, khususnya bagi keluarga dengan penghasilan rendah.

"Saya memberikan apresiasi kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika yang telah berkoordinasi dengan berbagai pihak sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.

Wabup juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh distributor, pelaku usaha, serta stakeholder yang telah mendukung penyediaan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Kita semua memahami bahwa menjelang hari-hari besar keagamaan, kebutuhan masyarakat meningkat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk kegiatan sosial dan keagamaan," katanya.

Oleh sebab itu, melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga yang signifikan.

Diharapkan, agar kegiatan gerakan pangan murah ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga dan distribusi bahan pokok di pasar-pasar tradisional maupun modern, serta mengambil langkah cepat apabila terjadi gejolak harga yang tidak wajar.

"Saya juga mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja, tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying), serta mendukung produk-produk lokal dengan memperkuat produksi dan konsumsi pangan lokal, kita turut memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku usaha lokal di Kabupaten Mimika,"tutur Emanuel.

Menurutnya, stabilitas pangan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

"Oleh karena itu, mari kita bergandengan tangan, menjaga situasi tetap kondusif, serta bersama-sama membangun Kabupaten Mimika yang mandiri, sejahtera, dan berkeadilan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Yulius Koga mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang setiap tahunnya dilaksanakan untuk hari-hari besar keagamaan.

"Gerakan pangan murah ini adalah program strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan nasional yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok. Harga yang dijual pun adalah harga subsidi dari pemerintah," pungkasnya. (Shanty Sang)

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24 Jam

Apel siaga PLN UP3 Timika

MIMIKA, BM


PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika, Kabupaten Mimika, menyatakan kesiapan penuh dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan guna mengantisipasi lonjakan konsumsi daya selama periode perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kesiapan dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika sudah mulai berlangsung dari tanggal 15 Desember 2025 sampai 5 Januari 2026.

Langkah ini juga dilakukan sebagai bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkesinambungan bagi seluruh pelanggan.

Manager PLN UP3 Timika, Parmonangan Andreas Sitorus menyampaikan, PLN telah menerapkan pengamanan berlapis untuk memastikan keandalan pasokan listrik di wilayah Mimika dan daerah pelayanan sekitarnya.

“Serangkaian pemeliharaan dan inspeksi jaringan, dilakukan secara intensif sebagai langkah preventif menghadapi kondisi cuaca ekstrem pada penghujung tahun,” kata Andreas dalam Press Conference, Selasa (23/12/2025).

Andreas mengatakan, PLN mengedepankan kesiapan sistem dan respons cepat dalam memberikan layanan kepada masyarakat selama periode Nataru.

Seluruh personel dan infrastruktur telah berada dalam status siaga dan waspada, termasuk penguatan jaringan, ketersediaan material cadangan, dan penyiapan regu piket gangguan selama 24 jam.

“Kami UP3 Timika menyiapkan setidaknya 126 Personil siaga yang terdiri dari Pegawai PLN dan Pegawai Tenaga Alih Daya, Kendaraan Operasional sebanyak 13 Unit terdiri dari Motor dan Mobil serta 16 Unit Peralatan Backup Kelistrikan Seperti Genset, UGB, UKB dan UPS yang tersebar di seluruh Unit Layanan di UP3 Timika guna mendukung pengamanan Pasokan Listrik yang handal dan kontinyu,”ujarnya.

Selain pengamanan dari sisi operasi, PLN UP3 Timika berharap pentingnya kontribusi masyarakat untuk menjaga keselamatan instalasi kelistrikan.

“Apabila terjadi keadaan force majure, sebisa mungkin melaporkan adanya potensi bahaya listrik kepada petugas PLN melalui aplikasi PLN Mobile maupun Call Center 123 untuk menghindari terjadinya kecelakaan akibat listrik yang diakibatkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, ataupun kabel listrik yang terputus akibat pohon roboh," tuturnya.

Dikatakan, bahwa untuk memitigasi ancaman serupa yang terjadi di berbagai daerah akibat cuaca ekstrem, PLN UP3 Timika telah melakukan penyisiran daerah rawan banjir demi memastikan keamanan aset dan keselamatan ketenagalistrikan, memperkuat konstruksi SUTM pada jaringan dengan ROW yang Kritis, dan menghimbau agar masyarakat ikut aktif dalam memberikan informasi keadaan darurat yang memerlukan pemadaman listrik untuk pengamanan keselamatan masyarakat.

“Untuk memastikan penanganan laporan berlangsung cepat dan terukur, PLN mendorong pelanggan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai sarana pelaporan resmi dan akses informasi kelistrikan. Melalui aplikasi tersebut, laporan gangguan akan langsung terhubung dengan tim teknik sehingga penanganan dapat dilakukan lebih efisien,”ucapnya.

PLN UP3 Timika berkomitmen perusahaan akan terus memantau perkembangan sistem kelistrikan sepanjang periode Nataru dan siap melakukan tindakan korektif apabila terjadi kondisi darurat.

Dengan sinergi antara PLN dan masyarakat, diharapkan layanan kelistrikan selama Natal dan Tahun Baru dapat terselenggara dengan baik serta mendukung kegiatan peribadatan, perayaan keluarga, maupun aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap Siaga Nataru ini bisa aman lancar, pasokan listrik andal, ibadah semua para warga juga berjalan dengan khusyuk dan berjalan dengan lancar,”ungkapnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top