Ekonomi dan Pembangunan

Mimika Akan Miliki Ruang Terbuka Ramah Anak dan Ruang Terbuka Hijau

Foto bersama usai pertemuan

MIMIKA, BM

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika melakukan pembahasan perencanaan pembangunan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Perencanaan ini dipaparkan oleh PT Metaforma Consultans yang dipimpin Asisten II Bidang Pembangunan dan perekonomian Setda Mimika Willem Naa didampingi Kepala Dinas PUPR Robert Mayaut dan Sekretaris Bappeda Yoseph Manggasa di kantor Bappeda, Selasa (6/9/2022).

Pembahasan perencanaan ini dihadiri pula oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perhubungan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Distrik Mimika Baru.

"Kami membahas perencanaan ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA), karena di Jakarta sudah ada banyak, hanya kita Mimika yang belum, maka teman-teman OPD terkait ini melakukan rapat perencanaan," kata Kepala Dinas PUPR Mimika Robert Mayaut saat ditemui usai rapat kemarin.

Menurut desain perencanaan awal, pembangunan RPTRA akan dibangun di sebelah selatan bundaran Petrosea yang masuk di wilayah kelurahan Timika Indah.

Selain perencanaan RPTRA, juga dibahas rencana pembuatan RTH yang akan memanfaatkan sisa lahan yang dimiliki pemerintah.

"Ada juga yang kami bahas tentang perencanaan RTH, dengan memanfaatkan sisa lahan yang pemerintah punya antara jalan lama dan baru, tapi fokusnya kita pada rapat ini tentang RPTRA," jelasnya.

Robert menambahkan, pembahasan yang digelar hanya sebatas perencanaan desain RPTRA.

"Pembahasan ini hanya sebagai desain karena kita lihat apa yang menjadi kebutuhannya. Misalkan 1 hektar berarti nanti kita (PUPR) carikan lahannya dimana yang sesuai," Jelasnya.

Dalam penyediaan lahan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan agar pembangunan dapat bermanfaat langsung kepada masyarakat.

"Kita akan koordinasi dengan pak lurah, kira-kira ada tempat kosong mana yang dekat dengan hunian masyarakat," ucapnya.

Adapun, fasilitas RPTRA yang direncanakan terbagi menjadi dua yakni indoor dan outdoor. Dalam ruangan (bangunan) difasilitasi ruang serbaguna, perpustakaan, ruang laktasi, ruang pengelolaan, toilet, tempat cuci tangan, pantry dan gudang.

Kemudian untuk di luar bangunan dibangun lapangan olahraga, area bermain anak, panggung hiburan, jogging track, jalur refleksi kaki dan juga taman.

"Pemilihan lokasi belum. Kita mulai desainnya dulu. Kalau seumpama dari desain luasan yang ideal itu 1 Ha, dari situ baru kita usulkan perencanaan pengadaan tanah," jelasnya.

Lanjutnya, kemungkinan pembangunan RPTRA akan dilakukan per lokasi sehingga ada RPTRA atau RTH mini di Kabupaten Mimika.

"Nanti ada satu (RPTRA) yang lengkap, sementara lainnya dibuat dalam bentuk spot-misalkan khusus untuk joging dan taman bermain anak," ucapnya.

Ketika ditanya terkait kapan program tersebut diwujudkan, ia mengatakan semua tergantung pada proses pengadaan tanah. (Shanty)

Hadir Untuk Menstabilkan Pasokan Dan Harga Pasar, Opening Toko Tani Indonesia Diserbu Warga

Sebagian warga Timika saat berbelanja di Toko Tani Indonesia

MIMIKA, BM

Guna menstabilkan pasokan dan harga pangan, Dinas Ketahanan Pangan Mimika telah membuat terobosan dengan mendirikan Toko Tani Indonesia (TTI) yang telah resmi di buka.

Opening Toko Tani Indonesia ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Yulius Koga, Selasa (6/9/2022).

Dalam opening tersebut tema yang diusung adalah "Menuju Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan".

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Yulius Koga mengatakan, Toko Tani Indonesia ini dibuka untuk membantu para petani yang sering kesulitan untuk menjual hasil pertanian, peternakan dan hasil laut.

Pasalnya, para petani menjual hasil pertanian di pasar namun terkadang tidak laku. Diharapkan dengan adanya toko tani ini dapat membantu penjualan hasil pertanian para petani.

"Kami berusaha membantu para petani. Dengan dibukanya Toko Tani Indonesia saya harapkan kepada petani, peternak dan nelayan tidak boleh patah semangat dan terus tingkatkan produksinya. Karena ini kami mencoba untuk mengangkat semangat petani, peternak dan nelayan," kata Yulius.

Menurutnya, apa yang dijual di sini benar-benar hasil dari petani yang dijual di bawah harga. Artinya, membeli di masyarakat sesuai harga dan di sini jual di bawah harga.

"Kami tidak merugikan petani, peternak dan nelayan. Jadi kami subsidi, tapi subsidi juga yang benar-benar dari petani OAP. Tidak semua barang di toko kami subsidi, beras kami tidak subsidi, bawang merah dan putih juga tidak subsidi karena kami ambil dari distributor," ujarnya.

Dijelaskan, bahwa berdasarkan pasal 12 Peraturan Presiden nomor 66 tahun 2021 tentang badan pangan nasional salah satu fungsi deputi bidang ketersediaan dan stabilisasi pangan adalah menyelenggarakan pengendalian ketesediaan dan distribusi pangan, melalui pasar mitra tani atau toko tani indonesia.

Dikatakan, pengembangan kelembagaan usaha pangan masyarakat dan toko tani indonesia sebagai salah satu upaya pemerintah untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Dalam hal ini toko tani indonesia memiliki peran sentral dalam mempengaruhi efek psikologis pasar dalam rangka pengendalian pasokan dan harga pangan dengan menjual komoditas pangan pokok dan strategis.

"Kiranya lewat kegiatan Toko Tani Indonesia dapat bermanfaat bagi kita semua, sebagai bahan informasi Toko Tani Indonesia dapat mengendalikan harga pasar yang tidak menentu," ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Daniel Orun dalam laporannya mengatakan, tujuan Kegiatan Pengembangan Kelembagaan Usaha Pangan Masyarakat dan Toko Tani Indonesia merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menstabilisasi pasokan dan harga pangan.

Toko Tani Indonesia memiliki peran sentral dalam mempengaruhi efek psikologis pasar dalam rangka pengendalian pasokan dan harga pangan dengan menjual komoditas pangan pokok dan strategis.

"Selain itu, Toko Tani Indonesia juga didirikan sebagai wadah pendistribusian atau penyaluran hasil produksi komoditas pangan yang dihasilkan oleh Petani/Peternak/Nelayan khusus Orang Asli Papua (OAP)," ungkapnya. (Shanty)

Pasca Kenaikan BBM, Apa Kabar Harga Sembako Di Mimika?

Sekretaris  Disperindag Mimika Selvina Pampang

MIMIKA, BM

Walau harga BBM telah ditetapkan sejak empat hari lalu namun hingga kini harga sembako di Mimika masih normal atau belum ada kenaikan berarti.

Terkait hal ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika telah melakukan pendataan. Hasilnya, harga barang terutama sembako, rata-rata masi menggunakan harga lama.

"H+4 pasca kenaikan ini kan kita masih pendataan harga untuk mengontrol, maksudnya untuk melihat seberapa jauh pengaruhnya. Dan

"Sampai hari ini (Selasa-red), harga sembago di pasar masih harga lama. Kami sudah lakukan pendataan untuk mengontrol hal ini untuk melihat sejauh mana pengaruh kenaikan BBM terhadap harga di pasar," ujar Sekretaris Disperinda Mimika, Selvina Pampang saat dihubungi melalui telpon, Selasa (6/7/2022)

Ia menjelaskan, ada kemungkinan stok barang dagang yang dijual merupakan stok lama sehingga para pedagang masih menggunakan harga jual lama.

"Kami turun ke lapangan untuk antisiasi sekaligus menjaga supaya jangan sampai ada penimbunan. Kami juga sudah komunikasi dengan distributor untuk mengecek stok, takutnya mereka tunggu harga baru kemudian mereka jual," ujarnya.

Selvina mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya indikasi penimbunan stok dari para distributor.

"Kalau sekarang sih belum pak. Mengingat kan kita di Timika ini banyak pelaku usaha yang bergerak di bidang distributor sehingga pasti ada persaingan hargalah. Mereka juga memperhatikan perputaran. Belum ada indikasi dari beberapa pelaku usaha yang kami datangi. Sejauh ini masih aman," ungkapnya.

"Kami juga selalu berkomunikasi dengan distributor supaya jangan sampai kita mempersulit masyarakat yang memang sudah sulit dengan kenaikan berbagai macam kebutuhan hidup. Jangan sampai ada oknum oknum yang mengambil keuntungan. Kami juga selalu bersama dengan satgas pangan turun dari Polres, Kejaksaan untuk memantau itu," imbuhnya.

Sementara itu, terkait bila mana nantinya terjadi lonjakan pada harga sembako, Selvina menyampaikan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah peningkatan inflasi.

"Kalau kenaikan harga kan itu sudah pasti, tapi mungkin belum sekarang. Karena kan namanya kita kalau mendatangkan barang ke Timika kan rentang distribusinya jauh. Dari pabrik ke kapal, kemudian kapal ke darat lagi, itu hal yang tidak bisa dihindari. Tapi kalau masih dalam hal-hal yang wajar berarti kita tinggal pemantauan saja," jelasnya.

"Tapi kalau sampai sudah bisa meningkatkan inflasi yang sangat tinggi, ya dari pemerintah daerah juga pasti akan mengambil langkah. Makanya kami diperintahkan dari tim pengendali inflasi untuk memantau sejauh mana kenaikan harga ini supaya jangan sampai terlalu tinggi sehingga ada upayalah untuk menekan inflasi kalau terlalu tinggi," pungkasnya. (Ade)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top