Ekonomi dan Pembangunan

Ketersediaan LPG Non Subsidi Bright Gas di Mimika Bertambah

Bright Gas


MIMIKA, BM

Pertamina Patra Niaga segera melakukan distribusi suplai LPG Non Subsidi Bright Gas yang telah tiba untuk wilayah Timika, Selasa (7/4/2026).

Sebelumnya ketersediaan stok Bright Gas di wilayah Timika per Senin (6/4/2026) lalu untuk Bright Gas 5.5 Kg masih tersedia sekitar 1.200 tabung, Bright Gas 12 Kg sekitar 2.200 tabung, dan Bright Gas 50 Kg sekitar 400 tabung.

Dengan masuknya suplai yang baru tiba maka ketersedian stok menjadi bertambah.

“Total suplai yang tiba saat ini sekitar 1.100 tabung bervariasi antara tabung 5.5 Kg, 12 Kg, dan juga 50 Kg. Kami akan pantau kembali suplai selanjutnya agar sesuai dengan jadwal,” kata Pjs. Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi.

Bramantyo menyampaikan bahwa tambahan ini memperkuat stok yang ada untuk melayani kebutuhan masyarakat. Disaat yang sama, proses suplai juga dilakukan melalui beberapa titik suplai seperti Surabaya, Makassar, Ambon, dan Jayapura.

“Kami melakukan priorititasi suplai stok secara berkala sehingga ketersediaan LPG non subsidi selalu bisa dijaga,” tambahnya.

Pertamina Patra Niaga turut mengimbau masyarakat untuk tetap membeli LPG non subsidi sesuai dengan kebutuhan. Pembelian pun untuk dilakukan langsung ke Agen resmi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dan silakan membeli sesuai kebutuhannya. Kami juga mengimbau masyarakat tidak terpancing dan tidak langsung percaya informasi yang beredar. Masyarakat kami arahkan untuk membeli langsung ke agen sebagai lembaga penyalur resmi,” tukas Bram. (Shanty Sang)

Warga Timika Antri Gas 12 Kg, Stok Diperkirakan Tiba Rabu

 Warga Timika Mengantre Gas 12 Kg, Pertamina Pastikan Pasokan Tiba

MIMIKA, BM

Antrian panjang pembelian gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 12 kilogram terjadi di Kota Timika.  Hal tersebut dikarenakan, ketersediaan LPG di Timika masih terbatas.

Dari tiga agen yang ada, hanya satu agen yang aktif melayani penjualan kepada masyarakat.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kalla, saat ditemui wartawan di lokasi agen tersebut, mengatakan, bahwa keterbatasan stok terjadi karena distribusi sementara difokuskan di satu agen, yakni PT Mitra Indimatam Nusantara di wilayah Nawaripi.

"Gas masih ada, stok kita masih ada di Timika, dan memang kondisinya masih ada di satu agen saja. Namun penjualan dibatasi hanya untuk kebutuhan rumah tangga. Sedangkan, untuk dua agen lainnya memang kondisi stoknya sudah habis," katanya.

Meskipun demikian, Juna memastikan, supplai atau stok gas akan segera tiba di Mimika besok tanggal 8 April dan 13 April 2026.

"Kami pastikan next supply-nya dan tanker, untuk dari Surabaya dan Makassar itu di tanggal 8 dan tanggal 13 estimasinya (tiba di Mimika-red), seperti itu," ungkapnya.

Menurut catatannya, stok gas ukuran 5,5 kg masih tersedia sekitar 2000 tabung dan ukuran 12 kg masih tersedia sekitar 1000 tabung.

"Jadi insya Allah untuk stok tabung kita untuk 5,5 kg itu masih ada di kisaran 2000-an, kalau untuk yang 12 kg itu di kisaran 1000-an dan itu masih bisa mem-backup sampai 5-6 hari ke depan. Seperti itu," jelasnya.

Sementara itu, Pemilik PT Mitra Indimatam Nusantara H Tajrimin, mengatakan, pihaknya siap untuk terus melayani dan membantu masyarakat yang ingin membeli gas.

"Kalau kekosongan gas itu tidak, ini hanya menunggu supplai dari Sulawesi Selatan," ujarnya.

H Tajrimin menambahkan, di Makassar pihaknya memiliki tabung gas sebanyak hampir 6000, dan yang telah terisi sekitar 2000 lebih.

"Mudah-mudahan dari Makassar untuk kita di Mimika nanti diberikan semua 2000 tabung supaya tidak terjadi kelangkaan," Harapnya.

Ia merasa kasihan kepada masyarakat jika harus mengantri untuk membeli.

"Kelihatannya mungkin besok sudah tidak jualan gas 12 kg lagi, kecuali ukuran 5,5 dan 50 kg, yang 12 kg ini yang mungkin terakhir hari ini kita jualan," pungkasnya.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap bijak dalam membeli dan tidak melakukan penimbunan, sembari menunggu pasokan tambahan yang dijadwalkan segera tiba. (Shanty Sang)

Inflasi Mimika Maret 2026 di Angka 1,87 Persen

           
Foto ilustrasi (google)

MIMIKA, BM

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat pada Maret 2026 inflasi Year on Year (y-on-y) Timika sebesar 1,87 persen dan tingkat inflasi Month to Month (m-to-m) Timika sebesar 0,26 persen dimana ada Hari Raya Idul Fitri.

Dalam rilisnya, BPS menyampaikan bahwa pada Maret 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Timika sebesar 1,87 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,75.

Hal ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,89 persen.

Kemudian, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,39 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,26 persen, kelompok transportasi sebesar 2,00 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen.

Selain itu pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 4,95 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,52 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 26,76 persen.

Sedangkan, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,03 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,81 persen serta kelompok pendidikan sebesar 0,15 persen.

Adapun, tingkat inflasi month to month (m-to-m) Timika Maret 2026 sebesar 0,26 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,87 persen.

BPS Mimika mencatat perbandingan inflasi antar tahun pada Maret 2026, tingkat inflasi y-on-y Timika sebesar 1,87 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 0,87 persen.

Sementara, tingkat inflasi y-on-y untuk Maret 2025 sebesar 4,79 persen, sedangkan tingkat inflasi y-on-y untuk Maret 2024 sebesar 3,46 persen.

Tingkat inflasi y-to-d Maret 2025 sebesar 1,02 persen, sedangkan tingkat inflasi y-to-d Maret 2024 sebesar 0,25 persen. (Elfrida Sijabat)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top