Ekonomi dan Pembangunan

Permintaan Cukup Tinggi, Persedian Minyakita Kosong di Bulog


Kepala Perum Bulog KCP Mimika, Dedi Racman

MIMIKA, BM

Untuk saat ini persedian minyak goreng dengan kemasan merk Minyakita di gudang Perum Bulog KCP Mimika kosong, namun hal tersebut tidak akan berlangsung lama karena dalam waktu dekat akan didatangkan lagi.

"Untuk bahan pokok lain dan yang sementara ini hanya tersedia gula dan beras saja, minyak juga sudah habis dan kita masih tunggu pengiriman minyak lagi," ungkap Kepala Perum Bulog KCP Mimika, Dedi Racman, Senin (31/10).

Khusus minyak goreng merk Minyakita, kata Dedi, pendistrubusian dipasarkan ke mitra kerja Bulog.

"Jadi mereka daftar kesini sebagai mitra dan itu yang kita distribusikan. Minyakita itu dijual sesuai hadnya, jadi tidak boleh menjual diatas hadnya yang sudah ditetapkan yaitu Rp14 ribu,"katanya.

Terkait untuk pengawasannya terhadap mitra kerja, menurut Dedi pihaknya selalu melakukan survei rutin.

"Ini untuk memastikan apakah betul dijual dengan harga Rp14 ribu atau tidak. Jadi pengawasannya  itu khusus di mitra kerja kita saja,"ujarnya. (Ignasius Istanto)

Resmi Ditutup, Plt Bupati John Harap Festival UMKM Tidak Berakhir

Plt. Bupati Mimika Serahkan Sertifikat Kepada UMKM

MIMIKA, BM

Festival UMKM yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemda) Mimika melalui Dinas Koperasi dan UKM secara resmi ditutup Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob di halaman Graha Eme Neme Yauware, Sabtu (29/10/2022) malam.

Festival UMKM yang digelar selama tiga hari berturut-turut ini dilakukan agar UMKM di Mimika bisa menuju go digital.

Plt Bupati John Rettob menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pelaku UMKM yang telah ikut serta memeriahkan festival tersebut.

Hal ini disampaikannya melalui sambutannya pada penutupan Festival UMKM di Graha Eme Neme Yauware, Sabtu malam.

"Festival ini tidak akan berakhir di sini. UMKM ini merupakan sesuatu dan tidak berakhir dan muncul kebijakan kita yang telah terjadi. Saya berharap produksi dari UMKM akan terus terjual dan pihak bank akan membackup agar bisa membesarkan UMKM ini," jelasnya.

Plt Bupati mengatakan, bahwa dalam pameran ini tercatat sudah 95 merek masuk dalam e-katalog. Padahal pemerintah hanya uji coba 10 merek yang sudah dilaporkan pada LKPP di Jakarta.

"Ternyata dalam 3 hari ini kita sudah dapat 95 merek yang masuk dalam e-katalog dan ini sangat luar biasa. Tidak hanya itu, NIB (Nomor Induk Berusaha) pun juga sudah 95 orang tercatat dari data 1500-an. Dan itu semua terjadi dalam 3 hari kegiatan ini," ungkapnya.

Selain itu, ada pula yang mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 50 orang. Sementara, yang sudah mendaftarkan untuk mendapatkan hak cipta mereka sesuai dengan Haki personal ada 49 merek.

"Kita juga terus berusaha mendata penduduk kita dan selama 3 hari orang yang mengurus KTP di sini ada 390 orang. Di sini juga ada BPOM jadi semua produk kita ini harus didaftarkan ke BPOM, mereka juga hadur untuk mensosialisasikan. Jadi, sekarang orang mau berangkat kemana-mana sekarang sudah ada oleh-oleh Timika," Katanya.

Ia mengatakan, tahun depan dalam rangka HUT Mimika akan dilaksanakan festival lengkap. Yakni, ada festival budaya, olahraga, kesenian dan UMKM.

Katanya, selama festival ini banyak orang menjual makanan, minuman dan bermacam oleh-oleh sehingga ke depan rencananya akan dibuat semacam car free day.

"Tapi nanti kita akan rapatkan lagi prosesnya nanti bagaimana. Saya berharap UMKM selama 3 hari ini kita bisa ciptakan sesuatu dan Mimika ada untuk Indonesia," Ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival UMKM Semuel Yogi mengatakan, kegiatan festival ini tidak sama dengan kegiatan tahun sebelumnya, sehingga apa yang disampaikan oleh Plt Bupati Mimika untuk kedepan harus berkoordinasi antar OPD.

"Agar kedepan kegiatan untuk festival UMKM dan kegiatan dari OPD lain dapat kita kerja sama sehingga bisa bawa perubahan untuk Mimika," katanya.

Semuel mengatakan, Sudah 26 tahun UMKM tidak maju, sehingga ini merupakan salah satu pintu untuk merubah Mimika bagaimana harus maju dan mendorong UMKM.

"Belum apa-apa saja sudah 120-an UMKM bergabung jadi kedepan kita akan usahakan bisa 3000 bahkan 8000 UMKM terlibat dalam festival," tutupnya. (Shanty Sang)

Dari 60 UMKM yang Konsultasi Di PBJ Setda Mimika, 5 Telah Masuk Di e-Katalog Lokal

Kasubag Yosua Rangejango didamping para staf PBJ

MIMIKA, BM

Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Setda Mimika membuka stan pada kegiatan Festival Produk UMKM dan Koperasi yang diselenggarakan di Gedung Eme Neme Yauware.

Selama tiga hari kegiatan berlangsung, sebanyak 60 UMKM datang berkonsultasi tentang e-katalog, dimana 25 diantaranya sudah terdaftar di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Dari 25 ini yang berhasil masuk ke e-katalog lokal ada 5 UMKM.

Hal ini diungkapkan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Yosua Rangejango didampingi staf PBJ Dedin saat ditemui BeritaMimika Sabtu (29/10/2022).

“Lima UMKM itu kopi, makanan, kue dan suvenir Papua. Setelah festival ini kita akan dorong 25 ini untuk masuk ke e-katalog lokal, setelah itu kita konsen di 60 tadi. Untuk daftar ke e-katalog lokal pengusaha harus punya user LPSE,” ucapnya.

Dikatakan selain dari festival ini, sejak di sosialisasaikan tentang e-katalog baru tiga penyedia dengan sembilan produk berupa alat tulis kantor (atk) dan makan minum yang sudah masuk.

“Peminat ada tapi kita harus rangkul mereka dan menjelaskan kenapa mereka harus masuk ke e-katalog lokal terutama bagaimana Pemda harus bisa memberi gambaran; kalian kalau tidak masuk e-katalog lokal, pemda kalau belanja melalui e-katalog tidak bisa karena tidak terdaftar,” jelasnya.

Menurutnya, pemda yang harus belanja terlebih dahulu di e-katalog lokal agar penyedia tertarik untuk masuk.

“Karena memang e-katalog lokal untuk pemda, cuman kalau tidak ada regulasi untuk OPD harus belanja di e-katalog lokal, ya sama saja penyedia tidak akan tertarik. Kami sebagai OPD teknis bertugas bagaimana penyedia ada di e-katalog lokal,” ungkapnya.

Dengan adanya festival ini PBJ merasa terbantu sehingga didapat data 60 UMKM.

“Mereka keterbatasan untuk dokumentasi display di e-katalog. Setelah ini kita kan laporkan ke pimpinan. Namun, untuk membantu mereka membuat dokumentasi itu perlu arahan dari pimpinan seperti apa,” imbuhnya.

Ia menerangkan untuk e-katalog terbagi dua yakni nasional dan lokal.

“Kalau e-Katalog lokal kita munculkan supaya pedagang atau pengusaha di Mimika punya privilege (hak istimewa-red) disini. Jadi, lebih khusus sehingga pedagang dari luar kota tidak bisa masuk di e-katalog lokal. Bisa masuk ke e-katalog nasional tetapi persaingannya juga nasional nanti,” paparnya.

“Kemarin isunya tahun depan pembelian harus lewat e-katalog lokal, kalau seandainya terjadi otomatis penyedia akan masuk e-katalog lokal. 
Kalau tidak mereka tidak bisa berdagang,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top