Ekonomi dan Pembangunan

Peringati Hari Uang Ke-76, Tiga Instansi Menkeu Di Mimika Gelar Aksi Donor Darah

logo hari eoang ke-76

MIMIKA, BM

Peringatan Hari Uang (Oeang) Republik Indonesia Ke-76 yang jatuh pada tanggal 30 Oktober tahun ini mengusung tema “Sigap Hadapi Tantangan Tangguh Kawal Pemulihan.”

Dalam rangka memperingatinya, tiga instansi Menteri Keuangan (Menkeu) yang ada di Kabupaten Mimika menggelar aksi donor darah.

Kepada BeritaMimika, Kepala Sub Bagian Umum KPPN Timika Chandra Ginting mengatakan tiga instansi tersebut adalah KPPN, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Timika.

“Donor darah tersebut akan dilaksanakan di Aula KPP Pratama lantai lima pada tanggal 27 Oktober (hari ini-red) mulai jam 9 pagi. Terbuka untuk umum, apalagi yang sering donor tapi belum pernah donor lagi silahkan datang. Akan tetapi, untuk persyaratanya nanti di lokasi ada petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI)," jelasnya.

Selain aksi donor darah, dilaksanakan juga pertandingan olahraga yakni bola volly, bulu tangkis dan tenis meja atau pingpong.

”Untuk pertandingan bola volly dilaksanakan di KPPN, kalau bulu tangkis dan pingpong di Aula KPP Pratama. Tahun ini kami mengundang perbankan (BRI, Mandiri, BNI) dan bpjs ketenagakerjaan,” tuturnya.

Lanjutnya, rangkaian peringatan Hari Oeang ini akan ditutup pada tanggal 29 Oktober di KPPN, dimana pada saat itu akan dilaksanakan senam bersama dan penyerahan hadiah kepada para pemenang pertandingan.

“Tujuannya untuk bersinergi dan mempererat tali silaturahimi antara instansi dan jasa keuangan perbankan serta bpjs ketenagakerjaan,” tutupnya. (Elfrida Sijabat)

Fantastis, Penerimaan Negara di Kabupaten Mimika dan Sekitarnya Terealisasi Melebihi Target

Kepala Sub Bagian Umum KPPN Timika, Chandra Ginting dengan didampingi Perwakilan Bea Cukai,Eko Sagi, Kepala Seksi Penjamin Kualitas Data, Arif Syahriza saat menyampaikan pemaparan 'Timika PU APBN'

MIMIKA, BM

Sampai akhir September 2022, Penerimaan Negara di Kabupaten Mimika dan sekitarnya terealisasi sebesar Rp6,80 triliun atau mencapai 103,56% dari target sebesar Rp6,57 triliun.

Penerimaan negara tersebut terdiri dari Penerimaan Pajak Dalam Negeri sebesar Rp2,89 triliun (86,7%), Penerimaan Pajak Perdagangan Internasional Rp 3,87 triliun(120,6%) dan penerimaan bukan pajak sebesar Rp.42,68 miliar(155,8%).

Hal ini diungkapkan Kepala Sub Bagian Umum KPPN Timika, Chandra Ginting saat menyampaikan pemaparan"Timika PU APBN' di aulu KPPN, Kamis(27/10).

Disampaikan juga berdasarkan data kinerja penerimaan pajak yang terdiri dari PPh, PPN dan PPnBM, PBB (P3L) dan Pajak Lainnya dari bulan Januari sampai dengan September 2022 berhasil mencapai realisasi sebesar Rp2.892.311.496.410 atau sekitar 86,74% dari target penerimaan tahun 2022.

"Jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan tahun 2021 pada masa yang sama yaitu sebesar Rp2.602.984.680.958, maka penerimaan pajak bulan Januari - September 2022 mengalami pertumbuhan positif sebesar 11,12%," ungkapnya.

Sedangkan untuk PNPB dari Pengelolaan Barang Milik Negara (BUMN) terealisasi sebesar Rp42,6 miliar atau mencapai 155,8% dari target tahun 2022. Belanja Negara dari APBN yang disalurkan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Timika telah terealisasi sebesar Rp940,9 miliar atau 55,9% dari alokasi belanja sebesar Rp1,68 triliun.

"Belanja Negara tersebut terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat yang terealisasi sebesar Rp542,73 miliar (60,3%) dan Belanja TKDD yang terealisasi sebesar Rp398,18 miliar (50,9%),"ujarnya.

Lanjutnya, untuk Belanja Pemerintah Pusat terdiri dari Belanja Pegawai terealisasi sebesar Rp242,63 miliar (69,9%), Belanja Barang Rp203,80 miliar (63,6%), dan Belanja Modal Rp96,29 miliar (41,3%).

Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2021 pada periode yang sama, masing-masing pos belanja di Belanja Pemerintah Pusat mengalami pertumbuhan.

Belanja Pegawai mengalami pertumbuhan positif 10% ( Kenaikan sebesar Rp21 miliar) jika dibandingkan dengan tahun 2021. Belanja Barang mengalami pertumbuhan negatif -57% (penurunan sebesar Rp271 miliar) jika dibandingkan tahun 2021.

Belanja Modal mengalami pertumbuhan negatif sebesar -50% (penurunan sebesar Rp96 miliar) jika dibandingkan dengan tahun 2021.

Untuk Belanja TKDD terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, DAK Non Fisik, dan Dana Desa. DAK Fisik telah terealisasi Rp105,8 miliar (27,1%) dari pagu sebesar Rp.391,1 miliar.

DAK Non Fisik terealisasi Rp49,1 miliar (62,6%) dari pagu sebesar Rp.78,4 miliar, dan Dana Desa telah terealisasi Rp242,2 miliar (77.9%) dari pagu sebesar Rp.312,1 miliar.

"Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2021 pada periode yang sama, terdapat pertumbuhan pada masing-masing pos belanja pada Belanja TKDD Realisasi DAK mengalami pertumbuhan positif 97% (kenaikan sebesar Rp52,1 Miliar) jika dibandingkan dengan tahun 2021 pada periode yang sama," terangnya.

"Pada tahun anggaran 2021 periode yang sama tidak ada realisasi DAK Non Fisik, sehingga pertumbuhan DAK Non Fisik belum dapat didefinisikan," lanjutnya.

Sementara itu pemaparan dari Kepala Seksi penjamin kualitas data, Arif Syahriza menyampaikan, berdasarkan jenis pajaknya, kontributor terbesar dalam kinerja penerimaan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika pada bulan Januari sampai dengan September 2022 adalah PPh Non Migas dan PBB.

PPh Non Migas dengan realisasi sebesar Rp1.785.228.953.357 (83,86% dari total penerimaan pajak). Pada urutan kedua adalah PBB dengan realisasi penerimaan sebesar Rp839.361.164.024 (90,34% dari total penerimaan pajak).

Kemudian diikuti dengan PPN Dalam Negeri dengan realisasi penerimaan sebesar Rp262.606.318.029 (97,50% dari total penerimaan pajak).

Untuk sektor usaha, kata Arif, capaian kinerja penerimaan Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Timika bulan Januari sampai dengan September 2022 ditunjang oleh sektor Pertambangan dan Penggalian dengan kontribusi sebesar 63,52%.

Selanjutnya diikuti oleh sektor Konstruksi dengan kontribusi sebesar 12,66%, dan disusul oleh sektor Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib dengan kontribusi sebesar 5,31%.

Ditambahkan dari Perwakilan Bea Cukai, Eko Sagi bahwa untuk penerimaan Bea Masuk terealisasi sebesar Rp 121,70 miliar atau mencapai 113,4 % dari target yang ditetapkan.

Penerimaan Bea Keluar terealisasi sebesar Rp 3,74 triliun atau mencapai 120,7% dari target yang ditetapkan, dan Penerimaan Pabean lainnya sebesar Rp3,3 miliar. (Ignasius Istanto)

Mainan Tok-tok Kembali Booming di Kota Timika, Abidin Raup Puluhan Juta dalam Sebulan


Abidin saat sedang menunjukan cara bermain tok-tok

MIMIKA, BM

Di tengah maraknya anak-anak bermain gawai, salah satu mainan zaman dulu, tok-tok, yang kerap dimainkan oleh generasi 90-an pada waktu itu, kini kembali lagi booming di Kota Timika.

Permainan yang terdiri dari dua bola (berbahan plastik keras) dan satu tali penghubung itu, belakangan ini cukup trend di kalangan anak-anak. Bahkan hampir di setiap gang-gang di sudut Kota Timika, permainan dengan bunyi yang khas itu begitu mudah untuk ditemukan.

Raup Cuan dari Mainan Musiman

Menurut salah satu suplayer, Abidin, mainan yang satu ini memang lagi musim-musimnya di Kota Timika. Hal itu dibuktikan dengan jumlah penjualnya, yang mana dalam sebulan terakhir, ia mengaku telah menjual ratusan karung mainan tok-tok.

"Sehari bisa empat sampai lima karung terjual. Itu pun tidak sehari full, hanya satu jam saja sudah langsung habis," ungkap Abidin saat ditemui di toko mainan miliknya di Jalan Hasanuddin, Timika, Rabu (26/10/2022).

Dalam satu karung, kata Abidin, biasanya berjumlah 35 sampai 40 lusin maninan tok-tok. Jika ditotal-total, sejak awal musim sampai saat ini, ada sekitar puluhan ribu mainan tok-tok yang sudah laku terjual olehnya.

"Ini saya datangkan dari Jawa. Hampir setiap hari barangnya masuk, tergantung pesawat. Kadang pakai kapal juga, tapi itu lama tibanya. Makanya lebih sering pakai pesawat," jelasnya.

"Dulu kita siapkan sampai Rp70 juta hanya untuk ongkos pesawat. Kalau sekarang, sedikit-sedikit kita keluarkan, tergantung stoknya di Jawa," imbuhnya.

Dari setiap penjualan, Abidin mengaku mengambil keuntungan sebesar Rp1000. Maka secara omset, dari penjualan tok-tok selama sebulan, Abidin telah mengantongi Rp50-an juta lebih. (Endi Langobelen)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top