Politik & Pemerintahan

Pj. Sekda Sebut Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kemungkinan Dilaksanakan di Timika

Foto dokumentasi Pj. Sekda Kabupaten Mimika, Petrus Yumte


MIMIKA, BM

Pj Sekda Kabupaten Mimika, Petrus Yumte menyebutkan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mimika definitif yakni Johannes Rettob dan Emanuel Kemong kemungkinan akan dilaksanakan di Kabupaten Mimika.

“Kita lagi menunggu jadwal pelantikan bupati definitif. Ada kemungkinan besar dilantik di Timika di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika. Namun, tanggalnya belum, perkiraan minggu depan sebelum lebaran,” kata Petrus Yumte, Senin (17/3/2025).

Petrus meminta kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk tetap bekerja seperti biasanya, tetap loyal kepada siapapun Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang terpilih meski sebelumnya berbeda pilihan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 lalu.

"Perbedaan pilihan kemarin tidak boleh membuat kita ASN terpecah belah. Kita kerja seperti biasa dan profesional. Pasti Bupati pakai orang hebat, jujur, dan bekerja. Jadi, saya harap tidak usah menabur yang tidak baik tetapi menabur yang baik untuk kinerja bersama teman-teman di tempat ini," ujarnya.

Menurutnya, terkait kebijakan untuk melakukan penyegaran di lingkup OPD, itu merupakan kewenangan Bupati.

Katanya, sebagai ASN alangkah baiknya tidak mencampuri urusan bupati dan tetap melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat.

"Teman-teman di ASN jangan saling menghakimi. Persoalan siapa jadi apa itu ada aturan dari bupati. Jaga kondusifitas jelang dan sesudah pelantikan, jangan ada dinamika-dinamika lain," ungkapnya. (Shanty Sang)

Penundaan Pengangkatan CPNS dan PPPK, Pj Bupati Mimika : Kita Tunggu Arahan Lebih Lanjut Dari Pusat

Pj Bupati Mimika, Yonathan Tangdilintin

MIMIKA, BM

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) bersama DPR RI telah sepakat menunda pengangkatan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024 dan PPPK.

Peserta yang lulus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan diangkat paling lambat Oktober 2025, sementara pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) akan mulai bertugas pada Maret 2026.

Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Mimika, Yonathan Tangdilintin mengatakan bahwa hal tersebut harus dikonfirmasi lagi ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

"Saya harus konfirmasi lagi ke BKPSDM. Kalau dibilang formal, saya harus tindaklanjuti seperti apa. Ini kan bagian dari proses, kalau kami masih tunggu juga dari pusat seperti apa," tutur Pj Bupati Mimika Yonathan.

Yonathan mengatakan, bahwa statement sementara yang didengar dari Pemerintah Pusat, bahwa dari proses yang sedang dilakukan, para CPNS dan PPPK tidak akan kehilangan haknya. Oleh sebab itu diharapkan agar semua pihak menunggu bagaimana keputusan finalnya.

"Statemen dari Pemerintah Pusat menyampaikan bahwa itu tidak kehilangan haknya, tinggal menunggu waktunya saja. Saya percaya memang ada tahapan-tahapan, ada pertimbangan khusus dari pemerintah,"ujarnya.

Dikatakan, apabila ada arahan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat, maka pihaknya siap menjalankannya. Sementara untuk penganggaran bagi CPNS dan PPPK yang baru, Pemerintah Daerah sudah siapkan.

"Saya kira dari sisi penganggaran sudah disiapkan juga di kita. Kita tunggu saja. Saya sih berbicara mengenai formalitasnya. Suratnya apa? Kalau misalnya ada arahan lebih lanjut kita siap," ungkapnya. (Shanty Sang

Pemkab Mimika Subsidi Rp25 miliar Untuk Penerbangan ke Pedalaman

Kepala Dishub Mimika, Jania Basir Rantedanun

MIMIKA,BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan dana Rp25 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 untuk mensubsidi penerbangan ke pedalaman dan kargo.

Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Jania Basir Rantedanun mengatakan pihaknya telah menyelesaikan proses lelang subsidi penerbangan perintis.

Subsidi dimaksud akan melayani rute Timika-Jita, Timika-Kokonao, Timika-Tsinga, dan Timika-Arwanop dengan maskapai Susi Air jenis Pilatus Porter PK-BVM.

Namun, penerbangan baru bisa dilakukan setelah adanya penandatanganan Surat Keputusan (SK) penetapan rute dari Bupati Mimika.

"Kami tinggal tunggu rekomendasi penetapan rute ditandatangani Bupati, kita langsung jalan. Yang jelas pemilihan operatornya sudah," ujarnya.

Sementara itu, untuk penerbangan ke Alama, Kapiraya, dan Jila masih dalam proses tender dengan pihak maskapai.

“Ada tiga rute yang sementara sedang dalam proses, Alama, Kapiraya, dan Jila,” ujarnya. (Shanty Sang)

Top