Politik & Pemerintahan

Bupati Sampaikan Belasungkawa Meninggalnya Dua Karyawan PT Freeport Indonesia


Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya dua karyawan PT Freeport Indonesia yang ditemukan tim penyelamat di area terdampak peluncuran material basah di Grasberg, Sabtu (20/9/2025) sekitar pukul 08.45 WIT.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, seluruh masyarakat, dan secara pribadi, saya menyampaikan turut berbelasungkawa yang mendalam atas berpulangnya dua saudara kita, karyawan Freeport,” ungkapnya.

“Saat ini kita masih menunggu hasil identifikasi dari pihak kepolisian, dan berharap karyawan lain yang belum ditemukan dalam keadaan selamat,” harapnya.

Bupati juga mengapresiasi kerja keras tim penyelamat tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia yang masih terus melakukan pencarian dengan segala sumber daya yang dimiliki.

“Kami memberikan semangat tulus kepada seluruh tim yang bekerja tanpa lelah dalam proses penyelamatan ini,” tambahnya.

Hingga saat ini, sudah 12 hari operasi penambangan Freeport dihentikan sementara. Keputusan tersebut diambil karena perusahaan memprioritaskan proses pencarian dan evakuasi terhadap lima karyawan yang masih dinyatakan hilang.

“Kami memastikan pemerintah akan terus memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban. Kami berharap keluarga tetap tabah, tetap kuat dalam menghadapi cobaan ini. Kita punya rencana, tetapi Tuhan memiliki rencana yang lebih indah bagi perjalanan hidup manusia,” ungkapnya.

Proses evakuasi tujuh karyawan yang terjebak di area tambang bawah tanah (Underground) Grasberg Block Cave baru ditemukan dua orang.

Keduanya diketahui bernama Irawan asal Cilacap dan Wigih Hartono asal Tulungagung itu sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Sebelumnya, Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman dalam keterangan pers menyampaikan kedua jenazah yang ditemukan sedang diproses identifikasi atau visum.

"Hari ini juga akan langsung diterbangkan ke rumah duka masing-masing. Untuk pencarian evakuasi 5 korban yang lainnya terus berjalan,"ujarnya, Sabtu (20/09/2025) kemarin. (Ignasius Istanto/red)

Apakah Semboyan Eme Neme Yauware Diganti Mimika Rumah Kita? Ini Penjelasan Pemda Mimika

Gedung Eme Neme Yauware, salah satu ikon Kota Timika

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau menegaskan tidak benar jika ada anggapan semboyan Eme Neme Yauware diganti atau dihapus. Menurutnya, pemikiran tersebut keliru dan salah besar.

“Pemikiran ini tidak benar dan salah besar. Ini sangat keliru. Eme Neme Yauware adalah semboyan Mimika, filsafat Mimika yang tidak dirubah,” tegas Kateyau melalui rilis, Rabu (17/9).

Ia menjelaskan, Mimika Rumah Kita merupakan tagline atau brand daerah yang lahir dari konsep Mimika Smart City. Slogan lengkapnya berbunyi 'Mimika Rumah Kita, Negeri Seribu Sungai dan Sejuta Bakau'.

Menurutnya tagline ini mengandung arti bahwa Mimika ini rumah orang Kamoro dan Amungme. Honai dan Karapau. Rumah dalam bahasa Kamoro disebut Kame.

“Rumah ini milik orang Kamoro dan Amungme, dan di dalam rumah ini sebagai tuan rumah, banyak orang datang. Berbagai budaya, suku, agama, dan bahasa ada dan hidup bersama di rumah ini. Maka kita semua harus jaga rumah ini bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kateyau menekankan ada semangat Eme Neme Yauware dalam konsep rumah bersama ini. Seperti filosofi orang Kamoro, we iwoto, tapare iwoto, yang mengandung nilai kebersamaan.

“Jadi kita harus jaga rumah ini, kita harus sayang rumah ini, kita harus bekerja sama dan duduk bersama untuk menjaga rumah ini,” katanya.

Kateyau juga merinci empat prinsip dalam menjaga rumah bersama tersebut:

1. Menghargai dan menghormati yang punya rumah.

2. Menjaga rumah ini agar tidak rusak atau bocor.

3. Orang yang tinggal di rumah ini harus sehat, cerdas, aman, damai, dan tidak boleh lapar.

4. Dengan segala perbedaan yang ada, semua harus digunakan dengan baik untuk membangun bersama dalam semangat Eme Neme Yauware.

Dengan demikian sekali lagi ia menegaskan bahwa semboyan Eme Neme Yauware tidak pernah dihapus.

“Artinya Eme Neme Yauware tidak diganti, tidak dihapus. Justru ini semangatnya, ini moto hidup, ini semboyan. Mimika Rumah Kita hanyalah brand, tagline, seperti daerah lain yang juga punya brand. Contoh, dulu Kokonao disebut kota buaya, Kaimana kota senja, Fakfak kota pala,” ujar Kateyau.

Lebih jauh, ia menyinggung lagu Mimika Rumah Kita yang diciptakan oleh Bupati Johannes Rettob. Menurutnya, dalam lagu itu tetap termuat bahasa Kamoro, Amungme, dan Sempan seperti amolongo, nimowitimi, saipa, termasuk kalimat Eme Neme Yauware.

“Jadi jangan terprovokasi dari pihak lain yang mau menghancurkan kita, mau memecah belah kita,” tandas Kateyau.(Red)

Gubernur Papua Tengah Direncanakan Pimpin Upacara HUT Mimika ke-29

Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan bahwa Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa direncanakan akan memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kabupaten Mimika pada 8 Oktober 2025 besok.

“Puncak HUT Mimika kita akan gelar apel secara sederhana, dan akan dipimpin langsung pak Gubernur Papua Tengah,” kata Bupati John.

Tidak hanya itu, Bupati John juga mewajibkan kepada semua peserta apel nantinya harus menggunakan pakaian adat daerah masing-masing.

Katanya, hal tersebut dilakukan agar supaya dapat memperkenalkan budaya masing-masing.

“Saya harap yang mengikuti apel nantinya menggunakan pakaian adat masing-masing, kita gunakan pakaian adat, agar bagaimana kita perkenalkan daerah kita,” tutur Bupati John.

Bupati berharap, pada perayaan HUT tahun ini Kabupaten Mimika menjadi lebih baik kedepannya. Birokrasi Pemerintah Daerah Mimika juga kedepannya lebih baik, karena birokrasi yang baik dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Mimika akan lebih baik, dan banyak penghargaan yang kita dapatkan. Birokrasi kita baik maka pelayanan kepada masyarakat akan baik,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Top