Politik & Pemerintahan

Penanganan Konflik di Kwamki, Polres Mimika Gelar Rapat Koordinasi

Suasana saat rapat koordinasi.

MIMIKA, BM

Polres Mimika menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda dalam rangka penyelesaian konflik antar kelompok yang kembali memanas di Distrik Kwamki Narama.

Rapat Koordinasi bersama unsur forkopimda,yakni Pemkab Mimika, DPRK, TNI, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri ini dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, S.I.K., M.H, pada Selasa, (18/11/2025) di Mako Polres Mimika, Mile 32.

Kasi Humas, Iptu Hempy Ona menyampaikan bahwa dalam arahan Kapolres, konflik tersebut bukan merupakan konflik antar suku, melainkan persoalan antar keluarga yang telah berlangsung lama dan menimbulkan lebih dari 40 korban luka,serta satu korban meninggal dunia. 

"Tiga orang provokator dan Kepala Perang (Woemum ), serta salah satunya berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)," katanya.

Kata Iptu Hempy bahwa dalam rapat tersebut Kapolres juga menyampaikan perlunya dukungan dari Pemda Mimika berupa pendirian tiga pos pengamanan semi permanen dalam dua hari ke depan.

"Pos ini akan ditempati personel gabungan untuk memonitor pergerakan kelompok dan mencegah eskalasi , serta dalam proses pengamanan nantinya agar dapat dibantu oleh Kodim 1710/Mimika dan Satpol PP,"katanya.

Lanjutnya," Kapolres juga meminta dukungan Kejaksaan dan Pengadilan, terkait penerapan pasal terhadap pelaku tindak kekerasan.Kapolda Papua Tengah merekomendasikan, agar proses hukum bagi Woemum dan provokator harus dilakukan di luar Kota Timika," sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasubid Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Mimika, Fiser Wiliam Monim, menyatakan dukungan penuh terhadap penegakan hukum, dan menilai pembangunan pos pengamanan sebagai langkah penting untuk mengantisipasi dan meningkatkan keamanan di Kwamki Narama.

Sedangkan Kepala Distrik Kwamki Narama Naftali Edwin Hanuaebu, menegaskan bahwa wilayahnya tidak boleh menjadi lahan perang dari konflik yang berasal dari luar Mimika, serta mendorong perlunya Perda untuk mengatur hal tersebut.

"Yang terlibat konflik itu dominan warga luar,sehingga kami dukung supaya tindak tegas para Woemum dan provokator. Kami juga sangat dukung pembangunan pos penjagaan," ujar Edwin.

Hal yang sama juga disampaikan oleh  Kasdim 1710/Mimika,Mayor Inf Abdul Munir bahwa konflik di Kwamki Narama harus diselesaikan segera dan harus ditindak tegas.

"Konflik yang terjadi ini syarat ditunggangi  kepentingan yang mana beberapa oknum memanfaatkan momen ini. Bantuan dana tidak boleh diberikan kepada kelompok yang menjadikan konflik sebagai kebiasaan," tegasnya.

Sementara itu Asisten II Pemda Mimika,Frans Kambu menyatakan bahwa terkait permintaan pendirian pos pengamanan itu akan dibahas bersama dengan Kesbangpol untuk percepatan tindaklanjut. (Ignasius Istanto)

Bupati Mimika dan Ketua TP PKK Kunjungi Tiga Distrik Terluar di Mimika

Bupati Mimika Johannes Rettob dan Ketua TP PKK Ny. Susy Herawaty Rettob berserta rombongan tiba di Kampung Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Daerah Mimika dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) untuk melihat langsung kondisi masyarakat di 3 distrik terluar Mimika yakni Distrik Mimika Barat Jauh, Distrik Mimika Barat Tengah dan Distrik Amar.

Kunker tersebut dilaksanakan selama empat hari terhitung sejak Sabtu (1/11/2025) hingga Selasa (4/11/2025) dipimpin langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dan Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob didampingi Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Periana Kemong.

Kunker ini juga melibatkan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika.

Di Distrik Mimika Barat Jauh dilaksanakan peresmian layanan listrik, meninjau pembangunan Puskesmas, rumah jaga dan sekolah serta melaksanakan ibadah Minggu bersama warga setempat.

Sementara, di Distrik Mimika Barat Tengah, dilaksanakan peresmian sarana air bersih sekaligus berdialog dengan masyarakat.

Di Distrik Amar, Bupati John Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong kembali melakukan tatap muka dengan warga serta meresmikan proyek air bersih dan meninjau pembangunan di Kampung Ipaya sebelum kembali ke Timika pada Selasa (4/11/2025).

Dalam Kunker yang keempat kalinya ini, TP PKK Mimika bersama Pemkab Mimika, DPRK dan Dekranasda memusatkan perhatian akan pembangunan di tiga distrik tersebut yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, insfrastruktur, sarana dan prasarana serta pendataan langsung di lapangan.

Selain itu juga, untuk mendengar secara langsung keluhan, aspirasi dan masukan dari masyarakat 3 distrik yang dikunjungi.

Hal ini merupakan bentuk komitmen visi misi Johannes Rettob-Emanuel Kemong yakni Membangun Dari Kampung ke Kota. (Red)

Disdukcapil Mimika Kembali Gelar Nikah Massal

Top