Pendidikan

Pengumuman Kelulusan SMA Dilakukan Secara Online, Ada Tiga Hal Penentu Kelulusan

Seorang siswi merayakan kelulusan dengan mencorert baju

MIMIKA, BM

Pengumuman kelulusan siswa SMA di Mimika dilakukan secara serentak hari ini, Senin (3/5).

Sebanyak 1.838 siswa SMA se Kabupaten Mimika yang sudah mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) akan melihat hasil kelulusannya secara online melalui website atau media sosial masing-masih sekolah, sehingga siswa tidak diperkenankan datang ke sekolah.

Ketua Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) SMA Kabupaten Mimika, Edi saat dihubungi Berita Mimika, Senin (3/5) mengatakan keputusan pengumuman kelulusan dilakukan pada sore hari dan secara online agar siswa tidak melakukan konvoi, coret-coret seragam dan berkerumun di sekolah.

"Sekarang kan kita masih ada di masa pandemi jadi Jumat kemarin kepala sekolah rapat dan putuskan sistem pengumuman kelulusan ini dilakukan online. Inipun sama dengan tahun lalu pada sore hari dan online,”tutur Edy.

Edy mengatakan, kelulusan tahun ini masih sama dengan tahun lalu yaitu ditentukan oleh masing-masing sekolah melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan tiga hal.

Pertama, menyelesaikan semua program pembelajaran. Kedua, memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik. Dan ketiga, lulus ujian sekolah.

"Jadi keputusannya ada dimasing-masing sekolah. 19 sekolah SMA di Mimika menentukannya sendiri dengan memperhatikan tiga hal diatas. Begitupun 24 SMK nanti,” jelasnya sambil menambahkan bahwa apapun keputusan sekolah adalah yang terbaik. (Shanty)

Direktur YPMAK Sampaikan Kondisi 25 Anak Korban Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Sekolah Taruna



Direktur YPMAK, Vebian Magal

MIMIKA, BM

25 anak di Sekolah dan Asrama Taruna Papua yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual beberapa waktu lalu kini tengah menjalani atau mendapatkan penanganan trauma healing.

Direktur Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Vebian Magal kepada BeritaMimika menyampaikan trauma healing dilakukan oleh dua tim.

Tim pertama merupakan tim internal yang dibentuk oleh Yayasan Pendidikan Lokon (YPL) yang saat ini mengelola sekolah dan asrama Taruna Papua. YPL juga menggunakan profesional (psikolog) dari Uncen Papua.

Sementara tim satunya berasal dari gabungan gereja-gereja (PGI) di Jakarta. Mereka membentuk tim yang kemudian didatangkan ke Timika.

"Mereka lakukan pemulihan mental bagi anak-anak. Kondisi saat ini sudah aman, sebagian besar sudah pulih namun ada beberapa anak yang masih mengalami trauma," ungkapnya.

Vebian menjelaskan bahwa hingga 6 bulan ke depan trauma healing akan terus dilakukan sampai semua anak dipastikan terbebas dan pulih dari kondisi tersebut.

"Targetnya mereka semua harus pulih. Situasi saat ini sudah kembali normal," tegasnya.

Terkait dengan permintaan warga Mimika dan orangtua korban agar YPL tidak lagi menjadi pembina bagi sekolah dan asrama Taruna Papua, Vebian Magal mengatakan sedang dalam proses evaluasi.

"Saat ini kita sedang ada evaluasi dan belum ada kesimpulan. Kami sedang melihat perjanjian kerjasama selama ini apakah sesuai atau tidak, kemudian situasi kemarin dan keinginan masyarakat seperti apa, kita lihat semua," ungkapnya.

Evaluasi ini dilakukan selama tiga minggu dan telah dimulai sejak minggu lalu. YPMAK sejauh ini juga belum memikirkan opsi lain semisal pengganti YPL nanti karena fokusnya pada hasil evaluasi.

Artinya, hasil evaluasi antara YPMAK dan YPL akan menentukan ke depan apakah kerjasama dlanjutkan atau berakhir.

"Kontrak YPMAK dengan YPL itu 5 tahun dan sekarang sudah jalan tahun ke tiga. Dalam kontrak kerja memang jika tidak sesuai maka bisa diputus kontrak kerja. Tapi saat ini kami masih fokus dengan evaluasi dan hasil evaluasilah yang menentukan segalanya," jelasnya. (Ronald)

Dukcapil Mimika Goes to School

Kadisdukcapil Mimika, Slamet Sutejo

MIMIKA, BM

Dalam rangka turut memperingati rangkaian Hardiknas dan Percepatan Target Nasional dalam Pelayanan Adminduk, maka Dukcapil Mimika pada Tahun 2021 ini akan melakasanakan program "Dukcapil Mimika Goes to School".

Dukcapil mendatangi sekolah untuk memberikan pelayanan adminduk secara langsung kepada pelajar baik jenjang SMA/SMK, SMP maupun SD dengan target melakukan 5000 perekaman eKTP bagi pemula usia 17 Tahun, 5000 penerbitan Akte Kelahiran dan 5000 Kartu ldentitas Anak (KIA).

Pada tahap awal ini sebelum memasuki tahun ajaran baru pelayanan akan dilakukan pada hari kamis-jumat tanggal 29-30 April 2021 bertempat di SMA N 1 Mimika.

Selanjutnya pada tanggal 3-4 Mei 2021 di Sentra Pendidikan SP5 serta ke Kokonao pada tanggal 6-8 Mei 2021. Setelah liburan sekolah nanti akan dilanjutkan ke sekolah lainya.

"Melalui program ini Dukcapil Mimika akan memberikan sosialisasi dan pelayanan secara langsung tentang pentingnya kepemilikan dokumen adminduk bagi setiap warga lndonesia khususnya bagi para pelajar siswa-siswi," ujar Kadisdukcapil Mimika, Slamet Sutejo.

Menurutnya, dengan memberikan pemahaman sedini mungkin tentang kepemilikan dokumen adminduk yang valid dan akurat maka akan mempermudah pemerintah untuk memberikan pelayanan publik kepada warga, khususnya para pelajar.

"Karena untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi tentunya dokumen adminduk baik itu eKTP, akte kelahiran dan KIA yang berbasis NIK sudah pasti sangat diperlukan," ungkapnya.

Melalui BM, Slamet Sutejo menyampaikan terima kasih atas atensi, dukungan dan kerjasamana yang baik dari Dinas Pendidikan, para kepala sekolah dan jajaranya serta stakeholders terkait lainnya atas dukungan mereka terhadap program Goes To Scholl Dukcapil Mimika. (Ronald

Top