Pendidikan

Kehadiran Wapres Gibran di Timika, Bawa Kebahagiaan Lebih Bagi 60 Anak Yatim


Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat menemani anak-anak berbelanja di salah satu toko buku

MIMIKA, BM

Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming menyempatkan diri membelikan anak-anak buku dan alat tulis ketika melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Mimika, Senin (20/4/2026).

Pantauan Beritamimika.com, Gibran yang didampingi Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, Bupati Mimika Johannes Rettob dan rombongan menyambangi Toko Meriah sekitar pukul 18.00 WIT.

Orang nomor dua di Indonesia ini pun berkeliling mendatangi anak-anak yang sedang memilih alat tulis di toko tersebut.

Gibran juga menanyakan dan mengecek barang-barang yang dibelanjakan anak-anak agar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Untuk diketahui, sebanyak 60 anak yatim dan yatim piatu dari 4 panti asuhan ini mendapat voucher belanja masing-masing sebesar Rp.500.000.

Anak-anak ini berasal dari empat panti asuhan di Timika yani LKSA Panti Asuhan Al Amin Hidayatullah, Panti Asuhan Laskar Pelangi, Rumah Yatim Dan Dhu’afa Baiturrasul dan Panti Asuhan Santa Susana Timika.

Suasana belanja terasa hangat dan penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias saat memilih langsung perlengkapan sekolah yang mereka butuhkan untuk kebutuhan sekolah.

Ada beragam kebutuhan sekolah yang mereka pilih seperti buku, pena, pensil, tempat pensil, mainan dan lain-lain.

Kebahagiaan terpancar dari wajah semua anak, salah satunya Margareta Pakage siswa SD yang tinggal di Panti Asuhan Santa Susana. Ia merasa senang karena bisa belanja alat-alat tulis di temani wakil presiden.

"Kemarin kami dikasih tahu akan datang ke sini untuk ketemu dengan Pak Gibran, saya senang sekali. Tadi saya beli buku, pensil, penghapus, runcing, mistar dan mainan. Terimakasih Pak Gibran," ungkapnya. (Shanty Sang)

4.357 Siswa SD di Mimika Ikut TKA dan Assesment Nasional

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananiasl Faot saat meninjau proses pelaksanaan TKA


MIMIKA, BM

Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Assesment Nasional (AN) tahun 2026 secara serentak resmi digelar, termasuk ribuan siswa-siswi SD di Kabupaten Mimika.

Untuk Kabupaten Mimika tercatat sebanyak 4.357 siswa SD dari 118 sekolah yang mengikuti TKA dan Assesment Nasional.

Pelaksanaan TKA dan AN tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot di SD Inpres Koperapoka 1, Senin (20/4/2026).

Kasie Kurikulum pada Dinas Pendidikan, Simon Roba Patandianan dalam laporannya menyampaikan, bahwa kegiatan TKA dilaksanakan di sekolah yang memiliki Laboratorium Komputer dengan mata pelajaran yang diujikan ialah literasi (bahasa Indonesia) dan numerasi (matematika).

"Moda ujian adalah Berbasis Komputer (Computer Based Test - CBT)," kata Simon.

Simon menjelaskan, jumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Mimika sebanyak 136 Satuan Pendidikan dengan jumlah peserta didik kelas 6 sebanyak 4.571 siswa.

Sementara, jumlah Satuan Pendidikan yang mengikuti TKA sebanyak 118 Sekolah dengan peserta didik sebanyak 4.357 siswa dengan rincian laki-laki sebanyak 2.261 siswa dan Perempuan sebanyak 2.096 siswa.

"Ada sebanyak 6 Sekolah yang tidak memiliki kelas akhir yakni kelas 6 dan sisanya memiliki kendala lain seperti keaman dan jaringan yang belum memadai," ujarnya.

Ia menambahkan, sebanyak 12 Satuan Pendidikan yang memiliki kendala lain akan dilakukan evaluasi terhadap pimpinan sekolah tersebut karena dianggap tidak mampu malakukan tugas dengan baik sebagai leader dari sekolah tersebut.

Sementara Itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot dalam sambutannya mengatakan, mutu Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan. Pelaksanaan TKA yang dibuka hari ini adalah langkah strategis Pemerintah Kabupaten Mimika dalam upaya meningkatkan pendidikan secara berkelanjutan.

Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan investasi jangka panjang yang hasilnya akan menentukan wajah Kabupaten Mimika sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan.

"Perlu kita pahami bersama bahwa TKA ini diselenggarakan bukan sebagai beban tambahan bagi siswa, melainkan sebagai sarana pemetaan kemampuan akademik secara objektif dan riil," kata Ananias.

Ananias mengatakan, tahun ajaran ini, Pemerintah Kabupaten Mimika menetapkan target yang optimis. Pemerintah menaruh harapan besar agar rata-rata skor kompetensi daerah mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama pada penguatan aspek literasi dan numerasi.

"Target ini adalah tantangan bagi kita semua untuk membuktikan bahwa kualitas pendidikan di Mimika terus bergerak naik," tuturnya.

Menurutnya, pelaksanaan tes yang kini semakin berbasis teknologi bukan hanya soal efisiensi, tetapi merupakan komitmen untuk memperkenalkan ekosistem digital kepada anak-anak sejak dini.

Ia berpesan kepada para siswa, kerjakan soal-soal ini dengan tenang, fokus, dan tidak perlu tergesa-gesa. Jangan jadikan tes ini sebagai beban yang menakutkan, anggaplah ini sebagai tantangan menyenangkan untuk membuktikan sejauh mana kalian telah bertumbuh selama enam tahun ini di bangku sekolah dasar.

"Saya instruksikan kepada seluruh jajaran Dinas Pendidikan dan pengawas ujian untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan dengan tertib, transparan, dan akuntabel," pungkasnya. (Shanty Sang)

Tutup Lokakarya Pendidikan Keuskupan, Wabup Harap Mutu Pendidikan di Mimika Dapat Terus Didorong

 

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dan Uskup Bernardus dan Senior Vice President Sustainable Development PTFI, Nathan Kum menutup Lokakarya Pendidikan Keuskupan Timika dengan memukul tifa bersama-sama 

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, secara resmi menutup Lokakarya Pendidikan Keuskupan Timika yang telah berlangsung selama tiga hari.

Prosesi penutupan kegiatan yang berlangsung di Aula Keuskupan Mimika, Jalan SP2, Kamis (16/4/2026) malam ditandai dengan pemukulan tifa. Kemudian dilanjutkan dengan misa yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dalam sambutannya mengatakan bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, perubahan sosial, kemajuan teknologi, serta berbagai persoalan kemanusiaan, peran gereja dan lembaga keagamaan semakin dibutuhkan.

Gereja tidak hanya hadir sebagai pewarta iman, tetapi juga memiliki peran nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Lokakarya pendidikan ini menjadi langkah penting untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan Katolik, sekaligus memperkuat karakter generasi muda. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan bermartabat,"kata Wabup Emanuel.

Emanuel mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika terus berkomitmen membangun sinergi dengan Keuskupan Timika dan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan menghasilkan perubahan nyata bagi dunia pendidikan di daerah itu.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik tolak untuk melangkah lebih jauh. Kita siapkan generasi Mimika yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, teguh dalam integritas, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijaksana,” ujarnya.

Sementara itu, Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA mengaku bahwa masih ada sejumlah pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan, khususnya antara keuskupan, yayasan, sekolah, masyarakat, dan PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mimika.

Selama tiga hari pelaksanaan Lokakarya, kata Uskup Bernardus berbagai persoalan pendidikan telah diidentifikasi beserta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan. Dimana, yang dibutuhkan adalah langkah konkret dan kerja bersama agar hasil Lokakarya benar-benar membawa manfaat bagi generasi masa depan di Papua Tengah.

Lanjutnya, Lokakarya ini menjadi sarana untuk saling bertemu, berbagi pengalaman lapangan, dan memperkuat Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) di wilayah Papua Tengah.

Uskup berharap kegiatan tersebut melahirkan inspirasi, gagasan, dan jejaring kerja sama baru demi pengembangan pendidikan di wilayah Keuskupan Timika.

Senior Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum, mengatakan Lokakarya telah menghasilkan empat poin utama, yakni penguatan tata kelola, penyusunan strategi program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang, serta dukungan pendanaan dan peningkatan tenaga kependidikan di Kabupaten Mimika.

Ia berharap manfaat dari hasil lokakarya dapat dirasakan masyarakat, terutama suku Amungme, Kamoro, lima suku kekerabatan, dan masyarakat Papua lainnya melalui sekolah-sekolah yang dikelola Yayasan Keuskupan Timika.

“Bersama Keuskupan dan Pemkab Mimika, kami PT Freeport akan terus memberikan dukungan agar pendidikan semakin baik,”pungkasnya. (Shanty Sang)

Top