Hukum & Kriminal

Tiga Hari Tidak Pulang Rumah, KW Ditemukan Meninggal Dalam Keadaan Terapung di Bendungan

Situasi dilokasi penemuan mayat seusai dievakuasi dari dalam air

MIMIKA, BM

Seorang pemuda berinisial KW (23) yang diketahui berdomisili di Kebun Siri ditemukan meninggal dalam keadaan terapung di bendungan, tepatnya belakang gardu listrik, pagar kuning di jalan Freeport lama, Jumat (02/06/2023) sekitar pukul 14.30 WIT.

Kapolsek Mimika Baru, Kompol Saidah Hobrouw melalui Kanit Binmas selaku Pawas, Ipda I Made Aribawa saat ditemui di RSUD Mimika menuturkan bahwa mayat pertama kali ditemukan oleh keluarganya sendiri karena beberapa hari ini mereka mencarinya.

"Karena informasi dari keluarga mereka sejak hari Rabu kemarin KW pergi ikut acara dan tidak pulang rumah, dan hari ini ditemukan sudah meninggal dalam posisi terapung di bendungan," tutur I Made.

Disampaikan I Made bahwa pada saat di lokasi penemuan, keluarga dari korban sendirilah yang mengevakuasi dari air menuju pinggiran kali.

"Kita evakuasi menggunakan mobil Lalu Lintas Polsek Mimika Baru menuju kamar jenazah RSUD Mimika, karena saat itu mobil ambulance tidak ada. Untuk sementara mayat masih di kamar jenazah guna menunggu keluarga," ujarnya. (Ignasius Istanto)

Seorang Pemuda Nekat Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

Anggota piket fungsi Polres Mimika saat berada dilokasi ditemukannya MG saat gantung diri

MIMIKA, BM

Entah apa yang membuat dirinya harus mengakhiri hidupnya, seorang pemuda berinisial MG ditemukan tak bernyawa dengan posisi gantung diri dibelakang halaman Gereja Jemaah Sion,Jalan Gaharu, Jumat (02/06/2023).

Kapolres Mimika melalui Kasie Humas Polres Mimika, Ipda Hempy Ona saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Sudah dilakukan olah TKP, dan untuk jenazah korban sudah dievakuasi menuju kamar mayat RSUD guna melakukan pembersihan jenazah serta menunggu hasil kesepakatan keluarga terkait pemakaman,"kata Hempy.

Disampaikan Kasie Humas Polres bahwa selain korban gantung diri menggunakan tali yang mengikat pada leher, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Tindakan korban dengan gantung diri ini dilakukan setelah korban mengantar ayahnya ke Gorong-gorong untuk bekerja di Tembagapura," ujar Hempy.

Diketahui bahwa informasi adanya gantung diri pertama kali dilaporkan oleh warga kepihak kepolisian, kemudian personil piket fungsi Polres Mimika tiba di TK, yang selanjutnya mengamankan lokasi kejadian guna menunggu tim Inafis untuk melakukan olah TKP. (Ignasius Istanto)

Pasca Kontak Tembak, 162 Warga Nogolait Dievakuasi ke Kenyam

Polisi mengevakuasi masyarakat dari Kampung Nogolait ke Distrik Kenyam, Papua Pegunungan.

MIMIKA, BM

Sebanyak 162 warga masyarakat sipil yang bermukim di Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, telah dievakuasi ke Distrik Kenyam.

Informasi yang dihimpun Beritamimika.com, masyarakat dievakuasi ke Kenyam setelah peristiwa kontak tembak antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan TNI-Polri, Senin (29/5/2023).

Kepala Operasi Damai Cartenz-2023, Kombespol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi pada Rabu (31/5/2023) sore membenarkan adanya evakuasi tersebut.

Kombes Pol. Faizal mengatakan bahwa warga masyarakat setempat meminta dievakuasi karena adanya gangguan dari KKB.

"Setelah terjadi kontak tembak antara TNI-Polri Ops Damai Cartenz dan KKB di wilayah Nduga pada Senin, 29 Mei 2023, sebanyak 162 warga masyarakat dari Kampung Nogolait meminta dievakuasi ke Ibu Kota Kabupaten Nduga, Kenyam," ujar Faizal di Timika.

Ka Ops Damai Cartenz 2023 menyampaikan, para pengungsi tersebut telah ditempatkan di area Sekolah Dasar Negeri 1 Kenyam.

Adapun jumlah yang disebutkan yakni 162 warga itu terdiri dari 54 pria dewasa, 84 ibu-ibu, dan 24 anak-anak.

"Di Kenyam, mereka dirawat oleh Pemda setempat. Kalau kami (aparat) pengamanannya," tutur Faizal.

Lebih lanjut Faizal menyebutkan bahwa situasi di Kenyam secara umum tidak ada masalah. Layanan publik seperti bandara pun masih beroperasi.

"Kami betul-betul paham bagaimana pergerakan mereka (KKB) sehingga kita cukup mampu bisa mengamankan mereka tidak masuk ke Kenyam," kata dia.

"Anggota keamanan tetap menjaga kewaspadaan untuk mengantisipasi gangguan dari Kelompok KKB tersebut”, pungkasnya. (Red)

Top