Hukum & Kriminal

Pj Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk Diminta Sadar Hukum 'Harus Jeli, Jangan Karena Kepentingan'

Mathea Mameyauw

JAYAPURA, BM

Tokoh perempuan Mimika dan Papua, Mathea Mameyau yang kini menjabat sebagai anggota DPRP Papua Komisi IV SDM secara tegas meminta Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk agar sadar hukum.

Ia memprotes upaya Pj Ribka Haluk yang akan melantik Penjabat Mimika, menggantikan Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob.

"Ibu harus tahu hukum. Kita harus berpikir secara logis dan hukum karena pengadilan sudah menginstruksikan agar Plt Bupati Mimika kembali menjalankan pemerintahan seperti biasa dan selama in sebagai warga yang taat hukum, beliau juga kooperatif ikuti persidangan," tegasnya.

Mathea juga menyoroti undangan yang sersebar hingga ke media sosial yang menurutnya sangat menyimpang dari protokoler yang sebenarnya dalam tata cara adminsitrasi surat-menyurat di pemerintahan.

"Pemerintah memiliki aturan terkait ini. Saya mendengar undangan hanya dikirim via whatsaap dan tidak melalui protokoler sebagaimana seharusnya. Koh bisa begini? Bagi saya undangan itu tidak betul. Saya harap rencana pelantikan ditunda atau ditiadakan," ungkapnya.

Menurutnya bahwa Pj Gubernur Ribka harusnya berkomunikasi terlebih dahulu dengan semua pihak terkait putusannya itu. Apalagi saat ini proses hukum sedang dijalankan.

Apalagi menurutnya, pihak pengadilan secara tegas sudah menginstruksikan Johannes Rettob sebagai Plt Bupati Mimika untuk menjalankan pemerintahan seperti biasa

"Saya tegaskan sekali lagi kepada Pj Gubernur Papua Tengah untuk melihat ini secara jeli, bukan sebagai sebuah kepentingan. Sebagai tokoh perempuan saya mau pastikan, ada apa dibalik semua ini?!" tegasnya.

Mathea berharap bahwa kondisi ini jangan sampai berdampak dan mengakibatkan instabilitas di Mimika, namun jika sampai terjadi, Mathea menegaskan bahwa Pj Gubernur Papua, Ribka Haluk harus bertanggungjawab.

"Hasil sidang hari ini sudah jelas, Bapak Plt Mimika pulang dan laksanakan tugas seperti biasa. Jangan ada yang buat mimika yang tadinya aman jadi tidak kondusif, saya harap tidak terjadi karena tanah Mimika yang beri makan bagi kita. Namun kalau ada sesuatu yang terjadi di Mimika maka yg tanggungjawab adalah ibu Pj Gubernur Papua," tegasnya. (Red)

Diduga Ada Masalah Dengan Mantan Pacar, Seorang Pria Nekat Gantung Diri

Terlihat tim inafis Polres Mimika saat melakukan olah TKP (Foto istimewa)

MIMIKA, BM

Seorang pria berinisial AP alias Agung ditemukan gantung diri menggunakan tali selang, Minggu (18/06/2023) sekitar pukul 17.06 WIT di kampung Wanagon, kompleks perumahan Duta Komar SP 2,jalur 4.

Kapolres Mimika melalui Kasihumas, Ipda Hempi Ona kepada BM menjelaskan kejadian tersebut.

"Saat ini kami terus lakukan komunikasi dan koordinasi dengan kerabat korban guna menyampaikan kajadian ke orangtua korban yang berada di kampung NTT maupun mencari keluarga yang ada di Timika untuk melakukan proses pemakaman di Timika atau di kampung halaman,"ungkap Hempi tadi malam.

Diterangkan Hempi bahwa korban sebelumnya berprofesi sebagai supir mobil rental di SP 2 ini tidak pernah bercerita terkait masalah kepada keluarga maupun orang-orang sekitar.

"Diduga korban mengalami depresi diakibatkan permasalahan dengan mantan pacarnya yang sudah putus. Karena mantan pacar sudah tidak mau lagi dan korban tidak bisa menerima, iakun melakukan aksi bunuh diri,"terangnya.

Disampaikan Hempi, dari keterangan saksi 1, sebelum kejadian sekitar pukul 10.30 WIT saksi 1 sedang minum kopi bersama korban di kamar korban.

Kemudian sekitar pukul 11.00 Wit saksi 1 pergi ke kebun di SP 4 untuk melakukan aktifitas berkebun dan sudah tidak mengetahui keadaan korban.

Sekitar pukul 15.00 WIT, saksi 1 kembali ke rumah, sesampai di rumah saksi 1 mengetok pintu dan memanggil korban, namun tidak ada jawaban dari korban, kemudian saksi memanggil teman untuk mengecek keadaan korban di dalam.

Karena tidak ada jawaban, teman saksi 1 mendobrak pintu, dan saat masuk ke dalam rumah terlihat korban sudah dalam keadaan tergantung.

Sementara dari keterangan saksi 2, sekitar pukul 14.00 WIT korban mengirim chat dan menyuruh saksi datang untuk mengubur mayatnya. Saksi 2 pun mencoba menelfon korban berulang kali tetapi tidak di angkat.

Sekitar pukul 17.10 WIT, saksi 2 akhirnya mengetahui kejadian setelah kembali menelfon ke nomor hp korban, yang mana saat itu panggilannya diterima oleh salah satu sepupu korban. (Ignasius Istanto)

Penipuan 'Gunakan Nama Plt Bupati Mimika' Dua Akun Medsos Beri Jaminan Jabatan Bagi Sejumlah ASN

Screenshot komunikasi media sosial di Whatsapp yang dikirimkan oleh pelaku penipuan

MIMIKA, BM

Saat ini sedang marak beredar di media sosial Messanger Facebook dan Whatsapp mengatasnamakan Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob secara acak melakukan komunikasi dengan banyak orang terutama ASN Pemda Mimika.

Kedua akun medsos tersebut menggunakan nama dan foto Johanes Rettob sehingga banyak orang merasa bahwa yang menghubungi mereka adalah Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Dalam komunikasi message Facebook, akun ini seakan ingin memberikan jaminan jabatan kepada ASN Pemda Mimika yang dihubunginya.

Bahkan akun ini juga meminta sejumlah uang yang harus dikirimkan ke nomor rekening Bank BRI atas nama Nurcahya Alam.

Walau demikian, ada sejumlah ASN yang tidak mempercayainya dan langsung melakukan screnshot kemudian melaporkan hal tersebut secara langsung kepada Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Dalam banyak komunikasi yang dilakukan, akun tersebut menulis 'Bapak ingin beri kesempatan mu berkarir lebih baik, jga kepercayaan bp. Semoga diberkati Tuhan dan berprestasi sesuai dgn hrapan bpk. Tngkatkn kinerja mu lbh baik'.

Setelah mendapatkan respon dari ASN yang dihubunginya, akun tersebut kemudian menulis 'Tuhan memberkati. Kirim sk mu wa ke bpk agar pntia lakukan penetapan jab baru kamu. 082178494245 wa bp. Segera laksanakan petunjuk bapa'

Sementara di media sosial Whatssup, mengatasnamakan Plt Bupati Johannes Rettob, akun ini meminta ASN yang dihubunginya untuk segera mengirimkan SK pegawainya dalam bentuk pdf.

'Semoga mnjadi kabid disdukcapil atau dinas penanaman modal yg berprestasi dan diberkati Tuhan. Tingkatkan kedsiplinan dan loyalitas kepatuhan mu lbh baik. Minggu dpn pelantikan,' tulisnya.

Ia juga melanjutkan 'Untuk biaya administrasi penerbitan sk jab baru mu sbgai kabid penyesuaian gol dan eselon, Tunjab, Randis serta pelantikanmu setor ke rek panitia'

'228401011193509 Bank BRI an Nurcahya alam rek panitia. Upayakan 18.00 mlm ini dilakukan rapat penetapan, disiplin waktu mu, bukti setor potokan ke wa bp' lanjut wa tersebut.

Terkait dengan penipuan ini, Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob menegaskan agar masyarakat terutama para ASN agar tidak mempercayai hal tersebut.

JR juga menegaskan bahwa postingan yang dikirimkan merupakan upaya tindakan penipuan yang mengatasnamakan dirinya untuk jabatan fungsional atau politik.

"Saya Johannes Rettob atasnama pribadi tidak pernah meminta, menawarkan, ataupun menjanjikan sebuah jabatan, karir, dan kerjasama dengan maksud tertentu atau berdampak yang bisa merugikan insitusi ataupun individu," tegasnya.

"Dengan ini saya sampaikan bahwa, kepada Bapak/Ibu yang mendapatkan pesan melalui akun palsu dengan mengatasnamakan atau menggunakan akun media sosial Johannes Rettob seperti yang tercantum dalam tangkapan layar, mohon untuk tidak direspon ataupun digubris apa yang diminta oleh orang yang tidak bertanggung jawab, tentunya orang ini hanya ingin merusak harkat dan martabat saya. Akun Resmi saya Johannes Rettob hanya ini, dan tidak ada yang lainnya," jelasnya.

Plt John Rettob juga meminta semua masyarakat terutama ASN agar bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial dan selalu waspada terhadap upaya penipuan melalui media sosial. (Red)

Top