Hukum & Kriminal

Resmikan Pos Peka, Wakapolres : Harus Semangat Terus Menjaga Kamtibmas Lingkungan

Wakapolres bersama tamu undangan dan warga RT 05,Keluharan Pasar Sentral saat meresmikan Pos Peka.

MIMIKA, BM

Guna mendukung kamtibmas di tengah warga, Wakapolres Mimika, Kompol Hermanto meresmikan Pos Peka yang berlokasi di gang Cempaka RT 05, Kelurahan Pasal Sentral Distrik Mimika Baru, Sabtu malam (27/05/2023).

Wakapolres dalam kesempatan itu, memberikan apresiasi positif kepada seluruh pihak yang sudah berkontribusi dalam pembangunan pos Peka ini.

"Semoga semangatnya perlu di pelihara agar selalu menjaga keamanan lingkungannya masing-masing, khususnya di gang Cempaka, karena dengan adanya pos peka ini membantu mencegah dan menekan timbulnya tindakan yang tidak kita inginkan,"kata Wakapolres.

Dengan adanya Pos Peka, Wakapolres berharap masyarakat dapat menunjang dan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk selalu menjaga keamanan.

"Apabila sudah ada pos peka maka kita akan mendapatkan informasi jika ada kejadian penting, sehingga kita cepat meresponnya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres juga menyampaikan akan ada program baru yakni Polisi RW, yaitu menjaga keamanan di lingkungan RW, mengemban tugas fungsi Intelijen, Reskrim dan Polmas.

Mewakili masyarakat, Ketua RT 05, Erens Marsela menyampaikan apresiasi. Tak lupa ia juga mengaapresiasi warga atas pastisipasi dan dukungan mereka dalam mendirikan pos peka untuk menjaga keamanan di lingkungan RT 05 .

Apresiasi juga disampaikan oleh Lurah Pasar Sentral, yang mana pada intinya keberadaan pos peka harus ada kesadaran dari masyarakat untuk sama-sama bersinambung memberikan rasa ketentraman dan kedamaian.

"Pos peka bukan ini hanya dijadikan tempat keamanan, tapi bisa dijadikan sebagai tempat posyandu agar kita bisa mencegah stanting. Pos peka walupun sederhana tapi pembuatan ini sungguh luar biasa dan saya melihat masyarakat serta warga sangat luar biasa," ucap Lurah Pasar Sentral.

Dalam kesempatan ini, selaku warga RT 05, Daud Bunga yang juga adalah seorang anggota DPRD Mimika juga mengatakan adanya pos peka merupakan satu hal yang luar biasa serta merupakan satu hal positif bagi warga setempat.

"Saya ucapkan terimakasih banyak kepada warga. Walaupun sederhana tapi ini merupakan satu makna yang luar biasa. Mudah mudahan dengan adanya pos peka ini bisa memberikan kemanan dan pelayanan khususnya di RT 5. Dan saya minta dukungan dari semua warga untuk kemananan di wilayah ini,"ungkap Daud. (Ignasius Istanto)

Tiga Hari Penyerangan, OPM Klaim Tembak 7 Anggota TNI di Nduga

Yotam Bugiangge (ikat kepala merah) bersama beberapa anggota pasukannya. (Foto Istimewa)

MIMIKA, BM

Tentara Pembebasan Papua Barat - Organisasi Papua Mereka (TPNPB-OPM) telah melakukan penyerangan terhadap TNI-Polri di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Pegunungan Papua.

Hal itu diungkapkan lewat siaran pers oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, berdasarkan laporan dari Komandan Batalyon Wesem Napianus Kerebeya dan Yotam Bugiangge.

"Pasukan TPNPB di bawah pimpinan Napianus Kerebeya dan Yotam Bugiangge telah melakukan serangan selama tiga hari berturut-turut terhadap militer dan polisi Indonesia di Kenyam dan berhasil menembak 7 anggota TNI," ujar Sebby.

“Hal ini telah dilaporkan langsung oleh EX Anggota TNI yang bergabung ke TPNPB yaitu YOTAM BUGIANGGE, langsung dari Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga-Papua pada hari Senin tanggal 29 Mei 2023,” imbuhnya.

Sebby menyampaikan bahwa penyerangan tersebut dilakukan selama tiga hari berturut-turut, yakni pada tanggal 26, 27, dan 29 Mei 2023.

Sebby menjelaskan, pada tanggal 26 Mei 2023, pasukan TPNPB melakukan penyerangan pertama ke pos penjagaan di Lampung Nogolait.

"Pertama, kami serang pos penjagaan di Nogolait, dan tembak 3 orang anggota TNI dengan ukuran pas sasaran, dan juga kami tembak mobil brimob rintis Tambora, kaca depan hancur. Kemudian yang luka-luka kami belum pastikan. Hal ini kami lakukan pada tanggal 26 Mei 2023," jelas dia.

Kemudian di hari Sabtu (27/5/2023), lanjut Sebby, TPNPB menembakkan sebuah helikopter di Kali Dibini sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

"Dalam serangan ini, kami menembakkan helikopter milik TNI saat mengidentifikasi posisi kami TPNPB dari atas udara, militer Indonesia melakukan serangan udara," ujarnya.

Menurutnya, serangan melalui udara oleh TNI merupakan wujud balas dendam atas penembakan yang dilakukan TPNPB pada 26 Mei 2023.

"TNI langsung siram peluru dari udara sehingga kami pasukan TPNPB KODAP III Ndugama-Derakma melakukan tembakan terhadap helikopter sebanyak 15 peluru, sehingga membuat helikopter tersebut kembali ke Ibu Kota Kenyam," kata Sebby.

Tak berhenti di situ, dua hari kemudian, TPNPB kembali menggencarkan serangan kepada TNI-Polri pada Senin (29/5/2023) siang.

Di hari yang ketiga ini, dikatakan bahwa TPNPB melakukan penyerangan ke Pos Koramil Nduga di Kenyam sekitar pukul 12.08 WIB.

"Tidak ada yang balas tembakan sampai berapa menit kemudian bantuan Brimob dari koteka yang datang balas tembakan dan kami geser ke kampung Nogolait," jelas dia.

Sebby kontak menyebut tembak tersebut berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa rumah warga ikut hancur akibat roket balistik yang digunakan TNI-Polri.

"Pihak TERORIS TNI/POLRI menggunakan Roket/balistik. Kampung Nogolait jadi sasaran, rumah warga juga hancur. Baku tembak terus sampai pukul 3 sore kami berhenti," tulisnya.

"Dalam laporan ini, Yotam Bugiangge melaporkan bahwa mereka telah menembak TERORIS TNI/POLRI, 7 orang tewas dan pihak pasukan TPNPB dipastikan tidak ada korban dalam baku tembak siang ini," kata Sebby melanjutkan.

Sebby menyebutkan bahwa dalam laporan tersebut, Yotam Bugiangge menyatakan tidak akan berhenti menuntut hingga kemerdekaan Papua Barat diakui.

"Kami tidak akan berhenti berperang terus sampai Indonesia mengakui hak kemerdekaan Republik Papua Barat," ujarnya seperti yang ditegaskan Yotam Bugiangge.

Terkait informasi penyerangan ini, Beritamimika.com sudah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak TNI-Polri pada Selasa (30/5/2023) malam via pesan singkat.

Namun, belum ada pernyataan yang menjelaskan peristiwa penyerangan tersebut. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, SH. S.IK. M.Kom., meminta waktu untuk mengecek kebenaran informasi itu.

"Mohon waktu saya cek," ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Senada dengan itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2023, Kombes Pol. Donny Charles Go, pun mengatakan bahwa diminta belum mendapatkan info tersebut. "Kami blm dpt info Bang...," tulisnya.

Sementara Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Kav Herman Taryaman, SIP, MH, hingga berita ini dinaikkan belum merespon konfirmasi tersebut. (Red)

Belum Ada Kejelasan Terkait Keputusan Manajemen PT PSU, Ibu-Ibu Palang Pintu Kantor

Pintu masuk kantor PT PSU dipalang menggunakan barikade dan sebuah papan tipis (foto istimewa)

MIMIKA, BM

Pintu masuk kantor PT Pangan Sari Utama (PSU) Mile 68 Tembagapura di palang oleh sekelompok ibu-ibu pada Kamis (25/05/2023).

Pemalangan yang dilakukan oleh sekelompok ibu-ibu ini terkait keputusan yang diambil oleh Manajemen PT. PSU beberapa waktu lalu dinilai belum ada kejelasan.

Diketahui sekelompok ibu-ibu ini merupakan karyawan PT Pangan Sari Utama (PSU) yang di rumahkan oleh manajemen.

Wakapolres Mimika, Kompol Hermanto saat ditemui membenarkan adanya pemalangan di kantor tersebut.

"Benar tadi sempat di palang tapi sekarang sudah dibuka kembali, dan aktifitas sudah normal kembali," ungkapnya.

Disampaikan Wakapolres bahwa yang melakukan pemalangan di kantor itu merupakan karyawan yang dirumahkan.

Pasalnya pada saat masa pandemi itu mereka sempat mengganggu ketertiban umum ketika ada karyawan lain melakukan swab untuk turun ke Timika.

"Jadi waktu itu manajemen mengambil langkah untuk di rumahkan,"ujar Hermanto.

Terkait dengan aksi pemalangan yang dilakukan oleh sekelompok ibu-ibu, kata mantan Kasat Reskrim itu sudah ada hasil pertemuan, dimana pada tanggal 7 Juni mendatang akan dibahas bersama.

"Nanti dari manajemen akan bahas masalah itu," kata Hermanto. (Ignasius Istanto)

Top