Hukum & Kriminal

Masih Bandel Dirikan Pabrik Miras Lokal Di Wilayah Miktim, Personil Gabungan Akhirnya Musnahkan

Foto Istimewa/Personil gabungan saat menemukan lokasi yang dijadikan sebagai tempat pembuatan miras lokal.

MIMIKA, BM

Walaupun sudah sering kali dimusnahkan oleh pihak keamanan di wilayah Mimika Timur (Miktim), namun hal itu tidak membuat kapok warga yang masih saja bandel mendirikan pabrik pembuatan minuman keras lokal.

Personil gabungan Polsek Mimika Timur dan personil Koramil Mapurjaya serta pihak Distrik pada Rabu kemarin (25/10/2023) memusnahkan tempat produksi dan alat penyulingan yang ada di kampung Kaugapu, Hiripau dan Pelabuhan Arwana Pomako. Sementara pemiliknya diketahui melarikan diri.

Selain memusnahkan tempat produksi dan alat penyulingan di beberapa tempat, personil gabungan juga mengamankan minuman keras yang disembunyikan di belakang rumah warga berupa 1 ember warna putih berisi 10 kantong es berukuran 600 mil dan 1 botol aqua 1,5 liter.

Kemudian ditemukan juga 1 gen ukuran 20 liter berisi minuman lokal jenis tuak dan 1 gen ukuran 5 liter.

Kegiatan yang dilakukan personil gabungan ini sebagai tindak lanjut hasil rapat koordinasi Forkopimda yang dipimpin Bupati Mimika tentang pengendalian, pengawasan dan penertiban peredaran minuman keras di Kabupaten Mimika.

"Kita diperintahkan untuk menekan peredaran miras di wilayah Mimika Timur dan pembatasan jam penjualan miras berlabel agar tidak jual 24 jam," kata Kapolsek Mimika Timur AKP Matheus Tanggu Ate.

Kapolsek Miktim juga mengatakan bahwa saat melakukan razia atau sweeping, mereja juga memberikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat yang tinggal di area pelabuhan Arwana.

"Kita sampaikan bahwa apabila masyarakat ada yang mengetahui atau melihat para pelaku penjual miras lokal di area pelabuhan agar melapor kepada pihak kepolisian, sehingga kami bisa mengamankan para pelaku,"  jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk barang bukti yang sudah diamankan kemudian dimusnahkan di Polsek Mimika Timur.

"Kami terus komitmen memberantas peredaran miras baik minuman lokal maupun pabrikan yang tidak punya izin resmi yang jual di wilayah Mimika Timur,” tegasnya.(Ignasius Istanto)

Kebakaran di Pasar Sentral Kerugianya Ditaksir Capai Rp300 Juta

Terlihat mobil petugas pemadam kebakaran saat memadamkan kobaran api

MIMIKA, BM

Kebakaran kembali terjadi, kali ini si jago merah melahap enam petak bangunan milik pedagang dini hari Jumat (27/10/2023) sekitar pukul 02.55 WIT di Pasar Sentral.

Enam petak bangunan milik pedagang itu diketahui menjual barang kelontongan dan pakaian bekas cakar bongkar.

Kebakaran keenam petak bangunan milik pedagang itu diduga konsleting listrik.Beruntung dalam musibah kebakaran dini hari tidak ada korban jiwa, namun ditaksir mengalami kerugian materil kurang lebih 300 juta.

Pada saat terjadi kebakaran tim pemadam kebakaran mengerahkan 4 unit mobil untuk memadamkan kobaran api agar tidak merambat kebeberapa bangunan lain yang berada di sekitarnya.

Kapolsek Mimika Baru, Kompol Saidah Hobrouw melalui Kanit Reskrim, Iptu Yusran saat dikonfirmasi membenarkan adanya kebakaran tersebut.

"Ada enam petak yang terbakar itu semua terbuat dari kayu,"katanya melalui pesan singkat.

Kata Yusran, kebakaran ke enam bangunan itu bermula dari munculnya api dari salah satu kios.

"Kerugian sekitar Rp 300 juta,” katanya.(Ignasius Istanto)

Polisi Terlibat Bentrok Dengan Pengujuk Rasa, Beberapa Orang Jadi Korban

Terlihat sejumlah personil gabungan yang berperan sebagai pengunjuk rasa bentrok dengan petugas keamanan saat aksi demo yang anarkis saat pelaksanaan simulasi Sispamkota. 

MIMIKA, BM

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pendukung salah satu peserta Pemilu, diwarnai kericuhan. aksi yang semula berjalan lancar, seketika berubah anarkis saat ratusan massa tidak menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan KPUD.

Emosi pengunjuk rasa diluapkan dengan melempari petugas yang berjaga dengan berbagai benda termasuk air minuman kemasan.

Bahkan terlihat massa melakukan pembakaran ban bekas di tengah jalan dan gudang logistik serta menyandera salah satu komisioner KPUD.

Ratusan personil gabungan yang berjaga akhirnya harus mengambil tindakan untuk meredam amukan massa. Satu unit water canon dikerahkan untuk membubarkan aksi massa tersebut.

Selain itu juga terlihat tembakan gas air mata bahkan tindakan tegas ke arah massa, sehingga ada beberapa orang yang ikut dalam aksi demo itu terkapar dan dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.

Keadaan di atas bukan merupakan kejadian sesungguhnya namun hanya merupakan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) operasi mantap Brata Cartenz 2023-2024 yang dilakukan Polres Mimika di Jalan WR Supratman, Senin (15/10/2023).

Simulasi yang diadakan ini merupakan persiapan aparat kepolisian Mimika dalam melaksanakan pengamanan agenda nasional beberapa bulan kedepan, demikian penjelasan Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra.

"Saya ucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan semuanya yang kurang lebih selama satu minggu sudah melaksanakan kegiatan latihan ini dengan baik yang sifatnya teori latihan parsial sampai dengan hari ini yakni kita melaksanakan simulasi," ungkap Kapolres Mimika. 

Dengan mulai dari pelatihan hingga pelaksanaan simulasi sispamkota, Kapolres berharap hal ini menjadi pedoman untuk dijadikan suatu acuan saat melaksanakan tugas dilapangan.

"Pesan saya apa yang sudah diberikan sama instruktur dan apa yang sudah kita latihan bersama itu mari sama-sama kita jadikan suatu acuan, sehingga dalam pelaksanaan pengamanan nanti betul-betul kita sudah terkolaborasi dengan mengedepankan formulasi-formulasi yang sudah kita dapatkan selama pelatihan,"ungkap Putra. (Ignasius Istanto)

Top