Hukum & Kriminal

Bayar Tagihan Pakai Uang Palsu, Salah Satu Pengunjung Ngaku Dokter Umum di RS Polri

Ilustrasi uang palsu.

MIMIKA, BM

Masyarakat harus selalu waspada, pasalnya peredaran uang palsu mulai terjadi lagi. Kali ini korbannya disalah satu cafe yakni Classic Cafe beralamat di kilo 7,Jalan Yos Sudarso, Kamoro Jaya, Distrik Wania.

Karena meras tertipu, koordinator Classic Cafe, Papi Rahul mendatangi Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika Senin (10/03/2025) guna membuat laporan polisi.

“Kami sudah membuat laporan, dan sementara ini masih dalam tahap pengambilan data. Selanjutnya, kami akan dipanggil kembali untuk proses lebih lanjut,” katanya saat ditemui awak media.

Lanjutnya,"Kejadian itu tanggal 5 Maret kemarin. Jadi kami tahu itu uang palsu ketika closing kasir," sambung Rahul.

Dikatakan Rahul bahwa salah satu pengunjung yang membayar tagihan itu mengaku sebagai salah satu dokter umum di Rumah Sakit Polri.

"Mereka ada tiga orang ini buka room dengan lady companion (LC), serta membeli satu botol minuman. Total tagihan itukan Rp3.805.000, yang dibayar cash itu Rp3 juta sedangkan sisa Rp805 ribu itu dia transfer,"katanya Rahul.

Rahul mengungkapkan bahwa pria yang mengaku sebagai dokter saat dihubungi melalui nomor tersebut sudah tidak aktif lagi.

"Identitasnya saya tidak tau namun fotonya dia ada di kami karena dia pakai aplikasi saat memesan layanan," ujarnya. (Ignasius Istanto)

Waspada, Masih Ada Oknum Yang Catut Nama Mantan Kapolres Mimika

Foto Dokumentasi/Mantan Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, SH SIK MH.

MIMIKA, BM

Masyarakat Kabupaten Mimika diminta untuk selalu berhati-hati atau waspada terhadap orang yang tidak bertanggung jawab atau oknum yang mengatasnamakan nama mantan Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, SH SIK MH.

Modus yang digunakan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab ini sudah sangat meresahkan dan bukan baru pertama kali, melainkan sudah sering.

Dimana sejak menjabat sebagai Kapolres Mimika di tahun 2022, nama AKBP I Gede Putra juga dicatut namanya dengan modus mengajukan sejumlah permintaan pada beberapa pengusaha.

Bahkan di tahun 2024 sebelum pindah tugas dan menjabat sebagai Kapolres Bangli, nama I Gede Putra dicatut dengan modus meminta bantuan, berjanji membantu menyelesaikan masalah dengan meminta imbalan, meminta pinjaman dan modus-modus penipuan lainnya.

Bahkan yang terbaru, dimana AKBP I Gede Putra yang sudah menjabat sebagai Kapolres Bangli masih dicatut namanya oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab dengan modus jual beli mobil.

Oleh karena itu, AKBP I Gede Putra, SH SIK MH saat dikonfirmasi Sabtu malam (08/03/2025) mengimbau kepada masyarakat, supaya tidak tertipu dengan modus penipuan.

"Kalau ada yang mengatasnamakan saya dengan modus jual beli mobil atau pun modus-modus yang lain mohon untuk diabaikan karena itu modus penipuan," ujarnya.

Lanjut mantan Kapolres Mimika ini, bahwa nomor yang digunakan untuk melakukan modus penipuan itu bukan nomor miliknya.

“Nomer HP yang saya gunakan cuman satu nomor saja, tidak ada nomor lain," sambung I Gede Putra. (Ignasius Istanto)

Kapolsek : Informasi Adanya Kasus Pembunuhan Itu Adalah Hoax

Kapolsek Mimika Baru, AKP Putut Yudha Pratama, SIK.

MIMIKA, BM

Menyikapi adanya informasi kasus pembunuhan yang beredar pada Kamis malam (06/03/2025), Kapolsek Mimika Baru, AKP Putut Yudha Pratama, SIK dengan tegas menyampaikan bahwa itu adalah hoax.

"Kasus itu hoax, karena kami dari Polsek dan Polres sudah cek dan itu hoax," tegasnya saat ditemui di Kantor Polsek Mimika Baru, Jumat (07/03/2025).

Kapolsek juga mengingat kepada penyebar hoax untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak benar.

"Kalian (penyebar hoax-red) jangan merasa aman karena kami akan mencari tahu siapa dibalik semuanya ini. Dan untuk masyarakat sendiri jangan cepat percaya. Kalau bisa masyarakat tetap tenang karena semua itu harus crosscheck dulu," kata AKP Putut.

Perlu diketahui beredarnya informasi terkait dengan adanya kasus pembunuhan itu pada Kamis malam (06/03/2025), yang mana informasi itu beredar di grup WhatsApp.

Dalam informasi itu disampaikan bahwa kasus itu terjadi didekat lokasi penemuan mayat pada Senin kemarin tanggal 3 Februari 2025, yakni di jalan masuk melalui bundaran Petrosea tembusan bandara baru. (Ignasius Istanto)

Top