Hukum & Kriminal

Transaksi COD Jadi Modus Baru Menjual Miras Tanpa Izin Edar

Foto Dok/Kapolsek Mimika Timur, Ipda Alex Soumilena.

MIMIKA, BM

Para pelaku penjual minuman keras lokal jenis sopi tanpa izin edar di wilayah Mimika Timur diketahui menggunakan modus baru, yaitu transaksi sistem COD (Cash On Delivery) atau bayar tunai saat barang diterima.

"Mereka sudah canggih pakai sistem COD. Jadi mereka ini buat mirasnya di luar dari wilayah Miktim,kemudian jualnya pakai sistem COD ke sini itu pakai mobil,"ungkap Kapolsek Mimika Timur, Ipda Alex Soumilena saat dikonfirmasi melalui via telepon Rabu (23/04/2025).

Disampaikan Kapolsek Miktim bahwa miras lokal yang dibuat diluar dan kemudian dijual ke wilayah Miktim, itu dikarenakan Polsek Miktim bersama dengan pihak Distrik dan Koramil Mapurujaya gencar melakukan penertiban dan memberantas lokasi pabrik pembuatan miras lokal di wilayah Miktim.

"Jadi mereka pindah dan buatnya diluar dari wilayah Miktim," ujar Ipda Alex.

Menanggapi terkait masih maraknya peredaran miras lokal tanpa izin edar di wilayah Mimika, kata Kapolsek pihaknya bersama pihak Distrik dan Koramil Mapurujaya berencana akan melakukan penertiban.

"Memang kami sedang merencanakan untuk penertiban miras, dan nanti satu paket dengan pihak Distrik dan pihak Koramil Mapurujaya," katanya. (Ignasius Istanto)

Polisi Selidiki Motif Pembakaran Camp di Tanggul Timur

Nampak Kapolsek KK saat berada di lokasi kejadian.

MIMIKA, BM

Kepolisian Mimika dalam hal ini Polsek Kuala Kencana tengah menyelidiki motif pembakaran camp yang berlokasi di Tanggul Timur Mile 32, Distrik Kuala Kencana.

"Saat ini kita masih menyelidiki motif dan pelaku pembakaran camp tersebut. Tidak ada seorang pun di dalam camp,hanya alat-alat dulang dan barang lainnya yang terbakar," ungkap Kapolsek Kuala Kencana AKP Djemi Reinhard, Rabu (23/04/2025).

Disampaikan Kapolsek Kuala Kencana bahwa pada saat tim gabungan merespon dan mengecek ke lokasi kejadian pertama, pada Selasa kemarin, tim gabungan melihat ada asap di tanggul timur.

"Jadi camp yang diduga dibakar itu awalnya lima camp, dan itu terjadi pada tanggal 21 April 2025. Kemudian saat kemarin (Selasa-red) itu ada lima camp lagi yang terbakar di tanggul timur," ujar AKP Djemi.

Lanjutnya, dari keterangan saksi yang berada di lokasi, pembakaran camp pada Selasa kemarin itu dilakukan oleh puluhan orang. (Ignasius Istanto)

Konsumsi Miras Berujung Keributan, Seorang Pria Jadi Korban

Foto Dok/Kapolsek Mimika Baru (Miru), AKP Putut Yudha Pratama.

MIMIKA, BM

Seorang pria yang diketahui berinisial FGM mengalami luka dibagian lengan kanan, akibat dianiaya pada Senin malam (21/04/2025) di Jalan Anggrek.

Akibat penganiayaan tersebut, korban FGM mengalami luka sobek di bagian tangan kanan, dan dirawat di RSUD Mimika.

Kapolsek Mimika Baru (Miru), AKP Putut Yudha Pratama,saat ditemui Selasa (22/04/2025) membenarkan kejadian tersebut.

"Kami masih menunggu korban membuat laporan resmi ke pihak kepolisian guna keperluan penyelidikan. Saya harap korban segera membuat laporan,"katanya.

Disampaikan Kapolsek bahwa sebelum terjadi penganiayaan terhadap korban, pihaknya menerima laporan dari warga setempat bahwa ada terjadi keributan di Jalan Anggrek.

"Berdasarkan informasi itu, personel Polsek Mimika Baru kemudian merespon ke lokasi kejadian," ujarnya.

Kata Kapolsek, untuk motif penganiayaan terhadap korban itu diduga terjadi usai mengkonsumsi miras yang berujung keributan dan penganiayaan. (Ignasius Istanto)

Top