Hukum & Kriminal

Peringati Hari Bhakti Adyaksa Ke-62, Kejari Mimika Rayakan Dengan Sederhana

Kepala Kejari Mimika, Sutrisno Margi Utomo memotong tumpeng sebagai ucapan syukur peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 dan HUT XXII Ikatan Adhyaksa Dharmakarini

MIMIKA, BM

Kejaksaan Negeri Mimika secara sederhana merayakan Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 tahun 2022, Jumat (22/7). Perayaan ini dilakukan bersamaan dengan HUT XXII Ikatan Adhyaksa Dharmakarini.

"Kita merayakan sederhana saja, hanya melaksanakan upacara dan potong tumpeng saja," ungkap Kepala Kejari Mimika, Sutrisno Margi Utomo.

Disampaikan bahwa dalam upacara ini dibacakan juga penganugrahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI kepada para Pegawai yang telah mengabdi selama 10 dan 20 tahun di Instansi Kejaksaan RI.

Selain itu juga dibacakan amanat dan perintah harian Jaksa Agung RI yang menjadi pedoman bagi seluruh insan adhyaksa.

Menurut Sutrisno, upacara yang sudah berlangsung merupakan salah satu rangkaian puncak kegiatan, yang mana sebelumnya pada beberapa hari lalu sudah dilaksanakan beberapa kegiatan sosial yang bertujuan memberikan kepedulian terhadap sesama serta mempererat silahturahmi.

"Seperti bakti sosial itu dilaksanakan di dua tempat berbeda, yakni Panti Asuhan Santa Susana yang berlokasi di JL. Poros SP2-SP5, Gang Petra, Kampung Ninabua dan kegiatan di Pondok Pesantren Hidayatullah Kilo 10. Kemudian kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Kantor Kejaksaan. Dan anjang sana anggota purnawirawan dari Kejaksaan," ungkapnya. (Ignas)

Pelaku Curanmor Mulai Berkeliaran, Reskrim Polsek Mendata Ada 34 Laporan Kehilangan

Kanit Reskrim, Ipda Yusran

MIMIKA, BM

Unit reskrim Polsek Mimika Baru terus melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap para pelaku curanmor yang masih berkeliaran.

Hal ini dilakukan mengingat ada 34 laporan polisi yang sudah terdata sejak bulan Januari hingga pertengahan bulan Juli 2022.

"Jadi rata-rata kasus curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polsek Mimika Baru sudah kita lakukan pendalaman dan penyelidikan juga agar para pelaku bisa diungkap dan diproses hukum,"kata Kanit Reskrim, Ipda Yusran saat ditemui diruang kerjanya Kamis (22/7).

Menurut Yusran, rata-rata korban yang membuat laporan kehilangan sepeda motornya disebabkan karena kelalain. Mereka tidak memasang fasilitas kelengkapan untuk melindungi motor.

"Dari pabrik itu motor sudah ada penutup kunci dan kunci stang, tapi kadang tidak digunakan sehingga yang awalnya orang lewat tidak punya niat curi, akhirnya terpaksa curi,"ungkapnya.

Dikatakan pencurian sepeda motor sering terjadi di tempat keramaian, oleh karena itu pengendara diminta untuk selalu memperhatikan keamanan sepeda motornya. (Ignas)

Jambret Beraksi, Uang Rp12 Juta Dalam Noken Raib

Ibu Herta Murib ditemani anak mantunya saat membuat laporan polisi

MIMIKA, BM

Masyarakat saat beraktifitas di luar rumah harus selalu berhati-hati dengan barang bawaan yang dinilai berharga. Hal ini karena para pelaku kasus tindak kejahatan dengan perampasan (jambret) di Timika mulai kembali beraksi.

Terbaru, seorang ibu rumah tangga bernama Herta Murib harus kehilangan uangnya sebesar Rp12 juta yang disimpan dalam noken.

Atas kejadian tersebut ibu rumah tangga ini didampingi keluarganya mendatangi Kantor Polsek Mimika Baru, Jumat (22/7) guna membuat laporan polisi.

"Sebenarnya kejadiannya itu hari Senin (18/7) siang di lorong Papua Satu samping SMA N 1," ungkap Jori selaku anak mantunya.

Diceritakan Jory, sebelum kejadian ibu ini terlebih dahulu bersama anak perempuan dan cucunya mengambil uang di salah satu Bank yang ada di SP4.

Setelah kembali dari mengambil uang senilai Rp12 juta tersebut, ketiganya menuju rumah menggunakan motor.

Sesampai di lokasi kejadian dekat rumah, tas noken yang dibuat sanggul di kepala dan gantungkan ke belakang langsung dirampas oleh pelaku.

"Jadi saat itu ibu sedang turunkan cucunya dari atas motor, dan tiba-tiba pelaku datang pakai motor langsung rampas dan bawah kabur tas noken. Pelaku itu ada dua orang pakai motor matic warna orange merah,"ceritanya.

Menurutnya, dalam tas noken yang raib itu isinya selain uang Rp12 juta terdapat juga surat penting lainnya dan tiga buah buku rekening.

"Padahal uang itu mau dipakai untuk bayar tukang karena lagi ada perbaikan dapur,"ungkapnya.

Dengan dilaporkan kejadian ini, ia berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. (Ignas)

Top