Hukum & Kriminal

Polda Papua Berhasil Temukan Lokasi Foto Dan Video Pembantaian Yang Dilakukan KKB



Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal

MIMIKA, BM

Terungkap sudah lokasi yang merupakan tempat terjadinya kasus pembantaian terhadap salah seorang warga yang diunggah dalam video dan foto yang tersebar beberapa hari belakangan.

Kasus tersebut ternyata terjadi di daerah Pegunungan Bintang dan bukan di Distrik Korowai, Kabupaten Yahokimo.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Kamis (21/7) di Cargo Bandara Mozes Kilangin seusai menjemput jenazah Roy Manampiring.

"Memang disebutkan di Korowai itu wilayah Yahokimo, yang mana perbatasan dengan Asmat. Tapi setelah kita pelajari, dalami dan terima laporan dari teman kerja korban ternyata itu terjadi di Pegunungan Bintang,"ungkapnya.

Terhadap aksi keji yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan KKB kini pihaknya dalam hal ini TNI-Polri menindaklanjuti dengan melakukan upaya penegakan hukum.

"Mudah-mudahan hari ini evakuasi terhadap korban melalui Bovendigul berjalan lancar sehingga korban bisa dikembalikan ke kampung halamannya,"katanya. (Ignas)

Besok Diberangkatkan Ke Kampung Halaman, Jenazah Roy Saat Ini Disemayamkan Di RSUD



Peti jenazah Roy Manampiring saat diturunkan dari dalam pesawat untuk dimasukan dalam mobil ambulance

MIMIKA, BM

Tiba di Cargo Bandara Mozes Kilangin dengan menggunakan pesawat perintis Kamis (21/7), jenazah Roy Manampiring (42) korban penembakan dan kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) di Kabupaten Nduga saat ini disemayamkan sementara di Kamar jenazah RSUD Mimika.

Jenazah direncanakan akan diberangkatkan Jumat (22/7) ke kampung halamannya di Manado.

Selain pihak keluarga yang ada di Timika, penyambutan jenazah ini juga dihadiri oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, Kabag Ops,Kompol Dionsius VDP Helan, Kapolsek Bandara, Iptu Andi Batilu serta sejumlah anggota TNI-Polri.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, memberikan apresiasi kepada TNI-Polri yang sudah berhasil mengevakuasi jenazah dari lokasi kejadian hingga tiba di Timika.

"Besok jenazah akan diberangkatkan ke kampung halaman, dan besok sebelum diberangkatkan pihak pemerintah daerah juga akan hadir,"ungkapnya.

Terkait aksi keji yang dilakukan oleh KKB terhadap para korban pada tanggal 16 Juli,kata Kamal bahwa TNI-Polri akan melalukan penegakan hukum.

"Kita tidak tinggal diam dan akan terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap KKB,"katanya.

Untuk diketahui, Roy yang bekerja sebagai operator sensor tertembak di lokasi yang berbeda dengan 10 korban lainnya. Dirinya tertembak saat berjalan kaki dari Batas Batu menuju Kenyam tepatnya di tanjakan Adu Mama 2, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga. (Ignas)

Polisi Dalami Beredarnya Video Dan Foto Pembantaian Seorang Warga Di Lokasi Dulang

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal

MIMIKA, BM

Kepolisian Daerah Papua melakukan pendalaman secara spesifik terkait beredarnya video dan foto-foto pembantaian yang dilakukan KKB terhadap seorang warga di lokasi pendulangan di Distrik Korowai, Kabupaten Yahokimo.

"Yang jelas dari kita belum dapat data adanya kejadian tersebut. Masih kita dalami dan kami masih lakukan komunikasi dengan Kapolres Yahokimo dan Kapolres Asmat,"ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal saat ditemui di Timika, Rabu (20/7).

Menurutnya, pendalaman dilakukan karena tidak ingin terjebak apakah itu video baru atau lama, sebab beberapa tahun yang lalu juga terdapat kekerasan serupa di tempat yang sama.

"Perjalanan ke lokasinya itu memakan 8 jam dan semuanya masih dipikirkan untuk kesana,"ujar Kamal.

Terkait beredarnya video dan foto pembantaian tersebut, terang Kamal, TNI-Polri dan pemerintah setempat sudah membicarakan hal itu untuk mengambil langkah sehingga tidak ada korban kekerasan yang dilakukan oleh siapapun terhadap masyarakat di sana.

"Kita berharap masayarakat yang ada di sekitar lokasi agar mampu menjaga dan mengamankan dirinya, karena jangkauan lokasi di sana sangat jauh dengan lokasi masyarakat yang melakukan aktifitas pada umumnya," terangnya. (Ignas)

Top