Budaya

TP-PKK Distrik Kuala Kencana Resmi Dilantik: Pendidikan, Ekonomi dan Stunting jadi Agenda Utama

Foto bersama usai dilantik

MIMIKA, BM

Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Distrik Kuala Kencana periode 2026-2030 resmi dilantik oleh Kepala Distrik Kuala Kencana Manase Omaleng selaku pembina TP-PKK Distrik.

Pelantikan dilaksanakan di Aula Kantor Distrik Kuala Kencana, Rabu (16/9/2026) dan disaksikan langsung oleh Ketua TP PKK Mimika Ny. Susana Suzy Herawaty Rettob.

Prosesi pelantikan ditandai dengan penyematan pin secara simbolis kepada pengurus.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susana Suzy Herawaty Rettob dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru saja dilantik. Pelantikan ini merupakan sebuah awal dari tanggung jawab besar untuk memajukan keluarga dan masyarakat di Distrik Kuala Kencana.

"Saya percaya, dengan dedikasi dan semangat pengabdian, Ibu-ibu mampu menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab," Kata Ny. Suzy.

Ny Suzy menyampaikan kepada pengurus agar menyusun dan melaksanakan 10 Program Pokok PKK, sesuai kebutuhan masyarakat lokal, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi. Bangunlah koordinasi yang baik dan harmonis dengan Kepala Distrik selaku Pembina.

Menurutnya, kerjasama yang baik antara PKK dan Pemerintah Distrik adalah kunci keberhasilan program di lapangan. Selain itu, diharapkanjalin kerjasama dengan para kepala kampung, Puskesmas dan sekolah-sekolah serta pihak-pihak lain, yang akan menjadi mitra strategis dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.

"Saya berpesan agar PKK Distrik Kuala Kencana aktif dalam upaya penurunan angka stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, pendidikan anak usia dini, anak-anak yang putus sekolah, pernikahan anak dibawah umur serta penguatan ekonomi keluarga melalui kelompok-kelompok Dasa Wisma,"ujarnya.

Ny Suzy menitipkan agar anak-anak sekolah dapat diperhatikan, khususnya anak-anak PAUD karena sekarang sudah mulai dilaksanakan program belajar 13 tahun. Kegiatan Posyandu, jalin kerjasama dengan Puskesmas, agar anak-anak sehat dan kuat. Utamakan pemberian makanan tambahan dengan bahan lokal.

"Dan Jangan lupa Juga, segera lantik pengurus PKK tingkat Kelurahan/Kampung, karena PKK tingkat Kelurahan/kampung yang akan membantu mensukseskan program kerja PKK Distrik,"tuturnya.

Saat ini, PKK juga harus mulai memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah koordinasi dan sosialisasi program, kepada masyarakat.

Ia menambahkan, bahwa TP-PKK Mimika juga telah mencanangkan program Prioritas yaitu gerakan menanam cabe atau rica dan pohon kelor disetiap rumah. Ini adalah program PKK Pusat dan Provinsi Papua Tengah. Cabe atau rica adalah kebutuhan dasar yang selalu ada disetiap dapur rumah tangga. Kelor merupakan pohon ajaib dengan beragam manfaat untuk kesehatan dan membantu penurunan angka stunting.

"Dengan program 1 rumah, 1 pohon rica, 1 pohon kelor, maka akan menguatkan ekonomi keluarga, mencegah kemungkinan kekurangan nutrisi dan menghijaukan pekarangan rumah tangga. Selamat bekerja dan mengabdi. Teruslah berkarya dengan hati, bekerja dengan ikhlas dan bergerak dalam kebersamaan membangun masyarakat Mimika yang sehat, berdaya dan sejahtera,"ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Kuala Kencana Manase Omaleng menegaskan bahwa karena kepengurusan sudah dilantik maka harus segera mulai kerja, mulai turun ke lapangan dan lainnya.

"Saya sebagai pembina tetap akan support dan mendukung. Dan jug setelah dilantik kami akan turun ke kampung-kampung untuk melantik TP-PKK tingkat kampung. Paling lama 2 minggu kedepan. Untuk anggaran tetap kita akan koordinasikan dan apapun kendala di lapangan disampaikan," pungkasnya.

Selanjutnya, Ketua TP-PKK Distrik Kuala Kencana Ny Beatriks Zonggonau Omaleng menyampaikan, terima kasih kepada kepala Distrik Kuala Kencana yang telah melantik Pengurus Tim Penggerak PKK Distrik Kuala Kencana masa bakti 2026-2030.

"Atas nama pribadi dan pengurus yang telah dilantik mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada kami. Pelantikan ini bukan hanya sekedar formalitas, melainkan sebuah perutusan tugas dan tanggung jawab nyata untuk memajukan kesejahteraan keluarga di wilayah Distrik Kuala Kencana,"ujar Ny Beatriks.

Katanya, PKK adalah mitra kerja pemerintah. Keberhasilan program-program pemberdayaan keluarga, seperti pencegahan stunting, kesehatan keluarga, pendidikan, dan peningkatan ekonomi kerakyatan, sangat bergantung pada kerja sama kita semua.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk segera bergandengan tangan, menyatukan langkah, dan aktif menjalankan 10 Program Pokok PKK. 

"Tanpa dukungan dan kerja sama seluruh pengurus, tugas berat ini tentu tidak akan berjalan dengan baik," ujarnya.

Diharapkan, bimbingan dan arahan dari Kepala Distrik selaku Pembina dan juga kerja sama yang solid dengan semua unsur terkait untuk mendukung Tim Penggerak PKK Distrik Kuala Kencana melaksanakan 10 Program Pokok PKK.

Usai pelantikan, TP-PKK Mimika juga menyerahkan alat-alat kebutuhan rumah tangga sebagai inventaris. (Shanty Sang)

PKK Mimika Gandeng SATP Membuat Sabun Herbal Dari Bahan Lokal

Sekretariat dan Pengurus Pokja III foto bersama nara sumber

MIMIKA, BM

Guna meningkatkan keterampilan khususnya bagi pengurus Pokja III, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika menggandeng Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) melaksanakan pelatihan pembuatan sabun herbal dari bahan lokal.

Pelatihan dilaksanakan di Sekolah SATP, SP4 pada Kamis (17/9/2026) dan diikuti oleh sekretariat dan para pengurus Pokja III. Pengurus disambut hangat oleh Kepala Sekolah SATP, Sonianto Kuddi.

Dalam pelatihan ini, peserta dibimbing langsung oleh nara sumber yang berkompeten di bidangnya. Setelah itu, mereka mempraktekan langsung mulai dari proses pembuatan cairan Eco Enzyme yang berasal dari sampah sayur dan buah-buahan. Cairan Eco Enzyme tersebut kemudian diolah menjadi sabun.

Adapun bahan-bahan lokal yang akan digunakan oleh pengurus Pokja III adalah serai, daun kelor dan buah merah.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susana Suzy Rettob melalui Sekretaris I Ny. Saralisa mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk membekali keterampilan para pengurus Pokja III dalam membuat sabun herbal berbahan lokal.

“Setelah mereka tahu, kemudian saat kunjungan kerja ke distrik-distrik kita bisa berbagi ilmu disana. Kenapa sabun? Karena serai, daun kelor dan buah merah banyak ditemui di Mimika,” katanya.

“Jadi kita kembali ke bahan-bahan alami yang bisa kita pakai sehari-hari untuk mencuci piring, sabun mandi atau sebagai pembersih alat rumah tangga. Jadi bahan-bahannya alami dengan kearifan lokal kita,” imbuhnya.

Setelah mengikuti pelatihan, para pengurus Pokja III akan mempraktekannya langsung dan menghasilkan suatu produk yang bagus dan bermanfaat.

“Dari pelatihan ini, mereka akan berbagi ilmu untuk kemudian disosialisasikan hingga ke pelosok tingkat distrik,” ungkapnya.

Sekretaris I Ny. Saralisa saat mempraktekan mengolah sabun

Menurutnya, SATP memiliki nara sumber yang berkompeten dan tidak kalah dibandingkan dengan luar Mimika. Selain itu, SATP memiliki laboratorium sendiri untuk membuat sabun herbal sehingga lebih efektif dan efisien serta berkualitas.

“Dengan keterampilan yang bertambah, pengetahuan yang didapat ini juga dapat berguna untuk rumah tangga dengan memanfaatkan bahan lokal yang bisa kita temui disekeliling kita,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SATP, Sonianto Kuddi mengatakan lingkungan adalah bagian terpenting dalam kehidupan yang harus dilestarikan.

Para pelajar SATP yang merupakan anak-anak dari dua suku asli di Mimika yakni Amungme dan Kamoro juga lima suku kekerabatan, sejak dini sudah belajar merawat lingkungan, menjaga kearifan lokal dan memiliki identitas sebagai Papua.

“Anak-anak harus punya rasa kepedulian akan sampah harus diolah seperti apa agar menjadi berguna,” ujarnya.

Dikatakan, Eco Enzyme sudah diterapkan di SATP sejak tahun 2020 dan sudah banyak sekolah dan masyarakat yang datang, salah satunya TP PKK Mimika.

“Terimakasih kepada bapak ibu PKK Kabupaten Mimika atas kunjungan luar biasa ini. Mari kita belajar bersama untuk melestarikan lingkungan di Mimika. Tuhan memberkati,” tandasnya. (Elfrida Sijabat)

Wabup Mimika Resmikan Kantor Kementerian Haji dan Umrah

Foto bersama usai peresmian

 MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, meresmikan penggunaan gedung baru Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika di Jalan Hasanuddin, Selasa (1/9/2026).

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita bersama Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika, Muhammad Hilal, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, Ketua MUI Mimika Ustadz H. M. Amin AR, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong mengatakan bahwa keberadaan kantor baru tidak sekadar menjadi tempat pelayanan administrasi, tetapi juga pusat pendampingan bagi jamaah haji dan umrah mulai dari proses pendaftaran, pembinaan, keberangkatan, pelaksanaan ibadah hingga kepulangan.

“Tujuan utama dari kehadiran kantor tersebut adalah memastikan jamaah berangkat dengan selamat, beribadah dengan khusyuk, dan pulang dengan selamat,”kata Wabup Kemong.

Wabup mengatakan, pentingnya penyediaan akses informasi yang jelas dan mudah bagi masyarakat agar tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh layanan haji dan umrah.

"Keterbukaan informasi juga penting untuk melindungi masyarakat dari praktik penipuan, pungutan liar, maupun kerugian yang muncul akibat minimnya informasi mengenai penyelenggaraan perjalanan ibadah," ujarnya.

Selain itu, kata Wabup Kemong, pelayanan keagamaan di Mimika juga diharapkan menjadi sarana memperkuat kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya Mimika.

"Pentingnya kolaborasi antara Kementerian Haji dan Umrah, Pemerintah Kabupaten Mimika, Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, tenaga medis, pembimbing ibadah, serta penyelenggara perjalanan dalam memberikan pelayanan kepada jamaah," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika, Muhammad Hilal, menegaskan komitmennya untuk terus membangun kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Tujuan bersama adalah menghadirkan pelayanan prima, transparan, dan memudahkan umat dalam menunaikan ibadah haji dan umrah,”pungkasnya. (Shanty Sang)

Top