Budaya

PARADE FOTO Perayaan Natal Bersama TP-PKK dan GOW Mimika

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Mimika merayakan Natal bersama dengan tema "Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan".

Perayaan ini juga bersubtemakan "Melalui Perayaan Natal Tim Penggerak PKK dan Gabungan Organisasi Wanita, Kita Tingkatkan Cinta Kasih Dalam Toleransi Antar Umat Beragama di Kabupaten Mimika".

Perayaan natal bersama yang berlangsung di Gereja Kingmi Marther Luther Mile 32, Selasa (14/12) dipimpin oleh Pastor John Bunay.

Foto-foto : Dokumentasi TP-PKK Mimika

Ibadah Natal diisi dengan pujian dari Mimika Muda Choir

Persembahan pujian dari Gabungan Organisasi Wanita Ibadah dipimpin oleh Pastor John BunayTamu undangan nampak hikmat mengikuti ibadah NatalSambutan Bupati Mimika Eltinus OmalengSambutan Ketua Panitia Natal Ny. Alice WamafmaFoto bersama Bupati Omaleng bersama pena tua dan pemimpin gerejaFoto bersama Pengurus GOWFoto bersama Pengurus TP-PKK MimikaFoto bersama pimpinan OPD

Natal Bersama : Ibu-Ibu PKK dan GOW Diminta Berperan Seperti Veronika dan Miliki Spirit Bunda Maria

 

Foto bersama Ibu-Ibu PKK dan GOW dengan Pastor John Bunay dan Bupati Mimika Eltinus Omaleng

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Mimika merayakan Natal bersama dengan tema "Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan".

Perayaan ini juga bersubtemakan "Melalui Perayaan Natal Tim Penggerak PKK dan Gabungan Organisasi Wanita, Kita Tingkatkan Cinta Kasih Dalam Toleransi Antar Umat Beragama di Kabupaten Mimika".

Perayaan natal bersama yang berlangsung di Gereja Kingmi Marther Luther Mile 32, Selasa (14/12) dipimpin oleh Pastor John Bunay.

Ibadah natal diawali dengan menyanyikan puji-pujian natal dan juga momentum penyalaan lilin.

Dalam khotbahnya, Pastor John Bunay mengatakan, target Tuhan bukan betlehemnya atau bukan karena kandang yang hina namun target Tuhan sesungguhnya adalah palungan hati manusia.

"Tuhan Yesus lahir hanya untuk membawa keselamatan. Tuhan Yesus hadir itu menjadi cermin surga, maka Tim PKK harus melihat juru selamat itu hadir dalam palungan hati mu sekarang," Kata Pastor John.

Ia mengatakan, perempuan terbentuk dari tulang rusuk laki-laki. Karena rusuk itu menjaga hati maka peranan ibu-ibu harus menjadi penolong yang setia untuk menjaga hati suaminya.

"Meski demikian, tidak sedikit pula ibu-ibu yang suka memarahi suaminya. Jika, istri memarahi suaminya berarti bahwa ibu itu terbentuk dari tulang rahang," ujarnya dengan senyum.

Menurutnya, sosok seorang ibu sangat berarti dalam kehidupan ini. Sisi lain yang ia miliki adalah melahirkan kehidupan baru di dunia ini.

Melalui perayaan natal bersama ini, Pastor Bunay berpesan kepada organisasi Tim PKK dan GOW agar berwaspada dengan lidah!

Mengapa demikian? karena dalam dua organisasi ini, jika ada yang salah berbicara maka sering ada yang terkena muntaber atau mundur tanpa berita.

"Suatu organisasi itu harus jaga keharmonisan dan relasinya. Lidah ini tidak ada tulang tapi bisa membuat persatuan dan perpecahan. Jadi, marilah kita lakukan iman-iman kasih, sebab iman tanpa perbuatan akan sia-sia," ujarnya mengingatkan.

Ia mengatkan kasih Allah terlalu besar untuk kehidupan ini. Allah tidak hanya tinggal di surga namun turun ke bumi, lahir di tempat yang hina untuk mengangkat dan meneguhkan kembali kasih umat manusia yang sudah pudar oleh salah dan dosa.

Ia juga mengingatkan ibu-ibu PKK dan GOW bahwa masih banyak orang yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan kasih sehingga apapun agamamu, bantulah mereka.

Ia berharap ibu-ibu PKK dan GOW dapat menjadi seperti Veronika. Sebab, Veronika ketika melihat Yesus berjalan dengan keringat berlumuran darah, hatinya tergerak oleh belas kasih lalu mengambil cadarnya dan mengusap wajah Yesus.

"Karena belas kasihannya, Yesus juga sayang kepada Veronika sehingga ia mendapat potret gambar Yesus," tuturnya.

Menurutnya, kasih tak pernah berkesudahan sehingga setiap orang jangan pernah takut melakukan perbuatan kasih.

"Sekecil apapun yang dibuat kita sama orang lain, itulah yang sudah dilakukan kepada Yesus dan kita mendapat potret Yesus," ujarnya.

"Milikilah spirit Bunda Maria karena waktu malaikat datang memberitahu misi yang besar, Maria waktu itu sudah bertunangan dengan Yosep lalu Ia bertanya bagaimana mungkin hal itu terjadi pada saya. Kata itu yang bagus. Jadi, hendaklah spirit ini menjiwai ibu-ibu," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Mimika Eltinus Omaleng dalam sambutannya mengatakan, hari ini semua bisa bersama-sama merayakan perayaan natal Tim penggerak PKK dan GOW Mimika tahun 2021, semua karena kebaikan Tuhan Yesus.

"Dalam suasana penuh suka cita ini saya mengajak kita untuk bersyukur dan tetap memperhatikan protokol kesehatan," kata Bupati Omaleng.

Dikatakan bupati, perayaan natal Tim PKK dan GOW 2021 membawa pesan cinta kasih Kristus yang menggerakkan persaudaraan (1 Petrus 1:22) yakni karena kamu sucikan dirimu terhadap ketaatan, kepada kebenaran sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus dan iklas.

"Hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati," ujarnya.

Bupati Omaleng berharap tema natal bagi PKK dan GOW kiranya menjadi panduan untuk membawa pesan natal sampai kepada setiap anggota keluarga yang saling mengasihi karena wanita adalah wujud dari kasih itu sendiri.

"Wanita adalah penolong penggerak keluarga yang menopang suami dan anak-anak," tuturnya.

Ia mengingatkan semua yang hadir bahwa di Kabupaten Mimika ini, hidup berdampingan berbagai perbedaan latar belakang suku, agama dan golongan.

Oleh karena itu, melalui tema natal Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakkan Persaudaraan, Bupati Omaleng mengajak tim PKK dan GOW Mimika untuk menjadi wanita-wanita hebat yang menyatukan semua perempuan.

Ia berharap dua organisasi ini anggotanya hidup rukun dan memiliki kasih kristus, menjadi tiang doa bagi keluarga dan melakukan kegiatan positif guna mendukung pembangunan di Mimika.

"Walaupun kita berbagai macam agama dan suku tapi kita semua tetap bersaudara. Kami lihat untuk program PKK ini menyatu langsung ke masyarakat dan itu sama saja sudah mendukung program pemerintah," ujarnya.

Bupati mencontohkan, di bulan ini pemerintah tidak memberikan bantuansembako ke kampung-kampung namun PKK memiliki program tersebut dan telah menyalurkannya untuk masyarakat di pesisir dan pedalaman.

"Jadi, saya lihat PKK ini sangat kompak sekali. Itu sangat bagus dan harus dipertahankan karena bisa bersinergi dengan program pembangunan pemerintah," ungkapnya.

Selanjutnya, Ketua Panitia Alice Wanma mengatakan, momentum natal ini dirayakab untuk mempererat tali silahturahmi seluruh anggota organisasi Tim PKK dan GOW se-Kabupaten Mimika.

Maksud dan tujuan kegiatan natal bersama ini adalah untuk mensyukuri atas cinta kasih Tuhan dalam persaudaraan sepanjang tahun ini.

Selain itu untuk menjalin tali kasih dan mempererat hubungan berorganisasi dengan rasa persaudaraan dalam toleransi antar umat beragama di Mimika.

Sebelum perayaan natal ini, PKK melakukan sejumlah kegiatan jalinan kasih ke Distrik Mimika Tengah dan Distrik Mimika Barat serta di dalam kota, sementara GOW melakukan pelayanan kasih ke yayasan peduli anak dan panti asuhan di Timika. (Shanty)

'Persaudaraan Sejati' Hal Utama Yang Diingatkan Pastor John Pada Perayaan Natal Pemda di Gereja Kingmi 32


Bupati Mimika, Eltinus Omaleng saat membakar lilin natal

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika bersama TNI-Polri dan masyarakat menggelar natal bersama yang belangsung di Gereja Kingmi Marthen Luter, 32, Senin (13/12).

Natal tahun ini mengusung tema "Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakan Persaudaraan” (1 Petrus 1:22).

Perayaan natal yang melibatkan denominasi gereja ini mengusung Sub Tema "Dengan Semangat Natal Pemda, TNI-Polri, dan Masyarakat Kabupaten Mimika mari kita merajut Kasih, Merawat Persaudaraan Untuk Membangun Mimika Yang Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera".

Acara diawali dengan ibadah natal yang dipimpin liturgos pendeta Donal Salima dan pelayanan firman oleh Pastor John Bunay.

Pastor Jhon Bonai dalam kotbahnya yang diambil dari Injil Yohanes 3:13-17 mengatakan, tahun ini ada banyak kelainan.

Salah satunya banyak yang menggunakan masker sehingga kadang tidak diketahui apakah ia sedang tersenyum atau tidak.

Selain itu ada juga banyak kelainan lain seperti saat misa dilakukan secara online, tidak ada umat yang mengikutinya.

Keadaan ini membuat semua pimpinan gereja merasa sedih sehingga ia selalu berdoa dan berharap Tuhan mengambil virus ini dari dunia terutama dari tanah Papua dan Mimika.

Pastor John juga mengatakan mengapa KWI dan PGI mengambil tema natal tahun ini adalah Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan.

"Karena covid ini membuat semua orang hanya ada dalam rumah saja, kemudian muncul rasa ego, individualis mulai muncul yaitu saya saja, ko tidak, dan rasa itu mulai muncul. Sehingga gereja tahun ini dari Sabang sampai Marauke semua merenungkan cinta kasih kristus menggerakkan persaudaraan yang di ambil dari 1 Petrus 1: 22," ungkapnya.

Ia mengatakan Tuhan membentuk manusia dari tanah dan abu dari bumi ini sesuai dengan citra dan gambar Allah. Dengan demikian maka keselamatan hanya datang melalui Allah. Hanya IA yang dapat menyelamatkan umat manusia.

"Saya mau kasih tahu kebenaran ini, jangan kendor roh mu, jangan kendor semangatmu sebagai umat kristen," jelasnya.

Menurutnya, semua umat harus saling mengasihi karena semua adalah saudara sama seperti ajaran Tuhan bahwa kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.

"Merajut persaudaraan itu ada dasar dan semua itu adalah satu darah. Sehingga merajut peraaudaraan harus dimulai dengan senyum. Jangan tunjuk muka papan, nanti ada waktunya, ada waktu disaat Tuhan bilang ko check out dari bumi ini,” ujarnya.

Mumpung semua masih diberi waktu, Pastor John meminta agar semua orang kembali merajut tali persaudaraan dengan senyuman.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam persaudaraan harus ada energi dan pikiran yang positif.

Pastor John mengatakan, Tuhan membentuk manusia dari cerminan wajahNya. Ini menunjukan bahwa semua manusia adalah citra gambar Allah.

"Yesus turun ke bumi karena begitu besar cinta Allah kepada debu tanah (manusia) yang telah diciptakan Allah. Tetapi, Yesus turun ke bumi misinya adalah aku jalan untuk mencari dan menyelamatkan orang yang buat gerakan tambahan. Tuhan Yesus datang untuk tender proyek keselamatan, Tuhan hadir dengan sikap posisi terendah yakni lahir di kandang yang hina, terhina bukan di rumah sakit,” terangnya.

Untuk itu, ia mengajak kepada semua umat agar percaya dan jangan sampai roh kekristenan mereka menjadi kendor.

"Jangan kendor semangat dan roh kekristenan. Sebagai kristen, Tuhan tinggalkan surga karena anda dan saya berharga," ujarnya.

Natal sesungguhnya, kata Pastor John bukan hanya soal 1000 lilin yang mudah padam. Namun yang tidak pernah mati adalah istri menyampaikan rasa sayangnya kepada suami ataupun sebaliknya.

"Istri harus bilang ke suami, I Love You Tenaga Dalam," ujarnya dengan senyum.

Ia meminta suami isteri agar di momen natal ini membagi cinta sebagai kado terindah karena Tuhan tinggalkan surga dan turun ke bumi karena cinta yang besar.

"Uang tidak cukup untuk bilang I Love You. Di rumah tidak ada pohon natal, biasa-biasa saja, Yesus saja lahir pun hanya di kandang, kalau tidak ada minuman kaleng juga, biasa–biasa saja. Hidup dengan kesederhanaan dan biasa-biasa saja itu lebih baik," ungkapnya.

Sementara itu, Eltinus Omaleng Bupati Mimika dalam sambutannya mengatakan natal tahun ini memberikan arti dalam cinta kasih dan persaudaraan untuk membangun Kabupaten Mimika.

"Jadi tahun ini tidak usah baku marah, tidak usah baku benci, baku perang, tahun ini tidak boleh berkelahi, mencuri, dusta terhadap teman lain tapi harus bersaudara. Kabupaten Mimika yang kita cintai merupakan miniatur Indonesia, di sini semua orang hidup berdampingan berbagai suku dan agama,"ujarnya.

Melalui tema Natal Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan, Omaleng berharap dapat memberikan pesan Natal kepada semua masyarakat yang memiliki hak agar bersatu menjaga toleransi kehidupan beragama dan saling mengasihi sesama manusia sesuai yang dikehendaki oleh Tuhan.

"Semoga kesan Natal tahun ini memberikan kesempatan untuk membentuk pribadi kita menjadi pengikut Kristus yang setia, takut akan Tuhan dan menjadi berkat bagi semua orang,” harapnya.

Bupati Omaleng menambahkan, ia menjadi bupati untuk semua orang, bukan untuk pribadinya saja. Gereja Kingmi yang saat ini digunakan sebagai tempat perayaan Natal bersama, ia bangun untuk semua orang.

"Selamat hari natal dan selamat menyambut tahun baru 1 Januari 2022 Cinta Kasih Kristus Memberkati Kita Semua,” ungkapnya.

Ketua Panitia Natal, Hendritte Tandiono mengatakan, tujuan dilakukan kegiatan natal bersama tersebut yaitu mensyukuri berkat Tuhan dalam kehidupan serta dalam tugas dan pelayanan selama tahun 2021.

Selain itu, mempererat persaudaraan dan saling melayani dalam menciptakan kebersamaan antara umat beragama untuk membangun kabupaten Mimika yang cerdas, aman damai dan sejahtera.

Diketahui, ada juga berbagai kegiatan dalam menyambut perayaan natal ini yaitu lomba membuat pondok dan pohon natal yang diikuti oleh 55 denominasi dari gereja-gereja di Mimika dan kegiatan bakti sosial meliputi donor darah dan anjangsana.

Pada perayaan ini, para pemenang lomba menghias pohon natal dan pondok natal diumumkan.

Juara 1 diraih oleh Gereja Kingmi Taberbakel Kwamki Narama dengan skor 2.200 dan berhak mendapat hadiah sebesar Rp. 50 juta.

Juara 2, dengan skor nilai 2.000 jatuh pada gereja GKI Marthen Luther Sempan dan meraih hadiah sebesar Rp. 30 juta.

Juara 3, Gereja Katolik Simon Petrus Jalan Baru dengan skor nilai 1.900 dan berhak mendapat hadiah sebesar Rp. 20 juta.

Sementara, harapan 1 dengan skor nilai 1.700 yakni gereja GBI Air Hidup dengan total hadiah Rp. 15 juta.

Harapan 2, dengan skor nilai 1.600 adalah gereja Baptis Galilela Utikini dan membawa hadiah sebesar Rp. 13 juta.

Harapan 3, dengan skor nilai 1.500 adalah Gereja GPKI Timika. Mereka mendapat hadiah sebesar Rp. 11 juta.

Sementara Juara Favorit dengan skor 1.400 adalah Gereja Oikumene Pengharapan Lapas Timika, SP5. Mereka juga menerima hadiah sebesar Rp. 11 juta. (Shanty)

Top