Budaya

Kabupaten Jayapura Raih Nilai Tertinggi di Kategori Paduan Suara Remaja Pesparawi XIII



Kontingen Kabupaten Jayapura meraih emas dan poin tertinggi pada kategori Paduan Suara Remaja/Pemuda (PSP) usia 16-24 Pesparawi XIII di GOR Futsal, Selasa (2/11/2021). Foto: Victory Tobias/ PPD Pesparawi XIII

 MIMIKA, BM
 
Hari kedua pelaksanakaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se-Tanah Papua di Mimika, Selasa (2/11/2021),21 kontingen dari kabupaten/kota di Provinsi Papua menunjukkan kehebatan masing-masing dalam bernyanyi di semua kategori. 
 
Untuk kategori Paduan Suara Remaja/Pemuda (PSP) usia 16-24 yang dilaksanakan hari ini di Venue Futsal diikuti 9 kabuaten/kota, ditaranya  Mimika, Waropen, Biak Numfor, Kabupaten Jayapura, Sarmi, Mamberamo Tengah, Kota Jayapura, Merauke dan Nabire.
 
Pada kategoori ini Kabupaten Jayapura berhasil mengumpulkan poin tertinggi, yakni 85,35 dan menyabet emas setelah tampil diiurutan ke enam membawakan lagu wajib diikuti lagu pilihan terikat yang sama dengan kontingen Biak Numfor dilanjutkan dengan lagu pilihan bebas Great God Almighty .
 
Tuan rumah Kabupaten Mimika yang membawakan lagu wajib dan lagu pilihan terikat "Bermazmurlah Bagi Tuhan" dan pilihan bebas Lamentations of Jeremiah mendapatkan nilai 80,48 sehingga juga berhasil mendapatkan medali emas.
 
Kontingen Waropen yang menjadi penampil kedua berhasil meraih medali emas setelah berhasil mendapatkan nilai 81,95 dari dewan juri, setelah membawakan lagu wajib pilihan terikat "Kidung Pujian Bagi Tuhan" dan bebas Sit Down Servant.
 
Sementara itu Kabupaten Sarmi yang tampil pada urutan ketiga berhasil meraih medali emas setelah mengumpulkan nilai 80,68 dengan membawakan lagu wajib, pilihan terikat "Langit Menceritakan Kemuliaan" serta lagu pilihan bebas Come and see the Baby.
 
Kabupaten Merauke merupakan penampil selanjutnya membawakan lagu wajib, pilihan terikat "Firmanmu itu pelita" dan pilihan bebas membawakan Angele Dei berhasil meraih nilai 81,33 atas hasil tersebut, mereka mendapatkan medali emas.
 
Tampil pada urutan penampilan kelima, Biak Numfor yang di dukung riuh suporter tampil percaya diri dengan membawakan lagu wajib, pilihan terikat "Kidung Pujian Bagi Tuhan" serta pilihan bebas "Laudatte Dominium" mereka berhasil meraih emas dengan skor 84,70.
 
Kabupaten Membramo Tengah (Memteng) yang tampil pada urutan ketujuh berhasil juga mendapatkan medali emas setelah membukukan skor 82,35.

Hasil tersebut didapat setelah Memteng berhasil dengan baik membawakan lagu wajib, pilihan terikat "Kidung Pujian Bagi Tuhan" dan pilihan bebas Old Time Religion.
 
Kota Jayapura yang tampil pada urutan kedelapan membawakan lagu wajib, pilihan terkait "Bermazmurlah Bagi Tuhan" dan pilihan bebas "Nader My God by You" berhasil mencatatakan skor 82,45 sehingga berhak mendapat medali emas.
 
Lomba Pesparawi XIII kategori Paduan Suara Remaja/Pemuda (PSP) ditutup dengan penampilan dari Kabupaten Nabire yang membawakan lagu wajib, lagu pilihan terikat "Bermazmurlah Bagi Tuhan" dan Pilihan bebas "Kau Bagian yang terindah" berhasil meraih emas dengan skor 80,25.
 
Berdasarkan hasil diatas seluruh kontingen yang berlaga di kategori Paduan Suara Remaja/Pemuda (PSP) mendapatkan emas, kendati demikian skor tertinggi berhasil ditorehkan oleh kontingen Kabupaten Jayapura dengan skor akhir 85,35.
 
Semua kontingen yang tampil, selain bernyanyi dengan baik, juga tampil menawan dengan busana dan kostum yang apik. (Aji/Etty/Misba/Pesparawi XIII)

Banjir Medali Emas di Lomba Paduan Suara Wanita Pesparawi XIII


Paduan Suara Wanita asal Kabupaten Jayapura merupakan padus terakhir yang tampil pada Pesparawi XIII Kategori Paduan Suara Wanita

MIMIKA, BM

Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII untuk Kategori Paduan Suara Wanita (PSW) berlangsung meriah dan fantastis di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (02/11) menyusul perolehan medali.

Dalam perlombaan hari ini ada 16 Kontingen yang mengikuti Lomba Kategori Paduan Suara Wanita (PSW) dengan lagu wajib yang harus dibawakan oleh seluruh kontingen berjudul,  “Bahagia Keluarga Yang Andalkan Tuhan.”

Tampil pertama Kabupaten Mamberamo Tengah yang juga dihadiri langsung Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak demi mendukung kontingennya.

Selain lagu wajib, Kontingen Mamteng membawakan lagu pilihan terikat, “Hanya Allah Perlindunganku” dan pilihan bebas, “Ride The Chariot”.

Mamberamo Tengah akhirnya memperoleh nilai 80.10 dan berhasil meraih Medali Emas.

Selanjutnya, Kabupaten Merauke yang berhasil membawa pulang Medali Perak dengan perolehan nilai 70,60.

Merauke membawakan lagu, “O Sungguh Indah” untuk pilhan terikat dan “Cantante Domino” untuk lagu pilihan bebas.

Medali Emas kedua diraih Kabupaten Supiori yang tampil diurutan ketiga dengan nilai 80.03 dengan menyanyikan lagu wajib dan pilihan terikat, “Indah Alam Semesta” dan pilihan bebas, “Madah Kasih”

Kehadiran pimpinan daerah untuk mendukung kontingennya juga ditunjukan Bupati Mamberamo Raya, John Tabo yang diwakili Asisten III Setda Maberamo Raya, Ramses Asmuruf.

Mamberamo Raya tampil cantik diurutan keempat dan berhasil meraih Medali Emas dengan nilai 83,48 untuk lagu wajib dan pilihan terikat, “O Sungguh Indah” serta pilihan bebas, “Musica Dei”.

Kelima, Kabupaten Deiyai yang membawakan lagu pilihan terikat, “Alam Yang Indah” dan pilihan bebas, “Haleluyah Puji Tuhan”. Deiyai berhasil memperoleh nilai 70,00 dan berhak atas Medali Perak.

Perak juga diraih oleh Kabupaten Kepulauan Yapen yang tampil keenam dengan nilai 79.73 yang menyanyikan lagu pilihan terikat, “Hanya Allah Perlindunganku” dan pilihan bebas, “O Sungguh Indah”

Berbeda dengan Yapen, Kabupaten Nabire berhasil meraih Medali Emas dengan nilai 82.23 yang membuat senyum bahagia terpancar dari kontingen Kabupaten Nabire usai tampil ketujuh dengan membawakan lagu wajib dan lagu pilihan terikat, “Indah Alam Semesta” dan pilihan bebas, “Bukan Karena Upahmu.”

Delapan, Kabupaten Tolikara yang juga didukung langsung Sekretaris Daerah yang sekaligus Ketua LPPD Tolikara, Ir. Latuconsina, MM berhasil meraih Medali Perak dengan nilai 78.65.
Tolikara membawakan lagu pilihan terikat, “Indah Alam Semesta” dan pilihan bebas, “Nyanyian Pujian Maria.”

Tampil kesembilan, Kabupaten Keerom yang juga meraih Medali Perak dengan nilai 75.03 usai menyanyikan lagu wajib dan lagu pilihan terikat, “Indah Alam Semesta” dan pilihan bebas, “Amin”

Penampilan yang ditunggu-tunggu juga berada di urutan kesepuluh untuk tuan rumah Mimika saat tampil memukau sehingga berhasil meraih Medali Emas dengan nilai 85.73.

Sontak seluruh kontingen dan penonton bersorak bahagia menyambut hasil tersebut dan membuat Graha Eme Neme Yauware pun bergemuruh.

Pada lagu pilihan bebas, “Dies Irae” Mimika tampil luar biasa dan indah. Termasuk saat menyanyikan lagu wajib dan pilihan terikat, “Indah Alam Semesta.”

Tak kalah dengan Mimika, Kabupaten Jayawijaya juga tampil sangat mempesona. Usai kontingennya tampil, para penonton pendukung Jayawijaya bergemuruh.

Gemuruh kembali berkumandang saat hasil akhir perolehan nilai Jayawijaya disebut dengan hasil nilai yang didapat adalah tertinggi yakni 85.88 dan berhak atas Medali Emas.

Dengan demikian, Kabupaten Jayawijaya memimpin sementara skor tertinggi setelah menyanyikan lagu wajib dan lagu pilihan terikat, “Hanya Allah Perlindunganku” dan yang paling memukau pada lagu pilihan bebas, “Music Down In My Soul.”.

Tak berhenti disitu karena saat penampilan Kabupaten Waropen di urutan keduabelas yang berhasil mendapatkan nilai 81.90 serta berhak atas Medali Emas usai menyanyikan lagu wajib dan pilihan terikat, “Indah Alam Semesta” dan pilihan bebas “Elijah Rock,” suasana gemuruh sorak pun terdengar di Graha Eme Neme Yauware Timika.

Emas juga diraih oleh Kabupaten Puncak usai tampil di urutan tiga belas dengan peroleh nilai 80.65. Kabupaten Puncak yang menyanyikan lagu wajib dan pilihan terikat, “Indah Alam Semesta” dan pilihan bebas, “Tuhanlah Terangku dan Keselamatanku” berhasil meraih Medali Emas berikutnya.

Di penampilan keempat belas, perolehan nilai tertinggi kemudian diambil alih oleh Kabupaten Biak Numfor dari Kabupaten Jayawijaya.

Sejak lagu pertama hingga ketiga, Kontingen Kabupaten Biak Numfor tampil dengan vokal yang luar biasa menakjubkan, berhasil meraih Medali Emas dengan nilai 86.48.

Selain lagu wajib, Kabupaten Biak menyanyikan lagu, “O Sungguh Indah” dan pilihan bebas, “A’int No Grave Can Hold My Body Down”

Tak mau kalah, Kota Jayapura pun menampilkan yang terbaik sejak lagu pertama hingga ketiga, dan berhasil membawa pulang Medali Emas dengan nilai 86.20.

Kota Jayapura menyanyikan lagu wajib dan pilihan terikat, “Hanya Allah Perlindunganku” dan pilihan bebas, “Revelation.”

Peserta terakhir Kabupaten Jayapura menutup seluruh perlombaan pada kategori Paduan Suara Wanita (PSW) dengan cantik dan indah.

Kabupaten Jayapura meraih juga Medali Emas dengan nilai 85.50. Selain lagu wajib mereka mempersembahkan lagu pilihan terikat, “Hanya Allah Perlindunganku” dan pilihan bebas, “Joshua.”

Berikut total perolehan keseluruhan medali para kontingen do kategori Lomba PSW. 11 medali Emas masing-masing diraih oleh Mamberamo Tengah (80,10), Supiori (80,03) Mamberamo Raya (83,48), Nabire (82.23), Mimika (85.73), Jayawijaya (85.88), Waropen (81.90), Puncak (80.65), Biak Numfor (86.48), Kabupaten Jayapura (85.50) dan Kota Jayapura (86.20).

Sementara Lima Perak diraih oleh Kabupaten Merauke, Deiyai, Kepulauan Yapen, Tolikara dan Keerom. (Elfrida/Yunita/ Sam Nussy/ Pesparawi XIII)

600 Peserta Dari 92 Klasis Hadiri Konferensi Sinode Kingmi di Timika


Pemukulan tifa secara bersama menandai pembukaan Konferensi Sinode XII Gereja Kingmi di Mimika

MIMIKA, BM

Konferensi Sinode XI Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua yang diikuti 13 koordinator dan 92 klasis akhirnya resmi dimulai.

Pembukaan kegiatan ini dilakukan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe Senin (1/11) kemarin di Gereja Kingmi Jemaat Marten Luther Mile 32, Timika.

Sebelum pembukaan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe didampingi para bupati di Papua, ketua klasis beberapa gereja dan Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama, Jannus Pangaribuan, terlebih dulu dilakukan prosesi bakar batu yang dihadiri ribuan anggota jemaat dan juga undangan.

Selanjutnya dilakukan ibadah pembukaan yang berlangsung di dalam gedung gereja dipimpin oleh Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu.

Ketua Panitia, Willem Wandik mengatakan sangat bersyukur karena konferensi yang sempat tertunda beberapa kali akhirnya bisa terlaksana.

Ia pun mengutip firman Tuhan dari Penghotbah 3:11a yang berbunyi, Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

"Hari ini adalah hari yang indah yang ditetapkan oleh Tuhan untuk kita melakukan konfrensi. Rencana Tuhan luar biasa,” ujarnya.

Willem yang juga merupakan Bupati Puncak ini berharap ke depannya gereja Kingmi mampu bertumbuh dimasa perkembangan teknologi saat ini. Kingmi harus melahirkan kader-kader terbaik dan mampu bersaing.

Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama, Jannus Pangaribuan berharap konferensi Sinode XI ini bisa menghasilkan kesepakatan dan keputusan program terbaik sebagai acuan dalam pelayanan sesuai visi dan misi Kingmi dan menjadi hormat bagi Kemulian Tuhan.

"Selamat dan sukses untuk Konferensi Sinode XI Kingmi. Semoga menghasilkan kesepakatan yang mampu mengaplikasikan nilai-nilai ajaran Tuhan Yesus Kristus,” tutur Jannus.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dalam sambutannya mengatakan, konferensi ini akan menghasilkan program kerja yang berguna bagi jemaat Kingmi se-Tanah Papua.

Konferensi yang adalah sidang tertinggi Gereja Kingmi setiap 5 tahun ini diharapkan bisa menjadi kebangkitan bagi masyarakat Papua untuk memperkuat kesatuan seluruh masyarakat.

"Kita mau gereja Kingmi di Papua menunjukkan kasih, menjadi pembawa damai dan teladan dan berdiri didepan sebagai hamba Tuhan dan contoh bagi jemaat lain," kata Bupati Eltinus.

Momen konferensi ini juga bisa menjadi kebangkitan bagi pemuda-pemudi jemaat Kingmi untuk mengambil bagian dalam perkembangan Kingmi di Tanah Papua.

"Saya ucapkan selamat atas pelaksanaan konferensi dan terima kasih kepada semua yang sudah membantu mensukseskan pelaksanaan konferensi," tuturnya.

Selanjutnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe yang didampingi Ibu Yulce Wenda Enembe merasa bersyukur bisa hadir di acara besar Gereja Kingmi dan diberikan kemampuan hingga saat ini karena dukungan doa ribuan warga Kingmi.

"Doa bapak dan ibu menolong saya berdiri disini,” katanya.

Melalui istrinya ia menyampaikan terima kasih untuk cinta tulus yang diberikan masyarakat Papua khususnya Kingmi kepadanya.

"Saya percaya semua bedoa untuk kesembuhan bapak. Tadi beliau mengatakan di sisa masa jabatan, bapak meminta doa dari seluruh masyarakat,” ucap Yulce Wenda Enembe sembari berharap konferensi Kingmi bisa berlangsung dengan baik.

Konferensi gereja yang lahir pada tahun 1928 akan berlangsung hingga tanggal 6 November dan akan diikuti 600 peserta.

Konferensi ini akan membahas berbagai hal. Salah satunya menentukan siapa yang akan menjadi pengganti Pdt. Beny Giay untuk memimpin Sinode Kingmi lima tahun kedepan.

Pdt. Beny telah memimpin Sinode Kingmi selama dua periode sehingga tak bisa lagi dicalonkan. Ia berharap dalam konferensi kali ini lahir kader-kader baru.

Menurutnya konferensi Kingmi tidak hanya berpikir tentang misi Papua saja, tetapi bagaimana memperjuangkan Papua dengan cara membuka diri dan belajar.

Namun perjuangan Papua bukan hanya tugas Kingmi saja, tetapi semua gereja yang ada di Papua.

"Bagaimana kita bisa bangkit. Bagaimana ini bisa terjadi, Kita akan perdalam lagi dalam pelayanan kita. Dalam konferensi ini Saya berharap kita membuka diri dan belajar,”ujarnya.

Dalam kesempatan inipun semua hamba Tuhan yang tergabung dari beberapa sinode bedoa dan menumpahkan tangan berdoa untuk kesembuhan Gubernur Papua Lukas Enembe. (Shanty)

Top