Budaya

Warga Mimika Diminta Kibarkan Bendera Merah Putih Mulai 1 Agustus

Logo HUT Kemerdekaan ke-76

MIMIKA, BM

Pandemi belum saja berakhir sehingga dapat dipastikan penyelenggarakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-76 tahun ini masih dilakukan dengan nuansa ketat protokol kesehatan seperti tahun lalu.

Kondisi inipun akan kembali terjadi di Mimika. Penyelenggaraan HUT Kemerdekaan RI Ke-76 di Kabupaten Mimika tahun ini direncanakan akan dilangsungkan secara sederhana dan terbatas.

Pemda Mimika sudah memutuskan hal tersebut melalui rapat perdana yang dilangsungkan pada Senin (26/7) di lantai III Gedung A Sentral Pemerintahan.

Rapat itu dipimpin oleh Ketua Panitia Perayaan HUT RI Ke-76 yakni Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika Yulianus Sasarari dan dihadiri pimpinan OPD dan forkopimda.

Usai rapat kepada awak media Asisten I Yulianus Sasarari mengatakan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Kesekretariatan Negara telah mengeluarkan tema dan logo HUT Kemerdekaan RI Ke-76z

Tema HUT RI Ke-76 adalah “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh.” Teman dan logo hut akan dipublikasikan pemerintah agar diketahui masyarakatnya.

“Kegiatan menjelang upacara masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat apalai masa pandemi seperti ini. Tapi sebagai panitia kita tetap siapkan terutama termasuk persiapan upacara bendera dengan 12 anak paskibraka. Jika hal ini nantinya dibatasj maka kita harus pikirkan alternatifnya. Ini yang harus kita bahas bersama," ujarnya.

Satu hal pasti yang telah diputuskan dalam pertemuan tersebut adalah mulai 1 Agustus, seluruh lapisan masyarakat Mimika diwajibkan mulai mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih dan memasang umbul-umbul merah putih baik di tingkat rt, distrik, kelurahan hingga sekolah dan lainnya.

“Untuk kegiatan kebersihan jelang HUT RI nanti diserahkan ke masing-masing rt, distrik dan kelurahan agar tidak menimbulkan kerumunan. Namun, untuk besarnya anggaran masih belum tahu berapa,” tutupnya singkat (Elfrida)

Konferensi Kingmi di Mimika Resmi Ditunda

Ketua Panitia Konferensi Kingmi, Wilem Wandik

MIMIKA, BM

Belum dapat dipastikan bagaimana kelanjutan penyelenggaran PON dan Pesparawi di Mimika nanti, namun satu yang sudah pasti adalah Konferensi Kingmi di Mimika se-Tanah Papua ditunda penyelenggaraanya.

Bupati Puncak, Wilem Wandik selaku Ketua Panitia Konferensi Kingmi mengatakan penundaan diakibatkan karena melonjaknya kasus covid-19 di Kabupaten Mimika bahkan Mimika kini menjadi zona merah covid.

"Sebagai ketua panitia konferensi Kingmi setanah Papua kita sangat mendukung kebijakan dari Pemda Mimika jadi sementara kita tunda sampai waktu yang tidak ditentukan," tutur Bupati Puncak, Wilem Wandik kepada wartawan di Hotel Grand Mozza, Rabu (21/7).

Wandik mengatakan Konferensi Kingmi setanah Papua dijadwalkan di Mimika dan dilaksanakan pada akhir Juli ini.

Dengan penundaan ini, Wilem menyampaikan kepada seluruh pihak khususnya keluarga besar Gereja Kingmi di tanah Papua agar bisa memahami situasi tersebut.

Wilem menegaskan konferensi ini bisa berjalan ketika dalam keadaan aman serta ada pernyataan bahwa Mimika atau Papua dan Indonesia covidnya mengalami penurunan.

"Kapan saja kita bisa laksanakan karena pada prinsipnya semua sudah siap, apalagi Timika tuan rumah sehingga tidak diragukan lagi, sehingga ketika kami undang untuk pelaksanaan nanti maka semua harus datang ke Timika," ungkapnya. (Shanty)

Masih Ada Sekitar 300 Sapi yang Belum Disembelih

Kadisnak & Keswan Mimika bersama Ketua MUI saat berada di Mesjid Miftahul Huda, Selasa (20/7)

MIMIKA, BM

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Mimika, pada momen hari Idul Adha hari ini, Selasa (20/7), sebanyak 345 hewan kurban disembelih yang terdiri atas 244 ekor sapi dan 101 ekor kambing.

Selain hari ini, pada Rabu (21/7) besok masih ada sekitar 300 ekor sapi yang akan disembelih di 3 mesjid dan 2 rumah potong hewan termasuk beberapa mesjid di wilayah SP.

"Data sementara hewan kurban hari ini ada 244 ekor sapi dan 101 ekor kambing. Besok masih ada pemotongan hewan qurban di 3 masjid dan di TPH (Tempat Pemotongan Hewan)," jelas Kadisnak & Keswan Mimika, Yosefin Sampelino.

Yosefin Sampelino mengatakan 345 hewan kurban yang disembelih hari ini semuanya dalam keadaan sehat dan aman untuk dikonsumsi. Ia mengatakan, sebelum disembelih terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan post moterm.

"Pada pemeriksaan memang ada beberapa laporan menemukan ada cacing di hati. Hanya sedikit jadi tidak perlu diafkir, hanya dipotong sedikit yang ada cacingnya dan dibuang. Jadi dianggap semua sehat. Dan itu juga masih dibawa ambang batas," ungkapnya.

Pemeriksaan postmortem dilakukan di 61 titik dan 2 TPH. Namun karena keterbatasan petugas, disnak&keswan hanya melakukan pemerikaaan postmortem di 22 masjid dan 2 TPH.

"Jadi ada 24 titik. Pemeriksaan antinortem kan sudah dilaksanakan Kamis lalu dan sehat semua dan tidak ditemukan adanya penyakit," tuturnya.

Ia menjelaskan, antimortem adalah pemeriksaan secara fisik sementara post morten merupakan pemeriksaan bagian dalam hewan.

Pemeriksaan post motern dilakukan untuk menjaga jangan sampai ada cacing atau adanya kelainan di hati hewan yang akan disembeli termasuk kemungkinan adanya virus.

Sebelumnya, petugas pemeriksaan juga telah menyampaikan ciri-ciri hewan kurban yang dikategori sakit sehingga tidak layak untuk disembelih kepada petugas potong hewan.

"Rata-rata juga sudah tahu karena dari tahun ke tahun mereka yang lakukan pemotongan hewan. Pemotongan hewan juga dilakukan tidak sembarangan, ada aturannya dan orang-orangnya juga sudah terbagi. Ada yang potong, kuliti hingga bertugas mencincang daging," jelasnya. (Shanty)

Top