Budaya

Gereja Katolik Peringati Pesta Pembaptisan Tuhan, Dua Pesan Ini Diingatkan Pastor Amandus untuk Para Pencuri

Pastor Amandus Rahadat saat menyampaikan khotbah

MIMIKA, BM

Minggu pekan kedua bulan Januari 2022 (09/01), sesuai kalender liturgi, Gereja Katolik sedunia merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan.

Pada momen tersebut, di Gereja Katedral Tiga Raja, Pasto Amandus Rahadat Pr dalam khotbahnya mengingatkan kembali katakese dasar tentang pembaptisan.

Ia mengatakan, pembaptisan mengandung tiga arti bagi orang kristen terutama umat Katolik, pertama, pembaptisan menghapus seluruh dosa termasuk dosa pusaka.

Kedua, mereka yang telah dibaptis akan disebut sebagai putera-puteri Allah. Dan ketiga, bergabung dalam keanggotaan gereja (katolik).

"Namun ternyata dalam perjalanan hidup, gelar anak Tuhan menjadi kabur karena tercemar dosa. Semua orang, bukan hanya unat kristiani semua tercemar dosa. Sejak Adam dan Hawa hawa pencemaran dosa itu dimulai," ujarnya.

Romo Amandus mengatakan dalam bacaan pertama minggu ini dikatakan bahwa orang Yahudi juga masuk dalam pencemaran dosa itu sehingga Nabi Yesaya menyerukan pertobatan bagi bangsa Israel. Ia meminta mereka bertobat.

"Yesaya mengatakan, kamu akan diampuni Tuhan asal kamu bertobat," ujarnya.

Sementara di bacaan kedua, dalam surat Rasul Paulis kepada Titus, dikatakan juga bahwa hubungan antara manusia dan Allah yang adalah penciptanya juga terputus karena dosa. Agar hubungan tersebut dapat dipulihkan maka harus bertobat.

"Dan Yesus siap menerima engkau jika engkau kembali. Engkau akan diterima haya karena kasih dan karunia Allah. Engkau akan menerima kembali warisan kebahagiaan kekal sebagai anak Tuhan," ujarnya dalam khotbah.

Dari mimbarnya, Romo Amandus juga mengingatkan umat Katedral Tiga Raja tentang betapa tingginya kasus pencurian yang dilaporkan Polres Mimika pada Monev 2021, akhir bulan Desember lalu.

Dari 10 kasus tertinggi di Mimika, pencurian merupakan kasus yang paling mendominasi dengan 264 kasus. Disusul pengerusakan, penganiayaan, pengeroyokan, KDRT hingga perzinahan dan lainnya.

Menurutnya, pencurian dilakukan bisa oleh rakyat jelata semisal tukang ojek, pejabat pemerintah semisal anggota DPR, gubernur, walikota, bupati dan pimpinan OPD.

Bahkan pencurian juga bisa dilakukan oleh misdinar (putera altar), koster hingga pemimpin umat yakni pastor dan pendeta.

"Bahkan ada pastor atau pendeta yang juga jadi maling. Bayangkan kalau anak-anak Tuhan yang melakukan semua ini? ungkapnya.

Pastor Amandus kemudian menyoroti pencurian dalam bentuk korupsi yang dilakukan oleh tangan orang lain namun hasilnya dibagi dan digunakan bersama.

"Ada pencurian yang dilakukan secara terang-terangan. Mencuri seperti urat malu sudah putus. Ada yang mencuri pakai tangan orang lain namun hasilnya dibagi bersama. Hanya KPK yang bisa membuktikan permainan semacam ini," ujarnya.

Di momen Pesta Pembaptisan Tuhan ini, Pastor Amandus Rahadat meminta semua putera-puteri Allah untuk segera menyadarinya. Ia kemudian menyampaikan dua pesan secara khusus kepada semuanya.

Pesan pertama yang disampaikan adalah sadarlah akan identitasmu sebagai anak Tuhan. Jangan membuat malu diri sendiri, gereja, keluarga, tempat kerja, marga dan sukumu.

"Kalau yamg mencuri uang gereja Pastor Amandus Rahadad, maka yang malu seluruh umat. Gereja katolik malu, umat tiga raja malu, keluarga Rahadad, semua yang pakai marga ini tidak bisa angkat muka dan semua orang Kei juga merasa malu. Ayo sadarlah, kita ini semua anak Tuhan, jangan buat malu," terangnya.

"Saya tidak bermaksud menyinggung siapapun tetapi kalau yang mencuri itu seorang pimpinan OPD maka seluruh orang di instansi itu akan merasa malu karena pimpinan mereka maling. Jika sudah seperti itu, apakah kita masih disebut anak Tuhan? Ayo sadarlah," lanjutnya.

Pesan kedua yang disampaikan Pastor Amandus adalah agar semua anak Allah jangan merasa malu untuk bertobat dan meminta ampun jika telah mencuri.

"Bertobatlah dan bersikaplah rendah hati. Kita semua manusia berdosa dan Tuhan siap membuka pintu pengampunan padamu. Rahmat dan kasih Tuhan akan mengalir untukmu," ujarnya.

"Khusus untuk umat katolik, gereja punya sakramen tobat, datanglah pada bunda gereja, gereja akan merangkul engkau dengan kasih Yesus. Sadarlah engkau seperti anak yang hilang. Surga akan bersorak menyambut pertobatanmu sama seperti yang dikisahkan Alkitab tentang anak hilang yang kembali kepada orangtuanya," ungkap Pastor Amandus menutup khotbahnya. (Red)

 

Warga Kampung Pasir Putih Awali Tahun 2022 Dengan Bakar Batu, Anggota Koramil 1710-05 Ikut Terlibat

Suasana bakar batu yang melibatkan anggota Koramil dan masyarakat Kampung Pasir Putih Distrik Jila, Minggu (02/02)

MIMIKA, BM

Papua merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki tradisi unik yaitu bakar batu. Tradisi semacam ini mungkin hanya ada di Papua.

Upacara bakar batu sendiri merupakan upacara tradisional masyarakat pegunungan Papua.

Upacara ini biasanya dilakukan sebagai wujud rasa syukur, menyambut kebahagiaan atas kelahiran, rasa turut berkabung, pengumpulan dana atau dilakukan untuk mengumpulkan prajurit ketika berperang.

Mengawali Tahun 2022, sebagai salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, masyarakat Kampung Pasir Putih, Distrik Jila melakukan bakar batu.

Acara yang dilangsungkan dalam suasana kekeluargaan dan kesederhanaan pada Minggu (02/02) ini turut didampingi oleh aparat dan babinsa Koramil 1710-05/Jila.

Danramil Kapten Inf. Fektor Suyanto) saat dikonfirmasi, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu wujud Kemanunggalan TNI bersama masyarakat di wilayah binaan.

Giat ini juga untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah tersebut serta guna semakin membangun interaksi atau komunikasi sosial dengan warga sekitar yang bertujuan mempererat hubungan TNI dengan Rakyat.

“Dengan turut hadir dalam setiap acara adat masyarakat seperti ini, harapannya tugas pokok kami sebagai satuan kewilayahan dalam Pembinaan Teritorial (Binter) di wilayah akan dapat terlaksanan dengan baik karena dengan menyatu dengan warga, secara otomatis kami akan dapat diterima positif oleh masyarakat," ungkapnya berharap.

Sementara itu, mewakili warga Kampung Pasir Putih, Bapak Adrianus (56) mengucapkan terimakasih kepada anggota Koramil yang telah mengamankan dan membantu jalannya acara bakar batu tersebut.

Ia berharap kerjasama seperti ini terus tercipta sehingga masyarakat benar-benar dapat merasakan kehadiran TNI di antara mereka. (Red

 

Perayaan Natal Oikumene Umat Nasrani Mimika, Bupati Omaleng Sampaikan Hal Ini


Foto bersama usai persayaan Natal Oikumene di Gereja Kingmi Mile32

MIMIKA, BM

Perayaan Natal Oikumene 2021 dilakukan oleh umat kristiani dari berbagai Denominasi Gereja di Mimika pada Senin (27/12) di Gereja Kingmi Mile32 dipimpin Pendeta Alfred Dimara.

Perayaan yang berlangsung meriah dalam sukacita dan kesederhanaan Natal ini bertemakan Kasih Kristus yang Menggerakan Persaudaraan, sesuai dengan seruan KWI dan PGI untuk Natal 2021.

Sub tema yang dipilih adalah 'Dengan semangat perayaan Natal Oikumene Kabupaten Mimika, kita jadi pewarta kasih persaudaraan yang rukun, karena kesanalah Tuhan memerintahkan berkat kehidupan menuju Mimika yang cerdas, aman, damai dan sejahtera.

Perayaan ini juga dihadiri  Ketua Sinode GKI Kingmi Tanah Papua, Bupati Mimika, Wakil Ketua I DPRD, FKUB, para pendeta denominasi gereja, PKK, GWO serta tamu undangan lainnya.

Usai perayaan natal, Ketua GPI Klasis Mimika, Pendeta Donald Salima dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas terlaksananya perayaan natal ini.

Menurutnya, pelaksanaan Natal Kristus ini merupakan sebuah tabir bahwa kita harus bersatu dan proses bersatu ini dimulai dari diri tiap orang melalui perayaan ini.

Ia juga memberi apresiasi kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng dalam membangun Mimika, terutama membangun gereja Kingmi Mile32.

"Kalau pemerintahan distrik dan lainnya mengatakan bahwa beliau adalah bapak pembangunan dan perubahan, maka di Natal perdana di gereja ini kita setuju untuk nobatkan beliau sebagai bapak Oikumene" ujarnya!

"Hari ini dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh kita semua, saya sebagai ketua persekutuan gereja-gereja, mewakili semua teman-teman gereja, menobatkan bapak Eltinus Omaleng, kandidat doktor sebagai bapak Oikumene," ungkapnya diiringi tepukan umat di Gereja Mile 32.

Pendeta Donald juga meminta agar semua umat bersatu dan bergandengan tangan menuju tahun baru 2022.

"Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul dalam bingkai Eme Neme Yauware. Tuhan memberkati kita semua," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan sejak dahulu ia telah memiliki keinginan untuk membangun rumah Tuhan di negerinya ini.

"Saya punya kerinduan harus ada gereja Oikumene. Makanya saya selalu bilang gereja Kingmi ini adalah gereja Oikumene," ujarnya.

Bupati mengingatkan semua  bahwa Perayaan Natal tahun ini menbawa pesan cinta kasih Kristus yang menggerakan persaudaran (1 Petrus 1:22)

Menurutnya, tema natal tahun ini sangat mencerminkan Kabupaten Mimika sebagai miniaturnya Indonesia karena semua perbedaan yang menyatukan ada negeri ini.

"Di sini semua hidup berdampingan dari berbagai  suku dan agama oleh karena itu melalui tema natal ini, memberikan pesan natal kepada kita semua masyarakat Mimika untuk tetap bersatu, menjaga toleransi kehidupan umat beragama dan saling mengasihi sesama manusia seperti yang dikehendaki Tuhan," ungkapnya.

Ia berharap pesan Natal tahun ini memberikan semangat baru untuk membentuk pribadi masing-masing agar menjadi pengikut Kristus yang setia dan menjadi berkat bagi semua orang.

"Tidak semudah itu kita masuk ke surga! Jangan pikir kira rajin ke gereja, selalu memberikan barang kepada orang lain, menjadi baik bagi orang lain, membangun gereja, kemudian gampang masuk surga! Tidak semudah itu. Karena kuncinya ada pada tiga hal yang disampaikan pendeta yakni iman, kasih dan harapan. Siapa yang memiliki itu saat ini?," ujarnya sambil bertanya kepada semua orang dengan senyum.

Bupati Omaleng juga mengatakan bahwa apapun yang kita lakukan, harus dilakukan dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan. Tidak ada gunanya jika melakukan sesuatu tanpa mengimani kepadaNYA.

"Saya tidak mungkin masuk gereja kecuali saya percaya Tuhan itu benar ada. Tuhan itu ada dan akan datang kedua kali untuk kita semua. Semua hal yang kita buat harus percaya kepadaNYA," ujarnya.

"Pada kesempatan ini saya secara pribadi, keluarga dan mewakili pemerintah, mengucakan selamat Natal dan menyongsong tahun baru kepada kita semua! Semoga kasih dan damai Natal selalu bersama dan menyertai kita semua di tahun yang baru dan semakin memberkati negeri ini," harapnya.

Pada momen ini, Bupati Omaleng juga secara khusus mengucapkan terimakasih kepada warga Mimika khususnya umat non kristiani yang telah berpartisipasi dalam menjaga dan mengamankan perayaan Natal 2021, bahkan telah terlibat dalam persiapan menyambut natal tahun ini.

"Terimakasih atas semua kebaikan dan dukungannya! Semoga Tuhan selalu beserta kita semua dan membalas semua kebaikannya," ujarnya mengakhiri sambutannya. (Ronald)

 

Top