Budaya

Songsong 2022, TP-PKK Mimika Gelar Rapat Evaluasi dan Program Kerja

Suasana berlangsungnya rapat kerja

MIMIKA, BM

Menyongsong tahun 2022, Tim Penggerak Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika menggelar Rapat Kerja Evaluasi dan Penyusunan Program Kerja yang dilangsungkan di Hotel Horizon Ultima, Jumat (19/11).

Rapat dibuka oleh Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng didampingi Wakil Ketua II Ny. Pere Omaleng.

Hadir dalam rapat kerja Sekretaris Umum Ny. Leentje A. Siwasbessy, Bendahara Umum Ny. Karuapi Dewi, seluruh ketua dan anggota Pokja I, II, III dan IV beserta anggota sekretariat.

Sepanjang 2021, TP-PKK Mimika telah melaksanakan sejumlah program kegiatan terlebih khusus dalam mendukung pemerintah daerah Mimika guna suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII dan Konferensi Sinode KINGMI XI dimana Kabupaten Mimika didaulat sebagai tuan rumah.

Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus atas kerja nyata sehingga PON XX, Pesparawi XIII dan Konferensi Sinode Kingmi XI dapat berjalan dengan lancar.

“Terimakasih ibu-ibu sudah sukses membantu pemerintah dalam tiga even besar. Ibu Gubernur Ny. Yulce Wenda Enembe mengakui bahwa TP-PKK Mimika luar biasa. Kedepan kita harus turun kampung melihat anak-anak kita disana,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini Ny. Kalina menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Ketua Umum TP-PKK Pusat Ny. Tri Tito Karnavian dan Ketua Provinsi Papua Ny. Yulce Wenda Enembe akan melakukan kunjungan ke Mimika.

“Nama TP-PKK Mimika nomor satu. Jadi kita harus layani mereka dengan baik,” ucapnya.

Ny. Kalina mengingatkan terkait program kerja di 2022, ia berharap seluruh pengurus dapat merencanakan dan menjalankan dengan baik terutama terkait posyandu yang akan dijadikan binaan oleh TP-PKK Mimika.

Sementara itu, Wakil Ketua II Ny. Pere Omaleng mengatakan Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob sangat mendukung TP-PKK Mimika sehingga diharapkan pada 2022, TP-PKK Mimika turun langsung ke akar rumput untuk melihat persoalan yang terjadi di masyarakat distrik hingga kampung.

“Kita jalankan visi misi bupati dan wakil bupati. Ketua pokja harus bekerja sama dengan anggota jangan susun program sendiri. Harus mendukung program sama-sama. Kami juga akan selalu mendukung,” ungkapnya.

Lanjutnya, program kerja di tahun 2022 masih banyak yang harus dikerjakan, ada program yang terjangkau dan belum terjangkau.

“Ketua pokja harus susun program yang baik. Harus teliti, 2022 kita harus kerja keras untuk melihat ke bawah,” tandasnya.

Nara sumber dalam rapat kerja ini adalah Kepala Bappeda Kabupaten Mimika Ny. Yohana Paliling. Ia memberikan gambaran besar mengenai alur program kerja dan kegiatan di lingkup pemerintahan.

“TP-PKK Mimika mendapatkan pengakuan luar biasa. Bukan dari kita sendiri tetapi sampai ke pusat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kunjungan Ketua Umum TP-PKK Pusat ibu Menteri Dalam Negeri Ny. Tri. Tentu saja pasti ada yang istimewa dengan PKK Mimika,” ucapnya mengawali pemaparannya.

Ia mengatakan hal terpenting dalam penyusunan program adalah pengendalian untuk semua rencana pembangunan daerah mulai dari Januari hingga Desember.

“Untuk menyusun evaluasi dan program ke depan harus evaluasi terlebih dahulu untuk melihat kinerja. Apakah program tahun lalu sudah berjalan, jika tidak berjalan apa kendalanya, itu yang dibahas,” ucapnya.

Ia menambahkan, setelah evaluasi barulah menyusun program kerja dengan memeprhatikan apakah program yang tidak berjalan di 2021 dapat dijalankan di 2022.

Selain itu program kerja harus sesuai dengan visi misi bupati dan wakil bupati, cermat dan teliti serta tidak berubah-ubah karena jika demikian maka akan memakan waktu saat ada revisi.

“PKK adalah suatu organisasi kelembagaan yang diakui resmi dari pusat sampai kampung. Tahun ini setelah pandemi akan diarahkan kepada peningkatan perekonomian masyarakat di 2022, sehingga diharapkan PKK dapat mengikutinya dari sisi pemberdayaan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Elfrida)

Freeport Bersama BBKSDA Papua Kembalikan 15 Ekor Burung Kasturi Kepala Hitam ke Habitat Alam

 



Proses pembukaan pintu kendang sebelum pelepasliaran ke habitat di alam
hutan Kuala Kencana

MIMIKA, BM

Memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun (HCPSN) tahun 2021 PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Papua mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mimika mewujudkan rasa cinta terhadap puspa dan satwa.

Puncak kegiatan HCPSN tahun 2021 ini dilaksanakan PTFI bersama BBKSDA Papua dengan melakukan pelepasliaran 15 ekor burung Kasturi Kepala Hitam (Lorius Lory) ke habitat aslinya di area hutan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua, pada Sabtu (6/11/2021).

“PTFI berkomitmen mendukung pelestarian satwa dengan melakukan pelepasliaran burung Kasturi Kepala Hitam ke habitat aslinya yang juga berada di areal Kuala Kencana, agar anak cucu kita masih bisa menikmat indahnya satwa-satwa dilindungi. Semoga dengan kegiatan bersama ini kita terus meningkatkan Kerjasama antara PTFI dengan rekan-rekan instansi BKSDA,” ungkap Robert Sarwom, General Superintendent Reclamations, Biodiveristy & Education PTFI.

Sebelum dilepasliarkan, sebanyak 15 ekor burung Kasturi Kepala Hitam ini dirawat dan dipersiapkan menjadi liar di area Mile 21 PTFI.

Menurut Kepala Bidang KSDA Wilayah 1 Merauke, Irwan Effendi, satwa-satwa tersebut merupakan hasil Patroli Polisi Kehutanan SKW II Timika, serta hasil kumpulan dari penyerahan sukarela masyarakat Kabupaten Mimika selama tahun 2020.

"Saat satwa diamankan, beberapa ekor mengalami cacat pada bagian tubuh mereka. Setelah di lakukan perawatan di area MP 21 kondisi satwa semakin baik dan sudah dapat terbang sehingga bisa dikembalikan ke habitatnya,” kata Irwan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Departemen Environmental PT Freeport yang senantiasa bersinergi bersama BBKSDA Papua, khususnya seksi konservasi wilayah 2 Timika yang intinya kita bersama-sama menjaga keanekaragaman hayati”, ungkap Bambang H. Lakuy, Kepala SKW II Timika dalam sambutannya di acara kegiatan pelepasliaran satwa di hutan Kuala Kencana.

Kegiatan ini diperingati untuk meningkatkan rasa kecintaan dan kepedulian kita bersama, karena upaya perlindungan flora dan fauna adalah bagian dari tanggung jawab berbagai pihak.

Edukasi yang tepat akan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk meningkatkan rasa cintanya bagi keberadaan flora dan fauna yang berada di lingkungan sekitarnya.

Program Peringatan Hari Cinta Puspa Satwa Nasional di wilayah PTFI

Peringatan HCPSN tahun 2021 diperingati masih dalam kondisi dan situasi pandemi, dimana protokol kesehatan menjadi salah satu poin yg di pertimbangkan.

Beberapa kegiatan yg di di selenggarakan antara lain lomba membuat video ditujukan bagi anak sekolah, mengambil tema perlindungan flora dan fauna di Papua, dan di bagi dalam 2  kategori peserta lomba.

Terdiri dari anak sekolah tingkat PAUD dan TK dan tingkat SD hingga SMP di area Kuala Kencana dan Tembagapura.

"Selain lomba membuat video, siswa SD dan SMP Kuala Kencana dan Tembagapura mendapatkan sosialisasi pentingnya menjaga kelestarian Flora dan Fauna dari perwakilan Taman Nasional Lorenz, Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Departemen Environmental PTFI,” kata Kristina Maria, penanggung jawab program edukasi Departemen Environmental PTFI.

Sejarah Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pertama kali digagas oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto, dan diperingati setiap tanggal 5 November di Indonesia setiap tahunnya. Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di area PTFI dan Kabupaten Mimika diharapkan dapat menjadi dorongan untuk membangun kecintaan masyarakat pada flora dan fauna. (Ronald)

Pesparawi XIII Sukses Digelar, Ketum Ucapkan Terimakasih Kepada Semua Pihak

Ketua Umum Pesparawi Johannes Rettob bersama Sekretaris I Nyoman Putu Arka saat memberikan keterangan pers kepada media di MSC usai penutupan Pesparawi XIII Se-Tanah Papua

MIMIKA, BM

Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se-Tanah Papua yang berlangsung di Kabupaten Mimika telah sukses diselenggarakan.

Ketua Umum Panitia Pelaksana Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se-Papua, John Rettob berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam suksesnya penyelenggaraan kegiatan Pesparawi ini.

"Pesparawi yang kita siapkan kurang lebih hampir 3 tahun ini sudah selesai, walau sempat tertunda 1 tahun tapi semua boleh terlaksana dengan sukses sekarang ini," ungkapnya.

Ketum Pesparawi yang juga Wakil Bupati Mimika, mengatakan pelaksanaan Pesparawi telah menghasilkan kualitas yang luar biasa. Paduan-paduan suara yang ditampilkan semuanya baik dan menghadirkan para juri yang memiliki kualifikasi standar nasional.

"Sehingga kami merasa senang dan puas. Saya mau ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu melaksanakan Pesparawi ini, terutama kepada panitia pelaksana yang terus menerus bekerja siang dan malam tanpa lelah, tanpa merasa pamrih. Ini yang luar biasa sekali. Saya ucapkan terima kasih banyak semuanya," ujarnya.

Menurutnya, makna Pesparawi XIII telah menjadi nyata yakni semakin memperdalam rasa toleransi, mempersatukan semua masyarakat Mimika dan menciptakan kedamaian untuk Indonesia.

"Jadi dari Mimika kita sudah buat dalam bentuk semua kegiatan yang kita lakukan. Keberagaman, nusantara, toleransi beragama, ini semua sudah coba kita lakukan dan kita tutup dengan acara yang termasuk baik. Semua kontingen merasa senang, mereka merasa terlayani dengan baik selama mereka disini, pemeriksaan kesehatan juga sudah kita lakukan dan lain-lain," tuturnya.

Ia juga berterimakasih kepada TNI-POLRI dan Satpol PP yang terus bersama mengamankan pelaksanaan Pesparawi ini dari awal sampai akhir hingga dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar serta bisa menghasilkan kualitas-kualitas penyanyi penyanyi Papua yang luar biasa.

Hasil dari pada ini, kata John yang mendapatkan champion semua akan mewakili Papua ke tingkat nasional di Jogja pada bulan Juni 2022 nanti. Mimika secara khusus akan mengirimkan paduan suara campuran.

"Sesudah Pesparawi ini kita tidak boleh diam, tetapi kemudian terus berlatih untuk pergi ke tingkat nasional, tetapi yang paling utama sebenarnya adalah mereka harus kembali ke daerahnya masing-masing dan memuliakan nama Tuhan di daerahnya," Katanya.

John Rettob memberikan apresiasi kepada semua kontingen dari 22 kabupaten kota di Mimika yang telah hadir. Secara khusus ia mengapresiasi pencapaian yang diraih Kabupaten Mamberamo Raya.

"Panitia beri penghargaan kepada mereka karena walau baru pertama kali mengikuti Pesparawi namin langsung dapatkan emas. Ini luar biasa. Dari enam kategori yang mereka ikuti 4 kategori mendapat emas," ujarnya.

Selain itu, Kabupaten Deiyai juga diberikan penghargaan karena mereka merupakan salah satu kontingen Pesparawi yang sangat tertib administrasi dan paling taat terhadap semua aturan yang disampaikan panitia sejak awal.

"Kabupaten Deiyai sangat tertib dalam lakukan pengisian data dan juga dapat satu emas di kategori paduan suara sehingga kami berikan penghargaan," kata John.

Panitia juga berikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten/kota di Papua yang terus aktif mendukung dan memotivasi kontingennya.

"Bupati Mamberamo Tengah, mulai dari awal hingga akhir dia terus mengikuti dan ketika ada kekurangan di kontingen, dia penuhi dan membantu panitia luar biasa. Dan ini kami berikan apresiasi untuk itu," ujarnya.

Tak lupa pada momen ini, Ketum John Rettob juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Mimika yang telah mendukung, memberikan motivasi, memberikan spirit dan telah menjadi tuan rumah yang baik selama pelaksanaan Pesparawi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada semua media di Timika yang selalu memberikan suport penuh penyelenggaraan Pesparawi XIII di Timika, sejak awal perencanaan hingga penutupan kegiatan.

"Terima kasih kepada semua media yang terus memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan Pesparawi. Ini terpublikasi luar biasa dan lebih hebat lagi karena kalian punya berita yang luar biasa ini maka kedepan Mimika akan disiapkan menjadi tuan rumah Pesparawi nasional yang ke XIV," ungkapnya.

"Saya juga minta maaf kepada seluruh warga Timika yang mungkin selama pelaksanaan Pesparawi kurang merasa nyaman. Kami mohon maaf. Tapi secara prinsip semua aman lancar dan sukses. Soal sukses dan lain-lain orang lain yang menilai, tapi kami rasa semua berjalan sukses," ungkapnya.

Sementara Sekretaris Umum Panitia Pesparawi XIII, I Nyoman Putu Arka mengatakan, personil kepanitian itu terdiri dari 12 panitia inti dan 20 bidang pendukung secara teknis. Kepanitian ini dibentuk dengan keberagaman umat beragama yakni Hindu, Islam, Katolik dan Buddha.

"Dengan keberagaman umat beragama ini menunjukkan bahwa Mimika sebagai barometer untuk kedamaian Indonesia boleh terwujud dengan keberagaman agama yang terlibat dalam pelaksanaan pesparawi," ucap Nyoman.

Ia mengakui panitia tidaklah sempurna dan memiliki banyak kekurangan namun semua memiliki komitmen yang kuat untuk mendukseskan kegiatan kerohanian ini.

Di samping itu, ia mengakui kepemimpinan dan komitmen yang selama ini ditunjukan oleh Ketua Umum John Rettob. Walau dengan keterbatasan yang ada dalam pendanaan dan situasi covid namun ia telah berhasil mengorganisir semuanya berjalan dengan baik sehingga Pesparawi di Mimika sukses dalam segalah hal.

"Ini merupakan komitmen yang luar biasa dari ketua umum. Untuk mewujudkan komitmen-komitmen itu tentu ada kerja keras. Bahkan, ketum juga memberikan dorongan dan motivasi hingga turun langsung ke lapangan memantau agar pelaksanaannya bisa terwujud," ungkapnya.

"Secara keseluruhan saya menilai Pesparawi ini sukses. Artinya apa yang kita rencanakan sudah kita jalankan. Dari mulai penjemputan, pembukaan hingga penutupan,  semua terlaksana dengan tertib, aman, lancar dan meriah," ujarnya.

Nyoman mengatakan, keseluruhan dari agenda panitia itu boleh dikatakan 98 persen sudah selesai, pasalnya masih ada beberapa kontingen di Mimika dan mereka akan menjadi tanggungan panitia hingga kembali ke daerah masing-masing.

"Kita langsung lakukan pembongkaran dan pembersihan untuk setiap venue terutama MSC agar suatu saat ketika kita mau pinjam lagi bisa dipercaya lagi untuk dipakai. Kalau sudah selesai kita tinggal menata administrasi apa yang kita lakukan, fasilitas-fasilitas yang kita miliki kemudian kita inventaris dan kita buat laporan," jelasnya.

Selain ketua umum, Nyoman juga mengucapkan terimkasih kepada seluruh panitia atas dukungan, komunikasi yang baik, bahu - membahu dan saling menjaga harmonisasi dan kebersamaan terutama dalam bekerja sebagai tim.

"Terima kasih juga kepada tim kesehatan yang telah membantu banyak sehingga persoalan-persoalan kesehatan masyarakat dapat terkendali walaupun di dalam pelaporan mulai dari datang sampai terakhir banyak yang mengalami penyakit Ispa, grafiknya lebih tinggi di atas 146 namun dapat ditangani dengan baik. Terimakasih juga kepada pihak keamanan dan dunia usaha yang telah memberi dukungan sepenuhnya terhadap penyelenggaraan Pesparawi XIII ini," ungkapnya. (Shanty)

Top