Budaya

50 Generasi Milenial dan PKK Distrik Dibekali Pola Asuh Anak dan Remaja oleh TP-PKK Mimika

Ny Kalina didampingi dr Leo dan generasi milenial yang hadir pada giat PKK

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika melalui Pokja 1 menggelar Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) di Aula Bobaigo Keuskupan Timika selama dua hari Kamis (17/6) hingga (18/6).

Kegiatan ini mengangkat tema “Dengan Pola Asuh Anak dan Remaja Yang Baik Kita Cegah Pernikahan Dini” diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari generasi milenial (pemuda gereja, masjid dan pura)  dan TP-PKK distrik dengan mendatangkan nara sumber dr. Leonard Pardede, SPOG (K) dari RSIA Kasih Herlina terkait pernikahan dini.

Pemateri pencegahan kekerasan terhadap anak dengan pola asuh yang benar adalah Dra. Yakomina Rumbiak, M.Si dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

Ketua Pokja 1 sekaligus Ketua Panitia Ny. Besty Hasibuan mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini yakni melaksanakan program-program prioritas PKK mulai dari pusat hingga daerah dan membina kader PKK berpartisipasi aktif mencegah pernikahan usia dini.

Selain itu untuk memberdayakan para pemuda pemudi dari beberapa dedominasi gereja dan masjid sebagai perpanjangan tangan pemerintah, sekaligus mewujudkan program TP-PKK Mimika dalam Pokja 1 yaitu menuju pemuda yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, berakhlak mulia dan mandiri.

Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng mengatakan untuk mencapai generasi yang siap dan bersaing tidak terlepas dari bagaimana mempersiapkan anak untuk masa depan yang baik.

“Mari kita persiapkan sejak dini. Hal ini dapat dilakukan dari hal kecil dimulai dari rumah kita sendiri,” katanya.

Ia menuturkan agar setelah kegiatan para peserta yang hadir dapat menerapkan apa yang mereka dapati dalam giat ini di kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik karena materi yang akan disampaikan oleh nara sumber kita adalah materi yang sangat penting. Dan setelah kegiatan ini kita dapat menyampaikan atau mensosialisasikan kepada orang lain yang ada di sekitar kita,” harapnya. (Elfrida)

Wabup John Puji Kerja Sukarela Relawan ENY Mimika

Foto bersama Tim BTB Mimika saat mengikuti Pelatihan Potensi SAR

MIMIKA, BM

Sepak terjang Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanggap Bencana (BTB) Mimika atau disebut Relawan Eme Neme Yauware (ENY) mendapat pengakuan dan pujian secara langsung dari Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob.

Hal ini Wabup John sampaikan pada saat pembukaan pelatihan POTENSI SAR yang dilaksanakan oleh Tim SAR Mimika di Aula Keuskupan Mimika, Senin (14/6).

Pada kesempatan tersebut Wabup John mengucapkan terimakasih kepada Tim Baznas karena terus hadir untuk menolong sesama yang tertimpa bencana atau musibah baik di Mimika hingga maupun secara nasonal.

“Kita lihat Baznas selalu duluan. Kemarin begitu ada kebakaran di gorong-gorong tim BTB gerak cepat menolong dan kami dapat data pertama dari mereka. Siapa saja yang harus ditolong, siapa yang menjadi korban ternyata Baznas yang bisa beri data lengkap malah kami pemerintah tidak ada datanya. Terimakasih pak Habib (Ketua Baznas) sudah memberikan kerja sama yang baik selama ini dengan pemerintah,” ucapnya.

Wabup John juga baru menyadari bahwa, kehadiran dan kesiapsiagaan Relawan ENY dalam setiap musibah hingga lintas provinsi ternyata dibiayai melalui dana sendiri atas itikad baik seluruh relawan yang mengumpulkan uang secara sukarela.

“Saya pernah tanya kalian punya uang dari mana? luar biasa mereka kumpul-kumpul uang sendiri karena yang terpenting memiliki jiwa membantu. Terimakasih sudah memberikan bantuan untuk Mimika dan membawa harum nama Mimika sehingga bupati dan gubernur di tempat lain mengatakan Mimika luar biasa,” tuturnya.

“Kalian luar biasa. Tim Relawan Timika yang hadir sampai ke Adonara, Ambon dan banyak daerah lain. Luar biasa karena kalian jalan kemana-mana memberikan bantuan dan evakuasi mengatasnamakan Mimika tapi minta maaf ya pemerintah tidak pernah bantu. Kamu luar biasa kita beri tepuk tangan,” tutupnya diiringi tepuk tangan peserta yang hadir.

Aksi perdana Baznas Tanggap Bencana (BTB) Mimika terjadi pada November 2017. Saat itu 1300-an orang mengungsi dari Banti, Distrik Tembagapura ke kota Timika.

Bergerak cepat, Baznas langsung turun memberikan bantuan kemanusiaan berupa sembako, tenda dan beberapa kebutuhan dasar lainnya.

Setelah aksi tersebut, Baznas BTB Mimika melebarkan sayapnya untuk selalu hadir memberikan bantuan kemanusian di beberapa daerah di Indonesia yang terkena dampak bencana alam.

BTB Mimika terlibat langsung menolong masyarakat terdampak gempa di Lombok, gempa dan tsunami di Palu, banjir di Jember Jawa Timur, tsunami di Banten dan Lampung Selatan.

BTB Mimika juga menolong sejumlah masyarakat saat musibah banjir terjadi di Sulawesi Selatan, yakni di Gowa, Jeneponto dan Maros. Kebakaran di Mappi dan Agats, banjir bandang di Sentani, kerusuhan di Wamena dan gempa di Ambon juga mereka datangi.

Selain itu, banjir bandang di Banten juga di Trans Nabire, gempa di Mamuju dan terbaru yakni banjir bandang di NTT juga secara sukarela BTB Mimika hadir menolong sesama yang membutuhkan. (Elfrida)

Batal Berangkat, Calon Jamaah Haji Mimika Bisa Tarik Uang Pelunasan

Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Mimika, Muhammad Hatta

MIMIKA, BM

Kementerian Agama (Kemenag) telah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada pelaksanaan ibadah haji 1442 Hijriah karena penyebaran Covid-19.

Para calon jemaah haji yang batal berangkat tahun ini bisa menarik kembali Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah mereka bayarkan.

Pembatalan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Agama nomor 660 tahun 2021.

Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Mimika, Muhammad Hatta mengungkapkan, dari 267 calon jamaah haji yang telah melunasi ada 2 orang CJH yang menarik uang pelunasannya di tahun 2020. Namun, di tahun 2021 belum ada CJH yang menarik dana pelunasan.

"CJH yang menarik uang setoran lunas biaya hajinya tidak dinyatakan gugur. Mereka tetap berhak menempati porsi pemberangkatan haji 2022," Jelas Muhammad Hatta, Selasa (15/6).

Ia menjelaskan, skema penarikan uang pelunasan biaya haji diawali dengan pengajuan surat permohonan ke kepala kantor Kemenag Mimika, kemudian permohonan tersebut divalidasi.

Jika dinyatakan valid dan sah, dilanjutkan input permohonan penarikan setoran pelunasan di sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) Kemenag.

Muhammad juga mengatakan calon jemaah haji Mimika sudah fua tahun batal menunaikan ibadah haji karena Pemerintah Arab Saudi belum membuka kuota untuk Indonesia akibat Pandemi covid-19.

"Yang kami rencanakan akan berangkat tahun ini adalah jamaah yang telah melunasi biaya keberangkatan di tahun 2020. Tetapi karena ada pembatalan lagi makanya tertunda. Ada 267 yang sudah lunas,"tutur Muhammad.

Walau sudah dua kali jamaah calon haji Mimika batal diberangkaykan namun Hatta mengaku tidak ada yang melakukan komplain.

Mereka sudah mengerti penyebab pembatalan keberangkatan bukan disengaja oleh Pemerintah Indonesia tetapi karena Pemerintah Arab Saudi belum membuka kuota.

"Mereka (CJH-red) memaklumi bahwa itu bukan atas kemauan pemerintah Indonesia tetapi Pemerintah Arab Saudi,"ujarnya.

Meskipun belum ada kejelasan kapan bisa dilakukan kembali keberangkatan haji, namun pendaftaran tetap dibuka dan setiap hari selalu ada masyarakat yang datang mendaftar .

"Setiap jam kerja kami terima terus pendaftaran cuma pemberangkatannya yang masih tunda," katanya.

Jika Pemerintah Arab Saudi membuka akses untuk pelaksanaan ibadah haji dari luar negeri termasuk Indonesia, maka keputusan pembatalan oleh Kementerian Agama bisa dibatalkan oleh Keputusan Presiden.

"Namun tetap saja tidak bisa berangkat karena berkaitan dengan waktu. Jika sesuai dengan jadwal seharusnya tanggal 15 Juni ini calon jamaah sudah masuk ke asrama haji," ujarnya.

Selain itu, ada banyak hal yang harus disiapkan di Arab Saudi mulai dari hotel, transportasi hingga makanan.

"Jadi kalau Arab Saudi sudah buka juga tetap tidak bisa dipersiapkan karena waktu sudah mepet. Kita tidak bisa persiapkan semuanya hanya dalam 1 minggu saja karena lobi hotel di tanah suci itu butuh waktu sekitar 2 bulan karena banyak sekali yang mesan,"jelasnya.

Walau tidak jadi diberangkatkan namun dari 267 calon jemaah haji, hanya 20 orang yang belum melakukan vaksin atau sebesar 95 persen sudah divaksin. (Shanty)

Top