Kolaborasi PKK Mimika dan Distrik Mimika Barat Panen Sayur dan Edukasi Kader Kampung
Foto istimewa: Anggota Pokja III PKK Mimika Apolos (putih) beserta Ketua TP PKK Distrik Mimika Barat Ny. Sisilia Warinussy (kanan) saat panen kangkung
MIMIKA, BM
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Distrik Mimika Barat Ny. Sisilia Warinussy memberikan perhatian khususnya pada Bidang Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga Pokja 3 PKK.
Pada Sabtu (13/6/2026) lalu, ia beserta pengurus PKK Distrik Mimika Barat yang dilantik pada 19 Mei 2026 lalu ini melaksanakan panen kangkung dan bayam yang merupakan pemberian bantuan dari PKK Kabupaten Mimika.
Pada kesempatan itu, ia mengundang Pokja 3 Kabupaten Mimika untuk memberikan edukasi tentang pemanfaatan lahan perkarangan dan mencegah stunting dengan cara menanam sayur guna pemenuhan gizi keluarga di wilayah Distrik Mimika Barat.
Anggota Pokja III PKK Mimika Apolos Asmuruf yang juga merupakan Plt. Kepala UPTD Perbenihan Tanaman Pertanian (PTP) Balai Benih Utama (BBU) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Mimika kepada media ini melalui saluran telepon mengatakan selain dua tujuan diatas kehadirannya di Distrik Mimika Barat juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami beri edukasi tentang penggunaan pupuk alami dengan menggunakan bahan-bahan didapur seperti kulit bawang, air cucian beras dan air kelapa kering. Karena ini bagus untuk sayuran sekaligus mengurangi biaya produksi karena kalau pupuk pestisida itu mahal,” katanya.
Apolos melihat bahwa kondisi masyarakat di pesisir khususnya Kokonao dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut, sehingga ia menyarankan untuk menggunakan plenter bag.
“Kalau air naik hampir semua kampung terendam. Selain menggunakan para-para bisa juga dengan plenter bag. Kalau yang ukuran 50x50 bisa untuk buah dan sayur,” imbuhnya.
Mengapa plenter bag? Menurutnya plenter bag tidak mudah rusak, mudah untuk dipindahkan jika air pasang dan dapat bertahan 3-4 tahun lebih apabila dibandingkan dengan panggung karena sewaktu-waktu dapat lapuk termakan waktu.
“Respon masyarakat di Mimika Barat ini baik sekali. Ada lima kampung yang hadir, 2 tidak bisa hadir dikarenakan jarak yang jauh. Ini adalah bagaimana kolaborasi PKK kabupaten, distrik dan kampung yang baik,” ungkapnya.
Lanjutnya, kader-kader kampung juga mendapatkan edukasi dan informasi yang baru.
“Karena kebanyakan di pesisir itu Sampan, Sungai, Sagu (3S) jadi sehari-hari mereka disitu. Jadi dari pokja 3 ini dapat menyentuh masyarakat di Mimika Barat,” ucapnya.
Apolos menyampaikan bahwa perlu ada kolaborasi antara PKK kabupaten, distrik dan kader kampung untuk mendapatkan inovasi yang baru khususnya dalam bidang pokja 3.
“Karena dengan kolaborasi semua merasa memiliki dan tidak bekerja sendiri-sendiri. Kesatuan tujuan untuk membangun PKK mulai dari kabupaten, distrik dan kampung agar lebih maju dan mandiri,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)














Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong saat menyerahkan piala juara umum kepada Kepala Distrik Wania Ria Mandiwa
Bupati JR membuka MTQ XIII Tingkat Kabupaten Mimika ditandai dengan memukul tifa