Budaya

PKK Distrik Wania Gelar Pelantikan Pengurus PKK 4 Kampung dan 3 Kelurahan : Prioritaskan Penurunan Angka Stunting

Ketua TP PKK Distrik Wania Bapak Golfrid Lesomar saat melantik Ketua-ketua PKK Kampung dan Kelurahan

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Distrik Wania gelar pelantikan Ketua dan para pengurus PKK untuk 4 kampung dan 3 kelurahan yang ada di wilayah Distrik Wania masa bakti 2026-2030.

3 kampung tersebut yakni Kampung Kadun Jaya, Kampung Mandiri Jaya dan Kampung Nawaripi. Selanjutnya, 3 kelurahan untuk Kelurahan Inauga, Kelurahan Kamoro Jaya dan Kelurahan Wonosari Jaya yang dilaksanakan Kamis (30/7/2026) di Kantor Distrik Wania.

Pelantikan disaksikan langsung oleh Kepala Distrik Wania Ria Mandiwa dan dihadiri oleh Kepala Kampung Kadun Jaya Elias Yawa, Kepala Kampung Mandiri Jaya Meki Mirip, Kepala Kampung Nawaripi Nobertus Ditubun dan Kepala Kampung Mawokauw Jaya Edyson Rafra,

Turut hadir Kepala Kelurahan Inauga Gerson Rumbarar, Kepala Kelurahan Kamoro Jaya Musdalifah dan Kepala Kelurahan Wonosari Jaya Jan Roly Rahakbauw. Juga seluruh para pengurus PKK distrik, kelurahan dan kampung.

Sementara untuk Kampung Mawokau Jaya telah dilaksanakan pelantikan pada Rabu (29/7/2026) di Kantor Kampung Mawokauw Jaya.

Pada kesempatan itu, Kepala Distrik Wania Bapak Golfrid Lesomar melantik para Ketua PKK kampung dan kelurahan. yang kemudian dilanjutkan pelantikan pengurus PKK kampung dan kelurahan oleh para Kepala Kampung dan Kepala Kelurahan.

Ketua TP PKK Distrik Wania mengatakan PKK Distrik Wania baru dibentuk pada 26 Juni lalu, namun Distrik Wania dapat melaksanakan pelantikan ketua dan pengurus PKK hingga tingkat kampung dan kelurahan pada hari ini.

Pelantikan ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan oleh distrik.

“Mari kita bersinergi bersama, bergandengan tangan, berkolaborasi menjalankan 10 Program Pokok PKK, menurunkan angka stunting dan kemiskinan,” katanya.

Sebagai mitra pemerintah Distrik Wania, ia berharap kepada pengurus PKK yang baru saja dilantik jangan sampai hilang setelah dilantik.

“Memang organisasi ini tidak setiap bulan digaji tetapi pengabdian kepada masyarakat. Saya minta kepada kepala kelurahan dan kampung mohon dibantu juga dalam hal dana,” ungkapnya.

Kepala Distrik Wania Ria Mandiwa menandatangani Berita Acara disaksikan oleh para Kepala Kampung dan Kepala Kelurahan

Ketua PKK Distrik Wania Bapak Golfrid Lesomar mengucapkan terimakasih kepada Kepala Distrik Wania Ria Mandiwa yang meski dengan keterbatasan dapat menjalankan pelantikan ini.

Ucapan terimakasih juga ia sampaikan kepada kepala kampung dan kepala kelurahan yang berkomitmen sehingga pelantikan dapat berjalan dengan baik.

“Harapan saya kita tetap berkoordinasi dan jangan jalan sendiri-sendiri. Walaupun anggaran kampung ada sendiri tetapi kita ini satu yakni PKK,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Wania Ria Mandiwa mengucapkan selamat kepada seluruh Ketua dan pengurus PKK kampung dan kelurahan yang baru saja dilantik.

“Mari kita bekerja sama yang baik, mengingat Distrik Wania merupakan salah satu distrik dengan angka stunting tertinggi. Ada 175 anak yang stunting,” ucapnya.

Mengingat tingginya angka stunting di wilayah kerjanya tersebut, ia berharap agar dengan telah secara resmi dilantik, seluruh pengurus dapat menjalankan program untuk menurunkan angka stunting.

“Ada bantuan bahan olahan ikan oleh Dinas Perikanan, untuk langsung ketemu dengan Ketua-ketua PKK dan hari ini sudah resmi dilantik. Saya yakin para ketua mampu mengelola bantuan yang diberikan oleh Dinas Perikanan untuk penurunan angka stunting,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) dan dengan adanya pelantikan ini akan memudahkan untuk berkoordinasi dalam menekan angka stunting.

“Saya percaya segala niat baik pasti ada jalannya. Saya berharp kedepan, bagaimana 175 anak stunting ini bisa ditangani. Saya mohon kerjasamanya,” tandasnya. (Elfrida Sijabat)

40 Sanggar Ikut Pelatihan Manajemen Sanggar

Para peserta dari beberapa sanggar mengikuti pelatihan

MIMIKA, BM

Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika menggelar kegiatan pelatihan manajemen Sanggar yang diikuti oleh 40 sanggar lokal dengan seni anyam dan ukir.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Keuskupan Loresa, SP3 dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot dalam sambutannya menyampaikan, dengan mengusung tema mengelola karya merawat budaya ini bukanlah sekedar rangkaian kata-kata indah melainkan mengandung filosofi yang sangat mendalam.

"Tema ini merupakan panggilan hati bagi kita semua khususnya para pegiat budaya dan seni untuk terus menjaga, merawat dan mengembangkan serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus," kata Ananias.

Selama ini, kata Ananias, para pegiat seni dan budaya telah menjadi ujung tombak dalam menjaga warisan leluhur yang sangat berharga. Dimana, karya seni lahir dari kreativitas, ketekunan, dedikasi serta kecintaan terhadap budaya.

Menurutnya, karya yang baik tidak akan bertahan lama apabila tidak dikelola secara profesional, demikian pula budaya tidak akan tetap lestari apabila tidak dirawat secara sadar, berkelanjutan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Oleh karena itu, pelatihan ini hadir untuk menjembatani dua hal yang sangat penting yaitu bagaimana mengelola karya secara profesional sekaligus bagaimana merawat budaya dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.

Ia mengatakan, kedua aspek tersebut merupakan pondasi utama dalam menjaga keberlangsungan sanggar Kebudayaan sebagai pusat pembelajaran kreativitas dan pelestarian identitas budaya masyarakat.

Ananias menegaskan bahwa sanggar kebudayaan dan seni yang tersebar di Kabupaten Mimika merupakan benteng dalam menjaga identitas budaya di tengah derasnya harus globalisasi, perkembangan teknologi informasi serta budaya digital yang terus berkembang.

"Sanggar kebudayaan harus tetap menjadi ruang hidup bagi tumbuh dan berkembangnya tradisi tempat nilai-nilai luhur yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya," tuturnya.

Menurutnya, sanggar yang modern, transparan, akuntabel, profesional serta berkelanjutan merupakan kunci agar sanggar mampu bertahan menghadapi perubahan zaman sekaligus berkembang menjadi lembaga kebudayaan yang kuat, mandiri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan teknis mengenai manajemen sumber daya manusia, administrasi tata kelola sanggar, manajemen produksi, strategi pemasaran maupun pengelolaan keuangan yang baik dan akuntabel.

"Lebih dari itu saya berharap pelatihan ini mampu membangun cara pandang baru serta meningkatkan kapasitas para pengelola sanggar untuk mampu mengembangkan organisasi seni dan budaya secara profesional, mandiri, kreatif dan berkelanjutan sekaligus tumbuh bagi generasi muda yang mencintai seni dan budaya di daerah kita," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan Daniel Orun mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 40 sanggar dimana masing-masing sanggar mengirim 3 peserta. 40 sanggar ini dari keterampilan menganyam dan ukir.

"Pelatihan ini diadakan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sanggar agar lebih profesional dan berkelanjutan tanpa kehilangan nilai tradisi," ujar Daniel.

Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan peserta tentang manajemen organisasi sanggar,  memberikan keterampilan praktis dalam administrasi pemasaran sumber daya manusia dan pengelolaan keuangan dan mendorong profesionalisme tanpa meninggalkan nilai budaya tradisional. (Shanty Sang)

Meriahkan HUT RI 81, PKK Kabupaten dan Distrik Mimika Adu Harmoni Dalam Kompetisi Paduan Suara

Foto istimewa: Suasana berjalannya Technical Meeting

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten dan tingkat distrik Mimika akan beradu harmoni dalam Kompetisi Paduan Suara yang digagas oleh PKK Mimika dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 81.

Guna mendukung kelancaran giat tersebut pada Selasa (28/7/2026) dilaksanakan Technical Meeting di PAUD Kasih Amuro jalan Cenderawasih.

Kompetisi ini menghadirkan tiga dewan juri yang berkompeten dibidangnya yang mana salah satunya merupakan dewan juri dari Jayapura, Provinsi Papua.

Adapun lagu wajib yang harus dibawakan oleh seluruh peserta yakni Mars PKK, sementara lagu pilihan adalah Eme Neme Yauware dan Mimika Rumah Kita.

Berikut kriteria penilaian yang patut menjadi perhatian para peserta diantaranya kejernihan suara, ketepatan nada dan artikulasi. Selain itu juga, olah vocal dan penjiwaan lagu, kerapihan seragam dan harmonisasi suara.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susana Suzy Rettob melalui Sekretaris I Ny. Saralisa mengatakan persiapan hingga saat ini telah mencapai 50 persen dengan jumlah peserta yang telah mendaftar sebanyak 14 peserta.

Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan usaha para kader, panitia telah menyiapkan piagam penghargaan berdesain khusus dan uang pembinaan.
 
"Kami menyiapkan piagam yang dipesan khusus, lain dari yang lain, serta uang pembinaan yang cukup besar. Ini adalah bentuk apresiasi kami,” katanya.
 
Kegiatan lomba paduan suara PKK Mimika ini menurutnya bukan sekadar kompetisi seni, melainkan upaya untuk memperkuat identitas organisasi dan kecintaan pada budaya lokal Mimika, sekaligus menjadi momentum mempererat solidaritas antar pengurus dalam merayakan kemerdekaan Indonesia.

“Terima kasih kepada Ketua PKK atas dukungannya, para Ketua PKK distrik, para pelatih, serta seluruh kader yang rela meluangkan waktu latihan demi mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif," ungkap Ny. Saralisa. (Red)

Top