Budaya

Paduan Budaya, Agama dan Nasionalisme, Warnai Penutupan Suksesnya Pesparawi XIII di Timika

Pemukulan tifa secara bersama-sama menandai berakhirnya penyelenggaraan Pesparawi XIII Se-Tanah Papua. Foto: Sevianto Pakiding/ PPD Pesparawi XIII

MIMIKA, BM

PESTA Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke-XIII se- Tanah Papua ditutup dengan meriah, Sabtu (06/11) malam dalam sorotan lampu warna-warni ke arah panggung yang menciptakan suasana menjadi pusat perhatian ratusan penonton yang hadir di Mimika Sport Complex (MSC) Mimika - Papua.

Perpaduan antara unsur kebudayaan, keagamaan dan nasionalisme sangat kental terasa terhilat semarak dalam acara penutupan Pesparawi ke-XIII se- Tanah Papua ini.

Ditandai oleh penampilan beraneka pakaian adat, mulai dari Sabang sampai Merauke terlihat menghiasi badan para pengisi acara penutupan tersebut. Suasana kebudaayan ini makin terasa saat penutupan dibuka dengan tarian adat asli Papua.

Suasana Nasionalisme juga ditunjukan dalam kegiatan penutupan, saat para pasukan pengibar bendera memasuki panggung dengan membawa bendera seluruh Kabupaten yang telah tampil dalam kegiatan Pesparawi ke-XIII se- Tanah Papua selama seminggu.

Lantunan lagu, "Pancasila Rumah Kita" ciptaan Franky Sahilatua membuat suasana penutupan semakin sakral dan terasa penuh nasionalis.

Rasa Mimika sebagai miniatur Indonesia pun semakin memberi kesan saat para penari berbaju adat Aceh meliukkan badan sekaligus membawa piring ditelapak tangannya, diikuti penari perempuan berbaju adat Betawi yang membawakan tari Jaipong.

Nuansa ini begitu menyatu ketika dipadukan dengan penari berbaju adat Papua yang kemudian secara bersama menari tarian adat Papua.

Ketua Panitia Pesparawi XIII se-tanah Papua yang juga Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.Si dengan penuh senyum mengatakan bangga karena hingga kegiatan Pesparawi XIII se- Tanah Papua hingga penutupannya berjalan dengan lancar.

"Kami (Panitia) berharap para kontingen bisa membawa sukacita dan kenangan yang indah selama mengikuti Pesparawi XIII se-Tanah Papua mulai dari pembukaan hingga pulang ke daerah masing-masing," ujarnya.

John Rettob menyampaikan, sesuai dengan motto Pesparawi XIII, "Dari Mimika Untuk Kedamaian Indonesia," maka pada penutupan ini, semua yang terlibat mengisi acara memakai pakaian adat.

"Pada hari ini kami tonjolkan semua yang bisa kami (Panitia Pesparawi XIII) lakukan, meskipun kegiatan ini (Pesparawi XIII) adalah hajatan umat kristiani tapi semua agama dan suku terlibat," katanya.

Ia menambahkan dalam pelaksaanaanya, Panitia Pesparawi ke-XIII ini terdiri atas berbagai suku dan agama.

"Kami ingin tunjukan, jika Mimika terdiri dari berbagai suku, adat dan agama sehingga dapat menjadi contoh sebagai tempat teladan, toleransi dan solidaritas kerukunan antar umat beragama di Indonesia," tegasnya. (Tim Publikasi Pesparawi XIII)

Penyanyi “Torang Bisa” Vien Mangku Akan Rilis Single Baru

Penyanyi Vien Mangku

MIMIKA, BM

Siapa yang tak mengenal Vien Mangku? Namanya kian terkenal di khalayak luas ketika ia dipercaya menjadi penyanyi theme song Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 berjudul “Torang Bisa”.

Penyanyi kelahiran Jayapura, 30 Maret 1995 ini sedari kecil sudah mencintai dunia tarik suara. Saat masih kecil ia sudah mengikuti Pesparawi yang diselenggarakan di Biak.

Vien Mangku kemudian bergabung dengan band hingga akhirnya bertemu dan tergabung bersama Papua Original. Setelah itu ia mulai meningkatkan talenta yang dimilikinya dengan mengikuti sejumlah ajang pencarian bakat.

Terakhir kali ia mengikuti ajang Pop Academy yang diselenggarakan di salah satu televisi nasional dan berhasil masuk top lima.

Ditemui media ini, Sabtu (6/11), usai tampil pada Closing Ceremony Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se-Tanah Papua yang diselenggarakan di Mimika Sport Complex, ia menceritakan perjalanannya hingga terpilih menjadi penyanyi theme song PON XX Papua “Torang Bisa”.

“Sebelumnya saya diminta untuk mengisi di salah lagu yang akan dilombakan di sayembara PON. Jadi theme song itu disayembarakan dulu. Ada beberapa lagu yang disayembarakan dan saya dipanggil untuk mengisi suara salah satu lagu lomba dan ternyata lagu itu berhasil terpilih menjadi juara satu,” kisahnya.

Namun untuk penyanyi lagu tersebut tidak langsung dipilih melainkan melalui sejumlah seleksi yang dilaksanakan oleh PB PON XX Provinsi Papua.

“Penyanyinya masih diseleksi lagi, masih dicari penyanyi Papua lainnya. Suara saya mungkin cocok untuk lagu itu. Dari sekian banyak yang diseleksi akhirnya saya yang terpilih. Saya dipanggil jadi contoh untuk guide lagu yang dilombakan dan ternyata dipilih,” ucapnya.

“Sampai sekarang saya masih tidak percaya sebagai salah satu orang yang terpilih menyanyi Opening PON XX Papua, sampai sekarang saya masih speechless (tidak bisa bicara-red). Dan sekarang, diundang di Closing Pesparawi XIII,” imbuhnya.

Ia mengatakan merasa senang bisa diundang ke Closing Pesparawi XIII. Vien membawakan tiga lagu pujian yakni “10.000 Reason” medley “Manufei Bosiri” dan “Kunaikkan Syukurku”.

Ini merupakan kunjungan ketiga kalinya ia ke Mimika, sebelumnya bersama Papua Original ia menyanyi di Kuala Kencana dan Tembagapura.

“Mungkin venuenya sudah tambah banyak disini, sebelumnya belum ada. Kalau ke Timika saya tidak lama hanya sebentar jadi belum banyak keliling Mimika,” katanya.

Menurutnya, menyanyi lagu sekuler maupun lagu rohani baginya sama saja karena lagu sekuler juga bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Bagi Vien Mangku, kisah kehidupan sehari-hari merupakan pelayanan. Yang terpenting baginya adalah bagaimana hidup benar sesuai yang dikehendaki Tuhan.

“Rencannya setelah ini saya mau bikin single. Saya tinggal di Jakarta. Belum tahu pasti tapi secepatnya akan langsung segera dirilis. Semoga lewat Pesparawi XIII ini, kitong punya jiwa untuk memuji Tuhan bukan hanya di momen ini saja tetapi setiap hari memuji nama Tuhan,” pesannya. (Elfrida)

Keerom Resmi Jadi Tuan Rumah Pesparawi XIV Tahun 2024

Ketua LPPD Provinsi Papua Elia Loupatty saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) penunjukan Kabupaten Keerom sebagai tuan rumah Pesparawi XIV kepada Bupati Keerom Piter Gusbager, di Hotel Horison Diana, Mimika, Papua, Jumat (5/11/2021)/ foto: Aji/Pesparawi XIII

MIMIKA, BM

Kabupaten Keerom terpilih menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV tahun 2024.

Keerom terpilih menjadi tuan rumah setelah berhasil mendapatkan 39 suara dalam voting yang diikuti oleh 52 perwakilan (denominasi) gereja.

Keerom mengungguli tiga calon lain yakni Nabire, Kabupaten Jayapura dan Kepulauan Yapen dalam Musyawarah Daerah (Musda) Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Daerah (LPPD) se-tanah Papua di Hotel Horison Diana, Jumat (5/11/2021).

Bupati Kabupaten Keerom Piter Gusbager yang hadir dalam Musda mengatakan, terpilihnya Keerom sebagai tuan rumah merupakan bentuk dukungan dari seluruh kabupaten di tanah Papua. 

"Terima kasih banyak kepada LPPD Provinsi Papua dan Papua Barat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua dan Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Mimika dan seluruh denominasi gereja yang sudah memilih kami," katanya.

Piter menjelaskan dengan terpilihnya Keerom, maka pihaknya akan langsung bekerja untuk melakukan persiapan.

"Catatan-catatan yang disampaikan dalam Musada berkaitan dengan Pesparawi ke XIII akan menjadi bahan evaluasi bagi kami kedepan, kita harus bisa lebih baik dan siap," ujarnya.

Usai ditunjuk, menurut rencana pihaknya akan mempersiapkan akomodasi, sarana dan prasarana penunjang, serta materi untuk pelaksanaan Pesparawi ke XIV.

"Saya mohon doa dan dukungan dari semua pihak, semoga kita bisa bertemu di Pesparawi XIV tahun 2024, kita Kabupaten Keerom juga akan berusaha siap untuk mensukseskan Pesparawi selanjutnya, selain itu juga memperbaiki prestasi (Kontingen) Keerom di Pesparawi ke XIII," ungkapnya.

Ia menambahkan terpilihnya Keerom bukan berarti kepentingan pihaknya saja yang menjadi hal paling utama, tetapi terpilihnya Keerom menjadi representasi dari semua pihak.

"Pesparawi 2024 dengan Keerom sebagai tuan rumah, bukan berarti representasi kita (Keerom) saja, tetapi semua pihak yang terlibat, dan juga representasi dari seluruh masyarakat Papua, Mari kita memuliakan Tuhan melalui Pesparawi," katanya.

Ditanya mengenai persiapan akomodasi Piter mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi seperti halnya yang dilakukan pada saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

"Kita ini kan termasuk di wilayah aglomerasi Kabupaten/Kota Jayapura, pasti akan ada akomodasi yang beririsan, contohnya waktu pelaksanaan PON Cabor Voli Pantai kemarin kan di wilayah adat kami, tapi administrasinya milik pemerintah kota, itu sangat dekat sekali, ada penginapan dan akomodasi, jadi kita akan koordinasi dengan mereka untuk menunjang, jadi strategis, solusinya transportasi bis yang layak dan stand by," terangnya.

Piter juga mengungkapkan pihaknya menyiapkan dana Rp 10 Miliar untuk menyelenggarakan Pesparawi ke XIV tahun 2024 mendatang. 

"kita akan maksimalkan 10 Miliar, tergantung keperluan persiapan seperti apa, tahun depan kita kerja, menurut saya (10 Miliar) itu dalam tiga tahun cukup untuk menyiapkan segala sesuatunya,"ungkapnya.   (aji/etty/misba/pesparawiXIII)

Top