Budaya

TP PKK Distrik Mimika Baru Periode 2026-2030 Resmi Dilantik

Foto bersama usai pelantikan

MIMIKA, BM

Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Distrik Mimika Baru periode 2026-2030 resmi dilantik oleh Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun.

Pelantikan yang berlangsung di Kantor Distrik Mimika Baru, Kamis (25/6/2026) ini disaksikan secara langsung oleh Ketua TP PKK Mimika Ny. Susana Suzy Herawaty Rettob.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susana Suzy Herawaty Rettob dalam sambutannya menyampaikan, bahwa PKK Distrik bertugas memajukan keluarga dan masyarakat  serta mampu menjalankan tugas dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Saya percaya dengan dedikasi dan semangat pengabdian, seluruh pengurus mampu menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab," kata Ny Suzy.

Ny Suzy menambahkan, TP PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat hingga tingkat keluarga.

Menurutnya, pelantikan ini merupakan awal dari sebuah tanggung jawab besar untuk memajukan keluarga dan masyarakat di Distrik Mimika Baru.

"Saya minta seluruh pengurus nanti dapat memahami dan mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK sesuai kebutuhan masyarakat, terutama pada sektor kesehatan dan pendidikan yang menjadi prioritas saat ini. Keberhasilan Kabupaten Mimika dalam menekan angka stunting juga tidak terlepas dari peran aktif PKK distrik di lapangan," tuturnya.

Ny Suzy juga berpesan, agar pengurus dapat membangun koordinasi yang baik dan harmonis dengan pemerintah distrik. Karena kerja sama yang baik antara PKK dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan program di lapangan.

"Kami juga berharap TP PKK Distrik Mimika Baru aktif dalam upaya penurunan angka stunting,”ungkapnya.

Kepala Distrik Mimika Baru yang juga Pembina TP PKK Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun mengatakan, pemerintah distrik siap mendukung seluruh program TP PKK. Oleh sebab itu, ia mengajak untuk saling berkolaborasi dan berkoordinasi.

“Kami sangat terbuka. Kami juga meyakini bahwa keberhasilan pembangunan berawal dari keluarga dan peran mama-mama dalam membentuk generasi masa depan,” ujar Merlyn.

Merlyn juga mendorong TP PKK untuk aktif melakukan konsolidasi hingga tingkat kelurahan dan kampung agar program pemerintah dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Diharapkan, sinergi antara pemerintah distrik dan TP PKK dapat semakin memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

"Pelantikan pengurus TP PKK Distrik Mimika Baru ini menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga di wilayah Distrik Mimika Baru," pungkasnya.

Sementara itu Ketua TP PKK Distrik Mimika Baru, Blasius Narwadan menyampaikan, pelantikan ini adalah awal untuk bersama-sama berlayar di dalam perahu besar PKK Distrik Mimika Baru.

"Hari ini bukan hanya sekedar dilantik lalu selesai tapi ini adalah awal bagi kita semua untuk bekerja bersama, menjadi berkat dan garam di tengah masyarakat. PKK adalah perpanjangan tangan pemerintah yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat," tutur Blasius.

PKK, kata Blasius, tugasnya bersentuhan dengan masyarakat seperti mendengarkan saran, masukan, serta kritikan. Kemudian, akan dilaporkan ke tingkat Distrik dan dari distrik akan dikoordinasikan ke pimpinan daerah atau dinas teknis.

"Saya minta seluruh pengurus untuk bekerja berdasarkan 10 Program Pokok PKK serta mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Blasius. (Shanty Sang)

Bupati Mimika dan Istri Terima Gelar Kanjeng dari Keraton Surakarta

Bupati Mimika Johannes Rettob dan istri Suzy Rettob saat mendapatkan gelar Kanjeng

SOLO, BM

Bupati Mimika Johannes Rettob memperoleh gelar Kanjeng Raden Aryo dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Penyerahan gelar dilakukan di Sasana Narendra Keraton Surakarta Hadiningrat di Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026) malam. Selain Johannes, istrinya Susana Suzy Herawati Rettob juga memperoleh gelar Kanjeng Mas Ayu.

“Malam ini kami menghadiri undangan yang disampaikan oleh Keraton Surakarta untuk diberikan gelar penghormatan, Kanjeng Raden Aryo kepada saya,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada Keraton Surakarta Hadiningrat karena telah memberikan gelar kehormatan secara objektif.

“Saya sendiri juga tidak tahu kenapa saya dapat undangan ini. Terima kasih saya sampaikan kepada Keraton Surakarta karena saya dipilih untuk mendapatkan penghargaan ini,” tuturnya.

Ia menilai hal itu baik dilakukan karena pihak Keraton Surakarta tidak hanya fokus pada tokoh-tokoh yang ada di pusat dan di Jawa.

“Mereka tidak melihat hanya di Jawa atau pejabat teras di pemerintahan, atau tokoh publik, tetapi kami di Indonesia Timur juga diberikan kesempatan untuk menerima gelar ini,” ungkapnya.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut pemberian penghargaan dilakukan secara bersama-sama dengan sejumlah tokoh lain.

“Kami biasanya memberikan penghargaan ini berhubungan dengan pemerintah atau tokoh yang ada di Indonesia yang concern dengan pelestarian budaya,” kata Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani.

Ia mengatakan Bupati Mimika layak diberikan penghargaan tersebut karena sampai dengan saat ini terus aktif memberikan dukungan terhadap perkembangan Keraton Surakarta.

“Beliau kebetulan memang salah satu tokoh yang ingin membantu dan mensupport Keraton Surakarta, itu pertimbangan kami memberikan anugerah kepada beliau,” ucapnya.

Ia berharap ke depan dapat terjalin kerja sama antara kedua belah pihak, yakni Keraton Surakarta Hadiningrat dengan Kabupaten Mimika.

“Siapa tahun ke depan bisa terjalin kolaborasi. Siapa tahu ada beberapa proyek yang bisa kami kerjakan bersama, mungkin bisa bertukar budaya dari Keraton Surakarta ke Papua,” pungkasnya. (Red)

Kolaborasi PKK Mimika dan Distrik Mimika Barat : Panen Sayur dan Edukasi Kader Kampung

Foto istimewa: Anggota Pokja III PKK Mimika Apolos (putih) beserta Ketua TP PKK Distrik Mimika Barat Ny. Sisilia Warinussy (kanan) saat panen kangkung

MIMIKA, BM

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Distrik Mimika Barat Ny. Sisilia Warinussy memberikan perhatian khususnya pada Bidang Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga Pokja 3 PKK.

Pada Sabtu (13/6/2026) lalu, ia beserta pengurus PKK Distrik Mimika Barat yang dilantik pada 19 Mei 2026 lalu ini melaksanakan panen kangkung dan bayam yang merupakan pemberian bantuan dari PKK Kabupaten Mimika.

Pada kesempatan itu, ia mengundang Pokja 3 Kabupaten Mimika untuk memberikan edukasi tentang pemanfaatan lahan perkarangan dan mencegah stunting dengan cara menanam sayur guna pemenuhan gizi keluarga di wilayah Distrik Mimika Barat.

Anggota Pokja III PKK Mimika Apolos Asmuruf yang juga merupakan Plt. Kepala UPTD Perbenihan Tanaman Pertanian (PTP) Balai Benih Utama (BBU) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Mimika kepada media ini melalui saluran telepon mengatakan selain dua tujuan diatas kehadirannya di Distrik Mimika Barat juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kami beri edukasi tentang penggunaan pupuk alami dengan menggunakan bahan-bahan didapur seperti kulit bawang, air cucian beras dan air kelapa kering. Karena ini bagus untuk sayuran sekaligus mengurangi biaya produksi karena kalau pupuk pestisida itu mahal,” katanya.

Apolos melihat bahwa kondisi masyarakat di pesisir khususnya Kokonao dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut, sehingga ia menyarankan untuk menggunakan plenter bag.

“Kalau air naik hampir semua kampung terendam. Selain menggunakan para-para bisa juga dengan plenter bag. Kalau yang ukuran 50x50 bisa untuk buah dan sayur,” imbuhnya.

Mengapa plenter bag? Menurutnya plenter bag tidak mudah rusak, mudah untuk dipindahkan jika air pasang dan dapat bertahan 3-4 tahun lebih apabila dibandingkan dengan panggung karena sewaktu-waktu dapat lapuk termakan waktu.

“Respon masyarakat di Mimika Barat ini baik sekali. Ada lima kampung yang hadir, 2 tidak bisa hadir dikarenakan jarak yang jauh. Ini adalah bagaimana kolaborasi PKK kabupaten, distrik dan kampung yang baik,” ungkapnya.

Lanjutnya, kader-kader kampung juga mendapatkan edukasi dan informasi yang baru.

“Karena kebanyakan di pesisir itu Sampan, Sungai, Sagu (3S) jadi sehari-hari mereka disitu. Jadi dari pokja 3 ini dapat menyentuh masyarakat di Mimika Barat,” ucapnya.

Apolos menyampaikan bahwa perlu ada kolaborasi antara PKK kabupaten, distrik dan kader kampung untuk mendapatkan inovasi yang baru khususnya dalam bidang pokja 3.

“Karena dengan kolaborasi semua merasa memiliki dan tidak bekerja sendiri-sendiri. Kesatuan tujuan untuk membangun PKK mulai dari kabupaten, distrik dan kampung agar lebih maju dan mandiri,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Top