Politik & Pemerintahan

Merakyatnya Pj Bupati Mappi : Bermalam di 5 Distrik Guna Mendengar Langsung Aspirasi Warganya dan Tinjau Layanan Publik

Pj Bupati Mappi, Michael R Gomar bersama rombongan disambut antuasias warga saat  mendatangi salah satu distrik pesisir

MAPPI, BM

Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar mengunjungi sejumlah distrik di pelosok Kabupaten Mappi guna mendengar secara langsung aspirasi masyarakatnya dan sekaligus melihat sarana dan prasarana layanan publik di distrik yang dikunjunginya.

Adapun 5 distrik yang dikunjungi PJ Bupati Mappi bersama rombongan pada tanggal 03 hingga 07 Oktober diantaranya, Distrik Edera, Yakomi, Venaha, Syachme dan Distrik Bamgi. Kelima distrik ini letakya cukup jauh dari Kota Kepi, Ibu Kota Kabupaten Mappi.

Dalam kunjungan ini, Pj Bupati Mappi juga membawa serta dua anggota DPRD Kabupaten Mappi, perwakilan Polres Mappi, Kabag Log, Kapolsek Edera dan Wadanki Kompi 2 Bade serta rombongan lainnya.

Di tiap distrik yang didatanginya, Pj Gomar dan rombongan disambut warga dengan sukacita dan penuh antusias. Warga Mappi yang berada jauh dari wilayah seputaran kota sangat merindukan momen seperti ini.

Dalam lawatan ini, di setiap distrik yang dikunjunginya, Pj Gomar selalu meminta masyarakatnya untuk terus menjaga dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Selain itu ia juga meminta masyarakat untuk mendukung proses tahapan hingga pelaksanaan pesta demokrasi tahun 2024 mendatang.

Secara khusus, Pj Gomar yang merupakan mantan Kadis DPMK Mimika ini meminta para aparatur kampung, terutama kepala kampung agar mengelola dana desa (DD) secara baik dan tepat sasaran untuk masyarakat.

Setelah melihat keadaan di 5 distrik tersebut dan mendengar keluhan masyarakat, PJ Bupati Gomar menerangkan, banyak hal yang harus diperbaharui untuk distrik yang dikunjunginya.

Dimulai dari fasilitas pemerintahan kantor distrik, puskesmas, sekolah, rumah ibadah, infrasturktur jalan dan jembatan, air bersih, penerangan dan jaringan telekomunikasi. Selain hal yang disebutkan, banyak hal lainnya juga harus dibenahi.

“Dalam kunjungan bersama rombongan ini akhirnya kami tahu bahwa apa yang menjadi kekurangan dan kerinduan masyarakat di distrik. Aspirasi berupa saran dan masukan yang kami terima nantinya akan menjadi prioritas Pemerintah Daerah (Pemda) Mappi ke depan," ungkapnya.

Dalam kunjungan ini, PJ Bupati Mappi bersama rombongan juga menyerahkan buku tulis untuk siswa SD di distrik yang mereka datangi. Gomar mengatakan, lawatan selanjutnya akan dilakukan di 9 distrik lainnya pada pekan depan.

“Kita harus melihat semua. Saran dan masukan yang masyarakat sampaikan, sudah kami terima dan akan menjadi fokus kebijakan prioritas pembangunan. Namun kita harus akui bahwa tidak semua bisa kita lakukan serentak namun secara bertahap. Kita dahulukan dulu mana yang jadi prioritas atau urgent bagi masyarakat," ungkapnya.

Perlu diketahui, kunjungan selama sepekan ini merupakan lawatan kunker yang kesekian kalinya ke distrik, karena sejak menjabat sebagai PJ. Bupati Mappi pada 27 Mei 2022, sejumlah distrik di seputaran kota Kepi juga telah disambanginya. (Red)

Lama Vakum, Dewan Smart City Kabupaten Mimika Akhirnya Adakan Pertemuan Bersama

Foto bersama para pimpinan OPD dengan Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar rapat dewan smart city.

Rapat dewan smart city berlangsung di Hotel Cenderawasih 66, Kamis (6/10/2022) dan dibuka secara resmi oleh Plh Sekda Mimika, Willem Naa.

Dalam sambutannya Willem Naa mengatakan, selama beberapa tahun ini dewan smart city vakum, padahal dalam SK bupati semua pejabat di Mimika tergabung di dalamnya.

"Dengan pertemuan ini nanti kita akan kroscek dan pastikan semua OPD untuk pastikan sumber anggaran yang ada di OPD itu bagaimana. Kalau ada anggaran kenapa tidak jalan dan kalau tidak ada maka pada kesempatan ini kita minta saran dan masukannya," ungkapnya.

Ia menginginkan agar smart city di Mimika dapat dikembangkan, diperluaskan sehingga visi dan misi bupati dan wakil bupati bisa tercapai.

"Timika kedepan nanti luar biasa, kita ciptakan smart city di kabupaten lebih maju, sekalipun provinsi di tempat lain tapi tempat ini akan jadi satu perbelanjaan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Mimika, Hillar Limbong Allo mengatakan, hampir 5 tahun smart city ada di Mimika. Seharusnya setiap tahun dilaksanakan evaluasi bersama dimana semua semua harusnya hadir.

"Saya yakin dan percaya di masing-masing OPD sudah berjalan program dan kegiatan yang berkaitan dengan smart city hanya saja fungsi koordinasi kita yang belum berjalan maksimal," tuturnya.

Hilar mengatakan, dua hari lalu sudah dilakukan evaluasi dengan tim assesment. Hasilnya, Mimika kurang dalam hal koordinasi dengan OPD dan juga BUMN-BUMD. Selain itu anggaran untuk fokus ke smart city juga masih terbatas.

"Mudah-mudahan dengan kehadiran kita semua ini bisa kedepan kita evaluasi untuk kita tingkatkan smart city. Untuk kota smart city, kita adalah pionernya dari 100 lebih kota. Kita berharap sebagai pioner kita bisa wujudkan perkembangan nyata yang terlihat di Mimika," harapnya. (Shanty Sang)

Realisasi Pendapatan di Mimika Sudah Rp3,2 Triliun : Masih On The Track, Optimis Tiga Bulan Terakhir

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa

MIMIKA, BM

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika mencatat realisasi pendapatan daerah sampai saat ini sudah mencapai Rp3,274 triliun.

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa mengatakan capaian ini dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk Kabupaten Mimika tahun 2022 sebesar Rp4,1 triliun, belum termasuk APBD Perubahan 2022.

Ia menjelaskan, realisasi pendapatan ini terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD), pajak daerah, retribusi daerah, lain-lain PAD yang sah serta dana perimbangan.

Lainnya, termasuk dana bagi hasil pajak, dana bagi hasil bukan pajak, DAK fisik, DAK non fisik dan Dana Otonomi Khusus (Otsus).

"Untuk PAD, dari target Rp1,6 triliun sudah terrealisasi Rp976 miliar atau sudah capai 61 persen. Sedangkan pajak daerah dari target Rp245 miliar sudah terealisasi Rp177 miliar atau sama dengan 73 persen. Retribusi daerah ditargetkan Rp21,4 miliar sudah terrealisasi Rp10 miliar," jelas Dwi.

Dwi berharap OPD yang mengelola retribusi bisa mengejar pendapatan di tiga bulan terakhir sampai Desember nanti agar realisasi bisa tercapai.

“Nah ini dia masih kisaran 47 persen, mudah-mudahan retribusi bisa capai Rp21 miliar,” harapnya.

Lebih lanjut Dwi mengatakan, untuk pendapatan lain-lain yang sah ini sampai saat ini pendapatan dari pengembalian sudah mencapai Rp11,5 miliar.

Dana perimbangan ditargetkan Rp2,581 triliun sudah terrealisasi Rp2.137 triliun atau sama dengan 83 persen.

“Nanti kita tinggal menunggu beberapa dana transfer saja lagi, itu dari bagi hasil PBB. Dana bagi hasil pajak masih Rp100 miliar lagi," terangnya.

Selain itu, ada juga dana bagi hasil bukan pajak dari royalti yang mana targetnya Rp743 miliar namun baru terrealisasi Rp900 miliar.

Untuk DAK fisik dari target Rp63 miliar sudah terrealisasi Rp52 miliar. Sedangkan DAK non fisik dari Rp118 miliar sudah terrealisasi Rp71 miliar.

“Jadi masih Rp60 miliar lagi,” ujarnya.

Tambahnya, pendapatan dari dana Otsus dari target Rp140 miliar sudah terrealisasi Rp77 miliar atau sama dengan 55 persen. Dana desa ditargetkan Rp132 miliar terrealisasi Rp102 miliar.

Dana bagi hasil dari Provinsi ditarget Rp115 miliar, sampai saat ini baru dibayarkan dua triwulan sebesar Rp72 miliar dan sisa dua triwulan lagi yang belum dibayarkan sekitar Rp60 miliar lebih.

“Jadi kalau kita melihat alur APBD kita sampai saat ini masih on the track, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Top