Politik & Pemerintahan

Bawaslu Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bersama Guru dan Dosen

Foto bersama anggota Bawaslu Mimika dengan para peserta kegiatan

MIMIKA, BM

Partisipasi masyarakat dalam Pemilu maupun proses demokrasi nasional maupun lokal dapat berdampak baik pada kualitas demokrasi suatu negara dalam menghasilkan calon-calon pemimpin yang ada di eksekutif maupun legislatif.

Untuk mewujudkan peran serta masyarakat dalam melakukan pengawasan partisipatif, Bawaslu Mimika menggelar giat Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, dengan tema "Peran Guru dan Dosen Dalam Meningkatkan Pengawasan Pemilu Pada Pemilih Pemula".

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Rabu (12/10/2022) ini menghadirkan para guru dari berbagai sekolah, dosen dari perguruan tinggi serta sebagian perwakilan siswa.

Tujuan kegiatan tersebut juga untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga perilaku yang dapat merusak sendi-sendi demokrasi sehingga mampu mendorong Pemilu yang berkualitas dan bermartabat.

Kordiv Penindakan Data dan Informasi pada Bawaslu, Tony Lehander mengaku bersyukur karena di Timika masyarakat sudah semakin aktif menuju Pemilu nanti.

"Dengan keaktifan ini membuat kami punya keyakinan bahwa demokrasi akan berjalan baik. Salah satunya peran dari perguruan tinggi di Timika yang mana semua pro aktif dan ingin kerja sama dengan Bawaslu. Kami bersyukur ada peran serta dari perguruan tinggi karena itu bagian dari pencegahan," ungkapnya.

Tony mengatakan, kehadiran Bawaslu berhubungan dengan tiga hal yakni cegah, awasi dan tindak. Kegiatan yang sedang berlangsung ini merupakan bagian dari cegah yang mana diharapkan peran guru dan dosen dapat menyuarakan kepada siswa dan mahasiswa untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik.

Setelah itu, akan masuk pada awasi yang juga dibutuhkan peran masyarakat dalam mengawasi guna menyukseskan Pemilu tahun 2024 mendatang. Dan terakhir adalah tindak yang akan dilakukan oleh Bawaslu jika ditemukan adanya pelanggaran dalam Pemilu dan tim Gakumdu yang akan menyelesaikan.

"Kami berharap demokrasi di Mimika bisa berjalan dengan aman, lancar dan baik. Kami sangat berharap kepada guru dan dosen menyampaikan kepada generasi milenial agar dapat memiliki KTP karena itu bagian dari hak pilih mereka," ujarnya.

Menurutnya, dosen dan guru adalah perpanjangan Bawaslu sehingga ke depan dalam pemilihan itu murni suara rakyat dan tidak ada kong kalikong politik.

Katanya, Bawaslu juga memiliki keterbatasan dalam pengawasan karena memiki cakupan yang sangat luas namun secara formal Bawaslu memiliki kewenangan dalam pengawasan dan penegakkan hukum pemilu.

"Tetapi sesungguhnya kontrol sosial dari publik yang kita harapkan sehingga perlu kerjasama antara Bawaslu dengan masyarakat sebagai pemegang kedaulatan publik. Maka sangat strategis adanya katerlibatan para guru di pandang dari tiga peran literasi, logikal dan elekteral," ungkapnya. (Shanty Sang)

 

Pemda Mimika Menyusun Master Plan Pengembangan Pariwisata Kampung Ipaya


Tampak suasana pelaksanaan seminar pendahuluan penyusunan master plan pengembangan pariwisata Kampung Ipaya di ruang rapat Kantor Bappeda, Rabu (12/10/2022)

MIMIKA, BM

Dalam rangka pengembangan kawasan pariwisata Kampung Ipaya yang berada di Distrik Amar, Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar seminar pendahuluan penyusunan master plan di ruang rapat Kantor Bappeda, Rabu (12/10/2022).

Seminar tersebut dipimpin langsung oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Mimika, Maria Rettob mewakili Plt Bupati Mimika yang dihadiri sejumlah OPD terkait serta pihak konsultan dari PT Satria Creasindo Prima yang hadir sebagai pemateri.

Melalui sambutan pembuka, Maria Rettob menjelaskan bahwa Kampung Ipaya adalah salah satu daerah tujuan wisata yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika.

"Kawasan ini mempunyai potensi yang besar sehingga perlu ditingkatkan untuk menjadi satu kawasan yang menjadi kawasan pariwisata pantai. Oleh karena itu, kegiatan hari ini kita akan bersama-sama menyusun rencana pengembangan kawasan pariwisata Ipaya," ujarnya.

Maria mengimbau agar setiap pembangunan fisik yang nantinya dimasukkan ke dalam master plan tidak mengganggu atau menghilangkan aspek budaya yang ada di kawasan tersebut.

"Untuk itu, di awal pembentukan master plan ini, kita dapat melihat penjelasan dari pihak konsultan sehingga setelah ini kita bisa mencatat dan memberi masukan kepada konsultan yang akan menangani pengerjaan ini," katanya.

Selain itu, lanjut Maria, dampak lingkungan juga harus benar-benar diperhatikan. Sebab, sasaran yang ingin dicapai dari program master plan ini adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan kawasan pariwisata Ipaya.

"Perencanaan harus dilakukan secara baik sehingga tidak menimbulkan hal hal yang tidak diinginkan terjadi di lingkungan pariwisata tersebut," tegasnya.

"Pembangunan aspek wisata ini juga harus dapat mengakomodasi peluang meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di kawasan pariwisata. Oleh karena itu, masing-masing OPD terkait diimbau dapat melihat peluang ini sehingga nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

Untuk diketahui, Ipaya merupakan salah satu dari 26 destinasi wisata di Kabupaten Mimika, Papua. Sebagai kawasan destinasi wisata, Ipaya telah memenuhi empat kriteria wisata, yakni keindahan, keunikan, kealamiahan, dan kekhasan.

"Keindahan itu termasuk kondisi alamnya seperti pantai pasir dan hutan mangrove. Keunikannya dapat melihat sinset dari titik yang strategis. Ipaya juga memang belum ada secara masif pembangunan yang dapat mengganggu keunikannya. Kekhasan tentu karena pantai ini berada di bumi cendrawasih yang secara karakteristik budayanya sangat potensial," jelas Firdaus, Konsultan PT Satria Creasindo Prima.

Di samping itu, adapun tiga pendekatan yang harus dibangun untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Ipaya, yaitu accessibility, aminities, dan attraction.

"Accessibility atau aksesibilitas, orang mau berwisata kalau aksesnya cepat, murah, jelas rutenya. Kalau tidak jelas maka orang cenderung tidak tertarik. Kemudian aminities atau fasilitas sarana prasarana, meski pun kita punya empat kriteria, tetapi kalau tidak didukung den3gan sarana prasarana seperti air minum, listrik, telekomunikasi, tempat restoran, tempat tinggal homestay, dan sebagainya, itu pun tidak akan maksimal karena orang tidak nyaman," terangnya.

"Attraction atau atraksi juga harus ada. Kalau cuma pantai saja pasir putih, pohon mangrove itu sudah ciptaan Tuhan, tetapi bagaimana orang bisa tertarik datang dan menikmati kawasan itu. Jadi bisa diadakan atraksi-atraksi seperti memancing, diving, snorkeling, banana boat dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk membuat orang rindu untuk datang kembali lagi. Itulah poin keberhasilan sebuah destinasi wisata," imbuhnya. (Endy Langobelen)

Bawaslu Mimika Gelar Sosialisasi dan Diskusi Bersama Wartawan dan Mahasiswa Terkait Pengawasan Pemilu

Suasana kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif oleh Bawaslu Mimika di Hotel Grand Tembaga, Selasa (11/10/2022)

MIMIKA, BM

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Mimika menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif dengan tema 'peran mahasiswa dan jurnalistik pengawasan partifisipstif pemilu dalam tahapan pemuktahiran data pemilih.

Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Selasa (11/10/2022) di Hotel Grand Tembaga dan turut dihadiri oleh sejumlah cipayung dan para jurnalis di Mimika.

Ketua Bawaslu Mimika, Yonas Yanampa saat membuka acara sosialisasi mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menjalin silaturahmi serta melakukan diskusi bersama terkait peran mahasiswa dan jurnalis dalam mengawal proses menuju pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024.

"Tujuan kita hadir di sini adalah pertama kita mengawal pemilu dan pilkada yang akan kita laksanakan pada tahun 2024 mendatang sehingga sebagai Bawaslu mestinya kita harus siapkan dari segala sisi," ujarnya.

Menurutnya sosialisasi partisipatif ini juga merupakan momen yang tepat untuk mendiskusikan seputar pemutakhiran data.

"Ini waktunya atau momennya untuk kita mendiskusikannya, baik berangkat dari pengalaman sebelumnya atau akan ke depan kita ambil langkah-langkah strategis yang tepat untuk kita mempersiapkan diri kita," katanya

Yonas menyebutkan, perihal Pemilu dan Pilkada, yang paling penting adalah memfasilitasi masyarakat.

"Dalam hal ini terutama adalah media massa dan juga ade-ade mahasiswa yang sekarang disebut sebagai cipayung. Menurut saya ini kader yang paling tepat karena mereka inilah yang akan ada di lembaga linear untuk menyampaikan informasi yang akurat, yang tepat, dan akuntabel yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luar," jelasnya.

"Berangkat dari slogan bahwa Bawaslu bukan sendirian dan itu sekarang kita cari sahabat, cari kawan adalah media masa juga dan cipayung, dan tidak menutup kemungkinan dari lembaga dan yayasan atau stakeholder yang ada di kabupaten Mimik," imbuhnya.

Lebih lanjut, Yonas mengajak semua mahasiswa dan para jurnalis untuk senantiasa bekerja sama dalam mengawal demokrasi demi mewujudkan Pemilu dan Pilkada yang berbobot.

"Yang paling penting di sini adalah kerja sama. Kita bersama-sama mengawal demokrasi ini dengan baik sehingga ke depan pemilu dan pemilihan di 2024 mendatang itu terjadi pemilu yang benar-benar berbobot," tuturnya.

"Untuk itu sekali lagi saya sampaikan bahwa kesempatan ini digunakan sebaiknya mungkin sehingga tahapan-tahapan berikutnya kita sudah tahu, sudah diprediksikan hari ini apa saja kendala dan juga potensi-potensi lainnya sehingga semuanya bisa jalan secara mulus," pungkasnya.

Selanjutnya kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua narasumber, yakni Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Luther Beanal yang memaparkan data pemilih dan Jimmy Rungkat dengan materi seputar kerja jurnalistik. (Endy Langobelen)

Top