Olah Raga

Reynold Ubra : Jika Masih Mau Ada Penonton PON XX di Mimika, Jangan Lagi Terulang Hal Ini

Koordinator Bidang Kesehatan PB PON Cluster Mimika, Reynold Ubra didampingi Koordinator Bidang Pemasaran, memberikan keterangan pers di Media Centre, Minggu (26/9) 

MIMIKA, BM

Dua even pertandingan PON XX sedang berlangsung yakni futsal dan terbang layang untuk Cluster Mimika.

Namun Cabang Olahraga (Cabor) Futsal mendapatkan sorotan yakni pada laga Maluku Utara vs Sulewesi Selatan dan Papua vs NTB.

Hal ini karena pada saat dua laga ini dipertandingkan, sejumlah hal yang menjadi perhatian terkait penerapan protokol kesehatan jadi perhatian serius.

Dalam Press Conference yang dilaksanakan di Media Centre, Minggu (26/9), kepada awak media Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika yang adalah Koordinator Bidang Kesehatan PON, Reynold Ubra menanggapi hal tersebut.

Menurut Reynold, sejak berlangsungnya dua even tersebut Mimika sudah menjadi tuan rumah yang baik hanya saja masih ada beberapa catatan yang perlu untuk dievaluasi.

“Dari dua even yang dilaksanakan yang penting ditindaklanjuti yakni futsal. Pertama, ketika kontingen Sulawesi Utara tampil melawan Maluku Utara euforianya sangat tinggi. Kedua saat laga NTB vs Papua, antusias masyarakat tinggi sehingga kami tidak bisa melarang masyarakat menonton,” katanya.

Ia melihat bahwa protokol kesehatan (prokes) saat dua laga tersebut mungkin dilaporkan panpel sudah berjalan baik namun sebenarnya tidak berjalan secara maksimal.

“Membeli tiket secara online dan ketika masuk dilakukan pemeriksaan, hanya saja yang disyaratkan oleh Kemenpora adalah prokes pada indoor harus ketat dimana penonton seharusnya 25 persen saja namun kemarin lebih,” ungkapnya.

Ia menegaskan agar panitia penyelenggara juga memperhatikan hal ini. Reynold mengatakan jarak duduk harus 2 meter dengan kapasitas penonton 25 persen atau hanya 375 orang untuo Venue Futsal.

“Yang sudah berjalan tidak ada penonton yang boleh bawa air minum, makanan dan rokok. Alat musik tidak boleh dibawa tetapi beberapa ada yang bawa termasuk poster. Itu tidak boleh dibawa,” imbuhnya.

Reynold kembali menegaskan bahwa penonton indoor sesuai prokes, tidak boleh berteriak dan masker tetap harus terpasang.

Selain itu, dalam pertandingan indoor tidak disyaratkan untuk penonton yang memiliki komorbid, lanjut usia, anak-anak dibawah usia 12 tahun dan ibu hamil.

“Selama duduk tempat yang sudah ditentukan tidak boleh berpindah sampai pertandingan selesai. Di malam hari tidak boleh ada konvoi,” ujarnya.

Reynold mengingatkan bahwa masyarakat Mimika sudah menjadi tuan rumah yang baik dan prokes di Mimika bisa menjadi contoh. Hanya saja jika kejadian seperti dua pertandingan kemarin terulang lagi maka pertandingan terancam tanpa penonton.

“Ada reward untuk supporter yang menerapkan prokes. Jika kita masih ingin tetap mendapatkan euforia namun prokes diabaikan maka kasihan kalau atlet kita bertanding tanpa ada dukungan atau penonton," tandasnya. (Elfrida)

Masalah Ticketing dan Membludaknya Penonton di Venue Futsal, Bidang Pemasaran Beri Penjelasan

Koordinator Bidang Pemasaran PB PON Cluster Mimika, Ida Wahyuni dan Koordinator Bidang Kesehatan Reynold Ubra memberikan penjelasan terkait membludaknya penonton dan prokes di Venue Futsal 

MIMIKA, BM

Bidang Pemasaran PB PON Cluster Mimika melakukan konferensi pers terkait persoalan membludaknya penonton di venue Futsal sehingga ada penonton yang tidak bisa menonton.

Konferensi pers dilakukan di Media Centre PON, Minggu (26/9), oleh Ida Wahyuni Koordinator Bidang Pemasaran kepada seluruh media di Timika.

Ida Wahyuni mengawalinya dengan menjelaskan sistem penjualan ticket yang menjadi tanggungjawab bidang pemasaran.

Ticketing dalam event PON Papua khsusunya di Timika untuk penonton tiket harus mengaksesnya melalui aplikasi tiket.com.

Akses pendaftaran melalui aplikasi ini sudah mulai dibuka pada pukul 03.00 Wit (subuh) di hari pelaksanaan pertandingan. Penjualan online dilakukan hingga kuota tiket habis terjual.

Ida menegaskan, kuota penonton di venue futsal hanya 25 persen sehingga penonton yang dapat menonton di venue futsal hanya sebanyak 375 orang.

Dari jumlah ini, sebanyak 225 orang atau 60 persen diberikan akses masuk karena mendaftar melalui layanan online ticket.com, sementara kuota bagi mereka yang mendaftar online hanya 150 orang.

"Jadi kenapa ada offline? karena kami menyesuaikan dengan keadaan di Timika untuk sebagian masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem aplikasi," jelasnya.

Walau bidang pemasaran telah menyediakan layanan online dan offline namun ternyata banyak warga yang mendaftar secara offline alias mengantri tiket.

Guna mengantisipasi agar permasalahan seperti kemarin tidak lagi terulang, maka Ida Wahyuni menegaskan bahwa mulai Senin besok, akses penonton untuk futsal hanya dilayani di pintu 3.

Prosesnya juga akan dimulai dengan melakukan screaning kesehatan, vaksinasi peduli lindungi dan pihak keamanan akan melakukan pemeriksaan alat tajam hingga korek api.

"Tiketnya akan di scan terlebih dahulu, diberikan gelang lalu diarahkan masuk melalui pintu 3 di blok A dan B. Ini kita lakukan untuk tertibnya akses penonton masuk venue, sehingga apa yang sudah saya sampaikan ini dapat diawasi secara bersama," ujarnya.

Ida juga menjelaskan bahwa membludaknya penonton di dua lagi yakni Maluku Utara vs Sulsel dan Papua vs NTB di venue futsal dikarenakan dibukanya beberapa pintu akses masuk.

"Ini sudah jadi perhatian kami dan sudah kami koordinasikan sehingga mulai besok masyarakat yang sudah memiliki tiket akan dilayani hanya melalui pintu 3 yang ada di Blok A dan B," tegasnya.

"Kami juga sudah memberikan porsi untuk masyarakat yang memiliki tiket. Kami hanya tahu yang masuk adalah yang memiliki gelang tiket. Kami minta maaf atas kekurangan yang terjadi kemarin yang sudah punya tiket tapi tidak bisa masuk. Ini semua pembelajaran bagi kita semua untuk semakin lebih baik," ungkapnya. (Shanty)

Andri Abdul Rohman Sumbang Emas Pertama Terbang Layang di Kluster Mimika

Penyumbang medali emas untuk Papua di Cabor Terbang Layang, Andri Abdul Rohman (Foto : Humas PB PPM/Yosefina)

MIMIKA, BM

Atlet Terbang Layang Papua, Andri Abdul Rohman menjadi penyumbang medali emas pertama dari cabang olahraga dirgantara di Cluster Mimika, Minggu (26/9).

Dalam event PON 20 yang berlangsung di Bandar Udara Moses Kilangin Timika, Andi mengikuti nomor Precision Landing Single Seater putra untuk grup A dengan total nilai yang dikumpulkan 2444 dari batas nilai 2500.

Keberhasilan Andri langsung mendapat sambutan hangat dari timnya, bahkan Andri tampak meneteskan air mata saat dipeluk oleh pelatih-pelatihnya.

Ia mengaku sangat bangga dengan prestasinya ini karena merupakan emas pertama yang ia peroleh selama mengikuti sejumlah event baik PON maupun Kejurnas.

“Saya sangat bangga karena ini medali emas pertama yang saya persembahkan untuk tanah Papua tercinta. Saya orang Jawa, saya cinta Papua,” ujarnya.

Kebahagiaan pria 30 tahun yang dalam dunia terbang layang lebih dikenal dengan panggilan Ablai ini, menjadi berlipat ganda karena selain mendapatkan medali emas dalam ajang bergengsi di Indonesia ini, pada hari Rabu (29/9) nanti, istri tercintanya akan melahirkan anak ketiga untuknya.

“Kebanggaan dan kebahagiaan saya menjadi semakin berlimpat ganda, hari Rabu besok saya akan mendapatkan anak ketiga. Ini anugerah terindah dalam hidup saya yang tidak akan pernah saya lupakan,” ujarnya.

Ablai yang bergabung dengan tim Papua sejak PON 2016 lalu itu sudah berjanji pada pelatihnya, Paul Graham Manusefer bahwa ia akan menyumbangkan medali emas untuk Tanah Papua dan hari ini ia membuktikan janjinya itu.

“Sejak awal saya sudah janji dengan pelatih saya, saya bilang om saya akan buktikan saya akan sumbang emas untuk Tanah Papua yang saya cintai,” katanya dengan semangat. (Humas PPM/Yoserina)

Top