Olah Raga

Panjat Tebing : Jatim Memimpin di Boulder Perorangan Putri



Atlet panjat tebing Papua, Ravianto Ramadan memanjat wall pada babak kualifikasi PON XX kategori perorangan putra di venue panjat tebing Timika, Jalan Poros SP5, Senin 27/9/2021. (Foto: Humas PPM/ David Lalang)

MIMIKA, BM

Atlet Panjat Tebing Jawa Timur berhasil mengumpulkan poin tertinggi dari lawan-lawannya usai bakak kualifikasi nomor boulder perorangan putri pada PON XX Papua 2021 Klaster Mimika dari Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing.

Nomor boulder perorangan putri yang dipertandingkan pada babak kualifikasi ini, mengawali kejuaraan Panjat Tebing pada PON XX Papua 2021 setelah diresmikan dan dibuka oleh Yenny Wahid, Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (PTFI) pada Senin (27/9/2021).

Adalah Fitria Hartani, Atlet Jawa Timur dengan nomor punggung 62, menempati rangking 1 (pertama) pada nomor boulder perseorangan putri pada babak ini.

Sementara, Maria Jeklin Heatubun, atlet tuan rumah Papua bernomor punggung 110 terpaut di rangking 15. Disusul Laela Al-Hadad, pemanjat bernomor punggung 107 berada di rangking 17.

Selengkapnya, atlet panjat tebing yang berhasil menyelesaikan babak kualifikasi di nomor boulder perorangan putri, yaitu Fitria Hartani utusan Jawa Timur, Nurul Iqamah utusan Nusa Tenggara Barat (NTB), Kharisma Ragil Rakasiwi utusan Jatim, serta Apriana Nasution utusan Sumatera Barat (Sumbar).

Lainya, Salsabila utusan Jawa Barat (Jawa Barat), Julita utusan Bangka Belitung, Novicahya Wardani utusan Kaliman Timur (Kaltim), Nurul Aisyah Ramadhani Suad utusan DKI Jakarta, Ade Andrian utusan Riau, Anggun Yolanda utusan NTB dan Alivany Ver Khadijah utusan Sulsel.

Selain itu, Nova Bina Wardani utusan Kaltim, Rury Diwira Registanaranti Yastika utusan Jawa Tengah, Nadia Putri Virgita utusan NTB, Maria Jeklin Heatubun utusan Papua, Betty Nawa Fatus Yoganita utusan Jabar, Laela Al-Hadad utusan Papua serta Fitri Komala utusan Riau.

Pada babak kualifikasi Di nomor boulder perseorangan putri ini diikuti sejumlah atlet nasional, diantaranya Fitria Hartani utusan Jawa Timur, Nurul Iqamah dan Anggun Yolanda, dua utusan dari Nusa Tenggara Barat (NTB). (HumasPPM/Jefri Manehat)

 

Empat Atlet Judo Provinsi Banten Target Emas di PON Papua

 

Empat atlet judo asal Banten terlihat ceriah usai latihan di kompleks Venue Judo di Graha Eme Neme Yauware, Minggu (26/9). Foto: Humas PPM/Elfrida

MIMIKA, BM

Empat atlet Judo asal Provinsi Banten menargetkan merengkuh medali emas pada PON XX Tahun 2021 Papua.

Empat altet ini meyakini mampu meraih emas lantaran memiliki jam terbang terbilang cukup tinggi dengan torehan prestasi yang tak terhitung lagi.

Empat pejudo tersebut adalah Amanah Nur Istiqomah. Ia merupakan seorang Kopassus yang akan turun di kelas 52 Kg.
Kemudian Syerina turun di 63 Kg, Dicky Zulfikar di kelas 50 Kg dan Nadiah Husniah turun di kelas 57 Kg.

Pelatih Judo Banten Haerviner mengatakan anak asuhnya sudah masuk tiga besar di Banten.

“Kami tiba tanggal 25 September kemarin. Kondisinya akibat pandemi covid-19 PON XX Papua yang seharusnya digelar tahun lalu (2020-red) tertunda jadi tahun ini. Tentu saja, persIapan memang terganggu karena program diubah lagi tapi semua berjalan lancar. Target kami satu medali emas,” katanya saat ditemui media di sela-sela latihan di kompleks Venue Graha Eme Neme Yauware pada Minggu (26/9).

Haerviner menuturkan Amanah Nur Istiqomah merupakan atlet Pelatnas yang pernah main di Asian Games 2018 langsung menghadapi juara dunia, meskipun belum meraih prestasi.

Sementara, Syerina pernah mewakili Indonesia di Sea Games 2019 di Filipina untuk kelas beregu keluar sebagai juara dua.

“Saya optimis mereka bisa, dengan latihan rutin walaupun pandemi pasti bisa. Kami latihan mandiri dan TC di Tangerang sejak tahun kemarin. Ini pertama kali ke Papua. Bagus, tapi kalau siang panas sekali, kita berkeringat tanpa lari. Gerak sedikit sudah keringat,” ungkapnya.

Haerviner menerangkan dalam olahraga judo menggunakan sistem ranking.

“Karena PON event-nya setiap empat tahun, jadi mereka bisa main kalau masuk ranking delapan atau sepuluh besar dari Panitia Besar (PB) PON. Kumpulan poin adalah dari setiap mereka juara event nasional, tinggal diakumulasi setelah empat tahun barulah poinnya keluar,” jelasnya.

Ia menambah atlet utusan dari Banten hanya memberangkatkan yang masuk tiga besar alasan keterbatasan anggaran.

"Kami berusaha sebaik dan semaksimal mungkin untuk Banten. Tim kuat yang patut diwaspadai adalah Jabar, DKI Jakarta dan Bali,” pungkasnya. (HumasPPM/Elfrida)

PON Papua Jadi Insipirasi Rakyat Indonesia, Bangkit dari Pendemi Covid-19

Yenny Wahid, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), membuka pertandingan Cabor Panjat Tebing PON XX di Jalan SP 2 Poros SP 5 Kabupaten Mimika, Senin (27/9/2021). Foto : Humas PPM/Marselinus Nara

MIMIKA, BM

Zannuba Ariffah Chafsoh atau lebih familiar Yenny Wahid, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Periode 2019-2023, mengajak seluruh rakyat Indonesia menjadikan ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 sebagai inspirasi untuk bangkit dan pulih dari pandemi Covid-19 masih mewabah secara global, termasuk di wilayah nusantara ini.

"Kita berharap PON kali ini bisa jadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk bangkit dari Covid 19. Hanya dengan disiplin dan komitmen kuat dan  hanya dengan kekompakan kita bisa mengatasi pandemi,"kata Yenny dalam sambutannya saat membuka pertandingan  Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing PON XX di Venue Panjat Tebing Jalan SP 2 Poros SP 5 Kabupaten Mimika, Senin (27/9/2021).

Menurut Yenny, PON XX Papua sangat istimewa.

“Ada tiga keistimewaan PON XX Papua, pertama, PON XX Papua dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19. Ditengah tantangan yang dihadapi secara global, Indonesia tetap memiliki tekad yang kuat dan bisa menyelenggarakan PON XX.

Kedua, istimewanya PON XX karena baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia Timur dan sangat luar biasa.

Ketiga, fasilitas stadion yang luar biasa, termasuk Venue Panjat Tebing menjadi salah satu fasilitas olahraga paling megah di Indonesia.

Dari keistimewaan ini, diyakni pertandingan di Mimika akan mengukir sejarahnya sendiri.

“Kita berharap dari pertandingan kali ini ada juga atlet tuan rumah yang mampu mengukir prestasi yang luar biasa dan secara berjenjang sampai ke olimpiade nantinya," harap Yenny.

Hal menarik lainnya, 27 kontingen dari seluruh Indonesia,yang akan memperebutkan 16 medali emas dalam kejuaraan ini diikuti atlet-atlet Indonesia yang  sudah memiliki  prestasi, tidak hanya di tingkat nasional, tapi sudah mendunia.

Adapun ke 27 kontingen  yang akan bertarung pada Cabor Panjat Tebing PON XX, diantaranya Jawa Timur,Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah,Banten, DKI Jakarta, Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera Selatan, serta Jambi.

Lainnya, Riau, Sumatra Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Aceh, Bali, Papua, NTB , Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. (Humas PPM/Marsel Balawanga)

 

 

Top